Refleksi: Membaca Sebagai Life-Style (2)
6 Juni 2005 in Tip Menulis
Sumber: www.fatihsyuhud.com
Semua orang tahu, membaca itu perlu dan sangat
bermanfaat. Membaca membuat cewek cakep menjadi
semakin menarik dan “shiny”; dan cewek tidak cantik
pun menjadi terlihat menarik. Membuat cowok keren
menjadi semakin berkarisma; dan cowok yg biasa-biasa
saja menjadi tampak gaya.
Sebaliknya, cewek atau cowok cakep yg tidak brainy
(karena jarang atau tidak pernah membaca) betul-betul
sangat membosankan, baik sebagai pribadi apalagi
sebagai lawan bicara. Sejam atau dua jam berbicara dg
mereka mungkin masih menarik karena periode ini
biasanya dipakai untuk bertukar pengalaman dan kisah.
Namun, tahankah kita berbicara dg bahan yg sama
berulang-ulang? Dan tidak bosankah kita mendengar
kisah atau penuturan lanjutannya yg hanya berupa
gosip-gosip sampah terbaru? Anda pasti tidak akan
tahan, kecuali apabila Anda satu golongan dengan
mereka. Kalau cewek atau cowok cakep yg tidak gemar
baca membuat kita bosan, bagaimana dg cewek atau cowok
yg tidak cakep dan tidak gemar baca?
***
Membaca membuat otak yg awalnya cuma berisi “batu”
berubah jadi zamrud; otak yg awalnya berbentuk kerang
berubah menjadi mutiara; otak yg awalnya berbentuk
pasir berubah menjadi emas. Isi otak kita adalah
representasi dan akan meresonansi (menggaung) pada
kepribadian dan perilaku keseharian kita dalam
merespons terhadap sesuatu hal. Dan respons kita pada
suatu atau banyak hal itu akan menentukan apakah kita
pribadi yg brainy atau dummy.
Kendati begitu pentingnya gemar baca, tapi secara
faktual membaca tidak menjadi tradisi generasi muda
kita. Generasi muda Indonesia yg pengangguran atau yg
sibuk bekerja kasar seharian di lapangan mungkin dapat
dimaklumi apabila tidak suka atau tidak sempat
membaca. Bagaimana dg mahasiswa atau masyakarat
Indonesia yg bekerja “santai” di kantor tapi tidak
suka membaca? Mengapa membaca tidak menjadi trend di
kalangan mereka, khususnya di kalangan mahasiswa,
termasuk mahasiswa Indonesia di India? Bukankah
mahasiswa identik dg tradisi intelektual yg tak dapat
dicapai tanpa gemar membaca?
Ada beberapa faktor, pertama, sikap malas. Insting
awal manusia umumnya pemalas. Namun, ego manusia –yg
ingin eksistensinya diakui manusia lain–telah memaksa
manusia untuk berbuat sesuatu untuk melawan insting
malas tadi. Sayangnya, jalan menuju “pengakuan
eksistensi” itu tidak dilakukan dg membaca.
Kedua, membaca dianggap sebagai suatu hal yang “tidak
trendy” dan “tidak keren”. “Kutu buku” adalah julukan
bagi mereka yang suka baca. Istilah ini membuat yg
gemar baca jadi defensif dan terpojok. Sebaliknya,
kalangan yg tidak suka baca semakin menjauh bukan
malah mendekat.
Istilah memojokkan seperti itu hendaknya diganti dg
istilah lain yg dapat lebih menarik generasi muda dan
siapa saja yg belum menjadikan gemar baca sebagai
life-style.
***
Apa yg harus dibaca? Menurut dr. Kartono Mohamad–
mantan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kolomnis di
berbagai media cetak dan anggota milis nasional
ppiindia– mengatakan: “Bacalah apa saja yg Anda
suka!” Koran, majalah, buku, komik, milis, dll.
Membaca membuat kita tidak kekurangan bahan untuk
berbicara dan menulis. Membaca membuat kita bisa
berbicara dg siapa saja sesuai dg profesi lawan bicara
kita. Bukan lawan bicara kita yg harus beradaptasi dg
kita.
Salah satu perbedaan antara pribadi yg civilized dg yg
masih “tribal (kampungan)” adalah yg pertama bisa
beradaptasi dg yg kedua; sementara yg kedua–disadari
atau tidak– selalu menuntut agar orang lain
beradaptasi dg dia.
Mahasiswa yg kuliah dan selalu naik tingkat itu indah.
Dan mahasiswa yg gemar membaca dan tidak kampungan
dalam bersikap dan merespons fenomena yg terjadi di
sekitarnya–di level lokal, nasional dan
internasional–akan lebih indah lagi.***
Menu Utama
Blogger Indonesia A. Fatih Syuhud- Indonesia fights corruption with people power
- Newborn Babies May Cry in their Mother Tongues
- PO Box 9949 Jakarta 10000
- Thank You Mahkamah Konstitusi!
- Under Public Pressures, Police Released KPK Deputies
- KPK Polri Face Off: the Timeline
- Susno Duadji the Epicenter of KPK Controversy
- Independent Team on Bibit Samad and Chandra Hamzah Case
- President SBY Bows to Public Pressure to Set Up Independent Commission
- English Media in Indonesia
Artikel Penting
-
Tulisan Terakhir
-
Top Posts
Berita Terbaru- Mumps
- Indonesia fights corruption with people power
- Newborn Babies May Cry in their Mother Tongues
- Panggung Drama KPK vs Polri
- Rubella (German measles)
- Lowongan CPNSD Kabupaten Majalengka Jabar 2009/2010
- Lowongan Formasi CPNS Pemkot Cirebon Jabar 2009/2010
- Lowongan CPNS Pemkab Kendal 2009/2010
- Lowongan Rekrutmen CPNS Pemkot Bandung Jabar 2009/2010
- Lowongan CPNS Pemkab Cianjur 2009/2010
-
Komentar Terakhir
Arsip
Track
Twitter
- Mumps: Mumps or epidemic parotitis is a viral disease of the human species, caused by the mumps virus. Prio.. http://bit.ly/3BitKd 4 hours ago
- Measles: I've just enjoyed myself of being in better condition yesterday before another bad thing happens: .. http://bit.ly/3r5huh 20 hours ago
- Indonesia fights corruption with people power http://bit.ly/4cjxFo 22 hours ago
- PO Box 9949 Jakarta 10000 http://bit.ly/3yWxfW 2 days ago
- Thank You Mahkamah Konstitusi! http://bit.ly/2w4oIZ 2 days ago
Etika Copy Paste
Mengcopy & paste isi blog ini dibolehkan tanpa ijin terlebih dahulu asal (a) Memuat nama penulis A. Fatih Syuhud dan (b) Menyertakan link ke sumber tulisan yang dikutip.
Copy / paste tanpa menyebut nama penulis & sumber link adalah tidak etis dan hanya akan mematikan kreativitas Anda sendiri serta sangat tidak dianjurkan.
Ikuti info terbaru tutorial blog dan refleksi via email, klik di sini!-
Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized.
Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri.
Setiap Blogger Indonesia "berkewajiban" untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog--dengan bahasa Inggris atau Indonesia -- untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.
Email: fatihsyuhud-at-gmail-dot-com Baca Tulisan Terbaru via Email
Tukar Link dg Blogger Indonesia
#1 Top Ten Blogger Indonesia versi Majalah Tempo
Copy code below, insert into your blog :)
<a href="http://www.fatihsyuhud.com/" target="_blank" title="Indonesian Blogger"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-indonesia.gif" alt="Blog Indonesia"> </a>
Sebarkan Budaya Ngeblog!
Copy kode di bawah, letakkan di Sidebar blog Anda :)
<a href="http://afatih.wordpress.com/" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-tutorial.gif" border="0" alt="Cara Membuat Blog"> </a>
Tidak tahu cara tukar link? Baca tutorialnya di sini!Feed Readers
Links
Tag
alkhoirot beasiswa beasiswa mesir beasiswa s1 beasiswa s2 bikin blog blbi blogger Blogger Indonesia blog gratis blogspot buletin el ukhuwah buletin santri buletin siswa cara bikin blog cara buat blog cara menulis indonesia internet karangsuko koneksi internet korupsi menulis pasang foto perempuan pesantren pesantren alkhoirot ponpes alkhoirot ponpes karangsuko pp alkhoirot promosi blog pull-down read more timur tengah tips menulis artikel Tips Ngeblog transkrip tutorial blog Tutorial Blogger tutorial blogspot tutorial wordpress wanita wanita cantik wanita muslimah wordpressSocial Networks
Global Contribution
-
Blog Stats
- 2,813,497 hits
Blogroll
- Jobs Careers
- Jobs Info
- Info Kerja
- Job Info
- Informasi Kerja
- CPNS
- Loker
- Kerja
- Info Kerja
- Info Pekerjaan
- Info Beasiswa Scholarship
- Info Beasiswa Scholarship
- Info Beasiswa Scholarship
- Info Beasiswa Scholarship
- Info Beasiswa Scholarship
- Informasi Beasiswa Scholarship
- Info Beasiswa Scholarship
- Blogger Indonesia
- Blog Tutorial













17 Desember 2007 at 3:18 pm
Saya sangat setuju dengan pendapatnya mas fatih tentang postingan artikel diatas, dengan membaca, otak kita yang berisi 1.000.000 lebih neuron akan “aktif” dan dapat tambah “panjang” serat-seratnya, dengan kita membaca, kita berarti mengasah otak kita atau menambah neuron kita, sebaliknya kalo kita tidak membaca, kita malah menumpulkan otak kita sendiri..!!
4 Oktober 2008 at 10:20 am
agak menjengkelkan memang istilah kutu buku. selama ini kutu dianggap harus dihindari, kesannya kotor, dan kutu merusak.
21 Juli 2009 at 10:55 pm
Aku juga setuju dengan artikel diatas “membaca sbg lifestyle”. Tapi kalo keseringan membaca artikel2 atau blog2 org, bagus gak ya?