-
1
Ping balik on Okt 6th, 2008 at 1:51 pm
[...] Nulis Buku, Pak Dosen! [...]
-
2
Ping balik on Okt 27th, 2008 at 10:26 am
[...] Dulu, keinginan semacam itu akan sulit kita lakukan. Terutama mereka yang kurang memiliki rasa percaya diri yang cukup untuk mengirim tulisan-tulisannya ke berbagai media, koran dan majalah; untuk menawarkan karya tulisnya ke penerbit buku. [...]
-
3
Ping balik on Okt 28th, 2008 at 3:32 am
[...] Dulu, keinginan semacam itu akan sulit kita lakukan. Terutama mereka yang kurang memiliki rasa percaya diri yang cukup untuk mengirim tulisan-tulisannya ke berbagai media, koran dan majalah; untuk menawarkan karya tulisnya ke penerbit buku. [...]
-
4
Ping balik on Jun 8th, 2009 at 1:39 pm
[...] “ Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non-Pakar Komentar di posting blog kita mungkin penting. Setidaknya itu tanda tulisan kita dibaca dan diperhatikan, walau sekarang sudah ada mybloglog sebagai tanda tulisan kita ada yang baca. Tapi semua orang tahu, komentar itu bukan segalanya. Tulisan bagus yang mencerahkan itulah segalanya. Dan karena itu, fokus utama hendaknya bukan bagaimana menciptakan posting yang kontroversial walau terkesan murahan hanya demi dapat komentar banyak, tapi bagaimana konsentrasi kita dalam membuat tulisan yang baik dan berkualitas. Apa tulisan yang baik dan berkualitas? “ Agar kita menjadi penulis yang produktif menurut A. Fatih Syuhud : “Jadi, tahap pertama menuju produktif adalah merubah paradigma “sibuk” dan mengakui kesalahan. Tidak mau mengakui kelemahan dan kesalahan sendiri adalah kesalahan terbesar. Kedua, mulai mengoreksi kesalahan yang menjadi penyebab ketidakproduktifan kita. Ketiga, apabila poin satu dan dua sudah teratasi, mulai fokus menulis. Ok, bagi yang baru di dunia tulis menulis, Anda dapat memulainya dengan rajin menulis setiap hari di blog masing-masing–bahasa Indonesia atau Inggris sama saja; bagi yang sudah sampai tahap ini, mulailah rajin mengirim tulisan ke media cetak atau online; dan yang sudah merasa “lulus” tahap ini, mulailah memikirkan untuk menulis buku [...]














13 Agustus 2006 at 10:59 am
Articles bagus…
Untuk jenis cerita bersambung (cersil), apa baiknya dikirim semua (ratusan halaman) atau per 700-1000 kata?
thanks
22 Agustus 2006 at 2:36 am
biasanya dikirim semuanya secara utuh.
Mario
26 September 2007 at 4:10 am
Setuju sekali nih, dosen perlu sekali nulis kalau tidak ya sekedar penghias kampus saja, tapi terkadang terbentur masalah teknis dan publikasi, masalah penghargaan akademis dan termasuk sulit sekali mendapat dana penelitian, kapasitas dosen itu sendiri plus negeri kita khan belum ada garansi jaminan bagi maha guru, bahasa kitanya malas dengan kondisi sosial seperti ini serta penerbit hanya mencari dosen pakar saja, lalu gimana dosen yunior yang kurang terkenal ada gak penerbit yang beresiko mau menerbitkan?
ahmad kurnia
http://akur-stbajia.blogspot.com
26 November 2007 at 6:48 pm
betul! setuju!
18 Desember 2007 at 2:36 pm
sangat setuju. tapi kebanyakan dosen enggan menulis, bahkan secuilpun tidak pernah mungkin karena tiadanya penghargaan masyarakat atas hasil karya mereka di pasaran.
17 Januari 2008 at 1:45 am
Saya juga berpikir kearah itu…dosen kita miskin karya…
18 Januari 2008 at 7:42 am
Aswrwb,
Beri Semangat saya untuk menulis ya…… terimaksih atas blognya yang berisi email redaksi. saya lagi coba nulis untuk koran. saya ada di http://www.halalsehat.com , Insya Allah saran anda untuk menulis buku juga sedang kami lakukan
Wswrwb
7 Februari 2008 at 11:31 am
mari menulis, banyak yang bisa di tulis…ya kan pak ..”heheheh cari pembelaan”
8 Februari 2008 at 10:01 am
yup, betul
8 Februari 2008 at 10:03 am
betul juga
17 Maret 2008 at 5:56 am
KOK SEMUA YG ADA DI BLOG INI KEREN2 YA? BEDA SAMA BLOG SAYA YG CUMA SPT DIARY, HE2. ANYWAY, I HOPE I CAN MAKE A GOOD BOOK ONE DAY… AMIEN!!!
KEEP UP DA GUD WORK!!!
SALUT.
10 April 2008 at 5:56 am
Ass. wr. Wb.
Saya setuju dengan pendapat pak Fatih. Sebagai tanda persetujan saya, saat ini naskah buku saya tentang “Good corporate Governance /GCG” dalam proses terbit. Naskah buku tsb merupakan kumpulan artikel / tulisan saya yang pernah dimuat di mediamassa. Mudah2an segera terbit. Siapa menyusul?
wassalam.
20 Mei 2008 at 10:12 am
Alhamdulilah, saya sudah menulis buku. Saya mengajar di UI dan Interstudi. Mudah-mudahan akan banyak buku yang saya telurkan. Untuk kebaikan generasi mendatang!
14 Januari 2009 at 5:38 pm
Ya ya menginspirasi
19 Januari 2009 at 10:13 pm
wah saya kalau dibandingkan dengan “suhu” yang satu ini sangat jauh tertinggal, ghirah untuk menulis saya baru muncul di tahun-tahun ini, setelah mengikuti matakuliah Disain penelitian di program studi pasca sarjana teknik mesin..,sebenarnya banyak yang ingin saya tuangkan ke dalam kata2 tatkala tentang hal yang dirasakan, dilihat dan dipikirkan, tapi masih setengah2 dan tidak matang…..
5 Juni 2009 at 12:26 pm
rekan2 yang sudah comment di blog ini sebnrnya jg seorang penulis.. comment itu sendiri bs di sebut hasil pemikiran yang di tuangkan ke blog ini.. nah rangsangan yng lebih extrem mungkin akan membantu kita semua untuk bisa menulis hal-hal yang sangat berguna bagi siapa saja (pembaca).
8 Juli 2009 at 10:26 pm
Saya betul-betul mengakui kekurangan dan kesalahan yang telah terjadi tapi mulai baca tulisan ini bangkit lagi kemauan menulis. Padahal saya sudah menulis modul training di beberapa event dengan industri, menulis makalah di seminar internasional, menulis di jurnal ilmiah,nulis di blog baru mulai, nulis face book juga kadang2, tetapi belum juga mulai menulis di surat kabar. Semoga angin motivasi ini mampu membawa tulisan saya ke salah satu penerbit.
Apakah makalah-makalah saya sebaiknya dibukukan? Apakah anda bisa membantu saya menjadi Co Author?
Best regards
Hanifa
20 Agustus 2009 at 10:22 pm
Syukur Alhamdulillah
Saat ini saya mengajar di UMB Jakarta dan STIE Kalpataru Tangerang
saya juga sedang menulis Buku Metodologi Penelitian Ek. Islam,
Buku Pengantar Kewirausahaan, dan Buku Met Lit Agama.
Mohon doanya, Insya Allah bisa terbit tahun ini. Bagi rekan / mahasiswa / dosen yang belum berani bisa tendem berdua dengan dosen senior, para Dr dan Prof, dll. Ayo PD menulis !
Bravo Indonesia !
15 November 2009 at 3:18 pm
setuju, dengan begitu bisa terlihat benar kualitas dosennya