Seputar Blogger Anonim
31 Januari 2008 in Blog Indonesia, Blogger Indonesia, Fatih Syuhud, Indonesian Blogger, Tip Menulis, Tips blog, Tutorial Blogger
Apakah Anda setuju dengan blogger anonim yakni blogger tanpa nama (anonym) atau pakai nama samaran (pseudonym)? Kalau Anda ingin memberi jawaban secara umum silahkan langsung berkomentar. Tapi kalau ingin berkomentar secara komprehensif, jangan komentar dulu sebelum membaca serial tulisan seputar blogger anonim di link-link di bawah biar komentarnya tidak ngaco dan asbun. Selamat membaca.
-
1
Identitas seorang blogger. « Wayan Artana-Structural Engineer in Bali
Ping balik on Feb 4th, 2008 at 10:30 am
[...] dulu kala…..kesiangan nich! ..(ups, tunggu dulu ini juga ada posting tentang blog anonim, seperi tulisannya Master blog ini)..Tapi sekali lagi nggak apa khan? toh dari semua itu tidak ada kesimpulan yang mutlak dan [...]
Menu Utama
Blogger Indonesia A. Fatih Syuhud- AdSense in Google Sites
- Microsoft Office Free Online Version
- Microsoft Office 2010
- H1N1 flu cases rise to 64 in Indonesia
- Windows vs Linux
- Michael Jackson was murdered
- Cheney kept CIA program from Congress
- Related Posts Widget for Blogger Blogspot
- The Man Behind Indonesia’s Rise
- Friday Muslim prayers a test for China’s Xinjiang
-
Artikel Penting
-
Tulisan Terakhir
- Kerja Keras
- Santri Pemimpin
- Jujur
- Tutorial Twitter dan Facebook
- Beasiswa STAN D1 D3 2009 2010 Depkeu
- Tawakkal
- Santri Dinamis
- Santri Progresif
- Cara Cari Kode HTML di Template Blogger.com Blogspot
- Cara Pasang Foto di Sidebar dan Posting WordPress
- Syukur
- Kredibilitas Santri
- Beasiswa Mesir SLTP/SLTA S1 S2 S3 2009 2010
- Apa itu Kredibilitas
- Related Posts di WordPress.com
-
Top Posts
Berita Terbaru- Telkom Speedy Internet is Dead Again
- Italy: MSc Scholarships at Alta Scuola Politecnica
- Loker Juli 2009: Travel Officer
- Beasiswa S1 Kedokteran
- Studi, Beasiswa dan Kehidupan di Taiwan
- Jobs in Italy: PhD positions at University of Camerino 2009 2010
- Lowongan Lulusan D3 S1 Teknik Informatika Juli 2009
- Vacancy Web Designer
- Vacancy : Geology Manager for Gold Operations in Jawa Timur
- Jobs in Europe: 15 Doctoral and 3 Postdoctoral positions 2009 2010
-
Komentar Terakhir
Arsip
-
Track
Links
-
Etika Copy Paste
Mengcopy & paste isi blog ini dibolehkan tanpa ijin terlebih dahulu asal (a) Memuat nama penulis A. Fatih Syuhud dan (b) Menyertakan link ke sumber tulisan yang dikutip.
Copy / paste tanpa menyebut nama penulis & sumber link adalah tidak etis dan hanya akan mematikan kreativitas Anda sendiri serta sangat tidak dianjurkan.
Ikuti info terbaru tutorial blog dan refleksi via email, klik di sini! -
Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized.
Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri.
Setiap Blogger Indonesia "berkewajiban" untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog--dengan bahasa Inggris atau Indonesia -- untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.
Email: fatihsyuhud-at-gmail-dot-com -
Baca Tulisan Terbaru via Email
-
Tukar Link dg Blogger Indonesia
#1 Top Ten Blogger Indonesia versi Majalah Tempo
Copy code below, insert into your blog :)
<a href="http://fatihsyuhud.com/" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-indonesia.gif" alt="Blog Indonesia"> </a>
Sebarkan Budaya Ngeblog!
Copy kode di bawah, letakkan di Sidebar blog Anda :)
<a href="http://afatih.wordpress.com/" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-tutorial.gif" border="0" alt="Cara Membuat Blog"> </a>
Tidak tahu cara tukar link? Baca tutorialnya di sini! -
Feed Readers
Tag
alkhoirot beasiswa beasiswa mesir beasiswa s1 beasiswa s2 bikin blog blbi blogger Blogger Indonesia blog gratis blogspot buletin el ukhuwah buletin siswa cara bikin blog cara buat blog cara menulis hiv indonesia internet karangsuko koneksi internet korupsi menulis minder narkoba pasang foto perempuan pesantren ponpes alkhoirot promosi blog pull-down read more timur tengah tips menulis artikel Tips Ngeblog transkrip tutorial blog Tutorial Blogger tutorial blogspot tutorial wordpress wanita wanita cantik wanita muslimah widget wordpress-
Social Networks
-
Global Contribution
-
Blog Stats
- 2,403,382 hits
-
Blogroll
- Jobs Careers
- Jobs Info
- Info Kerja
- Job Info
- Informasi Kerja
- CPNS
- Loker
- Kerja
- Info Kerja
- Info Pekerjaan
- Info Beasiswa Scholarship
- Info Beasiswa Scholarship
- Info Beasiswa Scholarship
- Info Beasiswa Scholarship
- Info Beasiswa Scholarship
- Informasi Beasiswa Scholarship
- Info Beasiswa Scholarship
- Blogger Indonesia
- Blog Tutorial












31 Januari 2008 at 10:07 am
saya setuju dengan nama samaran ……
karena biasanya kita lebih pede saja dengan nama samaran
31 Januari 2008 at 5:32 pm
dari dulu kala saya paling sebel ama anonim, termasuk foto ato identitas lain yg gak jelas, apalagi kalo orang itu publikasi pendapat – apapun pendapatnya, baik nyontek atau asli pendapatnya sendiri.
Namun saat ini saya berpendapat rasa sebel itu tak bagus, makanya saya sedang melatih diri turut merasakan bagaimana rasanya menjadi makhluk anonim (yg mungkin disebelin banyak orang) yg tak terlalu menyebalkan
31 Januari 2008 at 7:36 pm
welgedewelbeh
This issue has been discussed on my blog since last month. I even used some references from your blog. What I am not agree with you is that you tend to use western point of view to justify the credibility, the critical thinking and so on. I have criticized these matters in the same article on my blog.
http://mulut.wordpress.com/2008/01/08/ternyata-niat-baik-saja-dianggap-tidak-cukup/
#it seems you haven’t read all articles i’ve written in this regard. read it all carefully, and write another articles calmly and profesionally afterwards without intending to be self-defense. a pseudonymous blogger defended the pseudonymity is lack in credibility. it’d be read by others as simply apologetic reaction.
1 Februari 2008 at 4:20 am
You wrote 7 articles and you still can’t find the right answer? *joke*
1 Februari 2008 at 5:44 am
Asal bermanfaat dan berbagi kebaikan, tiada hal sia-sia didalamnya
1 Februari 2008 at 8:36 am
yes i really hate the anonymous .. in the normal condition like now.. i think the person who used anonym is irresponsible ( ehmmm he doesnt want responsible to what he said / wrote.. very bad
1 Februari 2008 at 9:08 am
Yang suka anonim ama pseudonym, biasanya cuman nyari nyaman aja, atau boleh jadi karena takut ketauan belangnya. Sungguh tidak baek kalau orang nyembunyiin identitasnya, sama kaya copet yang kalau nyopet kagak pernah ngenalin dirinya, apalagi alamat sama nomor hape.
Menurut ane, yang suka anonim cenderung pengecut! Yang pseudonym gak punya harga diri! Kagak punya nyali gitu…!
Untung ane anonym juga…
*dilempar bakiak*
1 Februari 2008 at 10:18 am
Kalo buat saya sih, lbh baik pake nama asli.., knp nggak mau nunjukin identitas asli? Mungkin org2 yg pake nama samaran itu pada malu krn namax jelek atau kyk wong ndeso gitu…hehehe… :p
1 Februari 2008 at 11:24 pm
Katanya dengan nama samaran lebih banyak yang tertarik untuk ngeklik. bener ngga ya..hehe..
2 Februari 2008 at 1:57 am
setuju ma komen no 5. “Jangan lihat tekonya lihat apa isinya”
#Anda mungkin perlu baca ini dulu -> http://fatihsyuhud.com/2007/08/29/scientific-and-credible-blogger/ apa yg anda katakan benar tapi setengahnya.
2 Februari 2008 at 5:12 pm
welgedewelbeh
Your answer reflects perfectly my point.
. Your understanding about credibility is so simple and even intellectually arrogant. Simply judging my opinion about pseudonymity as a self defense just because i, in the same time, hide my real identity is the common current western pattern of judging that i object to. For me, that’s one of the current common western intellectual pitfalls although it is not for they who are logically consistent. This pitfall is one of the most misleading logical fallacy (Argumentum ad Verecundiam) that we should avoid of. This tendency doesn’t cover a noble wisdom of accepting the truth wherever it comes from, which is embedded naturally in the traditional eastern scholars culture and disciplines.
Most of our people used to be a paternalistic society. They used to see who said a thing instead of what they said. In so many cases, it would be much easier for a writer to get an attention and earn acknowledgment if they said they were a doctor, a professor, a famous university lecturer, or undertaking a PHD in an overseas university. For me, as i write in my disclaimer, I’d like to teach my self and our society to not fall in this fallacy.
For me, blog is a place to share a personal opinion publicly. Any response to an article is a public consumption as it is intended to. If there’s some reader wanting to have a personal correspondence with me because one or some reasons i would love to respond; They can access me via my email address. If i found some shared interest which is beneficial for both of us, i would not reluctantly reveal my real identity as well as if some one fell being insulted and had my article to a court.
I had read all of those articles even before i wrote my article. It seems that this statement is another proof of misjudged assessment by Argumentum ad Verecundiam, isn’t it?.
#hehe your arguments are unchanged. the points expressed are quite similar. so it cannot go further. just like america’s presidential debates, let our brilliant readers decide with their repective conscience wether they will go hiding inside their cave or “basking in the sun”.
3 Februari 2008 at 10:49 am
Sory mas, saya gak bisa bahasa ingris jadi gak ngerti dech maksud tulisannya mas fatih.
Jadi no komen dah, dari pada komennya ngawur
10 Februari 2008 at 3:25 am
Mas Fatih,
Sdr Mulut ini memang kelihatannya punya masalah pada pemahaman. Dia jelas sudah baca semua tapi tetap tidak paham.
Dari contoh yang dia beri :
Itu semua bukanlah identitas tapi hanya status. Dia tak bisa membedakan status dan identitas. Dan dia punya konsep sendiri tentang tanggung jawab yaitu asal bisa dihubungi lewat email…. hahahaha tanggung jawab model apaan tuh….
Nanti akan banyak sekali para provokator dan pelempar fitnah yang merasa sudah bertanggung jawab hanya dengan menyediakan sebuah email.
Konsep pikir yang kontradiktif karena dia minta diapresiasi selayaknya sebuah pribadi tapi untuk menyebut dirinya saja dia bahkan tak menggunakan nama samaran tapi menggunakan kata Mulut yang tak mewakili pribadi.
Memang benar diskusi tidak bisa berkembang lebih jauh lagi karena dia terjerembab disitu.
12 Februari 2008 at 5:15 am
hmmm saya pribadi lebih suka pakai nama asli karena tujuannya untuk menjaga saya sendiri supaya nggak ngomong sembarangan. Masalahnya saya kadang suka ngomong sak enake dhewe sih, bikin reseh, suka protes, provokator, wis pokoke gak main. Kalo pake nama asli saya bisa kontrol diri. Mungkin kalo sudah jadi orang baik baik, saya akan pake nama samaran. Sorry bukan berarti yang pake nama asli itu bukan orang baik baik lho…Ini hanya untuk saya sendiri…
1 Maret 2008 at 6:32 am
bagaimanapun anonim atau tidak merupakan pilihan tersendiri… dua-duanya patut dihargai.
1 Maret 2008 at 7:56 am
idem ma adem aja mo pake anonym apa pseudonym.
hak mereka seh…
1 Maret 2008 at 1:43 pm
untungnya shino ga bisa bahasa inggris eheheheh tapi masalahnya komplek juga ya… anonim… pseudonim… berminat??? ^ ^
27 Maret 2008 at 11:38 am
kalopun pake nama samaran atau anonim sebaiknya fotonya dikasih yg asli deh. Ada alasan pake nama samaran biar kereeen….
18 April 2008 at 4:06 pm
tetap saja, hidup adalah pilihan. kita nyaris tidak memiliki kekuatan untuk memaksa lebih, hanya sekedar berupaya mengingatkan. jadi, biarlah. karena arti dan pandangan sebuah nama bagi tiap orang pun berbeda, jadi biarkan mengalir seperti halnya hidup. bukankah dengan nama asli, sama sekali tidak menghapuskan kemungkinan untuk menipu, seperti halnya dengan nama palsu, sama sekali tidak kehilangan kekuatan untuk menebarkan rahmah dan kebaikan.
terima kasih telah berbagi, saya memilih seperti ini saja …
6 Juni 2008 at 9:48 am
nice,add
22 Oktober 2008 at 1:01 pm
gw sih ga ngerasa anonim atau pseudonim bermasalah… soalnya ngebocorin identitas di internet (apalagi di forum & blog yg bisa dibaca semua org) kurang aman menurut gw…
28 Februari 2009 at 4:34 pm
Nama : Eka Fajariyah
NIM : 0701801
Kelas : 2 G
indonesia sangat banyak para perokok. sehingga mereka tidak memikirkan orang yang ada di sekitar mereka. para perokok pasif pun terkena dampak dari para perokok aktif. didaerah dilarang merokok pun mereka masih melanggar peraturan itu. para perokok itu tidak sadar telah memberikan contoh yang tidak baik untuk para anak kacil ataupun murid mereka yang berprofesi sebagai seorang guru. banyak para orang tua pun merokok didepan anak-anaknya, sehingga anak mereka pun mencontoh ayah nya sendiri.
para pendidik yang seharus nya memberi contoh yang baik untuk murid ataupun mahasiswanya malah memberikan contoh dengan mereka merokok di tempat mereka mengajar. para hansip, bintara, dan TNI, mereka sebagai aparat mereka sering berkampanye tentang bahaya rokok, tetapi masih banyak para aparat yang melanggar peringatan tersebut.
akibat contoh yang di berikan oleh pendidik atau perokok yang ada di sekitar, para murid sering sekali melanggar peraturan sekolah, yang melarang mereka untuk tidak merokok. mereka dengan mudah mendapatkan rokok tersebut. yang penting anak itu memiliki uang untuk membeli rokok tersebut. ditempat kasehatan pun mereka masih bisa merokok. mereka tidak pernah berpikir jika perbuatan mereka merokok itu menyebabkan banyak orang atau para perokok pasif, dengan mereka menghisap asap rokok itu akan terkena penyakit. dalam rokok terdapat 4000 zat kimia beracun. kita berdekatan dengan orang yang terkena penyakit HIV AIDS belum tentu kita tertular penyakit tersebut, tetapi dengan kita berdekatan dengan seorang yang sedang merokok kita akan tertular penyakit dari asap rokok yang kita hisap. seorang perokok pasif akan merasa sesak, jika mereka menghisap asap rokok.
para olahragawan yang seharusnya tidak merokok, mereka pun merokok dengan alasan untuk menghilangkan rasa tegang atau stres dalam menghadapi pertandingan yang akan mereka lakukan. cabang olahraga sering sekali meminta perusahaan rokok untuk mensponsori tournament yang akan di laksanakan, sebut saja Sepak bola dan Bola Voli. mereka melakukan itu untuk kelancaran kagiatan tournament tersebut. tidak sedikit orang yang kehilangan nyawa karena sebuah nama rokok. padahal dalam bungkus rokok sendiri sudah ada peringata bahwa rokok menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin untuk wanita. tapi peringatan tersebut tidak di hiraukan sama sekali oleh perokok dan perusahaan yang memproduksi nya. bagi para perokok, rokok sudah menjadi dari sebagian hidup mereka, dan bagi mereka rokok adalah adalah teman sejati mereka, bahkan ada yang berbicara lebih baik tidak makan daripada tidak merokok. seorang pemuka agama pun yang mengerti tentang hukum islam masih banyak yang merokok. mereka tidak mengindahkan peringatan ataupun aturan yang ada. ditempat atau ruangan yang jelas-jelas ada tulisan atau gambar yang menunjukan dilarang merokok mereka masih merokok.