CPNS THL Diduga KKN
1 Orang Ditarik Rp 15 Juta
BANGKALAN- Pengangkatan THL (Tenaga Harian Lepas) menjadi PNS di lingkungan Pemkab Bangkalan diduga sudah direkayasa dan terkesan sekali berarorama KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme).
Masa kerja yang cukup lama dan sudah terdaftar dalam database BKN (Badan Kepegawaian Negara( dalam rekrutmen yang digelar Pemkab Bangkalan, disinyalir bukan jaminan bagi THL untuk langsung lolos dan mendapat SK dari Menpan.
Rumor yang berkembang di lapangan, bagi THL yang ingin lolos menjadi CPNS harus membayar uang ‘pelicin‘ sebesar Rp 15 juta. Uang tersebut disetor melalui masing-masing pimpinan unit kerja dimana THL bertugas.
Dikonfirmasi terkait rumor tersebut, Kabag Kepegawaian Bangkalan, H Abd Hamid serta merta menyangkalnya.
“Itu (uang suap Rp 15 juta- red.) nggak betul. Pengangkatan THL menjadi PNS, kami laksanakan sesuai dengan PP No 48 tahun 2005,” kata Abd Hamid.
Dijelaskan Hamid, untuk pengangkatan THL ini komposisinya sudah ditetapkan oleh Men-PAN. “Untuk kabupaten Bangkalan sesuai surat dari Men-PAN memperoleh jatah sebanyak 996 orang,” terangnya.
Hamid menambahkan, sesuai dengan PP No 48 tahun 2005, THL yang bisa diangkat menjadi PNS adalah THL yang ada di database BKN dan berdasarkan ranking yang ditetapkan. (in)














5 Oktober 2008 at 5:03 am
sekarang ini sulit mencari orang jujur lain dengan jaman dahulu malingpun masih jujur untuk bangkalan semuanya sudah diseting dan semua sudah dilemahkan sehingga selalu dilanda ketakutan dan ketakutan bayar dan bayar bukan lagi rahasia umum, urusan bayar membayar itu tidak mungkin ada kwitansinya sehingga yang menerima bilang tidak menerima syah-syah saja karena tidak ada bukti, sekarang ini era teknologi gak bisa minta kwitansi ya rekam saja pembicaraannya kalau perlu sak gambarnya gitu aja kok repot kalau ingin bukti
5 Oktober 2008 at 5:14 am
sekarang ini sulit mencari orang jujur, lain dengan jaman dahulu malingpun masih jujur, untuk bangkalan semuanya sudah diseting dan semua sudah dilemahkan sehingga selalu dilanda ketakutan dan ketakutan bayar dan bayar bukan lagi rahasia umum, urusan bayar membayar itu tidak mungkin ada kwitansinya sehingga, yang menerima bilang tidak menerima syah-syah saja karena tidak ada bukti, sekarang ini kan era teknologi kalau gak bisa minta kwitansi ya rekam saja pembicaraannya kalau perlu sak gambarnya gitu aja kok repot kalau ingin bukti
5 Oktober 2008 at 5:24 am
warga bangkalan takut hidup hidup hidup di pelosok, padahal banyak orang jawa banyak yang berada di pelosok masak gak malu kita sebagai orang bangkalan sendiri gak mau dipelosok bangkalan, memang kalau selalu pulang pergi kota-pelosok setiap hari ya susah (susah diongkos dan capek). Saking takutnya tidak masuk di daftar CPNS dan takut berada di pelosok maka berlomba-lomba mencari pelicin sampai sampai hutangpun jadi, saya khawatir hutang belum kebayar maut menjemput dan karena senang dengan pelicin jangan nanti di akherat jembatannya licin yang akhirnya jatuh deh (jatuh ke neraka) berusaha naik gak bisa-bisa karena licin
9 Oktober 2008 at 2:31 am
Bangkalan berusaha menaikkan PAD dan saya yakin InsyaAllah bisa, di Bangkalan walaupun Industri dapat dikatakan belum ada dan mungkin beberapa tahun setelah Suramadu jadi baru ada Industri hal ini tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan PAD karena Bangkalan punya banyak Virtual Industri (Industri Maya) dengan hasil nyata, terletak dimana industri itu terletak di Bapak-bapak yang pingin jabatan, Instansi-Instansi malah sekarang merambah sampai di dunia pendidikan, dan salut untuk Bangkalan karena KPK pun kewalahan untuk melacak hal ini karena sudah diseting matang-matang sampai-sampai MA pun CS dengan Bangkalan. Kalau sudah begini Bapak SBY pasti bingung. Pingin bongkar Bangkalan ya harus adu siasat dan turunkan Intelegen negara yang tidak bisa diketahui intel-intel Bangkalan. Ingat-ingat hidup ini sebentar dan semuanya itu tidak dibawa mati,dan malah bisa memberatkan nanti di akherat. Hai Bangkalan sadar-sadar dan sadarlah bangkit-bangkit dan bangkitlah ayok kita buang kebodohan dan pembodohan ini semoga Allah mengampuni Amin.
13 Oktober 2008 at 9:09 am
semuanya bodoooooooooooooooooooh
14 Oktober 2008 at 10:37 am
kalau cuma 15 juta semua pasti mau, di bangkalan bisa lebih parah dari itu. Saya oreng bengkalan asli tretan. sekalangkong
14 Oktober 2008 at 10:40 am
sengkok bingong dibik,: yang punya duit,dekeng,pasti menang
ya a a a Allah maha tahu segalanya.
27 Oktober 2008 at 4:37 am
knp untuk masuk PNS harus membayar seperti itu?yang saya tahu perekrutan aparatur negara itu gratis tapi melalui seleksi yang benar!saya juga heran dengan warga bangkalan khususnya yang sudah membayar sebesar itu, mereka tidak berpikir panjang, semuanya pengen instan!ayolah teman kita masih bisa hidup tanpa jadi PNS, kita harus mandiri meningkatkan & memajukan SDM.apalagi nanti klo SURAMADU sudah jadi pastilah bangkalan jadi kota industri.pikiran orang2 kita emang tentang masa depan yg konon katanya PNS dapat pensiun, tapi klo dengan bayar spt itu apalagi hasil pinjam sana sini, gaji yang di terima sama aja bohong!tp klo kita bisa menciptakan tenaga kerja sendiri / SWASTA insya4JJI kita bisa lebih layak dari PNS. untuk bapak2 yang telah menerima uang pelicin… hati-hatilah azab bisa menimpa kita kapan saja.
6 November 2008 at 3:11 am
knp msuk pns bangkalan hrus dengan cara yang tidak halal, bukankah itu perbutan yang dosa besar, hai para pejabat tinggi negara ingatlah hidup di dunia hanya sekali, harta tidak akan di bawa mati, apa yang akan anda pertanggung jawabkan ketika di akhirat nanati, apakah anda akan membawa harta yang anda miliki selama di dunia…tidak munngkin…sadarlaaaaaah…..? klo penerus bangsa kota bangkalan hanya di CEKOKI dengan hal yang munafik ini kapan kota bangkalan akan maju seperti kota2 besar lainnya,, kebodohan akan semakin meraja lela, kemiskinana akan semakin melanda, bencana akan terus menimpa kita….. wahai pejabat tinggi negara…tuhan tridak akan rela mebrikan rahmat kepada kita klo pemikiran kita seprti hewan yang tidak mempunyai akal pikiran.
6 November 2008 at 1:39 pm
semoga dengan kritikan dan opini dari masyrakat tentang kebobrokan bangkalan membukakan pemerintah pusat terutama KPK untuk memberantas ketidakjujuran di bangkalan. jangan disangkal lagi, sudah bukan rahasia lagi kalu di bangkalan ada praktek suap seperti itu. semua perbuatan pasti ada balasannya. ingat bapak2… kehidupan yang kekal itu bukan disini, tapi di akhirat. semoga bangkalan mau berbenah. get the spirit.
9 November 2008 at 6:59 am
Gmn bangkalan mau maju,klo pejabat pemimpinnya otoriter dan serakah…Allah maha tau apa yang kau lakukan hai manusia,smua kebobrokan bangkalan akan terbongkar suatu saat nanti,Allah maha adil,kekayaan dunia itu tidak kekal,smua akn dpt akibatnya amien….semoga secepatnya!harap smuanya sadar rubah kota kita jd kota yg lebih baik,gali potensi sdm kt,jgn biarkan generasi pintar bangkalan malah bekerja&memajukan kota lain!gmn tidak demikian,klo kota kelahirannya tidak pernah menghargai usahanya!berubahlah bkl
9 November 2008 at 12:57 pm
begitulah kalau pejabat2 merasa terjepit pasti menyangkal,PALING AMPUH KITA SUMAPAH POCONG SAJA
11 November 2008 at 2:51 am
memang sementara yang timbul isue adanya KKN tapi bukti yang ada masih belum jelas, tidak mungkin dong orang akan mengatakan bahwa dia berbuat KKN, untuk lebih jelasnya lagi menpan kita ajak duduk bareng bersama semua kalangan pemerintahan yang ada dikabupaten (tapi bukan hanya sekedar duduk dong pastinya) sehingga kita tahu apakah memang begitu adanya bahwa pemerintah yang terkait melakukan tindak KKN atau tidak,,,??? itu merupakan pertanyaan besar.
dan tolong kepada semua pemerintahan terutama pejabat-pejabat kepegawaian tolong kasihanilah mereka yang telah mengabdi kepada pemerintah jangan bebankan mereka da jangan mementingkan anda sendiri, anda adalah manusia yang diberi persaaan, ingatlah itu..
11 November 2008 at 7:14 am
buang – buang uang 15 juta bahkan lebih yach….waduh pikir-pikir dulu donk.dibuat modal jualan uenak banget…..pikirr donk..ntar lagi Suramadu selesai..bisa jadi sumber yang gede tuch untuk orang – orang Madura. asyik chan.kalau ada dikantor BETE Tauk…
12 November 2008 at 12:53 pm
Pemerintahan yang ga bersih uda membudaya di bANGKALAN,,
Q sbg Putri bangkalan..Termasuk orang yang risih melihat kasus tsb,,BayarrrRRR tyuzz,,Jangan tergantung mulu dungZZ ke negara,,apa c gunanya ilmu yang Qta punya,,Membuka lapangan kerja sendiri jauh lebih menjamin,,msiy banyak kok pekerjaan yang ga ngandelin uang,,asal ilmu qta punya,,JANGAN TERGANTUNG PADA PEMKAB BANGKALAN TRUZZZ,,,JANGAN TAKUT BERGABUNG MA SWASTA,,
13 November 2008 at 2:00 pm
KPK klo berani datang ke BKL, KPK kan lagi jadi macan buktikan bahwa u bukan macan ompong. masak sama orang sekelas bupati uda cemen. ato KPKnya udah ditimpuk bantal dollar??????
15 November 2008 at 2:07 pm
Anjing LOE pada…
dah pada tau msh aja pada diam G kalah diamnya ma mahasiswa…mana GmnI,PMII,HMI,IMM..????
mandul..????
dasar pelacur jalanan….
22 November 2008 at 4:32 am
kata gus dur “gitu aja kok repot”. khan sah-sah aja wong banyak yang mau.kecuali kl tidak mau.khan beres. itu namanya salah satu usaha. tidak bisa dislahkan. kl ada demand pasti ada suplynya khan.orng2 mdr khan pintang smua jd tidak salah. byk yang bilang ndak mau kenyataannya oke2 ajakhan. Yang udh jd pns dan bilang ndak mau kl disuruh bayar-bayar gitu tapi kerjanya ogah-ogahan ya sama aja khan tretan.yang penting kerja sungguh2 ndak usah ngurusi orang lain alias kita berkaca pada diri kita sendiri. peribahasa madura ” lakona’ lakonin, kenenga’ kenengin. beres khan.
22 November 2008 at 4:36 am
smua sama kak. LSM juga manusia, GMNI juga manusia,HMI juga manusia, IMM juga manusia perlu makan perlu harta……juga perlu dana…………….(lagunya group seurius)
22 November 2008 at 11:31 am
Orde lama melanda kabupaten bangkalan,rezim soeharto terulang lagi…
Almamater Mahasiswa bangkalan sudah menjadi pajangan dalam pigura..
26 November 2008 at 8:53 am
he…he…yang penting bisa jd pegawai negeri bos.sk bis abuat pinjam uang di bank khan. jd anggap aja itu modal usaha kita. kl dagang mungkin rugi kalo ini tidak mungkin rugi “tul nggak ! dapat pensiun lagi. kl udh jd pns jam 10 udh bisa ngerumpi2.
17 Desember 2008 at 1:51 pm
bangkalan…..????
bangkalan…..????
dimana kah jati dirimu, tak sepantasnya dirimu menjadi begini?
21 Desember 2008 at 9:06 am
YA JELAS LAH HARUS BAYAR… LA WONG BUPATINYA KIAYI GEDE (GEDE NAFSUNYA…), ISTRINYA AJA BANYAK YA HITUNG2 UNTUK BIAYA ISTRI2 MUDANYA…
AYO SAPA SE TERRO DADDI BINE’NA KANG FUAD E JAMIN SOGI……..
22 Desember 2008 at 2:20 pm
Alhamdulillah… pengumuman cpns di kab bangkalan sudah berlalu… hanya orang-orang yang sudah “nyetor upeti” yang namanya dapat tertera di halaman radar madura(nggak semuanya, mungkin). Selamat kepada para CPNS baru… dan kepada pejabat penerima upeti, kencing manis, asam urat, jantung, kanker otak, kanker usus, akan segera hinggap di tubuh anda.
25 Desember 2008 at 8:13 am
Penerimaan CPNS 2008 di Bangkalan pasarannya 35 JUTA.
Selamat buat para pejabat yang menerima duit tersebut. Semoga KPK, Kejaksaan, dll suatu saat punya nyali untuk bersihin Bangkalan.
30 Desember 2008 at 11:27 am
ech……… salah 40 juta.
itu yang bener mal;ah ada yang 50 juta.
kalo gak percaya tanya aja sama pejabatnya.
he,,he,,,he,,,
30 Desember 2008 at 5:33 pm
bisa lebih dari 15juta pelicinnya..
tak todus yeh ta menta pesse ka reng kenne’, ngara gi’ korang gajina……
9 Januari 2009 at 9:01 am
cocok beknah ya2nk……
benah bangkalan dimmah
17 Maret 2009 at 9:58 am
jangan rame aku juga mau ikutan perekrutan CPNS yang total,,,,,,,,?
17 Maret 2009 at 10:00 am
mana ada pihak2 yang berani OTAK ATIK kota tercinta bangkalan,,,,,,,
17 Maret 2009 at 10:02 am
Lobengngah lobengeh tretan,,,,,, hwhwhwhwhwh
26 April 2009 at 7:33 pm
bangkalan tak kan bisa berkembang lebih jauh lagi kalau penjaringan tenaga kerja Atau PNS dilakukan seperti sekarang, dimana asal ada uang orang tanpa keahlian dan skil yang memadai bisa menempati posisi yang setrategis dalam pemberian pelayanan masyarakat, hal ini sangatlah fatal dan memprihatinkan.
26 April 2009 at 7:37 pm
korupsi bukanlah suatu budaya tapi merupakan kejahatan yang harus di berantas sampai ke akarnya, tanpa pandang bulu, tanpa kompromi. ayo masyarakat bangkalan lawan korupsi karena korupsi itu sungguh menyiksa anda
21 Juni 2009 at 11:31 am
gimana
21 Juni 2009 at 11:32 am
klo pngin tau nama thl yang diangkat th 2009 gmn ya/
29 Juni 2009 at 10:41 am
bagaiman thl, tmt juni 2005 yang belum masuk data base, apa masih ada harapan? terimakasih.
2 Juli 2009 at 7:12 pm
Qta berdo’a aja Ponco pak SBY menjabat lagi so qta bsa masuk data base, ok ?
10 Juli 2009 at 8:15 pm
Halo kawan, budaya suap-menyuap itu bukan hanya dibangkalan saja. Coba anda liat ato tanya Kab. lain itu juga terjadi bung!!!!. Malah kalo mau dibandingkan harga yg ditawarkan lebih tidak wajar lagi.
13 Juli 2009 at 3:12 pm
Yang bener aja roes, apa yang gratis jaman sekarang? qta buang air kecil di mall aja bayar, apalagi yang lain . . . . . . bener ngak ?
24 Agustus 2009 at 4:40 pm
hari gene di bangkalan ada yang gak bayar???????
cape dech………
bangkalan gak butuh orang pinter,tapi butuh orang ber-Amplop…
19 September 2009 at 9:06 am
Kalo amplop di pasar banyak bung tapi yang penting isinya ingat pedoman pokok kota kita visi, misi dan pissi baru bisa berjalan
9 Oktober 2009 at 4:03 pm
Pasti ada jalan buat orang yang berada dijalan Allah. …! jangan putus asa
29 November 2009 at 7:43 am
Jaman sekarang ada uang urusan lancar…