Buat arsip, lagi ada rencana nulis soal Ahmadiyah.
Berikut isi lengkap SKB 3 Menteri berkenaan dengan Ahmadiyah. SKB itu ditandatangani oleh Jaksa Agung Hendarman Supandji, Mendagri Mardiyanto dan Menteri Agama Maftuh Basyuni dan dirilis di Departemen Agama, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2008).
1. Memberi peringatan dan memerintahkan untuk semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 2005 tentang pencegahan penodaan agama.
2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran agama Islam pada umumnya, seperti pengakuan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
3. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenai sanksi seusai peraturan perundangan.
4. Memberi peringatan dan memerintahkan semua warga negara menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut JAI.
5. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga yang tisak mengindahkan peringatan dan perintah dapai dikenai sanksi sesuai perundangan yang berlaku.
6. Memerintahan setiap pemerintah daerah agar melakukan pembinaan terhadap keputusan ini.
-
1
Pingback on Jul 8th, 2008 at 11:10 am
[...] Yang bermasalah dan menjadi sasaran dari SKB 3 Menteri adalah JAI atau pengikut Ahmadiyah Qadiyan. Dalam poin 2, 3 dan 4 SKB 3 menteri tersebut secara eksplisit menyebut JAI. 2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaah Ahmadiyah Indonesia [...]
















Juni 13, 2008 at 11:53 pm
Nggak langsung dibubarkan saja ya JAI-nya.
Mudah2an sich mau membubarkan diri & nggak bikin gerakan2 bawah tanah lagi.
FM
Juni 14, 2008 at 10:12 am
Nek iso ya dipertegas isine,maksude ben lebih nimbulaken efek jera ngono loh…
jika aliran tersebut masih bersarang di negara kita maka kerukunan beragama slamanya tak akan tercapai
Juni 14, 2008 at 12:27 pm
Gak usah dibubuarkan, selama ga ganggu ketenangan umat laen biarkan saja, perbedaan adalah rahmat Allah SWT..!! Emang yang mau bubarkan ahmadiyah udah merasa paling bener? yang harus diingat semua resiko ditanggung penumpang…..
Juni 15, 2008 at 3:23 pm
Harus dibubarkan lah…kecuali JAI mau ganti nama. Silahken deklarasikan diri jadi agama xyz atau xxx terserah yang penting bukan Islam. tapi, kalau mau ngaku Islam mesti mantapkan dulu syahadatnya.
Kasus JAI bukan kasus perbedaan pandangan namun lebih tepat sebagai penodaan/penyimpangan agama ISLAM. Harus diluruskan.
Saya pribadi (emang siapa ?) tidak ada masalah orang lain mau beragama apapun atau tidak beragama sekalipun.
SKB ttg JAI jelas dibuat oleh pemerintah yang peragu. Alih-alih mengakomodasi berbagai kepentingan malah sengaja meyimpan bara.
Jangan jangan ada itungan politiknya ? wallahu a’lam bissawab.
Juni 16, 2008 at 9:02 am
duh, govt. kurang tegas neh. bubar aja skalian.. ‘memberi peringatan dan memerintahkan..’ huhh..
Juni 25, 2008 at 5:02 am
jika sejak awal pemerintah mempunyai sikap tegas terhadap aliran yang jelas-jelas menyimpang dari Islam maka Ahmadiyah tidak akan pernah berbafas di Nusantara ini.
Juni 29, 2008 at 3:45 pm
Saya coba shalat jum’at dimesjid Ahmadiyah, saya perhatikan shalatnya sama jumlah rakaatnya sama dimesjid-mesjid lainnya, bacaan surahnya sama, syahadatnya sama, ada imam dan khatibnya, duduk diantara khotbahnya sama semua, gak ada bedanya. Kok dimusuhi dan disuruh bubar, bahkan sampai dirusak mesjidnya, bahkan sampai dipenthungi iku piye tho, memang orang sudah pada edan semua, sukur jadi orang sing eling lan waspada.
Juni 30, 2008 at 2:51 am
perbedaan yang jarang diungkap tentang Ahmadiyah menurut saya adalah berkenaan dengan konsep Imam Mahdi, penganut Ahmadiyah meyakini Imam Mahdi yang dijanjikan Nabi Muhammad Saw sudah datang sesuai dengan tanda akhir zaman. kalau yang lain masih menunggu. oleh karena itu umat Islam harus pandai memilah-apakah konsep imam mahdi menurut Ahmadiyah sesuai tidak dengan Sabda-sabda Nabi Muhammad Saw.
Juli 2, 2008 at 7:16 am
Keburukan orang kesesatan orang kemungkaran orang yang selalu kita bicarakan, sedangkan keburukan, kesesatan dan kemungkaran diri sendiri terabaikan, malah acapkali disembunyikan sudahlah……… biarkan manusia itu hidup damai, sejahtera, aman, tentram supaya kita juga ikut merasakannya, mari kita koreksi diri kita sudah sampai mana kebahagian hakiki yang kita dapat sampai saat ini ? kalu belum merasa bahagia mari kita berlomba mencari kebahagian itu kalau kita mau … Alloh SWT akan menunjukan jalannya, saling mengasihi, menyayangi itu yang paling utama dalam hidup ini supaya surga dunia teraih, jika surga dunia teraih maka surga akhiratpun insya Alloh didapat
Juli 6, 2008 at 6:04 pm
hendaknya semua permasalahan harusnya dapat diselesaikan dengan jalan dialog dan musyawarah.
Juli 11, 2008 at 3:21 pm
lebih baik bubarkan aja dari pada buat dosa terlalu banyak