Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non-Pakar Januari 2, 2008
Posted by Blogger Indonesia in Blog Indonesia, Blogger Indonesia, Fatih Syuhud, Indonesian Blogger, Panduan Membuat Blog, Refleksi, Tip Menulis, Tips blog, Tutorial Wordress.trackback
Komentar di posting blog kita mungkin penting. Setidaknya itu tanda tulisan kita dibaca dan diperhatikan, walau sekarang sudah ada mybloglog sebagai tanda tulisan kita ada yang baca. Tapi semua orang tahu, komentar itu bukan segalanya. Tulisan bagus yang mencerahkan itulah segalanya. Dan karena itu, fokus utama hendaknya bukan bagaimana menciptakan posting yang kontroversial walau terkesan murahan hanya demi dapat komentar banyak, tapi bagaimana konsentrasi kita dalam membuat tulisan yang baik dan berkualitas. Apa tulisan yang baik dan berkualitas?
Pertama-tama, sebagaimana di berbagai bidang, blogger juga dapat dibagi dalam dua kategori. Blogger pakar dan non-pakar; seperti halnya ada blog pakar dan non-pakar.
Blog / Blogger Pakar
Blog pakar adalah blog yang berisi artikel tematik khusus sesuai dengan bidang keahlian penulisnya. Blog ekonomi ditulis oleh pakar ekonomi; blog politik biasanya ditulis pakar / pengamat politik.
Contoh blog dan blogger pakar:
Ekonomi dan Politik
http://www.perspektif.net/ (politik)
http://www.naskahkuno.blogspot.com/ (islam)
http://sarapanekonomi.blogspot.com/ (ekonomi)
http://kafedepok.blogspot.com/ (ekonomi)
http://cafesalemba.blogspot.com/ (ekonomi)
http://martinmanurung.blogspot.com (ekonomi politik)
http://andreasharsono.blogspot.com/ (jurnalisme)
Dan lain-lain.
Blog / Blogger Non-Pakar
Blog / Blogger Non-Pakar adalah blog personal yang isinya gado-gado. Penulisnya (sang blogger) bisa saja seorang pakar, pengamat, akademisi, penulis atau orang biasa, yang jelas isinya tidak mencerminkan kepakaran ilmu yang digelutinya. Blog non-pakar ini berisi apa saja yang muncul di pikiran yang menurut hemat penulisnya pantas untuk dibagi. Mayoritas blog dari blogger Indonesia adalah blog nonpakar yang ditulis oleh blogger nonpakar juga, saya adalah salah satu kelompok terakhir ini (blog & blogger non-pakar); dan mungkin Anda juga.
Artikel (content) yang berkualitas
Kedua tipe blog di atas memiliki standar tersendiri dalam soal mutu artikel. Artikel yang bermutu bagi blog pakar tentunya yang sesuai dengan prinsip minimal akademis di samping isinya mencerahkan.
Blog non-pakar tentu saja memiliki standar nilai yang berbeda. Selagi isinya unik, baru dan mencerahkan dan bukan copy/paste, saya menilai artikel yang ditulis sudah memenuhi syarat untuk dianggap bermutu.
Artikel berkualitas dahulu, komentar belakangan
Blog pakar hampir bisa dipastikan isinya berkualitas. Mereka serius dalam menganalisa. Komentar di blog mereka mungkin tidak banyak, khususnya di Indonesia, tapi pembaca yang datang selalu “pulang” dari blog mereka dengan ilmu baru dan wawasan baru. Ini yang penting dan esensial.
Begitu juga, blog non-pakar yang berkualitas. Mungkin saja tak banyak mendapat komentar, tapi setiap pembaca / visitor yang datang selalu mendapat hal baru dan dari situ mereka selalu menunggu tulisan-tulisan baru yang lain dari blog yang sama. Kredibilitas sang blogger pun tercipta dan tertanam di hati pembacanya.
Artikel atau posting yang baik di blog non-pakar (personal) tak harus berisi ulasan panjang dan penuh kutipan. Ia bisa berupa tulisan pendek buah perenungan dirinya saat berkontemplasi; atau pelajaran yang berhasil didapatnya saat ia melihat sesuatu atau mengalami suatu kejadian. Pengalaman pribadi itu unik, dan karena keunikan itu maka ketika dibagi dengan pembaca akan berpotensi mencerahkan.
Saya buat tulisan ini berdasar pada keprihatinan saya setelah membaca beberapa artikel di sejumlah blog Indonesia yang terkesan mendorong para blogger untuk mengagung-agungkan komentar dan trafik tinggi. Dapat komentar banyak itu baik, dapat traffic tinggi juga patut disyukuri tapi kalau demi kedua faktor itu kita mengorbankan kualitas tulisan, maka apa bedanya kita dengan koruptor, maling dan pelacur yang mengagung-agungkan kekuasaan dan uang dengan jalan apapun, bukan nilai luhur dan harga diri?
Saya juga melihat sebagian artikel yang betul-betul tidak bermutu hanya demi mendapat traffic tinggi dengan memanipulasi kata kunci yang banyak dicari orang di google.com. Ini salah satu sebab utama kalau kita menganggap komentar banyak (supaya jadi blog seleb) dan traffic tinggi sebagai standar sukses sebuah blog dan blogger.
Sekali lagi, komentar banyak dan traffic tinggi bukan segalanya.
A lot of comments and high traffic is not everything. Good quality content is.














wah kalo yang ini emang bukan blogger pakar tapi pakar blogger hehehe selamat Tahun Baru mas fatih
Ah, jangan suka merendah…Mas Fatih juga pakar dibidangnya. Benar nggak temen-temen?
wah ini memang pakar bloger, mas Fatih saya setuju banget sama tulisan di atas. SELAMAT TAHUN BARU 2008
hmmm … kalau begitu weblogku termasuk yang ga’ bermutu
[mode muka sedih ON]
saya suka gado-gado mas, makanya isinya ya ada yang pedes ada yang rumbai-rumbai…
salam kenal mas Fatih blogger pakar jugakah?
saya sering melihat di id.wordpress.com hampir setiap saat bertengger…
menurut saya mas fatih terlalu berlebihan menyamakan tulisan yang mengejar traffic dengan maling dkk.
kenapa? karena tulisan yang mengejar traffic kan tidak melanggar hukum? “mengorbankan kualitas tulisan” tidak berarti menipu, embuat cerita porno, membuat hoax dsb kan? hanya membuat berita sensasional. lagipula diakui atau tidak pengguna internet di indonesia nampaknya masih didominasi (atau sebagian) oleh pencari berita-berita semacam tema porno dll.sah sah saja bila ada blogger yang memanfaatkan “kondisi ini”, ya buktinya blog mereka rame.
ada tulisan di sebuah blog bahwa yang porno dan lowongan kerja masih mendominasi tema blog, dan menurut saya itu tidak salah, itu masalah selera. beberapa blog di BOTD di WordPress ada yang tidak memanfaatkan tema porno tapi mrk memanfaatkan “lowongan kerja” dsb.
saya pribadi senang juga dengan blog bahasa inggris mas fatih dan blognya wimar witoelar.
salam
http://akusukablog.com/
Setuju mas..
Sangat mencerahkan,terutama buat anak baru seperti saya
Kategorinya apa seh? Saya pokoknya kalau ada ide tulisin aja, nggak peduli isinya. Untung-untungan juga ntar ada yg baca, hihihi….. Saya sih bikin blog biar rajin nulis. Masih gaptek nyeting halaman perhalam, maklum masih baru didunia blog hehehehe…….
Wassalam,
dsatria.wordpress.com
Setuju Mas.
Tapi kan nggak semua ngeblog karena mau jadi analis.
Ada yang pengen cari kenalan, misalnya.
Fatih: Posting bermutu gak perlu berbentuk analis kok. Satu paragraf kesimpulan sudah cukup. Gak susah kan? Lihat posting di atas (saya kutip di sini):
Berarti…
1. Blog Pakar = Pasti dan Harus berkualitas
2. Blog Non-Pakar = Tidak harus berkualitas
3. Blog dengan banyak komentar/traffic = Belum tentu berkualitas
Hmm…
@IRW. halo mas irwan, saya suka “perlawanan” Anda.
komentar seperti itu salah satu yg saya tunggu.
apakah seorang pelacur resmi melanggar hukum? tidak.
the point is, we should learn to set a higher standard when we start writing for a blog posting. not for the sake of getting many comments or traffic. the current phenomenon is not heading towards that stage. and we should warn every blogger indonesia against that tendency before it becomes a mainstream trend and before it is too late.
the main purpose of blogging is to share anything we want to share through writing; and we read other’s sharing to enrich our experience and deepen our wisdom. all these points will not and cannot be reached when our mindset is to get many comments and justify any means.
quality content doesn’t have to be a long writing. it could be a paragraph or two. so, it’s easy. no need to sweat it out.
kalau di Arab melanggar hukum lho …. he3x
well, i am not quite sure that we sud avoid young blogger to do that (manipulate keyword on google search). are these trends so danger for blogosphere?
No. for google yeas, but that’s the particular blogger’s own risk. the message i’m trying to convey is that: dont let this not-so-good trend spread. we should stop it from spreading. we should avoid the young newbie bloggers from the so-called comment intoxication. we should lead them towards the bloggers of good content mindset.
Sebaiknya memang berusaha untuk membuat tulisan yang baik dan bermanfaat.
Sedikitnya bagi si penulis, semoga juga bagi yang lalnnya.
Sependek atau sesederhana apapun.
Salam kenal Mas,
Saya hanya mencoba menulis untuk sharing, beberapa memang “agak serius”, tapi lebih banyak santainya. Persoalan apakah banyak komentar apa tidak, tak menjadi masalah. Tapi saya perhatikan komentar memang banyak jika yang ditulis masalah santai dan sehari-hari, sehingga pengunjung merasa mempunyai pengalaman sama/mirip sehingga bisa berkomentar.
Mau dikopi paste, monggo aja…yang penting jika kebetulan isinya bagus untuk sharing itu sudah mendukung niat semula.
Seyogyanya memang begitu. Kita tidak perlu menggadang-gadangkan trafik dan komentar. Tapi dengan trafik tinggi dan komentar yang banyak bukannya mencermikan adanya tanggapan dari pembaca kita? content is a king, tapi kalau gak ada yang baca gimana?
Dalam gagasan libertarian, biarlah masyarakat menentukan kebenaran atau kualitas informasi. (Kecuali kalau kita berasumsi masyarakat tidak cerdas). Hal2 semacam ini memang alamiah, sukar terhindarkan dan selalu jadi perdebatan, karena cakrawala yang beragam.
Postingan seperti ini, seingat saya, juga pernah ditulis seorang teman beberapa waktu lalu karena keprihatinan beliau melihat blogger hanya mengejar traffic. Rasanya .. sah2 aja sih, sepanjang tidak merugikan orang lain dan melanggar hukum2 positive yang berlaku.
Memang .. banyak saya temui, blog yang isinya keren2 tapi fakir komentar. Sebaliknya, ada blog yang ‘ceria’ tapi kaya komentar. Mungkin ini sebagai gambaran di dunia nyata juga kali ya. Apapun, dari kedua ‘peristiwa’ tersebut, saya dapat belajar dan melihat.
Seandainya di dunia ini, hanya ada satu type blog .. alangkah garingnya hidup ini .. jadi, hidup jadi sparkling, karena berbeda2 gitu. Sekali lagi .. sepanjang tidak merugikan orang lain - misalnya pembajakan karya cipta - atau melanggar hukum positive - misalnya pornographi - saya rasa .. gpp. Biar blogsphere meriah. Dan pembaca bisa pilih2 menu bacaan.
kalo kita berbicara pakar kita musti melihat keinginan dari para pembaca blog. apakah mereka menginginkan tulisan-tulisan serius, tulisan nyante, dan jenis yang lain.
pakar bagi saya masih samar, karena bisa saja pakar itu pakar dalam makanan atau kuliner, pakar dalam pendidikan, pakar dalam matematika yang dihubungkan dengan alam, dll.
komentar, emang benar sih ngak perlu diperhatikan komentarnya, tapi komentar2 yang ada itu memberikan jalinan hubungan sesama blogger, bukan?
tergantung lagi kepada empunya blog mo diapain? apa sekedar tulisan berkualitas, tulisan inspiratif, tulisan nyante, atau tulisan jenis lain.
untuk mas fatih syuhud yg blognya saya baca setiap hari.
pertama-tama terima kasih atas terjawabnya pertanyaan dalam kepala saya selama ini tentang, wah nya esensi blog dan koment yg bejibun yang kadang2 ada pada konten blog yg “tidak essensial” bisa terdapat ratusan kuadrat komen. (yg kmrn udah sy tulis jg di blog sy, walopun scr tidak langsung mas fatih menjawabnya, red)
kalau saya pikir komen dan trafik sebuah blog itu kan juga merupakan bukti eksistensi ke establish an blog tersebut, dengan logika, responsibility pembaca dan apresiasi pembaca terhadap posting blog itu (terlepas hanya sebuah ke isenngan utk menulis PERTAMAXX, dll itu.
kedua, apakah CMS yg digunakan seorang blogger itu juga berpengatuh besar kepada trafik dan eksistensi blog? karena WP ada sistem informasi perkembangan terkini blog2 terbaru, posting terhangat hari ini, dll, statistik blog pun di WP sudah built in..sedangkan pengguna blogger..nothing…
so, gmn? fauzansigma.blogspot.com
Budi Putra ko gak dimasukin mas?
fauzansigma.blogspot.com/
@fauzan: masukin ke apa? top ten 2007? Sudah tahun lalu. lihat di sini http://fatihsyuhud.com/2007/08/21/top-ten-blogger-indonesia-2006/
he….itulah suatu persaingan yang sehat. Tapi coba kalau diimbangi dengan tulisan yang berkwalitas. lebih ok lagi khan
Setuju, yang penting isinya berkualitas, mencerahkan, sekaligus mencerdaskan.
setuju boss!
*jadi malu*
Asiiiikkk…. jadi tambah pede buat terus nulis….
Makasih….
Tulisan yang sangat reflektif! Terima kasih.
Saya jadi kapok nulis Bunga Citra Lestari (BCL) lagi…kecuali nanti kalau ada kisah BCL yang menarik lagi untuk dikemas dari sisi pengembangan diri.
Bravo Blogger Indonesia!
pakar = apa apa dianggap sukar..
:))
aduh mas… jangan nyindir dong :p
Blog saya sama sekali nggak berbau “kepakar-pakaran”, saya cuma suka nulis apa aja yg berkesan buat saya. Itu aja, mau ada/nggak ada comment, ya EGP gitu loooo..
Hehehe.. tapi gak apa2 to mas, kalo saya cuma pengin bikin tulisan curhatan, saya juga kadang2 pengin baca2 blog yg isinya nyante kalo bosen sama yg serius2.
Setuju. Gw sering banget ketipu. Mengeksploitasi kata kunci dan kata2 lain yang sering dicari banyak orang. Gak orisinil blas!
Ehmm, saya jadi tersanjung nih Mas Fatih menyebut blog saya (naskahkuno) sebagai contoh “blog pakar”. Bagi saya, yang penting adalah nulis, nulis, nulis…soal yang baca, sudah sunnatullah pasti ada, soal jumlahnya tidak pernah saya pusingkan. Saya menulis untuk ada, dan saya ada untuk menulis….
cuma bisa senyum kalo melihat judul2 yang agak “fulgar” kayak yang ditulis akhir2 ini di blogosphere.
-IT-
Hmmm….kira2 blogku termasuk katagori yg mana ya??
*berlagak mikir sambil telunjuknya dipelipis kepala*
Gua gak ngerti tujuan dari tulisan ini. Apakah anda sedang menulis blog “seharusnya seperti ini” (ini adalah kriteria anda). Sedangkan ada pakar yg sering nangkring di seratus besar tidak menulis kepakarannya. Dan apakah blog tidak pakar “seharusnya” berhenti menulis karena menambah sampah di dunia maya ini? Keprihatinan anda berlebihan.
kembali saja pada tujuan awal ngeblog. nggak bisa disalahkan juga kalo ada blogger yang sekedar pengen ngetop dan memuja traffic tinggi. kalo saya, sih, nulis ya nulis aja. tarffic dan komen itu resiko
budiputra? ah, jadi inget tulisan saya yang baru, hohoho
setuju…
soalnya saya nggak ngetop, hehe
[...] Semoga di tahun 2008 ini, aku bisa ngeblog dengan lebih baik dan benar (jadi inget saran mas Fatih di blognya "A lot of comments and high traffic is not everything. Good quality content is." lebih lengkapnya baca saja di ini). [...]
“Blog baik itu tulisannya mencerahkan..?”, “Mengorbankan kualitas demi dapet trafik tinggi = korupsi..?” Boleh juga inspirasinya..!
mas Fatih kayaknya gak perlu deh menghakimi blog yg ngejar trafik dan komen dengan sebutan yg negatif. ini kan alam demokrasi. selama tidak melanggar hukum ya gak perlu lah me “negatifkan” mereka, mereka juga manusia. paling bagus adalah jadikan semua blog/blogger sebagai tempat kita menempa ilmu. kalo menghakimi seperti itu kok kayak kurang kerjaan aja. *atau ini juga trik meningkatkan trafik dan komen, he he he he he he he he he he he he he he he*
salam
Postingan ini salah satu penyemangat buat saya untuk tetap ngeblog meski traffic blog saya sepi…
tapi koment yang banyak bisa membuat kita termotivasi bikin tulisan yang bagus loh…
soalnya merasa dibaca seh. . heheheh
*saya termasuk bukan blogger pakar dan bukan pakar blog .. horee
Ada bagusnya juga kalau kita mengejar tingginya komentar yang datang, setidaknya memicu kita untuk menulis lebih banyak lagi. Tapi nanti akan tiba saatnya disaat kita harus memilih, hit tinggi atau konten. Dijamin, pergumulan batin akan terjadi, ego akan bicara. Narsis cenderung dikedepankan. Malah ada yang menikmati kenarsisannya
enjoy dengan hit per hari nya sampai ribuan, komentar yang muncul di tiap artikel,jumlahnya puluhan..wow..these people exist between us…Dan beberapa blogger menjulukinya sebagai seleb blog. Saya pernah dikomentari secara offline dari sesama bloger lainnya, ‘yah mendinglah daripada blog kamu tidak dikunjungi’ begitu melihat jumlah komentar yang masuk di blog saya 
Saya dah tergolong pakar belum nih, menurut analisis Mas Fatih? Rasanya kok jauh ya?
Kalau boleh nimbrung: apapun penilaiannya itu sah sah saja, namanya juga blog, cyberdiary yang dibuat dengan segala macam keunikan dan tujuan masing-masing. Yang nggak boleh adalah menjelekkan blog lain…
Aku pernah telpon teman, kenapa commenku diblognya gak pernah dibales, dengan enteng dia jawab: “maaf aku bikin blog untuk ekspresi diri, terserah orang mau commen atau tidak”.
Bahkan dia bilang, kalau boleh memilih, dia ingin menghilangkan box commen di blognya. Nah loh….
setuju mas fatih, namun jangan dilupakan fungsi komen sebagai ajang silaturahmi antar blogger
ada ato gak ada komen yang penting ngeblog terussssss
Berbeda pendapat itu biasa. Namanya juga demokrasi. Soal menghakimi atau tidak khan tergantung persepsi orang.
Satu hal yg juga jadi catatan adalah pakar tidak selalu identik dengan bidang pendidikan tertentu. Ada orang yang pendidikannya tidak tinggi, tp dia kaya pengalaman. Pengalaman itulah yang mendidik dia sehingga dapat bersikap dan bertindak seperti seorang pakar.
Bagi Saya catatan pak Fatih sangat bermanfaat dan dapat memperkaya khasanah perblogan…
memang komentar bukan segala-galanya, saya pribadi lebih fokus ke makna tulisan yang berguna dari pada menerima komentar yang gak ada hubungannya sama sekali dengan materi tulisan, namun dengan trafik dan komentar yang tinggi tentu saja sebagai manusia kita merasa sangat diperhatikan. istilah kasar “apagunanya kita membuka toko kalo tidak ada pengunjungnya (trafik) dan yang lebih parah tidak ada aktifitas jua-beli (komentar)”
[...] Jangan Terobsesi Komentar [...]
nge blog adalah seni..seni untuk mengapresiasikan jiwa dan pikiran..
jadi kembali ke blogger sendiri..
weleh..weleh…mau di bolak-balik..gimana jug namanya blog atau ngeblog apalagi di blog gratis ,tidak bisa di beri standard penilaian atau predikat senenaknya aja, ya boleh2 aja tapi predikat itu cuma bahasa utk dirinya sendiri ,itu penilaian personal lain org beda alias ga usah di pikirin tapi asik2 aja sih di bahas anggap aja ngobrol omong kosong.
karena mau di blog yg di bilang pakar atau non-pakar atau blog pelacur .sang penulis punya misi, visi, atau orientasi yg berbeda dalam menyampaikan maksudnya secara bebas dg cara yg di anggap sebaik,atau se-efektif, atau se-efisien mungkin dg disiplin ilmunya masing2, mana kita tau…???..
karena ini temannya blog kan? bukan web komersil? buikan situs negara? bukan koran harian?
…..au ah gelap… aku nggak butuh dan nggak peduli predikat pakar, non-pakar, senior, newbie,master, germo, pelacur…etc.
budaya2 gt itu sisa2 doktrin pembodohan dosis tinggi dari jaman di jajah belanda ,jepang dan di tindas orde Baru doeloe…huehehehe..
lebih nyaman suara pelacur yg panggil aku chayang ….
Tapi aku juga sependapat dg motivasi mas Fatih menulis ini , tentang keprihatinan-nya sama blogger2 yg terkesan krg bertanggung jawab n menghalalkan segala cara …karena jika sdh menyangkut hal spt ini bisa jadi bukan urusan personal lagi, bisa jadi akibat ulahnya merugikan org lain…misalanya tulisan kita hasil menulis susah payah dan tiba2 di copy-paste gt aja tanpa permisi, ini kan bisa bikin sakit hati org meski ada jg yg mgkn tidak masalah jika tulisannya di apain aja…
Salam ngeblog!
# link lebih dari satu di kotak komentar dianggap spam
Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih untuk mas fatih guru pertama blog saya yang telah sudi mampir… bingung mau komentar apa soalnya saya banyak dosa nih sama mas fatih… pokoknya mas fatih is the best lah…
[...] ke angka selanjutnya dan tiba di sudut 90 derajat dari 00.00 saya (lagi-lagi) membaca tulis Fatih syuhud, tentang “Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non Pakar” yang secara tidak langsung [...]
Saya tidak pernah mengatakan bahwa saya adalah seorang pakar atau bahwa blog saya adalah blog pakar. Saya hanyalah seorang manusia yang peduli untuk berbagi pengetahuan dengan orang lain. Kita tidak perlu menjadi seorang pakar untuk membagi pengetahuan.
Rame juga komentarnya…dari beberapa guru ngeblog saya (dari tutorialnya) tapi saya lebih suka Gado-gado, lebih enak dimakan dari pada pakar. Salam nge-Blog.
Selalu berlatih belajar menulis di blog untuk berbagi pengalaman hidup, untuk banyak harapan bagi diri dan orang banyak, dan paling tidak tulisan itu adalah sesuatu yg bermanfaat (dalam banyak bidang kehidupan-terlebih spiritual) dan sayang jika dibiarkan lepas menguap tanpa diikat dan dituang dalam bentuk tulisan
. Alhamdulillah jika sekiranya bisa bermanfaat dan mendorong diri dan orang lain untuk berbuat positif dalam kehidupan sehari-hari 
Mau nulis apa tidak itu pilihan. Mau berkualitas apa tidak itu juga pilihan. Mau jadi senewen apa tidak itu juga pilihan. Tapi dibalik pilihan ada pembaca yang akan memberikan justifikasi, bagus apa tidak, enak apa tidak, suka apa tidak suka - mau kesitu lagi apa enggak.
Tapi memang sayangnya yang sering disukai adalah hal yang kontroversial … Yah, mungkin dikarenakan internet masih menjadi sebuah gaya hidup dan bukan bagian dari hidup. Jadi mayoritas pengakses internet di Indonesia adalah para junkies kesenangan.
Salut buat artikel sampeyan.
Mau dibilang pakar kek,..atau ga pakar kek,..yang penting tetap nge-blog,….ayooo nge blog,…mo di komentari syukur ga dikomentari,..EGP,…hehehehe,…btw salut to mas Fatih,…thx atas ilmunya,….
saya sangaaatt setuju dengan tulisannya mas, menurut saya ngeblog itu cuma bermanfaat kalo kita membuat tulisan yang memang bermanfaat buat orang yang membacanya, jadi bukan sekedar curhat2 doank.
baca tulisan lengkap saya disini
potensi dan manfaat blog
bisa aja mas fatih, bikin penasaran aja.
makasih makasih saya jadi dapet pencerahan…….
tadinya saya sendiri juga mikir gitu mas, “wah blog trafik saya dikit banget, yg komen apalagi”, tapi karena saya nulis karena emang suka, jd ya cuek aja
setuju mas…
hhhmmmmm pakar dan non pakar yah. kalo menurut saya lucu sih karena ukuran pakar di indonesia masih ribet, ga jelas, ada yang disebut pakar karena jago ngomong mski ga jelas gitu ada juga yang disebut pakar karena tulisannya padahal plagiat banget hahahha. jadi kalau menurut anda saya seorang pakar? kalo saya sendiri sih bebabn banget kalo dibilang pakar ( sesuai dengan konten postingan mas fatih). tesadar oleh blognya free7 dan blog ini marilah kita menulis dan menulis terus. kalo saya sih maslaah copy paste itu ga maslah wong anmanya internet, itu tergantung kesadaran dan kadar kemaluan si empunya blog
kalau tulisan saya di copy paste silahkan saja wong tujuan saya menginformasikan pengetahuan saya kepada orang lain hehehehehe.
kalau ada yang tidak berkenan mohon dimaaf kan ya mas
salam blogger
#hehe gak usah repot dg istilah “pakar non pakar” itu cara saya saja untuk memudahkan penulisan.
ini.. baru.. membuat pencerahan.
info loan message payday post
wah…wah…wah seru juga tulisan anda,jadi sebuah pencerahan besar dalam hidup saya Thanks banget…Brooo Salam dari saya.
wah saya hampir putus asa karena blog saya sepi komentar. saya setuju sekali dengan pendapat mas fatih. kesuksesan sebuah blog tidak hanya dapat di lihat dari banyaknya suatu komentar, lebih dari itu sebuah blog dianggap sukses jika setiap tulisan memberikan pengaruh bagi pembaca n pastinya ngasih ilmu yang bermanfaat. sukses buat mas fatih sang pakar blogger kenamaan indonesia. he..he…
salam untuk semua,
saya baru bangun blog tetapi tidak tau mau tulis apa didalamnya. kendati demikian saya mau mencobanya karena saya anggap blog perlu dibudayakan sebagai jembatan peradaban umat menuju tatanam keselarasan berwawasan tanpa dibatasi lagi oleh suku dan bangsa. jika besok atau lusa saya berbaur dengan suku atau bangsa lain minimal sudah dapat saya membawa diri jika blog sudah menjadi budaya umat karena pelajaran-pelajaran akan didapat didalamnya.
demikian.terimakasih
asdar