-
1
Ping balik on Jan 3rd, 2008 at 8:09 am
[...] Semoga di tahun 2008 ini, aku bisa ngeblog dengan lebih baik dan benar (jadi inget saran mas Fatih di blognya "A lot of comments and high traffic is not everything. Good quality content is." lebih lengkapnya baca saja di ini). [...]
-
2
Ping balik on Jan 5th, 2008 at 8:05 am
[...] Jangan Terobsesi Komentar [...]
-
3
Ping balik on Jan 6th, 2008 at 9:17 pm
[...] ke angka selanjutnya dan tiba di sudut 90 derajat dari 00.00 saya (lagi-lagi) membaca tulis Fatih syuhud, tentang “Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non Pakar” yang secara tidak langsung [...]
-
4
Lacak balik on Apr 2nd, 2008 at 7:17 am
info loan message payday post
-
5
Ping balik on Jul 15th, 2008 at 4:43 pm
[...] Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non-Pakar [...]
-
6
Ping balik on Sep 24th, 2008 at 11:43 pm
[...] Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non-Pakar [...]
-
7
Ping balik on Mar 16th, 2009 at 8:17 pm
[...] Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non-Pakar [...]
-
8
Ping balik on Mar 25th, 2009 at 12:46 pm
[...] Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non-Pakar [...]
-
9
Ping balik on Mei 2nd, 2009 at 8:24 pm
[...] I wrote here, a blog with a particular niche and written by a person with academic authority could be called as [...]
-
10
Ping balik on Mei 6th, 2009 at 4:41 pm
[...] Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non-Pakar [...]
-
11
Ping balik on Jun 3rd, 2009 at 9:21 am
[...] Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non-Pakar [...]
-
12
Ping balik on Jun 8th, 2009 at 1:39 pm
[...] Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non-Pakar Komentar di posting blog kita mungkin penting. Setidaknya itu tanda tulisan kita dibaca dan [...]
-
13
Ping balik on Jun 25th, 2009 at 12:52 am
[...] that he wanted to have a niche blog on law, his specialty, not a personal blog. He knows that a niche blog will not get a good traffic instantly but he is sure it will create faithful readers and, thus credibility to the blogger concerned. He [...]
-
14
Ping balik on Jul 15th, 2009 at 7:03 pm
[...] Jangan Terobsesi Komentar: Blog Pakar dan Non-Pakar [...]
-
15
Ping balik on Nov 4th, 2009 at 3:38 pm
[...] Komentar pengunjung. Banyak orang yang berkomentar terhadap blog kita itu lebih baik, dan pertanda kita rajin blogwalking, dan tandanya kita suka silaturahmi, dan tandanya blogger tersebut disukai orang, walaupun komentarnya hanya formalitas. Tapi jangan fesimis jika sedikit yang berkomentar pada blog anda. Karena guru blog saya mengatakan : “komentar bukan segala-galanya, tapi tulisan yang bagus dan mencerahlan, itulah segalanya (http://afatih.wordpress.com) [...]
-
16
Ping balik on Nov 4th, 2009 at 4:44 pm
[...] Komentar pengunjung. Banyak orang yang berkomentar terhadap blog kita itu lebih baik, dan pertanda kita rajin blogwalking, dan tandanya kita suka silaturahmi, dan tandanya blogger tersebut disukai orang, walaupun komentarnya hanya formalitas. Tapi jangan fesimis jika sedikit yang berkomentar pada blog anda. Karena guru blog saya mengatakan : “komentar bukan segala-galanya, tapi tulisan yang bagus dan mencerahlan, itulah segalanya : http://afatih.wordpress.com.”; [...]














2 Januari 2008 at 3:14 am
wah kalo yang ini emang bukan blogger pakar tapi pakar blogger hehehe selamat Tahun Baru mas fatih
2 Januari 2008 at 4:54 am
Ah, jangan suka merendah…Mas Fatih juga pakar dibidangnya. Benar nggak temen-temen?
2 Januari 2008 at 7:05 am
wah ini memang pakar bloger, mas Fatih saya setuju banget sama tulisan di atas. SELAMAT TAHUN BARU 2008
2 Januari 2008 at 8:48 am
hmmm … kalau begitu weblogku termasuk yang ga’ bermutu
[mode muka sedih ON]
2 Januari 2008 at 10:24 am
saya suka gado-gado mas, makanya isinya ya ada yang pedes ada yang rumbai-rumbai…
salam kenal mas Fatih blogger pakar jugakah?
saya sering melihat di id.wordpress.com hampir setiap saat bertengger…
2 Januari 2008 at 10:26 am
menurut saya mas fatih terlalu berlebihan menyamakan tulisan yang mengejar traffic dengan maling dkk.
kenapa? karena tulisan yang mengejar traffic kan tidak melanggar hukum? “mengorbankan kualitas tulisan” tidak berarti menipu, embuat cerita porno, membuat hoax dsb kan? hanya membuat berita sensasional. lagipula diakui atau tidak pengguna internet di indonesia nampaknya masih didominasi (atau sebagian) oleh pencari berita-berita semacam tema porno dll.sah sah saja bila ada blogger yang memanfaatkan “kondisi ini”, ya buktinya blog mereka rame.
ada tulisan di sebuah blog bahwa yang porno dan lowongan kerja masih mendominasi tema blog, dan menurut saya itu tidak salah, itu masalah selera. beberapa blog di BOTD di WordPress ada yang tidak memanfaatkan tema porno tapi mrk memanfaatkan “lowongan kerja” dsb.
saya pribadi senang juga dengan blog bahasa inggris mas fatih dan blognya wimar witoelar.
salam
http://akusukablog.com/
2 Januari 2008 at 10:53 am
Setuju mas..
Sangat mencerahkan,terutama buat anak baru seperti saya
2 Januari 2008 at 10:53 am
Kategorinya apa seh? Saya pokoknya kalau ada ide tulisin aja, nggak peduli isinya. Untung-untungan juga ntar ada yg baca, hihihi….. Saya sih bikin blog biar rajin nulis. Masih gaptek nyeting halaman perhalam, maklum masih baru didunia blog hehehehe…….
Wassalam,
dsatria.wordpress.com
2 Januari 2008 at 11:00 am
Setuju Mas.
Tapi kan nggak semua ngeblog karena mau jadi analis.
Ada yang pengen cari kenalan, misalnya.
Fatih: Posting bermutu gak perlu berbentuk analis kok. Satu paragraf kesimpulan sudah cukup. Gak susah kan? Lihat posting di atas (saya kutip di sini):
2 Januari 2008 at 12:36 pm
Berarti…
1. Blog Pakar = Pasti dan Harus berkualitas
2. Blog Non-Pakar = Tidak harus berkualitas
3. Blog dengan banyak komentar/traffic = Belum tentu berkualitas
Hmm…
2 Januari 2008 at 1:01 pm
@IRW. halo mas irwan, saya suka “perlawanan” Anda.
komentar seperti itu salah satu yg saya tunggu.
apakah seorang pelacur resmi melanggar hukum? tidak.
the point is, we should learn to set a higher standard when we start writing for a blog posting. not for the sake of getting many comments or traffic. the current phenomenon is not heading towards that stage. and we should warn every blogger indonesia against that tendency before it becomes a mainstream trend and before it is too late.
the main purpose of blogging is to share anything we want to share through writing; and we read other’s sharing to enrich our experience and deepen our wisdom. all these points will not and cannot be reached when our mindset is to get many comments and justify any means.
quality content doesn’t have to be a long writing. it could be a paragraph or two. so, it’s easy. no need to sweat it out.
2 Januari 2008 at 1:16 pm
kalau di Arab melanggar hukum lho …. he3x
well, i am not quite sure that we sud avoid young blogger to do that (manipulate keyword on google search). are these trends so danger for blogosphere?
No. for google yeas, but that’s the particular blogger’s own risk. the message i’m trying to convey is that: dont let this not-so-good trend spread. we should stop it from spreading. we should avoid the young newbie bloggers from the so-called comment intoxication. we should lead them towards the bloggers of good content mindset.
2 Januari 2008 at 1:55 pm
Sebaiknya memang berusaha untuk membuat tulisan yang baik dan bermanfaat.
Sedikitnya bagi si penulis, semoga juga bagi yang lalnnya.
Sependek atau sesederhana apapun.
Salam kenal Mas,
2 Januari 2008 at 2:22 pm
Saya hanya mencoba menulis untuk sharing, beberapa memang “agak serius”, tapi lebih banyak santainya. Persoalan apakah banyak komentar apa tidak, tak menjadi masalah. Tapi saya perhatikan komentar memang banyak jika yang ditulis masalah santai dan sehari-hari, sehingga pengunjung merasa mempunyai pengalaman sama/mirip sehingga bisa berkomentar.
Mau dikopi paste, monggo aja…yang penting jika kebetulan isinya bagus untuk sharing itu sudah mendukung niat semula.
2 Januari 2008 at 3:08 pm
Seyogyanya memang begitu. Kita tidak perlu menggadang-gadangkan trafik dan komentar. Tapi dengan trafik tinggi dan komentar yang banyak bukannya mencermikan adanya tanggapan dari pembaca kita? content is a king, tapi kalau gak ada yang baca gimana?
2 Januari 2008 at 3:17 pm
Dalam gagasan libertarian, biarlah masyarakat menentukan kebenaran atau kualitas informasi. (Kecuali kalau kita berasumsi masyarakat tidak cerdas). Hal2 semacam ini memang alamiah, sukar terhindarkan dan selalu jadi perdebatan, karena cakrawala yang beragam.
2 Januari 2008 at 4:16 pm
Postingan seperti ini, seingat saya, juga pernah ditulis seorang teman beberapa waktu lalu karena keprihatinan beliau melihat blogger hanya mengejar traffic. Rasanya .. sah2 aja sih, sepanjang tidak merugikan orang lain dan melanggar hukum2 positive yang berlaku.
Memang .. banyak saya temui, blog yang isinya keren2 tapi fakir komentar. Sebaliknya, ada blog yang ‘ceria’ tapi kaya komentar. Mungkin ini sebagai gambaran di dunia nyata juga kali ya. Apapun, dari kedua ‘peristiwa’ tersebut, saya dapat belajar dan melihat.
Seandainya di dunia ini, hanya ada satu type blog .. alangkah garingnya hidup ini .. jadi, hidup jadi sparkling, karena berbeda2 gitu. Sekali lagi .. sepanjang tidak merugikan orang lain – misalnya pembajakan karya cipta – atau melanggar hukum positive – misalnya pornographi – saya rasa .. gpp. Biar blogsphere meriah. Dan pembaca bisa pilih2 menu bacaan.
2 Januari 2008 at 6:01 pm
kalo kita berbicara pakar kita musti melihat keinginan dari para pembaca blog. apakah mereka menginginkan tulisan-tulisan serius, tulisan nyante, dan jenis yang lain.
pakar bagi saya masih samar, karena bisa saja pakar itu pakar dalam makanan atau kuliner, pakar dalam pendidikan, pakar dalam matematika yang dihubungkan dengan alam, dll.
komentar, emang benar sih ngak perlu diperhatikan komentarnya, tapi komentar2 yang ada itu memberikan jalinan hubungan sesama blogger, bukan?
tergantung lagi kepada empunya blog mo diapain? apa sekedar tulisan berkualitas, tulisan inspiratif, tulisan nyante, atau tulisan jenis lain.
2 Januari 2008 at 7:41 pm
untuk mas fatih syuhud yg blognya saya baca setiap hari.
pertama-tama terima kasih atas terjawabnya pertanyaan dalam kepala saya selama ini tentang, wah nya esensi blog dan koment yg bejibun yang kadang2 ada pada konten blog yg “tidak essensial” bisa terdapat ratusan kuadrat komen. (yg kmrn udah sy tulis jg di blog sy, walopun scr tidak langsung mas fatih menjawabnya, red)
kalau saya pikir komen dan trafik sebuah blog itu kan juga merupakan bukti eksistensi ke establish an blog tersebut, dengan logika, responsibility pembaca dan apresiasi pembaca terhadap posting blog itu (terlepas hanya sebuah ke isenngan utk menulis PERTAMAXX, dll itu.
kedua, apakah CMS yg digunakan seorang blogger itu juga berpengatuh besar kepada trafik dan eksistensi blog? karena WP ada sistem informasi perkembangan terkini blog2 terbaru, posting terhangat hari ini, dll, statistik blog pun di WP sudah built in..sedangkan pengguna blogger..nothing…
so, gmn? fauzansigma.blogspot.com
2 Januari 2008 at 8:35 pm
Budi Putra ko gak dimasukin mas?:)
fauzansigma.blogspot.com/
@fauzan: masukin ke apa? top ten 2007? Sudah tahun lalu. lihat di sini http://fatihsyuhud.com/2007/08/21/top-ten-blogger-indonesia-2006/
2 Januari 2008 at 11:06 pm
he….itulah suatu persaingan yang sehat. Tapi coba kalau diimbangi dengan tulisan yang berkwalitas. lebih ok lagi khan
2 Januari 2008 at 11:26 pm
Setuju, yang penting isinya berkualitas, mencerahkan, sekaligus mencerdaskan.
3 Januari 2008 at 12:57 am
setuju boss!
*jadi malu*
3 Januari 2008 at 2:20 am
Asiiiikkk…. jadi tambah pede buat terus nulis….
Makasih….
3 Januari 2008 at 2:28 am
Tulisan yang sangat reflektif! Terima kasih.
Saya jadi kapok nulis Bunga Citra Lestari (BCL) lagi…kecuali nanti kalau ada kisah BCL yang menarik lagi untuk dikemas dari sisi pengembangan diri.
Bravo Blogger Indonesia!
3 Januari 2008 at 3:02 am
pakar = apa apa dianggap sukar..
3 Januari 2008 at 3:56 am
aduh mas… jangan nyindir dong :p
Blog saya sama sekali nggak berbau “kepakar-pakaran”, saya cuma suka nulis apa aja yg berkesan buat saya. Itu aja, mau ada/nggak ada comment, ya EGP gitu loooo..
Hehehe.. tapi gak apa2 to mas, kalo saya cuma pengin bikin tulisan curhatan, saya juga kadang2 pengin baca2 blog yg isinya nyante kalo bosen sama yg serius2.
3 Januari 2008 at 4:33 am
Setuju. Gw sering banget ketipu. Mengeksploitasi kata kunci dan kata2 lain yang sering dicari banyak orang. Gak orisinil blas!
3 Januari 2008 at 6:29 am
Ehmm, saya jadi tersanjung nih Mas Fatih menyebut blog saya (naskahkuno) sebagai contoh “blog pakar”. Bagi saya, yang penting adalah nulis, nulis, nulis…soal yang baca, sudah sunnatullah pasti ada, soal jumlahnya tidak pernah saya pusingkan. Saya menulis untuk ada, dan saya ada untuk menulis….:-)
3 Januari 2008 at 7:25 am
cuma bisa senyum kalo melihat judul2 yang agak “fulgar” kayak yang ditulis akhir2 ini di blogosphere.
-IT-
3 Januari 2008 at 7:39 am
Hmmm….kira2 blogku termasuk katagori yg mana ya??
*berlagak mikir sambil telunjuknya dipelipis kepala*
3 Januari 2008 at 7:39 am
Gua gak ngerti tujuan dari tulisan ini. Apakah anda sedang menulis blog “seharusnya seperti ini” (ini adalah kriteria anda). Sedangkan ada pakar yg sering nangkring di seratus besar tidak menulis kepakarannya. Dan apakah blog tidak pakar “seharusnya” berhenti menulis karena menambah sampah di dunia maya ini? Keprihatinan anda berlebihan.
3 Januari 2008 at 7:46 am
kembali saja pada tujuan awal ngeblog. nggak bisa disalahkan juga kalo ada blogger yang sekedar pengen ngetop dan memuja traffic tinggi. kalo saya, sih, nulis ya nulis aja. tarffic dan komen itu resiko
budiputra? ah, jadi inget tulisan saya yang baru, hohoho
3 Januari 2008 at 8:04 am
setuju…
soalnya saya nggak ngetop, hehe
3 Januari 2008 at 11:24 am
“Blog baik itu tulisannya mencerahkan..?”, “Mengorbankan kualitas demi dapet trafik tinggi = korupsi..?” Boleh juga inspirasinya..!
3 Januari 2008 at 10:00 pm
mas Fatih kayaknya gak perlu deh menghakimi blog yg ngejar trafik dan komen dengan sebutan yg negatif. ini kan alam demokrasi. selama tidak melanggar hukum ya gak perlu lah me “negatifkan” mereka, mereka juga manusia. paling bagus adalah jadikan semua blog/blogger sebagai tempat kita menempa ilmu. kalo menghakimi seperti itu kok kayak kurang kerjaan aja. *atau ini juga trik meningkatkan trafik dan komen, he he he he he he he he he he he he he he he*
salam
4 Januari 2008 at 3:08 am
Postingan ini salah satu penyemangat buat saya untuk tetap ngeblog meski traffic blog saya sepi…
4 Januari 2008 at 3:18 am
tapi koment yang banyak bisa membuat kita termotivasi bikin tulisan yang bagus loh…
soalnya merasa dibaca seh. . heheheh
*saya termasuk bukan blogger pakar dan bukan pakar blog .. horee
4 Januari 2008 at 4:28 am
Ada bagusnya juga kalau kita mengejar tingginya komentar yang datang, setidaknya memicu kita untuk menulis lebih banyak lagi. Tapi nanti akan tiba saatnya disaat kita harus memilih, hit tinggi atau konten. Dijamin, pergumulan batin akan terjadi, ego akan bicara. Narsis cenderung dikedepankan. Malah ada yang menikmati kenarsisannya
enjoy dengan hit per hari nya sampai ribuan, komentar yang muncul di tiap artikel,jumlahnya puluhan..wow..these people exist between us…Dan beberapa blogger menjulukinya sebagai seleb blog. Saya pernah dikomentari secara offline dari sesama bloger lainnya, ‘yah mendinglah daripada blog kamu tidak dikunjungi’ begitu melihat jumlah komentar yang masuk di blog saya
4 Januari 2008 at 6:54 am
Saya dah tergolong pakar belum nih, menurut analisis Mas Fatih? Rasanya kok jauh ya?
4 Januari 2008 at 8:30 am
Kalau boleh nimbrung: apapun penilaiannya itu sah sah saja, namanya juga blog, cyberdiary yang dibuat dengan segala macam keunikan dan tujuan masing-masing. Yang nggak boleh adalah menjelekkan blog lain…
Aku pernah telpon teman, kenapa commenku diblognya gak pernah dibales, dengan enteng dia jawab: “maaf aku bikin blog untuk ekspresi diri, terserah orang mau commen atau tidak”.
Bahkan dia bilang, kalau boleh memilih, dia ingin menghilangkan box commen di blognya. Nah loh….
4 Januari 2008 at 1:13 pm
setuju mas fatih, namun jangan dilupakan fungsi komen sebagai ajang silaturahmi antar blogger
ada ato gak ada komen yang penting ngeblog terussssss
4 Januari 2008 at 1:44 pm
Berbeda pendapat itu biasa. Namanya juga demokrasi. Soal menghakimi atau tidak khan tergantung persepsi orang.
Satu hal yg juga jadi catatan adalah pakar tidak selalu identik dengan bidang pendidikan tertentu. Ada orang yang pendidikannya tidak tinggi, tp dia kaya pengalaman. Pengalaman itulah yang mendidik dia sehingga dapat bersikap dan bertindak seperti seorang pakar.
Bagi Saya catatan pak Fatih sangat bermanfaat dan dapat memperkaya khasanah perblogan…
4 Januari 2008 at 4:55 pm
memang komentar bukan segala-galanya, saya pribadi lebih fokus ke makna tulisan yang berguna dari pada menerima komentar yang gak ada hubungannya sama sekali dengan materi tulisan, namun dengan trafik dan komentar yang tinggi tentu saja sebagai manusia kita merasa sangat diperhatikan. istilah kasar “apagunanya kita membuka toko kalo tidak ada pengunjungnya (trafik) dan yang lebih parah tidak ada aktifitas jua-beli (komentar)”
5 Januari 2008 at 7:34 pm
nge blog adalah seni..seni untuk mengapresiasikan jiwa dan pikiran..
jadi kembali ke blogger sendiri..
6 Januari 2008 at 9:48 am
weleh..weleh…mau di bolak-balik..gimana jug namanya blog atau ngeblog apalagi di blog gratis ,tidak bisa di beri standard penilaian atau predikat senenaknya aja, ya boleh2 aja tapi predikat itu cuma bahasa utk dirinya sendiri ,itu penilaian personal lain org beda alias ga usah di pikirin tapi asik2 aja sih di bahas anggap aja ngobrol omong kosong.
karena mau di blog yg di bilang pakar atau non-pakar atau blog pelacur .sang penulis punya misi, visi, atau orientasi yg berbeda dalam menyampaikan maksudnya secara bebas dg cara yg di anggap sebaik,atau se-efektif, atau se-efisien mungkin dg disiplin ilmunya masing2, mana kita tau…???..
karena ini temannya blog kan? bukan web komersil? buikan situs negara? bukan koran harian?
…..au ah gelap… aku nggak butuh dan nggak peduli predikat pakar, non-pakar, senior, newbie,master, germo, pelacur…etc.
budaya2 gt itu sisa2 doktrin pembodohan dosis tinggi dari jaman di jajah belanda ,jepang dan di tindas orde Baru doeloe…huehehehe..
lebih nyaman suara pelacur yg panggil aku chayang ….
Tapi aku juga sependapat dg motivasi mas Fatih menulis ini , tentang keprihatinan-nya sama blogger2 yg terkesan krg bertanggung jawab n menghalalkan segala cara …karena jika sdh menyangkut hal spt ini bisa jadi bukan urusan personal lagi, bisa jadi akibat ulahnya merugikan org lain…misalanya tulisan kita hasil menulis susah payah dan tiba2 di copy-paste gt aja tanpa permisi, ini kan bisa bikin sakit hati org meski ada jg yg mgkn tidak masalah jika tulisannya di apain aja…
6 Januari 2008 at 9:59 am
Salam ngeblog!
# link lebih dari satu di kotak komentar dianggap spam
6 Januari 2008 at 3:24 pm
Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih untuk mas fatih guru pertama blog saya yang telah sudi mampir… bingung mau komentar apa soalnya saya banyak dosa nih sama mas fatih… pokoknya mas fatih is the best lah…
7 Januari 2008 at 8:04 am
Saya tidak pernah mengatakan bahwa saya adalah seorang pakar atau bahwa blog saya adalah blog pakar. Saya hanyalah seorang manusia yang peduli untuk berbagi pengetahuan dengan orang lain. Kita tidak perlu menjadi seorang pakar untuk membagi pengetahuan.
8 Januari 2008 at 2:25 am
Rame juga komentarnya…dari beberapa guru ngeblog saya (dari tutorialnya) tapi saya lebih suka Gado-gado, lebih enak dimakan dari pada pakar. Salam nge-Blog.
8 Januari 2008 at 3:36 am
Selalu berlatih belajar menulis di blog untuk berbagi pengalaman hidup, untuk banyak harapan bagi diri dan orang banyak, dan paling tidak tulisan itu adalah sesuatu yg bermanfaat (dalam banyak bidang kehidupan-terlebih spiritual) dan sayang jika dibiarkan lepas menguap tanpa diikat dan dituang dalam bentuk tulisan
. Alhamdulillah jika sekiranya bisa bermanfaat dan mendorong diri dan orang lain untuk berbuat positif dalam kehidupan sehari-hari
14 Januari 2008 at 7:26 am
Mau nulis apa tidak itu pilihan. Mau berkualitas apa tidak itu juga pilihan. Mau jadi senewen apa tidak itu juga pilihan. Tapi dibalik pilihan ada pembaca yang akan memberikan justifikasi, bagus apa tidak, enak apa tidak, suka apa tidak suka – mau kesitu lagi apa enggak.
Tapi memang sayangnya yang sering disukai adalah hal yang kontroversial … Yah, mungkin dikarenakan internet masih menjadi sebuah gaya hidup dan bukan bagian dari hidup. Jadi mayoritas pengakses internet di Indonesia adalah para junkies kesenangan.
Salut buat artikel sampeyan.
14 Januari 2008 at 8:47 am
Mau dibilang pakar kek,..atau ga pakar kek,..yang penting tetap nge-blog,….ayooo nge blog,…mo di komentari syukur ga dikomentari,..EGP,…hehehehe,…btw salut to mas Fatih,…thx atas ilmunya,….
15 Januari 2008 at 5:09 am
saya sangaaatt setuju dengan tulisannya mas, menurut saya ngeblog itu cuma bermanfaat kalo kita membuat tulisan yang memang bermanfaat buat orang yang membacanya, jadi bukan sekedar curhat2 doank.
baca tulisan lengkap saya disini
potensi dan manfaat blog
18 Januari 2008 at 1:57 am
bisa aja mas fatih, bikin penasaran aja.
18 Januari 2008 at 3:48 am
makasih makasih saya jadi dapet pencerahan…….
23 Januari 2008 at 1:34 pm
tadinya saya sendiri juga mikir gitu mas, “wah blog trafik saya dikit banget, yg komen apalagi”, tapi karena saya nulis karena emang suka, jd ya cuek aja
26 Januari 2008 at 1:32 am
setuju mas…
16 Februari 2008 at 9:49 am
hhhmmmmm pakar dan non pakar yah. kalo menurut saya lucu sih karena ukuran pakar di indonesia masih ribet, ga jelas, ada yang disebut pakar karena jago ngomong mski ga jelas gitu ada juga yang disebut pakar karena tulisannya padahal plagiat banget hahahha. jadi kalau menurut anda saya seorang pakar? kalo saya sendiri sih bebabn banget kalo dibilang pakar ( sesuai dengan konten postingan mas fatih). tesadar oleh blognya free7 dan blog ini marilah kita menulis dan menulis terus. kalo saya sih maslaah copy paste itu ga maslah wong anmanya internet, itu tergantung kesadaran dan kadar kemaluan si empunya blog
kalau tulisan saya di copy paste silahkan saja wong tujuan saya menginformasikan pengetahuan saya kepada orang lain hehehehehe.
kalau ada yang tidak berkenan mohon dimaaf kan ya mas
salam blogger
#hehe gak usah repot dg istilah “pakar non pakar” itu cara saya saja untuk memudahkan penulisan.
19 Februari 2008 at 2:52 pm
ini.. baru.. membuat pencerahan.
10 April 2008 at 8:43 am
wah…wah…wah seru juga tulisan anda,jadi sebuah pencerahan besar dalam hidup saya Thanks banget…Brooo Salam dari saya.
13 Mei 2008 at 8:52 am
wah saya hampir putus asa karena blog saya sepi komentar. saya setuju sekali dengan pendapat mas fatih. kesuksesan sebuah blog tidak hanya dapat di lihat dari banyaknya suatu komentar, lebih dari itu sebuah blog dianggap sukses jika setiap tulisan memberikan pengaruh bagi pembaca n pastinya ngasih ilmu yang bermanfaat. sukses buat mas fatih sang pakar blogger kenamaan indonesia. he..he…
13 Mei 2008 at 5:11 pm
salam untuk semua,
saya baru bangun blog tetapi tidak tau mau tulis apa didalamnya. kendati demikian saya mau mencobanya karena saya anggap blog perlu dibudayakan sebagai jembatan peradaban umat menuju tatanam keselarasan berwawasan tanpa dibatasi lagi oleh suku dan bangsa. jika besok atau lusa saya berbaur dengan suku atau bangsa lain minimal sudah dapat saya membawa diri jika blog sudah menjadi budaya umat karena pelajaran-pelajaran akan didapat didalamnya.
demikian.terimakasih
asdar
19 Juni 2008 at 9:49 am
assalamu’alaikum mas fatih, Alhamdulillah saya baru saja membuat blog sendiri. makasih mas atas isi blognya sangat bermanfaat bagi saya yang masih pemula……….
25 Juli 2008 at 6:43 am
terimakasih
tulisannya mencerahkan sekali pak!
11 Agustus 2008 at 2:49 pm
Sbenernya ada satu kategori lagi. Blog yang tidak bertujuan kualitas ataupun pakar-memakar apapun. Cuman colotehan iseng, tapi justru berhasil menarik banyak visitors dan comment.
1 September 2008 at 3:39 pm
slm kenal Mas Fatih..aku ada beberapa blog di WP tp kok..sm skali ga ada tanggapan yah..blas NOL ga ada yg kasih comment..
knp yah..??
mhn bantuannya..
maksih mas..
#terus menulis dulu. mgkn kotak komentar dimoderasi dll. cobal liat2 lagi.
3 Desember 2008 at 1:49 pm
tops info
27 Januari 2009 at 11:56 pm
Hehehe, lha kalau blog saya itu termasuk blog apa ya? Konon saya dianggap pakar tetapi “pakar perhobi-burungan”. Maunya saya ngudarasa soal macama-macam di blog saya. Namun karen lebih banyak orang yang bertanya soal “perburungan”, akhinrya saya harus lebih banyak belajar tentang hobi burung dan pernak-perniknya. Jadilah blog saya adalah blog gado-gado yang acapkali ditambahi kuah sop dan sekaligus bumbu petis. Asyiklah…
Salam untuk yang mbahu reksa blog ini.
14 Februari 2009 at 10:44 am
Seharusnya memang demikian Mas Fatih. konsentrasi pada artikel yang bermutu dan bermanfaat. makanya saya terheran-heran jika mengunjung blog yang isinya ngga nyambung, karena terobesei kata kunci.
saya salut dengan artikel blog ini. menurut saya bener2 proporsional dalam menempatkan tema/judul yang sesuai. sungguh skill seperti ini yang sebenarnya diam2 di inginkan oleh para blogger pada umumnya.
SALAM SUKSES = BLOG MOTIVASI MENTAL =
23 Februari 2009 at 11:10 pm
Wah… setelah membaca ini sepertinya pola pikir saya bakalan berubah Mas Fatih… Selama ini sering saya lebih mementingkan komentar daripada kualitas.
Saya harap, dan saya yakin, setelah ini akan jadi lebih baik! Hehehe…
28 Februari 2009 at 12:11 am
“WONG NDESO” dari G.Kawi-Malang, ngikut dikit boleh ya Pak !!! Tolong blog saya di intip(di baca) 5 menit aza, karena isinya hanya teks yg sangat sederhana, polos, dan benar2 orisinil dari hasil pemikiran saya sendiri ! Mungkin mnurut saya sesuai dgn artikel yg Anda tulis dan telah saya baca ini ! Owner of; http://merpati-electronic.blogspot.com ! Thanx.
5 Maret 2009 at 4:32 pm
wah trima kasih yah, nasihatnya akan slalu kuingat
14 Maret 2009 at 2:09 pm
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak sekali atas semua ilmunya yg ada di blog mas Fatih ini. saya ini adalah orang yang ” PALING AMAT SANGAT KETINGGALAN SEKALI BANGET ( dll, dsb, sbb, dst,……… )” soal blog. hehehe…. makanya saya mau minta maaf klo saya copy smua tutorial yang ada disini… insyaallah saya akan pelajari smuanya.
( awas yah jangan ngeledek soal blog saya… hihihi…… )
15 Maret 2009 at 6:41 pm
seorang pakar awalnya jg non-pakar kok…hehehe
tapi top deh sarannya
12 April 2009 at 8:46 pm
I don’t want to have; much of Comments, Hight Traffic or No.1 Page Rank with My Blog !!!
But, I just need to be more loved by Google’s Search Engine ! It’s mean…
When peoples find out something in there…in the ‘RESULTS’, They find me too !!!
21 April 2009 at 2:54 am
saran bagus dan mencerahkan dan menekan tombol bagi para blogger yang dari lahir udah doyan menjiat.
thanks
boleh boleh,
11 Mei 2009 at 4:46 pm
Blog walking i comment u follow
thanks for your article.im like it very much and i thing its the best i was saw.
lamkenal dari Myokezone