Oleh A. Fatih Syuhud
www.fatihsyuhud.com
Siti Khadijah, istri Rasul yang pertama, adalah wanita kaya yang tidak hanya berasal dari keturunan bangsawan, beliau juga berwawasan luas dan memiliki kepribadian yang kuat. Empat unsur kelebihan yang beliau miliki tersebut membuatnya menjadi wanita yang tidak hanya berwibawa dan disegani, tapi sekaligus juga dihormati dan menarik banyak kalangan pria Arab bangsawan kaya antri untuk meminangnya, kendatipun waktu itu beliau sudah berusia cukup lanjut, 40 tahun.
Namun, sebagai pribadi yang memiliki wawasan luas dan berkepribadian kuat ia tidak mudah menjatuhkan pilihan pada sembarang pria. Baginya, harta yang melimpah dari para pria yang meminangnya tidak akan menjamin hidupnya bahagia. Begitu juga ketampanan seorang pria tidak membuatnya tergoda; ketampanan fisik hanya menarik kekaguman sekejap. Begitu juga kebangsawanan, keningratan, “kedarahbiruan” tidak menjamin seseorang memiliki kepribadian yang baik.
Oleh karena itu tidaklah aneh apabila Siti Khadijah tertarik pada seorang pria miskin bernama Muhammad (waktu itu belum menjadi Nabi dan Rasul). Bukanlah kebangsawanan Muhammad—yang berasal dari suku Quraisy yang ternama—yang membuat hatinya tergerak untuk menikah lagi. Bukan pula ketampanan Muhammad yang mengesankannya.
Wanita yang baik hati, yang berilmu dan berkepribadian kuat akan selalu tertarik hatinya untuk menikah dengan pria yang menonjol kepribadiannya. Yang jujur, dapat dipercaya, memiliki sifat mengayomi, lemah lembut tapi tegas pada saat yang diperlukan, dan yang tak kalah pentingnya, memiliki wawasan atau ilmu yang mencukupi untuk menjadi pemimpin bahtera rumah tangga selamanya. Selama hidup di dunia.
Semua karakter atau kepribadian ideal yang diimpikan Siti Khadijah terkumpul pada diri Muhammad. Dan karena itu,wanita berkepribadian kuat seperti Siti Khadijah tidak merasa malu mengambil inisiatif meminang Muhammad sebagai calon suaminya. Pasangan ideal ini hidup dengan harmonis sampai Siti Khadijah wafat lebih dulu. Rasulullah sendiri sering memuji keagungan hatinya dan keluasan wawasannya serta kematangan sikapnya yang sampai mengundang rasa cemburu Siti Aisyah, salah seorang istri Nabi yang dinikahi setelah wafatnya Siti Khadijah.
Kehalusan budi, kematangan sikap dan keluasan wawasan adalah salah satu tanda seorang wanita yang memiliki kepribadian. Keteguhan dalam memegang prinsip nilai-nilai ajaran Islam dan kemauan untuk menjauhi perilaku yang ditabukan masyarakat setempat adalah standar sejauh mana kita akan dianggap sebagai wanita yang memiliki kepribadian atau tidak.
Perlu dicatat bahwa kepribadian kuat– yang antara lain ditandai dengan sikap tak mudah hanyut pada arus atau tren negatif– adalah timbul dari determinasi (kemauan kuat) untuk memperbaiki perilaku menjadi lebih baik setiap waktu; hari demi hari sepanjang hidup. Dan terkadang hal ini tidak selalu berkaitan dengan keilmuan yang dimiliki. Sering kita melihat wanita pintar yang berkepribadian sangat menjengkelkan, begitu juga sebaliknya, tak jarang kita menjumpai wanita yang tidak begitu pintar tapi memiliki kepribadian yang menyenangkan dan disukai yang mengundang rasa hormat kita.
Islam menganjurkan agar kita memiliki keduanya: ilmu dan wawasan yang luas (QS Al Mujadalah 58:11) serta kepribadian yang kuat (QS At Tin 95:4-6) sebagai salah satu kunci menuju kepribadian wanita salihah.[]
Catatan: Tulisan ini dibuat khusus untuk buletin El-Ukhuwah PP Alkhoirot Putri.
Artikel terkait:
-
1
Ping balik on Mei 9th, 2009 at 2:13 pm
[...] Wanita Berkepribadian [...]
-
2
Ping balik on Mei 29th, 2009 at 1:50 am
[...] Wanita Berkepribadian [...]













11 April 2008 at 6:41 am
Khodijah di Zaman modern, adakah?
12 April 2008 at 4:18 am
Subhanalloh…
Mudah-mudahan menjadi inspirasi perempuan-perempuan Indonesia.
Menjadikan Khadijah idola di hatinya.
Amin…
14 April 2008 at 7:17 am
Mas Fatih,
Ternyata ini yang disebut dengan wanita berkepribadian. Apa yang selama ini didengungkan tenang wanita modern ternyata tidak memberikan penyelesaian terhadap persoalan-persoalan perempuan.
Kalau setiap perempuan mengerti akan hakikat dirinya, maka kesalahan persepsi tentang hak-hak perempuan akan jauh dari yang kita lihat sekarang ini.
Wassalam,
Syamsul
NB: Ijin untuk copy.
15 April 2008 at 2:30 am
fiuh.. good reference :up:
16 April 2008 at 6:10 am
Artikel ini menarik dan berbobot karena mengingatkan kita akan pentingnya kepribadian yang tidak dapat diperbaiki dengan datang ke salon atau pusat-pusat kecantikan ternama dan termahal di negara manapun, tapi cukup dengan meneladani sifat dan akhlak Siti Khadijah.
17 April 2008 at 4:48 am
mudah2an postingan ini banyak di baca oleh kaum hawa !
trims mas Fatih
18 April 2008 at 5:20 am
wuah…menarik, mas
saya belajar biar lebih berkepribadian deh
19 April 2008 at 6:33 am
bagus….
16 Mei 2008 at 10:04 am
Semoga saja saya dapat menemukan sosok wanita yang seprti itu mas….he he he……
20 Mei 2008 at 3:18 am
Subhanalloh…
hidup perempuan Indonesia!!!
Amin…
29 Mei 2008 at 5:40 pm
Catatan admin:
Komentar di bawah ini (bahwa Nabi kaya raya waktu menikah dg Khadijah) adalah ngawur dan dikutip dari tokoh yg asbun (tidak berdasar hadits sahih).
“Oleh karena itu tidaklah aneh apabila Siti Khadijah tertarik pada seorang pria miskin bernama Muhammad (waktu itu belum menjadi Nabi dan Rasul)…”
Sebenarnya, Nabi Muhammad pas menikah dengan siti khadijah kurang benar dalam kondisi miskin. Bisa kita lihat bahwa beliau SAW adalah seorang pedagang sukses untuk kacamata orang sekarang. Bagaimana tidak, lha wong maharnya aja 100 ekor unta atau sekitar 1 milyar rupiah. Anak muda 25 tahun punya uang cash 1 Milyar. Itu maharnya tapi yang disimpan itu masih ada. Sekali lagi, Pemuda 25 tahun punya uang 1 Milyar, sedangkan kita 25 tahun baru selesai Perguruan Tinggi dan karya terbesar kita adalah menulis lamaran kerja. Kapan ya kita bisa seperti beliau…??
Berikut kutipan dari artikelnya pak Anis Matta mengenai pendapatnya tentang kaya (Uang).
Rasulullah itu mengenal uang waktu umurnya 8 tahun, dia mulai kerja dan mendapatkan gaji. Pekerjaan pertamanya mengembala kambing. Umur 12 tahun dia sudah pulang pergi luar negeri ikut dalam bisnis keluarga. Umur 15 sampai 19 tahun ikut dalam perang sehingga punya pengalaman militer. Umur 20 tahun Rasul sudah jadi pengusaha investornya adalah Khadijah. Watu umur 25 tahun dia nikah dengan investornya. Berapa maharnya? Seratus ekor unta. Berapa harga seekor unta sekarang? Jauh lebih mahal dari 1 ekor sapi. Kira- kira 10 juta 1 ekor unta jadi totalnya 1 Milyar. Anak muda 25 tahun punya uang cash 1 Milyar. Itu maharnya tapi yang disimpan itu masih ada.
Walaupun Rasulullah SAW setelah menjadi Nabi mengatakan sebaik- baik wanita adalah wanita yang cantik dan mahar yang murah, itu sebagai system tapi tradisi jahiliyah itu status. Oleh karena itu, waktu pamannya yang bernama Abu Thalib menyampaikan khutbah nikahnya sebagai sambutan keluarga pada pernikahan Rasulullah SAW, beliau mengatakan sesungguhnya orang Quuraisy tahu bahwa Muhammad salah seorang pemudanya yang terbaik, yang paling terhormat. Layaklah dia nikah dengan khadijah karena maharnya tersebut. Pemuda 25 tahun punya uang 1 Milyar, sedangkan kita 25 tahun baru selesai Perguruan Tinggi dan karya terbesar kita adalah menulis lamaran kerja. Ini pemahaman keagamaan yang beredar dikalangan kita yang membuat kita ini miskin.
19 Agustus 2008 at 6:47 am
Subhanallah…………….
Allahu Akbar,,,
Ya Rabbi……….Jadikanlah hamba seperti Umi Khadijah
Amin…………..!!!!
22 September 2008 at 2:00 pm
assalamualaikum wrwb…subhanaallah ya kepribadian khadijah…salam kenal dari saya ya…makasih..wass
23 Oktober 2008 at 3:47 am
tapi aku ditolak seseorang hanya karena fisik dan harta, tidak semua orang mengerti tentang wanita berkepribadian yang sebenarnya….semoga semakin banyak mas-mas seperti mas Fatih…..hehehe….
27 Nopember 2008 at 3:36 am
assalamu ‘alaikum….
subhanallah, cm itu yg bisa aku ucapkan.
mas mhn ijin tuk copy semua artikel.
wassalam
29 Nopember 2008 at 2:26 am
Subhanallah….
29 Nopember 2008 at 3:08 pm
subhanallah…mudah2an wanita sekarang bisa seperti khadijaah…amien
29 Januari 2009 at 6:31 am
Tapi jangan dilupakan juga posisi Nabi dalam suku bangsa Quraisy. Ia merupakan keturunan tokoh-tokoh terhormat dan terutama dari suku yang sangat besar ini. Garis darah Nabi merupakan keluarga yang diberi mandat untuk mengurusi Kabah dan sumur Zam-zam. Artinya faktor ini juga tentu sangat berpengaruh terhadap image Nabi di depan masyarakat lain, tak terkecuali Khadijah. Posisi ini juga yang membuat musuh-musuh Nabi kala itu tak memiliki keberanian untuk mencelakai Nabi, walaupun mudah sekali.
19 Februari 2009 at 4:17 pm
allahu akbar …..
saya sangat berharap semua orang dapat membaca artikel ini…amin
10 Juni 2009 at 10:55 am
Subhaanallooh…
Hmmm…berkepribadian…
Semangaaat !!!
Be good muslimah…^_^