Puisi Tsunami: Bahagia Bukan Milik Hari Ini

Puisi Tsunami
Bahagia Bukan Milik Hari Ini

Aceh merana
Indonesia pun berduka
dunia pun nestapa
Solidaritas datang
berduyun
dari seluruh dunia

tiba-tiba bahagia itu ada
menyelinap dalam puing-puing
yg berserak
di antara gelimpangan mayat-mayat
korban tsunami
haru biru kalbu ini
melihat sinar mata tulus
jutaan manusia dunia
yg tertunduk dalam bela sungkawa
dengan doa dan harta

bahagia memang bukan milik hari ini
ia milik masa lalu
dan hari esok

siapakah diplomat yg bahagia
saat ia jadi diplomat?
pejabat mana yg bahagia
saat ia menjabat?
pemilik mobil mana yg bahagia
saat ia mengendarainya?
pengendara motor mana yg bahagia
saat ia memilikinya?
mahasiswa mana yg bahagia
saat ia mendapat beasiswa?
pelajar mana yg bahagia
saat ia menjadi mahasiswa?
manusia mana yg bahagia
atas apa yg dimilikinya?
yg selalu terdengar adalah keluhan
pada apa yg kita jalani dan miliki

dan kita hambur-hamburkan uang kita
untuk mengejar kebahagiaan semu
sementara tetangga kita
teronggok di sudut ruang
lapar dan dahaga
tak tahu apa yg mesti dimakan
untuk hari ini

kebahagiaan itu
memang bukan milik hari ini
bahagia ada saat dalam angan
dan kala dikenang
ia tiada saat asa sudah jadi nyata

karena itu Tuhan menyeru
agar kita selalu melihat ke bawah
pada yg lemah
yg miskin papa
yg kurang beruntung nasibnya
yg selalu dinista
dan dizalimi
tetapi manusia selalu lupa

tsunami seakan ingin mengingatkan kita
enough is enough!
waktu telah tiba
‘tuk mensyukuri yg ada
‘tuk selalu bahagia
sebelum semuanya hilang
hanyut dalam tsunami berikutnya

perlukah tsunami selalu menimpa
agar manusia terketuk nuraninya?
perlukah bencana gempa terulang
untuk menggugah kedermawanan?
perlukah ratusan ribu jiwa melayang
untuk memotivasi kepedulian?

India, 14 Januari 2004

About these ads

5 thoughts on “Puisi Tsunami: Bahagia Bukan Milik Hari Ini

  1. kenapa indonesia sllu di landa bencana…..?apakah tuhan sangat marah sama kita-kita to mungkin tu semua peringatan buat orang-orang yg ber buat maksiyat….sebaik nya kita harus ber banyak amal ibadah sebelum diri ter lam bat marilah kita ber taubat…..?

  2. Ping-balik: Refleksi atau Renungan Ringan « __Ruang Hatiku

Silahkan berkomentar dengan santun

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s