Aku Tak Bakat Menulis
Nopember 2, 2007 in Refleksi, Tip Menulis, Tips blog
Itulah yang terpikir di benak saya saat saya merasa sangat kesulitan memulai menulis. Itu terjadi pada masa saya duduk di bangku SD. Sungguh sulit menyusun satu paragraf karangan yang diminta guru SD itu, sementara teman sebangku saya dengan ringan membuat beberapa paragraf dalam waktu singkat. “Aku tidak punya bakat menulis.” Pikiran itu tanpa sadar keluar dari benak saya. Tentu saja pikiran itu wajar, kalau saya berbakat tentunya saya akan mudah menulis, bukan?
Padahal, saya termasuk salah satu anak kecil yang selalu ingin dapat menulis. Setiap saya membaca majalah anak-anak seperti Bobo, si Kuncung, dll, saya melihat dengan penuh antusias artikel yang ditulis oleh anak-anak seusia saya. Saya pikir, kalau anak-anak itu bisa nulis mengapa saya tidak? Tapi, gimana yah caranya?
Sebenarnya saya termasuk anak yang cukup beruntung karena saya mendapat perhatian cukup dari kakak-kakak saya (saya nomor 5 dari 10). Waktu saya SD, kakak saya yang tertua yang waktu itu sudah SMP rajin membelikan saya berbagai macam buku komik (silat dan kisah-kisah para Nabi), majalah anak-anak dan bahkan majalah serius seperti Tempo, dll. Semuanya buku bekas, karena ekonomi kami memang pas-pasan walaupun tetap selalu kami syukuri karena masih banyak yang jauh lebih pas-pasan dari kami. Seperti yang saya tulis di sini, saya di “rekayasa” oleh kakak untuk rajin membaca tidak hanya bacaan normal umumnya anak-anak, tapi juga bacaan orang “dewasa” seperti majalah-majalah berita serius, buku-buku berat yang biasa dibaca anak kuliah, dll.
Ternyata, gabungan antara determinasi ingin menulis yang tetap berkobar di hati saya plus banyaknya membaca telah membuat saya, si Fatih kecil yang tak bakat menulis itu, mulai dapat merangkai kata sedikit demi sedikit. Kepuasaan, rasa syukur dan rasa bangga–walaupun sejenak–yang sulit diutarakan dengan kata-kata terjadi saat tulisan pertama saya muncul di harian Republika pada saat saya kuliah semester pertama dan tulisan resensi buku dimuat di AULA sebuah buletin terbitan Surabaya.
Namun demikian, jalan kepenulisan tidak otomatis mulus. Jalan ke depan tetap terjal dan memerlukan determinasi tinggi untuk tetap berkompetisi dengan penulis lain agar tulisan kita dapat dimuat di media cetak. Tulisan pernah dimuat bukan berarti otomatis tulisan-tulisan berikutnya akan langsung diterima redaksi. Api kompetisi harus tetap menyala, determinasi harus tetap tinggi dan ketegaran hati harus tetap dijaga untuk selalu menyiapkan mental tak kala tulisan demi tulisan kita ditolak redaksi.
Menulis tak beda dengan kompetisi olahraga. Orang sekaliber Roger Federer dalam dunia tenis tetap harus berkeringat untuk menjaga reputasi dan selalu kompetitif dan tetap tegar kala sesekali mengalami kekalahan. Dalam kompetisi yang fair, jiwa yang lemah yang gampang putus asa dan patah arang tidak akan mendapatkan tempat. Dan, menurut saya, inilah esensi kunci sukses apapun tujuan yang ingin Anda capai, termasuk dalam bidang menulis.
Menulis Blog
Menulis di blog terkesan lebih mudah. Begitu Anda menulis, tulisan langsung dimuat. Ya maklumlah blog milik sendiri. Tapi untuk menjadi seorang blogger yang mendapat respek, dan memiliki reputasi Anda harus menulis dengan isi yang baik, inspiratif dan mencerahkan dengan never-give-up spirit. Jangan gampang kecewa karena tulisan Anda kurang mendapat perhatian, misalnya. Tulisan bagus dan posting yang konsisten dan teratur akan menarik pembaca setia yang teratur berkunjung ke blog Anda.
Tulisan Terkait:
Tip Menulis di Media Massa Cetak atau Online
- Alamat Email Media Massa Cetak Indonesia
- Bagaimana Memulai Menulis?
- Meresapi Gaya Orang Menulis
- Membina Hubungan dengan Media
- Basis dan Topik Tulisan
- Honor Tulisan dan Biodata Penulis
- Kalau Artikel Tidak Dimuat
- Menulis Surat Pembaca
- Menulis Artikel Bahasa Inggris
- Nulis Buku, Pak Dosen!
Tips Menulis di Blog
-
1
Aku Tak Bakat Menulis « SMP Negeri 5 Malang
Pingback on Nov 22nd, 2007 at 5:41 am
[...] pembaca setia yang teratur berkunjung ke blog Anda. artikel ini saya kopas utuh dari blognya afatih dengan tujuan agar siswa-siswi kelas aksel termotivasi untuk menulis. Thx [...]
Leave a Comment
-
Menu Utama
-
Sponsor
Blogger Indonesia A. Fatih Syuhud- AdSense for Feeds has Begun
- Google faces defamation lawsuit in India
- Western Union AdSense to More Countries
- What Happen with Jackbook.com?
- Beijing 2008 Olympic Games
- Wordpress 2.6 Gravatar in Brian Threaded Comment
- 20 US Dollar Referral
- Two Indonesian Ministers Named in Corruption Case
- A script on this page is causing IE to run slowly
- Internet Explorer cannot display the webpage
-
Artikel Penting
-
Tulisan Terakhir
- Cara Pasang Foto di Komentar
- Wanita ber-Jilbab
- Alfred B. Nobel
- Lomba Buat Blog Sekolah Tingkat Nasional
- Cara Promosi Blog
- Wanita Karir
- Daftar Nama DPR Penerima Dana Bank Indonesia
- Snap Shot Disable Saja!
- Rumah Sakit di Malang
- Transkrip Rekaman Pembicaraan Artalyta - Urip dari Sel Tahanan
- Pengumuman Seleksi Beasiswa Mesir 2008 2009
- Transkrip Rekaman Al Amin Azirwan (2)
- Drop-down Blogroll
- Rekaman Pembicaraan Al Amin dan Azirwan
- Wanita Pintar
-
Top Posts
-
Meta
-
Komentar Terakhir
-
Track
-
Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized.
Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri.
Setiap Blogger Indonesia "berkewajiban" untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog--dengan bahasa Inggris atau Indonesia -- untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.
Email: fatihsyuhud-at-gmail-dot-com -
Baca Tulisan Terbaru via Email
-
Tukar Link dg Blogger Indonesia
#1 Top Ten Blogger Indonesia versi Majalah Tempo
Copy code below, insert into your blog :)
<a href="http://fatihsyuhud.com/" target="_blank"> <img src="http://fatihsyuhud.googlepages.com/blog-indonesia.gif" alt="Blogger Indonesia"> </a>
Sebarkan Budaya Ngeblog!
Copy kode di bawah, letakkan di Sidebar blog Anda :)
<a href="http://afatih.wordpress.com/" target="_blank"> <img src="http://fatihsyuhud.googlepages.com/blog-tutorial.gif" border="0" alt="Cara Membuat Blog"> </a> -
Feed Readers
Tag
ahmadiyah ahmadiyya artalyta suryani beasiswa beasiswa luar negeri beasiswa s1 beasiswa s2 blbi blogcatalog blogger blog gratis blogspot buku cara buat blog cara menulis cara ngeblog gai indonesia jai Kepribadian korupsi koruptor lowongan kerja membaca menulis narkoba pasang foto perempuan promosi blog pull-down read more s2 stan tips menulis artikel transkrip tutorial blog Tutorial Blogger tutorial wordpress wanita wanita cantik wanita jelek wanita modern wanita muslimah widget wordpress-
Social Networks
-
Money Maker
-
Global Contribution
-
Iklan
-
Blog Stats
- 827,234 hits
-
Komentar Sampah
















Nopember 2, 2007 at 4:31 am
tulisan yg inspiratif enaknya ambil topik apa ya mas Fatih…?
Nopember 2, 2007 at 4:32 am
Pertamax…
Nopember 2, 2007 at 7:44 am
top banget mas fatih, bagaimana ya agar tulisan bisa tertuang dengan baik, kadang dah kepikiran tapi buat nuanginnya ke tulisan susah banget
Nopember 2, 2007 at 7:57 am
@Ono Karsono: topik apa saja yg nongol di kepala. Kata Seth Godin: Write as You Talk
@misterpopo: gak usah nunggu tulisan tertuang dg baik di blog. karena di blog tempat berlatih menulis, tulislah apa adanya dulu. ntar baik sendiri. semang trus ya..
Nopember 2, 2007 at 9:27 am
karena menulis adalah mengikat ilmu ….
Nopember 2, 2007 at 5:26 pm
Sering kualitas tulisan kurang baik karena kita buru buru pengin cepat rampung.
Goenawan Mohamad perlu waktu 5 jam untuk menulis catatan pinggir, kita satu jam dah kelamaan yah?
Nopember 2, 2007 at 7:32 pm
Menulis itu kadang gampang, kadang sulit. Mood juga berperan.
Nopember 2, 2007 at 9:34 pm
wah catatan pinggir 5 jam?
aku baca 5 jam dapet sebuku kali..parameter tulisan bagus gitu kali ya. yang nulisnya lama, dibacanya cepet. alias ditulis dengan segenap usaha, dan dinikmati dengan lahap oleh pembaca.
Nopember 3, 2007 at 12:52 am
@mulia: 5 jam satu buku? pasti baca Ayat-ayat Cinta ya hehehe
@Paman Tyo: setuju. tapi klo kayak paman tyo istilah sulit tentu beda dg sulitnya orang kebanyakan seperti saya.
@Wibisono: idealnya memang menulis harus tenang dan fokus. tapi kalo itu sulit dilakukan, ya gpp nulis terburu-buru juga. sebagai starting point.
Nopember 3, 2007 at 3:20 am
wah trimakasih mas atas tips menulisnya. salam dari yang lagi merangkak untuk belajar “nulis” he..he..
Nopember 3, 2007 at 4:00 am
Menambah inpirasi nich dari pak fatih, makasih. dulunya gitu ya, jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa menulis sebaik bapak..he..
Mungkin awalnya gak perlu sempurna, toh kalo dah jadi mindset lama lama tulisan kita jadi bagus kayak pak fatih ini. nice artikel
Nopember 3, 2007 at 4:21 am
Bagus bangat, tulisannya. Jadi termotivasi.
Nopember 3, 2007 at 12:19 pm
Bagaimana saya harus bertindak ketika tulisan yang saya kirim ke sebuah media cetak ternyata ada sebagian yang di copy lalu dipublikasikan? jarak waktu pengiriman dengan penerbitan sekitar 1 bulan lebih.
Nopember 3, 2007 at 12:51 pm
@endy: tulis saja di blog Anda. kirim ke milis2. biar gak diulangi lagi ama media terkait. saya sesekali juga digitukan. dlm kasus saya, saya cuekin.
Nopember 3, 2007 at 3:11 pm
dulu waktu masih sekolah, bakat nulis lumayan keliatan…tapi pas udah kerja malah ngilang ya hiks hiks
tulisan di blog ajah nggak terarah hehe
Nopember 4, 2007 at 1:06 am
Cak, bagaimana mengetahui anak punya bakat menulis atau tidak?, saya sebenarnya pingin anak saya jadi penulis atau pengarang terkenal saja. Tapi entah anak saya ya? dia masih kecil (3.5 tahun). Yang saya tau dia banyak bertanya dan suka melihat-lihat buku walaupun cuman gambarnya doank. thanks.
Nopember 4, 2007 at 2:05 am
@daeng limpo: a} dididik rajin baca b)disediakan fasilitasnya (buku2, majalah, koran, komik, dll) c)klo umum cukup, sekitar 6 thn ke atas mulai diberi tugas menulis (mungkin setiap hari atau minggu, terserah situasi).
Kecenderungan anak banyak nanya itu tanda dia punya curiosity yg bagus. curiosity & anxiety pada sekitarnya adalah satu modal menulis.
Nopember 4, 2007 at 4:04 pm
@ mas fatih: ikut2an mas fatih aja, “CUEKIN”
Nopember 9, 2007 at 6:41 am
Bagai perjalanan hidup manusia ya Mas. begitu lahir diiringi darah dan tangisan. pingin jalan aja gak bisa instan, apalagi lari. guling kiri guling kanan, trus merangkak. eh..jatuh.merangkak lagi, jatuh lagi. uuhh…. tapi alhamdulilah akhirnya bisa juga jalan dan bahkan lari. duh senangnya ! tapi ya itu tadi, proses dan proses dan proses…. sabar gak ya ? harus !
Nopember 13, 2007 at 2:28 am
Tanpa bermaksud menyalahkan leluhur dan kondisi sistem pendidikan kita, rasanya emang beda dengan orang barat misalnya. Saat kita SD guru hanya memberi tugas mengarang dengan judul anu tanpa memberikan arahan bagaimana membuat kalimat, menyusun paragrap hingga samapi jadi satu kerangka tulisan. Kejadian ini berdasar pengalaman saya sama aja tatkala guru di SMA memberi tugas mengarang tanpa arahan. Tapi begitu belajar writing di kursus english semua dibahas dari pasang article hingga buat essay.
Maaf bukan bermaksud menyalahkan keadaan, tapi kita perlu berbenah memperbaiki tata cara pendidikan kita. Sehingga banyak penulis besar kita itu muncul karena bakat dan usahanya sendiri, seperti yang bung Fatih uraikan direkayasa kakak2.
salam,
Nopember 22, 2007 at 5:58 am
om ijin melakukan kopas utuh artikel ini
, salam kenal juga dari saya. artikel saya posting di http://smpn5malang.wordpress.com
Nopember 22, 2007 at 10:04 am
@the webmaster: it’s ok. trims kalo bisa bermanfaat buat murid2 sampean.
Desember 10, 2007 at 7:39 am
Kali ini saya termotivasi untukbikin blog sendiri! Setelah cari info sana-sini, sepertinya di sini paling lengkap. Terima kasih Mas Syuhud, semoga dengan panduan panjenengan saya bisa membuat blog dengan baik. Sukses selalu!
Desember 13, 2007 at 9:40 am
mas fatih aq sbnrnya tertarik untuk membuat novel ide dan jalan cerita aq sdh ada tapi yaitu menuangkan dalam sebuah tulisan susah.. gimana ya… dah aq coba berulang2 nulis hasilnya hanya menghasilkan setumpuk sampah kertas coret2an cerita yg ga jadi2.. can u help me
Desember 13, 2007 at 11:17 am
@Reny: abadikan coretan2 Reny di blog. sungguh sayang kalau dibuang. jangan pikir baik atau gak baiknya tulisan Reny. Just make a blog and taruh coretan2 itu di sana.
Desember 17, 2007 at 9:43 am
Saya nagak tahu juga, bakan nulis apa ngak. Tapi, saya memang suka baca tulisan (orang). Contohnya tulisan Sampeyan. Biasanya, setelah baca ada ide, tulis. Ya gitu aja. Bakat atau tidak ngak terlalu penting, yang pentingnyakan nulis. http://www.webersis.com.
Januari 15, 2008 at 4:52 am
Tulisan dan bahasa mu enak dibaca dan membantu.saya terinipirasi mau menulis .Terima kasih
Februari 25, 2008 at 11:28 pm
ada baiknya kita sedikit merenung mengenai bakat dan minat kita sebenarnya ada dimana…
di http://www.uta888.wordpress.com atau di http://www.bakatdanminat.wordpress.com
Maret 1, 2008 at 4:57 am
Makasihhhhh tips2-nya y massss..
Maret 25, 2008 at 4:18 pm
Mas fatih i really want to have a blog but i don’t know from where i have to start. i am just a new learner. i am interested in writing and i love writing.
Maret 26, 2008 at 12:17 am
@Tati: langsung aja mulai dari linik http://fatihsyuhud.com/tutorial-blog/
mulai dari link pertama dan paling atas
April 8, 2008 at 11:54 pm
Wah… sama seperti saya mas, fans BOBO heehe
Mei 22, 2008 at 8:15 am
pengen banget jadu penulis cuman masih belum berani buat memulai padahal kesempatan banyak…tapi yang bikin puzing kadang keabisan ide
Juli 11, 2008 at 4:07 am
tips nya menarik. thanks
Agustus 18, 2008 at 4:07 pm
sudah beberapa kali rasanya saya membaca tulisan mas, sangat inspiratif, tapi sampai sekarang kok saya belum bisa mas..ya, pls support ke email saya mas. (dari dari baru memulai)