Oleh A. Fatih Syuhud
www.fatihsyuhud.com (situs resmi)
Banyak teman-teman yang menanyakan saya soal Ahmadiyah baik langsung atau via sms, telpon dan email. Demi efektifitas dan juga agar bermanfaat bagi yang lain berikut saya buat info dalam bentuk FAQ (frequently asked question) atau format tanya jawab seputar Ahmadiyah di Indonesia Insya Allah akan terus saya update kalau ada pertanyaan yang belum terjawab. Data diambil dari berbagai sumber:
1. Ada berapa organisasi Ahmadiyah di Indonesia?
Jawab: Ada dua. Pertama JAI atau Jemaah Ahmadiyah Indonesia yang berpusat di Parung Bogor, sedang yang kedua adalah GAI atau Gerakan Ahmadiyah Indonesia yang berpusat di Yogyakarta.
2. Apa perbedaan antara JAI dan GAI?
JAI adalah pengikut Ahmadiyah Qadiyan yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad- pendiri Ahmadiyah- sebagai Nabi. Sedangkan GAI adalah pengikut aliran Ahmadiyah Lahore yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad hanya sebagai mujaddid atau pembaru dan guru sufi (mursyid).
3. Kalau begitu GAI atau Ahmadiyah Lahore tidak bertentangan secara prinsip dengan Islam mainstream?
Betul. Yang bermasalah dan menjadi sasaran dari SKB 3 Menteri adalah JAI atau pengikut Ahmadiyah Qadiyan. Dalam poin 2, 3 dan 4 SKB 3 menteri tersebut secara eksplisit menyebut JAI.
2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran agama Islam pada umumnya, seperti pengakuan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
3. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenai sanksi seusai peraturan perundangan.
4. Memberi peringatan dan memerintahkan semua warga negara menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut JAI.
5. Tolong dimuat isi lengkap keputusan skb 3 menteri seputar Ahmadiyah JAI!?
Berikut isi skb 3 menteri selengkapnya:
1. Memberi peringatan dan memerintahkan untuk semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 2005 tentang pencegahan penodaan agama.
2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran agama Islam pada umumnya, seperti pengakuan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
3. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenai sanksi seusai peraturan perundangan.
4. Memberi peringatan dan memerintahkan semua warga negara menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut JAI.
5. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga yang tisak mengindahkan peringatan dan perintah dapai dikenai sanksi sesuai perundangan yang berlaku.
6. Memerintahan setiap pemerintah daerah agar melakukan pembinaan terhadap keputusan ini.
(bersambung)
Juni 14, 2008 at 4:02 am
Mempercayai nabi setelah nabi Muhammad SAW adalah sesat, dan yang menjadikan Mirza sebagai mursyid sama saja menjadikan Gus Dur sebagai Guru Bangsa …
Nggawur nggak Mas … nggak ya …
Juni 14, 2008 at 7:40 am
trimakasih atas informasinya,kelanjutan postingannya saya tunggu
salam
aminhers
Juni 14, 2008 at 7:47 am
Pertama yang mengherankan buat saya adalah mengapa hiruk pikuk tentang Ahmadiyah ini harus timbul menjelang momen2 penting seperti 2009.
Terlepas dari permasalahan tersebut, yang perlu digaris bawahi adalah tetap negara kita bukan berlandaskan agama, jadi keberadaan SKB itu masih sangat kontroversial di negara yang berlandaskan pancasila dan UUD ‘45.
Hemat saya, mari kita perhatikan isu-isu yang lebih substansial daripada hanya terus “mengkafirkan” orang lain secara tidak otoritatif, banyak hal-hal yang masih perlu kita selesaikan daripada mengurusi permasalahan ini, yang jelas nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme harus selalu kita utamakan. Thx
Juni 14, 2008 at 10:32 am
Kenabian Mirza Ghulam Ahmad yang dimaksud oleh kaum Ahmadiyah adalah kenabian yang telah diisyaratkan oleh nabi Muhammad SAW sebagai Isa akhir jaman dan Imam Mahdi (laa mahdiyya illa Isa), jadi bukan kenabian yang berdiri sendiri, atau dalam istilahnya Gus Dur; rasulli fii rasulillah atau rasulnya rasul.
Gak perlulah kita menganggap mereka sesat, ingat pesan Allah SWT didalam Al-Qur’an berikut: ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. - Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih had. (QS. al Baqarah: 277).
Paham kenabian pasca Muhammad saw, yang dianut oleh Ahmadiyah, boleh saja diperdebatkan atau tidak disetujui. Tetapi perdebatan itu terlalu jauh dari yang utama, karena yang paling mendasar dalam keberimanan adalah pengakuan tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah. Ahmadiyah bukan saja tidak lari dari prinsip tersebut, tetapi banyak beramal untuk membina ketauhidan itu.
Amal shaleh Ahmadiyah telah terbukti banyak memperluas pengaruh Islam di daratan Eropa. Sehingga suara adzan telah menembus masyarakat yang terkenal sekuler dan modern. Tidak terhitung berapa banyak orang-orang yang berkehidupan sekuler dan modern di barat yang terpanggil masuk Islam. Masjid-masjid didirikan di sejumlah kota, dan buku-buku tuntunan Islam pun disebar dalam berbagai bahasa. Dan mereka yang masuk Islam berkat dakwah Ahmadiyah bukanlah Muslim yang bersaksi Mirza sebagai rasulullah menggantikan Muhammad, melainkan mereka yang bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah. Bukankah itu suatu amal shaleh yang memang melekat dengan keberimanannya?
Marilah kita jujur dalam menilai Ahmadiyah. Terhadap sesuatu yang berbeda atau menganggap “sesat” sekalipun sejauh disertai dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, silahkan. Namun tidak tepat, kalau ketidaksukaan atau ketidaksesuai paham, kemudian menutup kebaikan yang telah dilakukan oleh Ahmadiyah. Tuhan mengingatkan: Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. ( Al Maidah: 8).
Klaim kenabian atas Mirza Ghulam Ahmad boleh diperdebatkan. tetapi bisakah dijelaskan bahwa Mirza terbukti hendak menggelincirkan iman para pengikutnya, atau membelokkan persaksian atas diri Muhammad sebagai Rasul, atau membelokkan pengikutnya untuk lari dari al Qur’an?.
Juni 17, 2008 at 1:35 am
siapalah kita yang pantas menghakimi seseorang salah atau benar, kita hanya manusia biasa… kebenaran mutlak hanyalah milik Allah., tetapi kita juga diberikan tuntunan untuk membedakan mana yang benar dan salah. Tuntunan itu yaitu Alqur’an dan Hadist Rasulullah, Alqur’an adalah tuntunan yang paling sempurna…begitupula dengan Hadist rasulullah…
Ada do’a Rasulullah SAW ketika menghadapi suatu urusan yang patut kita amalkan. Doanya demikian…
“Ya…Allah, tunjukkanlah padaku kebenaran itu sebagai kebenaran lalu aku mengikutinya, Tunjukkanlah padaku kemungkaran itu sebagai kemungkaran lalu berilah aku kekuatan untuk menjauhinya, lindungilah aku dari perkara yang masih samar bagiku lalu kami mengikuti hawa nafsu tanpa mendapatkan petunjuk dariMu. Jadikanlah hawa nafsuku mengikuti ketaatan kepadaMu, ambillah keridha’an diriMu dari diriku dalam kesehatan, Tunjukkanlah kepadaku kebenaran pada Hal-hal yang masih dipertentangkan dengan izinMu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki kejalan yang lurus
Juni 17, 2008 at 7:49 am
kalau memang benar tuntunan kita adalah Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah, mengapa kita masih ragu terhadap kesesatan Ahmadiyah yang jelas2 mengakui Mirza Gulam Ahmad sebagai Rasul yang membawa syari’at disamping Alqur’an dan Al-Hadits sementara Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah menerangkan bahwa tidak ada ada lagi Rasul setelah Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wasalam dan tidak ada lagi syari’at setelah syari’at yang dibawa oleh Muhammad Shalallahu alaihi wasalam?
Bukankah itu suatu pertentengan? bahkan hal ini bukan lagi perbedaan dalam masalah fiqih yang dibenarkan oleh para Ulama tetapi ini sudah perbedaan dalam masalah yang mendasar yaitu masalah aqidah ( keyakinan ) yang sama sekali tidak dibenarkan adanya perbedaan. terlepas dari segala amal mereka ( Ahmadiyah ) yang dianggap sebagai amal baik.
Dan perlu kita ketahui bahwa syarat diterimanya amal ada 2:
1. Ikhlas yaitu beramal semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah semata.
2. ittiba’ yaitu segala bentuk amal yang kita lakukan haruslah ada dasarnya dari Al-qur’an dan sunnah Rasulullah yang shahih, dalam hal ini bagaimana Ahmadiyah bisa dikatakan ittiba’? sementara mereka mengakui ada syari’at selain syari’at yang dibawa oleh Rasulullah?
Juni 17, 2008 at 9:19 am
makasih infonya mas…
Juni 17, 2008 at 9:51 am
kalau bisa diposting sekalian skb 3 mentri secara lengkap biar masyarakat banyak tau
tanks atas infonya
Juni 17, 2008 at 10:04 am
kapanpun dan dimanapun kita berada, segala tingkah laku kita lahir batin selalu terekam oleh Alloh SWT. Sehingga dari kenikmatan hidup dunia yang diberikan Alloh ini kelak kita dimintai pertanggungjawabannya, ( Q.S 17 ayat 13,14, dan 15 ) benar-benar akan terjadi ( Haq ), Untuk itu mari kita berhati-hati.
Juni 17, 2008 at 11:42 am
tul tuh kata mas syahrizalpulungan… sekalian dilengkapi skb 3 menterinya om… biar tambah mantab… pisss
Juni 18, 2008 at 2:29 am
Terimah atas infonya mas. maju terus pantang mundur.
Juni 19, 2008 at 12:22 am
Apa yang disampaikan bung andi saya sangat sepakat dan saya menentang keras adanya nabi setelah nabi muhammad saw. Kita harus kembali kepada jalan yang benar “al qur’an dan al hadist”.
Juni 19, 2008 at 2:15 am
Knowledge about Khataman Nabiyyin, your Ulamas don’t want you to know:
http://www.alislam.org/library/books/Khataman-Nabiyyeen-20080611MN.pdf
Ahmadiyya Movement of Netherlands commenting on what happen to their brothers and sister in Indonesia:
http://www.ranesi.nl/tema/masyarakat/AhmadiyahBld_13060
Juni 19, 2008 at 2:49 am
Tidak ada tawar menawar lagi dalam urusan akidah, Sesat tetap sesat sesuatu yang bertentangan dengan ajaran islam yang benar.Titik!!!
Juni 19, 2008 at 4:01 am
This is what happen soon enough if fundamentalists in Indonesia are let to do what ever they want to anybody they don’t like:
http://www.thedailystar.net/story.php?nid=20006
Juni 19, 2008 at 9:43 am
Can there be Prophets after Prophet Muhammad SAW?
http://www.ahmadiyya.org.uk/FAQ/islam/index.html#Q15
Juni 19, 2008 at 9:57 am
Sepertinya pembicaraan tentang ahmadiyah tidak ada habis-habisnya. Mengapa kita selaku umat yang beragama “Islam” selalu terlena dalam dilematik yang tidak jelas…. Islam adalah agama Tauhid, Rasulnya Muhammad S.A.W. dan Kitab sucinya Al-Quran.. betul kata Sdr. Hendra, Titik!!!! dan tidak pakai koma lagi.
Nah lo.. permasalahannya cuma.. ada yang merasa negarawan sejati, nasionalis sejati, penegak HAM sejati…. untuk urusan begini pembahasannya entah kemana-mana… Yang dinodai agama Islam… kok masih berkilah dengan UUD pasal 29, gimana sih?? Kalau mau gak ada pertentangan.. buat aja agama Ahmadiyah… jadi yang “Islam” tidak tersinggung… wong gitu aja kok repot.. Yang repot itu ngurusin korupsi yang sudah menjadi gurita, gak tau dimana ujungnya dan dimana pangkalnya. Betul kan teman-teman?!
Sebaiknya kita ini lebih baik beristighfar saja, mohon ampun sama Allah, apakah amal perbuatan kita sudah sesuai dengan tuntunan agama kita…. Kita gak tau umur kita sampai kapan, segera saja bertaubat.
Juni 21, 2008 at 11:34 pm
ikutan nimbrung ya. kenapa kata “kafir” menjadi masalah? kafir itu istilah dalam Islam yg artinya diluar Islam. kenapa mengkafirkan agama lain? ya sesuai pengertiannya ya jelas, diluar Islam. istilah kafir dari bahasa arab, ga ada di agama lain.
padanan kata indonesia untuk kata kafir belum ada. orang2 luar sering menggunakan istilah “infidel” yg artinya jelas berbeda.
Juni 22, 2008 at 6:13 am
silahkan anda baca di wikipedia.com bahasa indonesia,disebutkan bahwa kedua kubu ahmadiyah mengakui mirza ghulam ahmad sebahai al masih almahdi? bukankah ini juga termasukpenerjemahan atas ajaran islam yang berbeda dengan sebagian besar umat islam? perbedaan yang lainnya dari kedua gerakan itu ada pada kepemimpinannya jika Jamaah Ahmadiyah dipimpin anak dari pendiri ahmadiyah sedangkan pemimpin gerakan ahmadiyah dipimpin sekretaris pendiri ahmadiyah. tapi menurutku perbedaan yang mengatakan bahwa pengikut gerakan ahmadiyah tidak mengakui pendirinya sebagai nabi masih perlu ditambahkan lagi dengan kata danpercaya bahwabagi yangtidak membaiat pemimpin ahmadiyah sebagai pemimpinnya akan mendapat bala’(balasan) lihat di situsnya ahmadiyahdi bagian perbedaan antara jamaah ahmadiyah dan gerakan ahmadiyah.
Juni 24, 2008 at 10:08 am
View of Ahmadiyya on Islam
http://www.alislam.org/islam/
Centenary Khilafat Jalsa Speech of 27th May 2008 by Hadhrat Khalifatul Masih V
http://www.alislam.org/topics/khilafat/KC20080527-EN.wmv
Juni 24, 2008 at 10:10 am
View of Ahmadiyya on Islam
http://www.alislam.org/islam/
Centenary Khilafat Jalsa Speech of 27th May 2008 by Hadhrat Khalifatul Masih V
http://www.alislam.org/topics/khilafat/KC20080527-EN.wmv
Juni 25, 2008 at 7:47 am
assalamualaikum. wa qul jaal haq wazahaqal bathil, innal bathila kana zahuqa. ahmadiyah bkn hanya sesat tp tlh kafir, barang siapa sj yg mndukungx mk dia sama2 tlh sesat,brng siapa yg meragukanx mk keimanan n keislamanx msh dpertanyakn. dl musailamah alkadzab dibunuh krn mngaku-ngaku nabi, n dl abu bakr shidiq mmerangi kaum yg tdk mau mmbayar zakat, nah skrng apa tindakan qt trhp kaum yg mngaku mirza alkadzab,alla’in,almunafiq, sbg nabi,n tadzkirah sbg kitab suci mrk….? apa mau diam sj…? trhdap orng2 awan ataupn orang2 pinter yg kblinger coba dalami lg islam yg ssghnya n smpaikan dg seutuhx,smg qt smua dberi ptunjukx. amiin….
Juni 26, 2008 at 8:33 pm
bukankah islam terbagi dalam 73 kelompok atau firqoh apakah salah satunya ahmadiyah disamping syiah sunni nu muhammadiyah dll bukankah bagi Allah hanya orang yang bertaqwa dan sebagus-bagus amal dimana hanya satu kelompok yang diterima Allah jelas kalau sebanyak firqoh tsb pasti banyak bertentangan masing-masing merasa paling benar lalu buat apa berkelahi
Juni 27, 2008 at 8:25 am
mas penulis.. sebenarnya saya nda tahu yang diajarkan ahmadiyah itu apa.. apa ada hal2 yang salah dari ajaran Muhammad saw sehingga perlu nabi lagi, ato ajarannya sifatnya hanya menguatkan ajaran muhammad saw. kalo yang diajarkan ahmadiyah merevisi ajaran meanstream islam berarti kita tahu tujuan dari ahmadiyah itu untuk apa… Tapi ngomong2 para wali songo dulu kok nda ada yang mengaku sebagai nabi, padahal menurut hemat saya mungkin ilmu ke-islamannya tidak meragukan lagi dan dari sejarahnya mereka itu juga banyak mendapat ilham-ilham….
So kenapa musti ahmadiyah, kalo nda mempercayai si mirza itu apa ke-imanannya luntur…
Juni 27, 2008 at 8:50 am
ajaran islam sudah sempurna ini dapat dilihat dari Al quran dan Hadis dan Allah sendiri yang menjaga kesucian Al quran. mengapa kita sesama umat saling berselisih. bagi yang kurang pemahaman nya tentang agama islam kan bisa dialog dengan pakar islam atau mui dan mendapat kan kebenaran yang berdasarkan quran dan hadis.
Juni 28, 2008 at 2:45 pm
mau tahu tentang ahmadiyah disini tempatnya http://islamic.us.to
Mau tahu ttg diskusi ahmadiyah ttg tadzkirah, buku-buku ahmadiyah, tafsir resmi ahmadiyah, khaataman nabiyyin, beberapa hadits-hadits maudhu’ & dhaif yang dipakai ahmadiyah klik disini http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?s=f3a2066100c79ed45a7b2051504f4b78&showforum=7
Juni 29, 2008 at 1:31 pm
Quote Reni:
Kenabian Mirza Ghulam Ahmad yang dimaksud oleh kaum Ahmadiyah adalah kenabian yang telah diisyaratkan oleh nabi Muhammad SAW sebagai Isa akhir jaman dan Imam Mahdi (laa mahdiyya illa Isa), jadi bukan kenabian yang berdiri sendiri, atau dalam istilahnya Gus Dur; rasulli fii rasulillah atau rasulnya rasul.
jawab:
Kalau begitu kenapa anda mengimani Ghulam Ahmad kalau pada akhir jaman nanti yang datang adalah isa dan mahdi
Saya mau tanya ke anda, Ghulam Ahmad mendakwakan sebagai apa? Didalam wahyunya Ghulam Ahmad dipanggil apa? kalau sudah anda jawab tolong cocokkan dengan perkataan anda “kenabian yang telah diisyaratkan oleh nabi Muhammad SAW sebagai Isa akhir jaman dan Imam Mahdi”
Quote Reni:
Imam Mahdi (laa mahdiyya illa Isa)
jawab:
Pake hadits dha’if ya untuk membela ahmdiyah
Quote Reni:
Gak perlulah kita menganggap mereka sesat, ingat pesan Allah SWT didalam Al-Qur’an berikut: ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. - Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih had. (QS. al Baqarah: 277).
jawab:
Banyaklah belajar Al-Qur’an….Apa hanya cukup dengan melaksanakan hal tersebut kita pasti disebut orang yang beriman dan beramal shaleh. Apakah mengimani nabi palsu bisa disebut orang yg beriman? apakah tidak taat kepada Allah dan Rasulullah, kita bisa disebut orang yg beriman?
Quote Reni:
Paham kenabian pasca Muhammad saw, yang dianut oleh Ahmadiyah, boleh saja diperdebatkan atau tidak disetujui. Tetapi perdebatan itu terlalu jauh dari yang utama, karena yang paling mendasar dalam keberimanan adalah pengakuan tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah. Ahmadiyah bukan saja tidak lari dari prinsip tersebut, tetapi banyak beramal untuk membina ketauhidan itu.
jawab:
Yang mendasar pula dalam Al-Qur’an “Rasulullah adalah penutup para nabi” dan dalam Hadits disebutkan “tidak ada lagi nabi sesudahku”
Quote Reni:
Amal shaleh Ahmadiyah telah terbukti banyak memperluas pengaruh Islam di daratan Eropa. Sehingga suara adzan telah menembus masyarakat yang terkenal sekuler dan modern. Tidak terhitung berapa banyak orang-orang yang berkehidupan sekuler dan modern di barat yang terpanggil masuk Islam. Masjid-masjid didirikan di sejumlah kota, dan buku-buku tuntunan Islam pun disebar dalam berbagai bahasa. Dan mereka yang masuk Islam berkat dakwah Ahmadiyah bukanlah Muslim yang bersaksi Mirza sebagai rasulullah menggantikan Muhammad, melainkan mereka yang bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah. Bukankah itu suatu amal shaleh yang memang melekat dengan keberimanannya?
jawab:
baca di http://www.hidayatullah.com dan http://www.swaramuslim.com orang-orang dibarat justru banyak masuk islam bukan karena Ahmadiyah. Orang eropa yang masuk Ahmadiyah hanya berapa gelintir saja 
Kata siapa mereka masuk dibarat berkat dakwah Ahmadiyah
Kebanyakan orang di eropa yang masuk Ahmadiyah kebanyakan orang india dan pakistan.
Quote Reni:
Marilah kita jujur dalam menilai Ahmadiyah. Terhadap sesuatu yang berbeda atau menganggap “sesat” sekalipun sejauh disertai dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, silahkan. Namun tidak tepat, kalau ketidaksukaan atau ketidaksesuai paham, kemudian menutup kebaikan yang telah dilakukan oleh Ahmadiyah. Tuhan mengingatkan: Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. ( Al Maidah: 8).
jawab:
maukah anda bersikap seperti yang telah saya sebutkan?
Andapun sebagai ahmadi harus bersikap jujur dan ikhlas serta mau mendengarkan pihak yang bisa membuktikan kesesatan Ahmadiyah. Silahkan anda klik http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?s=f3a2066100c79ed45a7b2051504f4b78&showforum=7
Sudah banyak saya membuktikan kesesatan ahmadiyah di link tsb….tinggal sekarang maukah anda bersikap jujur, ikhlas, bersifat kritis, mau mendengarkan orang lain, tidak mengkultuskan Ghulam Ahmad, dll
Quote Reni:
Klaim kenabian atas Mirza Ghulam Ahmad boleh diperdebatkan. tetapi bisakah dijelaskan bahwa Mirza terbukti hendak menggelincirkan iman para pengikutnya, atau membelokkan persaksian atas diri Muhammad sebagai Rasul, atau membelokkan pengikutnya untuk lari dari al Qur’an?.
jawab:
Semuanya sudah saya buktikan disini http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?s=f3a2066100c79ed45a7b2051504f4b78&showforum=7
Sudah jelas dari bukti-bukti dari buku-buku ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad menggelincirkan iman para pengikutnya, membelokkan pengikutnya untuk lari dari al Qur’an.
Tinggal anda masih bersikap bebal atau tidak….itu saja
Juni 29, 2008 at 1:33 pm
Quote Reni:
Kenabian Mirza Ghulam Ahmad yang dimaksud oleh kaum Ahmadiyah adalah kenabian yang telah diisyaratkan oleh nabi Muhammad SAW sebagai Isa akhir jaman dan Imam Mahdi (laa mahdiyya illa Isa), jadi bukan kenabian yang berdiri sendiri, atau dalam istilahnya Gus Dur; rasulli fii rasulillah atau rasulnya rasul.
jawab:
Kalau begitu kenapa anda mengimani Ghulam Ahmad kalau pada akhir jaman nanti yang datang adalah isa dan mahdi
Saya mau tanya ke anda, Ghulam Ahmad mendakwakan sebagai apa? Didalam wahyunya Ghulam Ahmad dipanggil apa? kalau sudah anda jawab tolong cocokkan dengan perkataan anda “kenabian yang telah diisyaratkan oleh nabi Muhammad SAW sebagai Isa akhir jaman dan Imam Mahdi”
Quote Reni:
Imam Mahdi (laa mahdiyya illa Isa)
jawab:
Pake hadits dha’if ya untuk membela ahmdiyah
Quote Reni:
Gak perlulah kita menganggap mereka sesat, ingat pesan Allah SWT didalam Al-Qur’an berikut: ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. - Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih had. (QS. al Baqarah: 277).
jawab:
Banyaklah belajar Al-Qur’an….Apa hanya cukup dengan melaksanakan hal tersebut kita pasti disebut orang yang beriman dan beramal shaleh. Apakah mengimani nabi palsu bisa disebut orang yg beriman? apakah tidak taat kepada Allah dan Rasulullah, kita bisa disebut orang yg beriman?
Quote Reni:
Paham kenabian pasca Muhammad saw, yang dianut oleh Ahmadiyah, boleh saja diperdebatkan atau tidak disetujui. Tetapi perdebatan itu terlalu jauh dari yang utama, karena yang paling mendasar dalam keberimanan adalah pengakuan tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah. Ahmadiyah bukan saja tidak lari dari prinsip tersebut, tetapi banyak beramal untuk membina ketauhidan itu.
jawab:
Yang mendasar pula dalam Al-Qur’an “Rasulullah adalah penutup para nabi” dan dalam Hadits disebutkan “tidak ada lagi nabi sesudahku”
Quote Reni:
Amal shaleh Ahmadiyah telah terbukti banyak memperluas pengaruh Islam di daratan Eropa. Sehingga suara adzan telah menembus masyarakat yang terkenal sekuler dan modern. Tidak terhitung berapa banyak orang-orang yang berkehidupan sekuler dan modern di barat yang terpanggil masuk Islam. Masjid-masjid didirikan di sejumlah kota, dan buku-buku tuntunan Islam pun disebar dalam berbagai bahasa. Dan mereka yang masuk Islam berkat dakwah Ahmadiyah bukanlah Muslim yang bersaksi Mirza sebagai rasulullah menggantikan Muhammad, melainkan mereka yang bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai Rasulullah. Bukankah itu suatu amal shaleh yang memang melekat dengan keberimanannya?
jawab:
baca di http://www.hidayatullah.com dan http://www.swaramuslim.com orang-orang dibarat justru banyak masuk islam bukan karena Ahmadiyah. Orang eropa yang masuk Ahmadiyah hanya berapa gelintir saja 
Kata siapa mereka masuk dibarat berkat dakwah Ahmadiyah
Kebanyakan orang di eropa yang masuk Ahmadiyah kebanyakan orang india dan pakistan.
Quote Reni:
Marilah kita jujur dalam menilai Ahmadiyah. Terhadap sesuatu yang berbeda atau menganggap “sesat” sekalipun sejauh disertai dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, silahkan. Namun tidak tepat, kalau ketidaksukaan atau ketidaksesuai paham, kemudian menutup kebaikan yang telah dilakukan oleh Ahmadiyah. Tuhan mengingatkan: Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. ( Al Maidah: 8).
jawab:
maukah anda bersikap seperti yang telah saya sebutkan?
Andapun sebagai ahmadi harus bersikap jujur dan ikhlas serta mau mendengarkan pihak yang bisa membuktikan kesesatan Ahmadiyah. Silahkan anda klik http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?s=f3a2066100c79ed45a7b2051504f4b78&showforum=7
Sudah banyak saya membuktikan kesesatan ahmadiyah di link tsb….tinggal sekarang maukah anda bersikap jujur, ikhlas, bersifat kritis, mau mendengarkan orang lain, tidak mengkultuskan Ghulam Ahmad, dll
Quote Reni:
Klaim kenabian atas Mirza Ghulam Ahmad boleh diperdebatkan. tetapi bisakah dijelaskan bahwa Mirza terbukti hendak menggelincirkan iman para pengikutnya, atau membelokkan persaksian atas diri Muhammad sebagai Rasul, atau membelokkan pengikutnya untuk lari dari al Qur’an?.
jawab:
Semuanya sudah saya buktikan disini http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?s=f3a2066100c79ed45a7b2051504f4b78&showforum=7
Sudah jelas dari bukti-bukti dari buku-buku ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad menggelincirkan iman para pengikutnya, membelokkan pengikutnya untuk lari dari al Qur’an.
Tinggal anda masih bersikap bebal atau tidak….itu saja
Juni 29, 2008 at 1:53 pm
Buat Reni
Hadits (laa mahdiyya illa Isa) yang anda kutip adalah hadits dhaif. Bisa anda lihat disini http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=13&st=0
Masih ada beberapa lagi hadits lain yang biasa dipergunakan Ahmadiyah untuk menguatkan kenabian Ghulam Ahmad. Silahkan lihat satu persatu-satu pada link tsb.
Pertanyaan buat anda, apakah yang dilakukan Ahmadiyah dengan menggunakan baik hadits dhaif maupun maudhu’ dibenarkan? Dengan cara begitukah pembela Islam berdalil?
Juni 30, 2008 at 9:29 am
saya ingin bertanya tentang imam mahdi…? apa kah dia benar2 akan turun. karena saya pernah membaca hadis bukhari tentang imam mahdi: muhamad berkata apa bila mahdi telah turun maka baiatlah kamu mesti harus merayap di atas gunung es.
yang saya mau tanya adalah..
1. apa bila mahdi telah turun apa kah iya tidak mendapatkan wahyu dari Allah
2. bagai mana ciri nabi yang benar
3. apakah nabi isa itu masih hidup dilangit dengan raga yang kasar,dan aka turun untuk membunuh dajal. kira2 kalo nabi sai turun berapa ya umurnya?
sekian pertanyan saya semoga di jawab
Juli 1, 2008 at 7:15 am
kalu menurut kristiani yang menjadi hakim yang adil ,yang menghakimi orang yang hidup dan yang mati adalah Isa Al Masih
karena dia bergelar ISA Kalimatullah = Isa adalah Firman Allah
sesuai yang tertulis di Injil Yohanes
salam
Juli 1, 2008 at 7:17 am
imam mahdi sepertinya lebih tepat adalah isa itu sendiri dan bukan orang lain
Juli 2, 2008 at 4:34 am
tiga dasarnya iman menjauhkan diri dari orang yang membaca syahadat janganlah kamu menyebutnya kafir atau mengeluarkan dari islam. orang indonesia hanya bisanya mengkafirkan orang islam bukan menfislamkan orang kafir.
Juli 2, 2008 at 4:43 am
ini kafir itu kafir,teknologi barat kafir,bahkan bergaul dengan bangsa yang bukan islam kafir.padahal tiap hari kita mengunakan teknologinya orang barat. wah tu namae munafik banget…..
kenapa kok nggak naik onta aja…dari jakarta ke bandung….
siapa yang memakai celak mata,memakai jubah yang panjang dan bau kemenyan, dan tasbih yang selalu berputar inikah islam? inikah agama allah…. ?
Juli 2, 2008 at 4:56 am
mungkin aja yang di baca buku tentang lain buku dari….mohon dipahami kata2 tentang dan dari ok.JAI mengakui MIRZA GHULAM AHMAD sebagai nabi,umat kebanyakan nabi isa akan datang pada akhir zaman.sama saja menyokong dogma geredja yaitu pasal 6 dan 7 betul gak?,….berarti keduanya sama2 mengakui ada nabi setelah nabi muhammad.yang satu nabi baru yang kedua ada nabi lama….
nabi isa udah mati ribuan tahun yang lalu ironis sekali klo kita mengharap kedatangan nabi isa yang masih hidup diatas langit sedangkan kuburannya ada di khasmir,srinagar. buku dari faber kaiser”jesus die in kashmir” dan “jesus heaven on earth”.
Juli 2, 2008 at 2:51 pm
Quote purnomo:
saya ingin bertanya tentang imam mahdi…? apa kah dia benar2 akan turun. karena saya pernah membaca hadis bukhari tentang imam mahdi: muhamad berkata apa bila mahdi telah turun maka baiatlah kamu mesti harus merayap di atas gunung es.
yang saya mau tanya adalah..
1. apa bila mahdi telah turun apa kah iya tidak mendapatkan wahyu dari Allah
jawab:
Kalau saya melihat pertanyaan anda, kelihatan anda seorang ahmadi. Kenapa mesti malu-malu
Apa ada dlm Al-Qur’an ttg kedatangan mahdi? bisa anda tunjukkan ayatnya?
Quote purnomo:
2. bagai mana ciri nabi yang benar
jawab
Apa ada lagi nabi sesudah nabi muhammad SAW?
coba baca yg ditulis shadow di link ini.
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0 Posted: Nov 11 2007, 09:56 AM
Quote purnomo:
3. apakah nabi isa itu masih hidup dilangit dengan raga yang kasar,dan aka turun untuk membunuh dajal. kira2 kalo nabi sai turun berapa ya umurnya?
sekian pertanyan saya semoga di jawab
jawab:
Isa telah wafat dan tidak mungkin orang yang telah wafat bangkit dari kubur. Terlebih lagi orang yg mengatakan isa telah wafat tetapi akan datang pd akhir zaman nanti dlm wujud Ghulam Ahmad….ini adalah alasan yang konyol
Juli 2, 2008 at 2:55 pm
Quote velik:
nabi isa udah mati ribuan tahun yang lalu ironis sekali klo kita mengharap kedatangan nabi isa yang masih hidup diatas langit sedangkan kuburannya ada di khasmir,srinagar. buku dari faber kaiser”jesus die in kashmir” dan “jesus heaven on earth”.
jawab:
benar, isa telah wafat dan tidak akan turun isa-isa yang lain termasuk Ghulam Ahmad
Juli 2, 2008 at 3:02 pm
Quote love:
imam mahdi sepertinya lebih tepat adalah isa itu sendiri dan bukan orang lain
jawab:
oh anda ternyata ahmadi juga. Doktrin ahmadiyah Mahdi itu adalah Isa.
Lalu hadits ttg Mahdi mengimami Isa….apakah hadits dhaif/maudhu’ ataukah hadits dhahih? Kalau anda mengatakan hadits tsb shahih berarti bertentangan dgn ucapan anda. Apabila anda mengatakan hadits tsb adalah hadits dhai’f/maudhu’, tolong berikan alasannya?
Juli 2, 2008 at 3:09 pm
Quote jhon:
tiga dasarnya iman menjauhkan diri dari orang yang membaca syahadat janganlah kamu menyebutnya kafir atau mengeluarkan dari islam.
jawab:
tetapi harus melaksanakannya….bukan hanya sekedar berucap saja.
Quote jhon:
orang indonesia hanya bisanya mengkafirkan orang islam bukan menfislamkan orang kafir.
jawab:
upsss…anda telah memitnah…apa anda sadar apa yang telah anda tulis. apa semua orang indonesia bisanya mengkafirkan orang islam?
apa anda bisa membuktikannya?
Juli 2, 2008 at 3:20 pm
kesimpulannya…kalau tidak salah, purnomo, jhon, love dan velik adalah ahmadi

semuanya malu-malu mengatakan kalau dirinya ahmadi
Juli 2, 2008 at 3:25 pm
saya tidak pernah menganggap ahmadiyah kafir lho.
Dalam tadzkirah tertulis “Anta imaamun mubaarakun, la’natullahi ‘alalladzii KAFARA” (Tadzkirah hal. 749).
yang artinya sebagai berikut: “Kamu adalah Imam yang di berkahi, Laknat Allah atas orang-orang yang Ingkar(kafir)”.
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, yang mengatakan kafir terlebih dahulu terhadap Islam adalah Ahmadiyah dahulu ataukah Fatwa Ulama Islam?
Juli 3, 2008 at 12:53 pm
Ahmadi tidak berkutik
Juli 3, 2008 at 8:31 pm
Salam kenal,
saya monitor juga di sini.
Trims dan wassalam,
Juli 4, 2008 at 7:53 am
KHALIFATUL MASIH ANSWERS:
How can Ahmadis believe that the other Muslim sects are wrong if everyone will ultimately be judged according to their own individual actions?
http://www.askislam.org/religions_and_beliefs/islam/sects/question_576.html
Of the many sects of Islam, why do Ahmadis believe that the Ahmadiyya sect is the correct one?
http://www.askislam.org/religions_and_beliefs/islam/sects/ahmadiyyat/question_335.html
How did a false concept regarding the finality of prophethood get introduced into Islam despite the fact that there mujaddids (reformers) and Imams had been clarifying this issue throughout Islam’s history?
http://www.askislam.org/concepts/prophecy_and_prophethood/question_695.html
Juli 4, 2008 at 7:54 am
Sun of the West is an Ahmadi Muslim
Juli 4, 2008 at 2:02 pm
oh nabi lama teman shadow ternyata memonitor juga. Salam kenal pak
Juli 6, 2008 at 5:03 pm
sebelumnya saya minta maaf,bukan maksud menggurui, anda salah dalam pemahaman opini,disinilah tugas anda sebagai kaum muslim untuk saling memberikan petunjuk yang selaras dengan ajaran qur’an dan hadist,banyak para ulama khususnya ulama indonesia,yang menyebut ahmadiyah/jai itu menyimpang,sesat,kafir dll.disinilah tantangannya tuk menselaraskan perbedaanyang timbul di dalam tubuh islam.
jihad di jalan allah tanpa adanya kekerasan……bimbinglah saudara-saudara kita yang telah keliru atau tidak sesuai dengan ajaran islam yang sebenarnya.karna pintu kenabian telah ditutup oleh muhammad saw. karna keyakinan itulah orang islam khususnya indonesia di sebut oleh mereka kafir,.support for everything…thank tuk koreksinya. salam kenal tuk semuanya…
saya JHON TARDI VON HOUTEN,MSC,LL,LB.
Juli 7, 2008 at 2:00 pm
Dukung lah pembubaran JAI aliran Qadiyani!
Juli 7, 2008 at 3:32 pm
mungkin lebih tepatnya anda jangan menyebut orang islam karena mencakup keseluruhan.
wajar kalau para ulama mengatakan ahmadiyah sesat karena apa yang mereka ucapkan dasarnya adalah Al-Qur’an dan hadits.
Juli 14, 2008 at 1:36 am
Sejak Markas Ahmadiyah di Parung-Bogor mendapatkan penyerangan dari sekelompok massa yang anti terhadap aliran ini (2005), seolah persekusi terhadap Ahmadiyah tiada kunjung berhenti. Bahkan di beberapa daerah seperti di NTB, Kuningan, Cianjur, Tasik Malaya, Sukabumi, dan di wilayah Sulawesi Selatan pun terjadi hal yang sama. Sehingga berita tentang aliran ini, tak jarang menjadi headline news di beberapa media cetak maupun elektronik. Puncaknya adalah di terbitkannya SKB tiga mentri tentang pembatasan ruang gerak Ahmadiyah dalam melakukan dakwah ke luar, khususnya yang berkaitan dengan akidah tentang kenabian Mirza Ghulam Ahmad (pendiri aliran Ahmadiyah).
Fenomena ini yang membuatku berkeinginan untuk menuliskan catatan kecil tentang Ahmadiyah, karena aku juga telah mengenal aliran ini sejak tahun 1995. Hal inilah yang membuatku terus mengikuti kasus yang terjadi dengan Ahmadiyah. Dan persekusi demi persekusi yang dialami oleh para pengikut Ahmadiyah di Indonesia memaksaku untuk menuliskan catatan ini.. Hatiku seperti tersayat sembilu ketika mengetahui dari sahabatku yang juga penganut aliran ini lewat pembicaraan via telepon beberapa waktu yang lalu, bahwa sampai saat ini, pengikut Ahmadiyah di NTB masih tinggal di pengungsian. Hal ini disebabkan aksi sekelompok massa yang memporak-porandakan dan membumi-hanguskan kampung mereka di desa Gegerung, Lombok Barat (2006).
Dengan berbagai macam dalih dan dalil, pihak yang anti terhadap Ahmadiyah berargumen untuk membenarkan tindakan mereka. Terakhir kasus yang terjadi di Monas (1/6), yang menyebabkan puluhan orang luka-luka karena penyerangan dari sekelompok orang yang mengatasnamakan Laskar Pembela Islam dengan alasan, acara yang akan digelar di Monas oleh AKKBB adalah aksi untuk mendukung Ahmadiyah. Padahal di beberapa media cetak, sebelumnya sudah dimuat iklan oleh pihak AKKBB, bahwa aksi mereka adalah untuk memperingati hari lahirnya Pancasila. Karena Ahmadiyah adalah bagian dari komponen anak bangsa, maka Ahmadiyah pun adalah salah satu yang diperjuangkan hak-hak hidupnya oleh Aliansi Kebangsaan untuk memperjuangkan kebebasan beribadah dan berkeyakinan ini.
Yang membuatku sangat kebingungan, pihak penyerang mengatakan, aksi mereka adalah untuk mendesak pemerintah segera membubarkan Ahmadiyah. Tragedi Monas itu terjadi disebabkan ketidak-tegasan pemerintah terhadap Ahmadiyah. Isu pun mulai bergeser, dari tindakan anarkis terhadap puluhan orang yang akan merayakan hari lahirnya Pancasila kepada perjuangan untuk menumpas aliran sesat. Yang perlu dipertanyakan, apabila isu itu telah bergeser, lalu apakah para pengikut Ahmadiyah disebabkan fatwa sesat dari MUI layak untuk diperlakukan seperti itu? Apakah karena label sesat tersebut, masjid, rumah, aset mereka halal untuk dirusak dan dibakar?
Walaupun pihak MUI, sebagai pihak yang bertanggung jawab mengeluarkan kembali fatwa sesatnya terhadap Ahmadiyah (2005), berulang kali menghimbau masyarakat untuk tidak berlaku anarkis, toh kenyataannya himbauan dari MUI tidak pernah digubris. Bahkan setelah fatwa itu keluar, seolah dijadikan pembenaran terhadap serangkaian aksi anarkis yang terjadi di beberapa daerah. Mereka lebih taat terhadap fatwa sesat MUI diikuti dengan gerakan yang mereka sebut penumpasan terhadap aliran sesat, daripada mendengarkan himbauan untuk tidak berlaku anarkis.
Padahal fatwa sesat MUI terhadap Ahmadiyah pun masih dipersoalkan oleh banyak pihak. Ada yang setuju tetapi tidak sedikit pula yang menentang, karena dalam mengeluarkan fatwanya, MUI dinilai tidak secara komprehensif memperhatikan faktor sosiologis masyarakat sehingga faktanya, fatwa mereka dijadikan legitimasi oleh pihak anti Ahmadiyah untuk memberangus aliran ini. Dampaknya cukup riil yaitu terjadinya aksi anarkis di beberapa daerah terhadap Ahmadiyah dan aset-asetnya.
Aku pun termasuk salah seorang yang menyoal fatwa MUI tentang sesatnya Ahmadiyah. Walaupun pada beberapa keyakinanku, terdapat ketidak-sepahaman dengan Ahmadiyah, akan tetapi sesat atau tidaknya Ahmadiyah bukan pada ranah manusia untuk menentukannya. Karena kita tidak tahu apakah golongan Sunni, Syi’ah,Wahabbi, Naqsabandiyyah, ataupun Ahmadiyah sendiri yang diridhoi Allah. Semuanya masih sebatas dalam tahapan effort untuk mengamalkan sepenuhnya perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Tidak ada klaim kebenaran yang bisa menjanjikan bahwa golonganku lah yang paling diridhoi Allah. Yang jelas Allah SWT hanya berfirman sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah SWT adalah yang paling bertakwa diantaramu.
Aku mengenal Ahmadiyah dari salah seorang kawanku semasa masih duduk di bangku Sekolah Menengah Umum (SMU). Dia adalah sosok pribadi yang sederhana walaupun orang tuanya cukup berada. Awalnya aku tidak mengetahui kalau kawanku itu seorang pengikut Ahmadiyah, hanya saja aku melihat ada beberapa hal yang menonjol darinya, yaitu stressing terhadap sholat dan infak. Hal itu yang membuat aku sangat bersimpati terhadapnya, karena dalam usia-usia seperti kami waktu itu, perhatian terhadap masalah ibadah sangat kurang sekali. Tapi baginya sholat adalah satu kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Bahkan dia selalu mengamalkan dengan rutin untuk melaksanakan sholat tahajjud. Satu kebiasaannya juga adalah menyisihkan dari uang saku yang diberikan orang tuanya untuk infaq fi sabilillah. Pernah beberapa kali aku menginap di rumahnya, ada kebiasaan yang cukup unik di keluarganya yaitu setelah sholat berjama’ah subuh dan maghrib selalu di lakukan daras al-Quran (ngaji) bersama-sama. Hal itu rutin dilakukan di keluarganya.
Sampai pada akhirnya aku bertanya ikut golongan Islam yang mana, lalu dia menjawab bahwa dia dan keluarganya adalah pengikut Ahmadiyah. Kemudian dia menjelaskan dengan panjang lebar tentang apa itu Ahmadiyah dan memberikan literatur-literatur nya juga. Aku sudah pelajari buku-buku itu dan beberapa kali sempat aku diskusikan juga dengan beberapa ulama yang aku kenal. Pada waktu itu aku menyimpulkan hanya ada satu perbedaan saja, yaitu masalah kedatangan Nabi Isa kembali di akhir zaman.
Oleh karena itu ketika muncul tuduhan-tuduhan terhadap Ahmadiyah, bahwa mereka syahadatnya berbeda dengan umat Islam lainnya, kitab sucinya bukan al-Quran, hajinya bukan ke Mekkah membuatku tersontak kaget, darimana tuduhan-tuduhan tersebut bisa muncul? Syahadat mereka sama dengan kita, kitab sucinya pun al-Quran, bahkan kedua orang tuanya telah menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Mereka juga puasa Ramadhan dan menunaikan zakat. Karena sesuai dengan sabda Rasulullah SAW kriteria muslim adalah :
Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Menurut Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhahullah dalam Ringkasan Syarah Arba’in an-Nawawi nya mengemukakan hukum meninggalkan rukun Islam dapat diperinci sebagai berikut: meninggalkan syahadatain hukumnya kafir secara ijma’, meninggalkan shalat hukumnya kafir menurut jumhur ulama atau ijma’ sahabat, dan meninggalkan rukun yang lainnya hukumnya tidak kafir menurut jumhur ulama.
Jadi kalau seseorang masih mengucapkan syahadatain dan mengerjakan sholat, sesuai dari penjelasan syarah hadits tersebut, dia tidak bisa dinyatakan kafir. Kawanku dan keluarganya yang pengikut aliran Ahmadiyah bukan hanya mengucapkan syahadatain dan mengerjakan sholat saja, rukun yang lainnya pun telah mereka kerjakan. Artinya mereka masih bagian dari Islam.
Apabila masalah pengakuan dari Mirza Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi dan Al-Masih Al Mau’ud (Nabi Isa yang dijanjikan) yang dipersoalkan, maka sesungguhnya keyakinan inipun masih sangat dipegang teguh oleh Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Satu ketika guru ngajiku, yaitu Kyai Nur demikian biasa aku memanggilnya, pernah menjelaskan bahwa kondisi dunia dan umat manusia yang sedang dalam degradasi moral ini akan bisa baik apabila datang Nabi Isa yang kedua. Bahkan beliau mengatakan wajib kiranya meyakini bahwa Nabi Isa a.s. itu akan turun kembali pada akhir zaman sebagai Nabi dan Rasul yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad SAW. Dan hal itu tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad saw. sebagai Nabi terakhir sebab Nabi Isa a.s. hanya akan melaksanakan syariat Nabi Muhammad saw. Mengenai keyakinan inipun dapat kita lihat dalam hasil Muktamar NU yang ke-3 tentang masalah diniyah di Surabaya tanggal 27 September 1928. Akan tetapi pada waktu itu, perbedaan antara aku dan kawanku yang Ahmadiyah itu adalah pada figur Nabi Isa nya. Menurutku Nabi Isa masih belum turun dan menurutnya Nabi Isa yang akan datang adalah tamsil (perumpamaan) , bukan Nabi Isa yang dulu. Dan menurutnya keyakinan bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai khatamun nabiyyin sampai kapanpun akan tetap dipegang dengan kuat.
Artinya, masalah turunnya Nabi Isa yang kedua kali masih sangat diperdebatkan oleh banyak pihak, karena sumber rujukan haditsnya pun sangat banyak. Perbedaan sangat dimungkinkan adanya karena luasnya penafsiran. Akan tetapi dalam menyikapi perbedaan itulah yang terpenting untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena negara kita adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan berkomitmen untuk melindungi setiap warga negaranya. Negara kita adalah Negara yang kaya akan ke-bhinekaan sehingga sikap saling tenggang rasa dan saling menghargai yang harus dikembangkan untuk menyikapi adanya perbedaan. Untuk itu dibutuhkan sikap toleran terhadap perbedaan sehingga iklim yang aman, damai, dan tentram dapat tercipta dan terjaga di negeri kita yang tercinta ini.
Islam pun mengajarkan untuk tetap menjaga ukhuwah dan mengedepankan toleransi dalam menyikapi setiap perbedaan. Sehingga Rasulullah SAW pernah bersabada perbedaan dalam umatku adalah rahmat. Wa Allah a’lamu bish shawab
Juli 14, 2008 at 2:08 am
geli bener deh baca komentar shadows bin udin atas komentarku.
bagaimana mungkin orang sebloon anda bisa memberikan komentar akurat atas masalah Ahmadiyah kalau mengambil kesimpulan dari komentar gue yang sedikitpun anda jauh keliru!
shadows bin udin bilang:
“Andapun sebagai ahmadi harus bersikap jujur dan ikhlas serta mau mendengarkan pihak yang bisa membuktikan kesesatan Ahmadiyah”
padahal dari kalimat gue: “…. Gak perlulah kita menganggap mereka sesat,..” anak gue yang kelas 2 sd aja bisa ngerti kalau rheni bukan Ahmadiyah..
shadows bin udin: bahasa anda menunjukkan kegusaran anda menghadapi Ahmadiyah, padahal mestinya anda tahu bahwa saat ini Ahmadiyah menjadi ngetop adalah gara2 prilaku manusia2 seperti anda. bukankah sebelum terjadinya penyerangan2 terhadap Ahmadiyah, orang tidak begitu banyak yang tahu Ahmadiyah dan yang tahupun tidak merasa perlu tahu lebih banyak. Tapi saat ini justru dengan perlakuan2 tidak terpuji yg mengatas namakan Islam oleh kelompok2 pemuja kekerasan dan pemuja kebohongan publik, justru telah membuat Ahmadiyah kini dikenal semua masyarakat. memang ada yg terprovokasi berbuat anarkis atau ikut2an mencap mereka sesat –padahal sebenarnya apa yg mereka katakan sesat itu cuma katanya–tapi tidak sedikit juga bung yang pake rasio dan malah mempelajarinya. seperti gue misalnya, dari dulu hidup gue memang selalu bersentuhan dg orang Ahmadiyah dari sejak kuliah sampe kerja ada aja teman yang pengikut Ahmadiyah, jadi gue tahu persis kualiatas ke Islaman mereka yang lebih berkwalitas ketimbang gue.dan saat itu gue gak tertarik untuk mempelajri lebih jauh.
bila kemudian saat ini gue jadi sering berdiskusi masalah Ahmadiyah justru karena gue melihat banyak ketidak benaran yang diungkapkan orang2 seperti anda. kebohongan seperti mengatakan bahwa kitab suci mereka tazkirah adalah suatu hal yang absurd ditelinga gue karena sangat tidak terbukti kebenaranya. Saat kuliah dulu kawan Ahmadiyah ku tidak pernah ketinggalan walau seharipun dari membaca Al-Qur’an demikian pula teman kerjaku saat ini.
Juli 14, 2008 at 6:33 am
Istighfar yuuk. Luruskan niat, luruskan iman. Kalo yang merasa Ahmadiyah dan temannya Ahmadiyah ngotot, silahkan saja. Begitu pula yang kontra-Ahmadiyah. Masing-masing punya argumentasi untuk mempertahankan kebenaran versi-nya sendiri. Dan yang namanya iman, sulit dicerabut dari hati dan akal. Tak peduli apakah keimanan itu benar atau salah.
Sebenarnya perang pemikiran dan keyakinan di antara umat Islam sendiri sudah muncul sejak dulu. Bahkan di masa Rasulullah saw masih hidup. Sebab orang-orang yang membenci Islam tak henti-hentinya melakukan pembusukan di barisan kaum muslimin. Ada orang yang mengaku nabi yaitu Musailamah al-Kadzab. Meskipun kebohongannya sangat kasat mata, ternyata banyak juga pengikutnya. Di masa kekhalifahan pun, terjadi pertikaian tentang siapa yang pantas menjadi khalifah sepeninggal Nabi Muhammad. Hingga akhirnya umat Islam terbelah dalam mendukung kekhalifahan ‘Ali ra. atau Mu’awiyah. Yang berujung pada munculnya Syi’ah.
Kalau dulu saja, ketika Rasulullah masih sangat “terasa” kehadirannya sudah terjadi hal-hal yang aneh semacam itu. Apalagi sekarang, saat telah kering tinta dituliskan, dan telah jauh berlalu para pelaku dan saksi sejarah kelahiran Islam, Rasulullah Muhammad saw beserta keluarga dan para sahabatnya. Semua warisan Islam berupa Qur’an dan Sunnah telah buaannyak ditafsirkan oleh manusia masa kini dalam berbagai kata, tulisan, maupun perilaku. Seringkali, dengan penafsiran yang sekehendak hati mereka. Celakanya lagi, karena sifat sombong manusia, kebanyakan merasa penafsiran yang mereka buat telah dan paling benar.
Tapi Allah Maha Benar dan Maha Mengetahui. DIA mencatat setiap kelebat niat, setiap dzarrah keikhlasan iman, dan setiap tetes amal yang diperbuat oleh setiap manusia. Tidak ada yang terlewati setitik pun, seorang pun.
Dan jangan lupa, Allah Maha Membalas. Maka setiap niat, iman, dan amal baik maupun buruk manusia tadi, pasti DIA sediakan balasannya.
Maka baiknya, setelah hujjah saling disampaikan, katakanlah pada mereka yang berbeda keyakinan: Lakum diinukum waliyadiin. Lanaa a’malunaa wa lakum a’maalukum. (Bagimu “keberagamaan”mu dan bagiku “keberagamaan”ku. Bagi kami amalan kami dan bagi kalian amalan kalian).
Wallahua’lamu.
Akhirnya, agar komentar ini tidak di salah artikan, saya tegaskan bahwa saya InsyaAllah 100% muslim dan kontra terhadap aliran-aliran yang “mbulet”. Mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan di hati.
Juli 15, 2008 at 3:16 am
Quote reni:

Ahmadiyah menjadi ngetop adalah gara2 prilaku manusia2 seperti anda. bukankah sebelum terjadinya penyerangan2 terhadap Ahmadiyah, orang tidak begitu banyak yang tahu Ahmadiyah dan yang tahupun tidak merasa perlu tahu lebih banyak.
Tapi saat ini justru dengan perlakuan2 tidak terpuji yg mengatas namakan Islam oleh kelompok2 pemuja kekerasan dan pemuja kebohongan publik, justru telah membuat Ahmadiyah kini dikenal semua masyarakat. memang ada yg terprovokasi berbuat anarkis atau ikut2an mencap mereka sesat –padahal sebenarnya apa yg mereka katakan sesat itu cuma katanya–tapi tidak sedikit juga bung yang pake rasio dan malah mempelajarinya
jawab:
hii…hiii…Reni sudah esmosi berat sama ene sampe keubun-ubun bilang gw ikut memuja kekerasan segala…fitnah nih ye..
Ahmadiyah juga ngetop karena sesatnya lho Reni…
Apa ente orang sedikit itu yang memakai Rasio….apa iya ente memakai rasio ente
Quote renI:
saat ini gue jadi sering berdiskusi masalah Ahmadiyah justru karena gue melihat banyak ketidak benaran yang diungkapkan orang2 seperti anda. kebohongan seperti mengatakan bahwa kitab suci mereka tazkirah adalah suatu hal yang absurd ditelinga gue karena sangat tidak terbukti kebenaranya. Saat kuliah dulu kawan Ahmadiyah ku tidak pernah ketinggalan walau seharipun dari membaca Al-Qur’an demikian pula teman kerjaku saat ini.
jawab:
apa bener ketidakbenaran yang telah saya ungkap. apa iya?????? berarti ente tidak menggunakan rasio dong kalau menganggap ahmadiyah tidak sesat.
Apa karena tidak ketinggalan seharipun membaca Al-Qur’an lalu menganggap mereka bener….hee…heee apa itu tandanya ente menggunakan rasio ente
Juli 15, 2008 at 3:42 am
Para pembaca kita uji reni, apakah dirinya menggunakan rasio atau tidak. Karena banyak orang yg mengaku menggunakan rasio namun kenyataannya omong kosong
coba saya uji ente dengan salah satu wahyu yg diterima oleh Mirza Ghulam Ahmad dari tuhannya.
“Sesungguhnya perintahmu apabila kamu berkehendak terhadap sesuatu maka apabila kamu berkata kepadanya “jadilah” maka jadilah ia” (Tadzkirah hal.656)
klik http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59&st=0
Posted: Jul 22 2007, 11:21 PM
sekarang saya bertanya kepada kalau anda benar-benar menggunakan rasio ente. Bagaimana menurut anda maksud dari wahyu tsb? sesat atau tidak? silahkan dijawab.
Kita tunggu para pembaca jawaban reni atas pertanyaan ini….apa iya dirinya menggunakan rasionya
Juli 15, 2008 at 9:58 pm
Quote:
Islam pun mengajarkan untuk tetap menjaga ukhuwah dan mengedepankan toleransi dalam menyikapi setiap perbedaan.
Jawab:
Terhadap ajaran nabi palsu apa Nabi SAW mencontohkan toleransi?
Juli 16, 2008 at 3:12 am
Kesalahpahaman terhadap Jamaah Ahmadiyah yang saya himpun adalah sebagai berikut:
1.1: Kalimah Syahadat Ahmadiyah lain.
1.2: Ahmadiyah punya kitab suci baru yaitu “Tadzkirah”.
1.3: Ahmadiyah membajak, memalsukan dan merobah-robah ayat al-quran.
1.4: Fiqih Ahmadiyah mengelirukan.
1.5: Ahmadiyah punya tanah suci sendiri untuk naik hajinya yaitu Qadian.
1.6: Ahmadiyah punya kalender tersendiri Hijri Syamsi.
1.7: Pendiri Ahmadiyah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. tidak naik haji.
1.8: Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. nauzubillah berpenyakit tidak waras.
1.9: Pengakuan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. yang bertentangan mengenai Nabi Isa a.s..
1.10: Pengakuan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. yang bermacam-macam, kadang ini dan kadang itu.
1.11: Ahmadiyah memansuhkan jihad.
1.12: Ahmadiyah punya nabi baru yang ke 26. yaitu Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.
1.13: Ahmadiyah menganggap Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. lebih mulia dari Nabi Muhammad saw.
1.14: Ahmadiyah menganggap bahwa NAbi ISa a.s. telah wafat dan Hz.Mirza Ghulam Ahmad a.s.adalah Nabi Isa yang dijanjikan.
1.15: Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. mengaku jadi Tuhan.
1.16: Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. adalah antek Inggris.
1.17: Imam Mahdi Ahmadiyah yaitu Hadhrat Mirza Ghulam a.s. Ahmadiyah bukan dari keturunan Quraisy tapi adalah keturunan Farsi
1.18: Hz.Mirza Ghulam ahmad mengaku menerima wahyu
1.19: Wanita Ahmaduiyah haram kawin dengan bukan Ahmadiyah.
1.20: Orang Ahmadiyah tidak mau shalat dibelakang bukan Ahmadiyah.
1.21: Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s ingin menikah dengan janda orang lain.
1.22: Ahmadiyah mengingkari khataman nabiyyin.
1.23: Ahmadiyah mengakatakan kapir kepada bukan Ahmadiyah.
1.24: Ahmadiyah difatwakan kafir oleh Konferensi Islam sedunia.
1.25: Ahmadiyah mewajibkan bai’at kepada Khalifahnya.
II. Tugas Jemaat Ahmadiyah.
III. Tanggapan Ahmadiyah atas kesalah pahaman.
IV. Nama Ahmadiyah.
JAWABAN :
I. 1: Kalimah syahadat Ahmadiyah lain.
Kalimah Syahadat Jemaat Ahmadiyah seperti yang selalu kita dengar dari mesjid-mesjid Ahmadiyah di seluruh dunia ketika dikumandangkan azan lima waktu adalah : Asyhadu allailaaha illallahu Wa asyhadu anna muhamadar rasulullah.
Dan orang Ahmadiyah tidak bertaqiah seperti orang-orang syiah yaitu lain yang diucapkan dan lain pula yang dipahami dalam hati.
I. 2.: Ahmadiyah mempunyai kitab suci baru Tadzkirah.
Kitab suci Ahmadiyah adalah Alquran yang 30 Juz, satu ayat pun bahkan satu koma pun tidak ada yang dikurangi atau pun yang ditambah. Dalam perayaan 100 tahunnya 1989, Jemaat Ahmadiyah telah mencetak dan menterjemahkan kitab suci Alquran kedalam 100 bahasa dunia. Sedangkan tentang Tadzkirah, mulanya bukanlah sebuah buku, tapi adalah catatan catatan dari pendiri Jemaat Ahmadiyah tentang kasyaf, ilham, wahyu dan mimpi-mimpi yang benar dari Allah Ta’ala yang beliau terima. Itu pun beliau catat dibanyak buku, selebaran atau majalah-majalah yang terbit dizaman beliau. Kemudian dihimpun atau disatukan yang baru dicetak pertama kali berupa buku dengan nama Tadzkirah pada tahun 1935. Cetakan ke-2 pada tahun 1956 dan cetakan ke-3 tahun 1969. Oleh karena itu bagaimana mungkin dapat dikatakan Tadzkirah adalah kitab sucinya Ahmadiyah. Karena dengan kitab suci apa orang Ahmadiyah berpegang sebelum buku itu dihimpun tahun 1935. Artinya apakah orang-orang Ahmadiyah tidak punya kitab suci antara tahun 1989 s/d tahun 1935, bahkan kita dapat mengatakan 90% anggota Ahmadiyah belum mengenal buku Tadzkirah dan isinya. Jadi sekali lagi buku Tadzkirah bukanlah kitab sucinya orang Ahmadiyah.
1.3: Ahmadiyah membajak memalsulkan dan merobah-robah ayat Al-Qur’an .
Tentang membajak, memalsukan dan merobah ayat-ayat Al-Qur’an memang ada ayat-ayat Al-Qur’an yang di ilhamkan kepada pendiri Ahmadiyah. Maka yang menjadi pertanyaan? apakah ayat-ayat Al-Qur’an tidak bisa lagi di ilhamkan baik melalui ru’ya atau mimpi kepada orang-orang saleh di dalam Islam itu sendiri. Bahkan ada juga ayat-ayat yang diturunkan kepadaImam Syafi’i, Hadhrat Syeh Abdul Qadir Jaelani dan wali-waliullah yang lainnya ? Kalau ada, apakah dapat kita katakan bahawa para waliullah-waliullah itu juga membajak ayat-ayat suci Al-Qur’an. Bahkan di dalam istikharah, misalnya dam meminta jodoh pernah kejadian melalui mimpi turun ayat surah al-baqarah sebagai jawaban istikharahnya hingga lidahnya memnyebut ayat : Walahum Fihaa azwajum muthahharotun wahum fiha kholidun (Al-baqarah) .
Kemudian dari 100 terjemah Al-Qur’an yang dicetak oleh orang Ahmadiyah, tidak ada ayat-ayat yang dirobah-robah atau dipalsukan orang. Namun ada beberapa wahyu Hazrat Masih Mau’ud a.s. menafsirkan wahyu beliau itu kedalam bahasa Arab dengan kami turunkan ia dekat dari Qadian. Maksudnya hu dalam ayat itu adalah beliau sendiri. Jadi tafsir kita tidak boleh menyebut pemalsuan ayat-ayat Al-Qur’an.
I.4: Fiqih Ahmadiyah mengelirukan.
Dalam Hadis Nabi saw. dikatakan bahwa kalau nanti Imam Mahdi a.s. turun dia tidak akan ber mazhab atau berpegang kepada satu mazhab. Jadi dengan kata lain Ahmadiyah bisa mengamalkan ke empat empat mazhab yang ada dalam Islam. Seperti contohnya dalam hukum-hukum ibadah (shalat, puasa, haji dll). Memakai mazhab Hanafi bisa saja dalam hukum Tijaroh perdagangan memakai mazhab Maliki dan dalam hukum Hudud pidana memakai mazhab Hambali atau Syafi’i. Kadang-kadang dengan demikian tentu orang-orang yang tidak mengerti, akan mengatakan orang Ahmadiyah mempunyai fiqih yang mengelirukan.
I.5: Ahmadiyah mempunyai tanah suci sendiri untuk naik haji yaitu Qadian.
Ini juga satu informasi yang salah atau satu pelintiran oleh orang-orang yang selalu salah paham terhadap Ahmadiyah. Banyak orang Ahmadiyah sudah pergi ke Qadian atau Rabwah bahkan orang-orang Ahmadi yang tinggal dikedua kota tersebut, kalau mereka belum naik haji ke Mekah, Ahmadiyah tidak mengatakan mereka sudah naik haji. Orang-orang Ahmadi yang mungkin juga duduk pada majlis Jalsah ini yang sudah naik haji maka mereka tetap naik haji ke Mekkah Baitullah.
I.6.: Ahmadiyah mempunyai kalednder sendiri Hijri Syamsi.
Itu benar, tapi bukan berarti Ahmadiyah tidak memakai kalender yang lain. Selama ini kita mengenal dua kalender, satu kalender tahun Masehi yang dihitung sesuai peredaran matahari (Syamsiah) dan yang kedua kalender Islam yang dihitung dari peredaran bulan (Qomariah), Kalender Masehi penanggalannya dimulai dari hari kelahiran Nabi Isa a.s. dengan sistim penghitungan Syamsiah sedangkan kalender Islam penanggalannya dimulai dari semenjak Nabi Hijrah dengan penghitungan Qamariah. Kalender Islam selalu dipakai untuk jadwal ibadah orang-orang Islam. Maka Hadhrat Khalifatul Masih ke II Jemaat Ahmadiyah menemukan kalender baru, yaitu kita selalu bersandar kepada penanggalan Masehi, apa salahnya ada kalender untuk urusan-urusan duniawi orang-orang Islam yang penanggalannya dihitung mulai dari Masehi Hijrah nabi dengan sistim Syamsiah kemudian bulannya diberi nama sesuai dengan sejarah permulaan Islam.
I.7.: Pendiri Ahmadiyah Hz.Mirza Ghulam Ahmad a.s. tidak naik haji.
Haji merupakan ibadah wajib tetapi tetap dengan syarat antaranya biaya yang cukup kesehatan, dan keamanan. Pada saat Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. mau naik haji ketika itu ulama-ulama di Mekah telah membuat fatwa bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. adalah kafir dan murtad dan wajib di bunuh. Maka apakah mungkin ketika nyawa beliau tidak selamat bahkan di negeri sendiri apalagi mau pergi ke tanah suci Mekah dimana ulama-ulama Mekah telah siap untuk membunuh beliau. Atas dasar itulah Hz.Mirza Ghulam Ahmad a.s. tidak bisa naik haji kerena nyawa beliau terancam. Seperti halnya juga kita tidak menjumpai dalam hadis-hadis Rasulullah saw. membayar zakat padahal zakat adalah juga ibadah wajib. Bahwa karena syaratnya tidak cukup, maka Rasulullah saw. juga tidak melakukannya/ membayar zakat.
1.8.: Nauzubillah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. berpenyakit tidak waras.
Dituduhkan beliau tidak waras karena didapati belaiu memakai sepatu kiri dan kanan kadang-kadang terbalik. Namun ini juga satu pelintiran oleh orang-orang yang tidak mau memikirkan dengan hati nurani. Padahal sepatu yang dipakai oleh Hadhrat Masih Mau’ud a.s. yaitu sepatu Punjabi atau sepatu Aladin, yang memang dipakai berganti-gantian kiri dan kanan supaya bentuk sepatu itu tetap utuh, lurus dan asli. Itu juga yang dilakukan oleh Hz.Mirza Ghulam Ahmad a.s.
1.9.: Pengakuan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s yang bertentangan mengenai Nabi Isa a.s. Ini memang benar Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mempunyai 2 pendapat tentang Nabi Isa a.s. dan selalunya para Utusan Tuhan mempunyai 2 pendapat atau 2 pendirian. Kehidupan para utusanAllah saelalu terbagi kepada dua masa yaitu : 1) masa sebelum diutus ( sesudah menerima wahyu). Hz. Khataman Nabiyyin Nabi Muhamad saw. juga mempunyai dua masa dengan dua pendirian, contohnya dalam beribadat dan dalam menjalankan hokum-hukum syariah, seperti :
1) Sebelum ayat alquran turun membawa perintah untuk menghadap ka’bah Baitullah, Rasulullah saw. selalu shalat ke baitul maqdis di Yerusalem.
2) Sebelum ayat-ayat al-Quran mengenai zina dan ayat-ayat yang lain diturunkan, Rasulullah saw. selalu memutuskan masalah berkaitan berpandukan Al-Kitab.
Keterangan diatas menunjukan Nabi Muhammad saw. mempunyai dua pendirian, demikian jugalah halnya dengan Hazrat. Mirza Ghulam Ahmad a.s. dimana beliau mempunyai dua masa dengan dua pendirian yakni :
1) Masa sebelum mendapat wahyu tanpa syariat dari Allah Ta’ala.
2) Masa sesudah wapat wahyu tanpa syariat dari Allah Ta’ala
1.10.: Pengakuan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. yang bermacam-macam.
Pengakuan-pengakuan Mirza yang lain-lain.
JAWAB :
Kalau orang yang memusuhi Jemaat Ahmadiyah menilai sesuatu hanya dari kacamata ilmunya dan sedikitpun tidak memiliki niat yang baik, maka caci maki, ejekan dan cemoohan perkara biasa baginya. Lebih-lebih lagi tujuannya mengulas atau merngutip perkara-perkara yang berhubungan dengan Jemaat ahmadiyah dan pendirinya adalah semata-mata untuk menghasut dan menimbulkan perasaan permusuhan dan fitnah kepada masyarakat terhadap Jemaat Ahmadiyah. Mereka hanya mengutip sebahagian ayat-ayat Al-Qur’an untuk mengerang Islam. Misalnya mereka mengutip sepotong ayat Al-Qur’an dalam surah Ma’un yang berbunyi : “Fawailul lilmushollin” . Artinya : Maka celakalah orang-orang yang shalat.
Kalaulah ayat itu hanyadiambil sebagian sahaja, sudah tentu membawa arti bahwa orangshalat akan celaka dan binasa. Padahal ayat ini belum sempurna selagi tidak disambung dengan ayat berikutnya, yang berbunyi : “Alladiina hum ‘an shalaatihim saahuun”. Artinya : (Yaitu) orang-orang yang lalai dalam sembahyang mereka. Oleh karena itu perbuatan ulama-ulama yang memusuhi adalah sama seperti mana yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam.
Karena Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as. ada mendakwakan dirinya dalam berbagai nama, makna itu adalah nama-nama sifat dan bukan nama secara harfiah yang dibawa dari lahir. Nama-nama sifat ini juga berlaku pada Rasulullah saw.
I.11: Ahmadiyah Memansuhkan Jihad.
Perlu kita ketahui, Jihad itu apa? Jihad keluar dari kata jahada, yang berarti “ia berusaha”. Jadi, Jihad adalah segala usaha dalam memperjuangkan Islam demi memperoleh keridaan Allah Taala. Sekurang-kurangnya Jihad terbagi 4 (empat), yaitu: jihad akbar, jihad kabir, jihad shagir, dan jihad ashghar. Dalam Hadis Rasulullah saw., terbukti melawan hawa nafsu disebut jihad akbar. Apakah jihad melawan hawa nafsu memakai pedang? Tentu jawabannya: Tidak. Namun, pendapat selama ini terutama pendapat ulama-ulama fundamentalis yang disebut jihad hanya berjuang di jalan Allah dengan pedang. Jadi, kalau Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dalam tulisan beliau memansuhkan jihad, maksudnya adalah: Jihad dengan pedang, dan tidak ada lagi perang dengan pedang untuk menyebarkan Islam. Jihad dengan pedang termasuk dalam jihad ashgar (jihad yang paling kecil). Sedangkan, jihad yang lain seperti jihad akbar, yaitu jihad dengan hawa nafsu. Jihad Kabir yaitu jihad dengan Al-Qur’an, dan jihad shagir yaitu jihad dengan harta (bil mal) masih ada, dan tetap dilakukan oleh Ahmadiyah sampai hari kiamat.
I.12.: Ahmadiyah Punya Nabi Baru yang ke-26, yaitu Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.
Sebenarnya Ahmadiyah tidak mempunyai Nabi baru. Tetapi, Ahmadiyah mempunyai konsep dan terminologi baru tentang Nabi atau Rasul. Kalau dipandang dari konsep Nabi seperti yang biasa dipakai oleh bukan Ahmadiyah, maka Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. bukanlah Nabi. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. sendiri dalam buku beliau—Ek Ghalatii Kaa Izaalah (Memperbaiki Suatu Kesalahan)—menulis:
“Dan, bila manapun atau dimanapun aku telah mengingkari panggilan Nabi atau Rasul, maka artinya tidak lain adalah bahwa aku bukanlah Nabi atau Rasul yang mustaqil, yang membawa syariat atau Nabi yang berdiri sendiri. Tapi aku menerima karunia-karunia kerohanian dari Rasulullah saw. karena aku menaati beliau saw..
“Man nestam rasuul wa naee wurdah kitaab.”
Artinya: “Aku bukan Rasul yang membawa syariat baru.”
Jadi, jelas bahwa Ahmadiyah mempunyai konsep baru tentang Nabi dan Rasul dan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. sebagai Nabi adalah juga sesuai dengan konsep yang dikemukakan oleh Ahmadiyah itu. Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s. menulis lagi:
Aku tidak mengaku menjadi Nabi dan Rasul seperti yang dipikirkan mereka, (maksudnya, menurut konsep yang biasa dipahami di luar Ahmadiyah). Tapi, harus diketahui bahwa aku adalah Nabi dan Rasul seperti yang aku terangkan.
Begitu panjang Hadhrat Masih Mau’ud a.s. menerangkan tentang Konsep Kenabian yang dianut oleh Ahmadiyah yang memang baru (berlainan) dari Konsep Kenabian yang dipercayai selama ini dalam masyarakat Islam umumnya. Kemudian, akan timbul pula pertanyaan bahwa bukankah Isa Yang Dijanjikan yang berbeda dengan Isa yang dahulu itu sesuai dengan ciri-ciri fisik yang diterangkan Nabi saw. tetap berpangkat Nabi, beragama Islam dan berpegang kepada syariat Islam. Dan itu juga tidak melanggar Khaataman Nabiyyiin Hadhrat Rasulullah saw.
I.13.: Ahmadiyah Menganggap Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. lebih mulia dari Rasulullah saw.
Ini adalah juga satu kesalahpaham yang kadang-kadang dapat kita sebut fitnah juga. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad menulis dalam syair beliau.
“Yeh samr bagh Muhammad se hi khaya hamne”
Artinya : “Buah-buah ini hanya dari kebun Muhammad kami dapat memakannya”
I.14.: Ahmadiyah menganggap Nabi Isa a.s. telah wafat dan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. adalah Nabi Isa Yang Dijanjikan.
Itu adalah benar. Dan, Ahmadiyah mempunyai dalil-dalil dari Alquran dan Hadis tentang Nabi Isa Israili a.s. telah wafat. Bukankah Rasulullah saw. Tidak pernah bersabda bahwa Nabi Isa naik ke langit.
Dalam Al-Qur’an Allah s.w.t berfirman:
“Idz qolallahu yaa ‘Isa inni mutawaffika wa raafi’uka ilayya”
Artinya : “Ingatlah ketika Allah berkata hai Isa, sesungguhnya aku akan mematikan engkau, dan akan mengangkat engkau kepadaKu.”
Di sini Allah ta’ala akan mengangkat Isa a.s. setelah mutawaffika (kematian) dan diangkat kepada Allah (bukan langit).
Dalam Hadits Rasulullah s.a.w bersabda :
“Inna ‘Isabna Maryama ‘assya ‘isriina wa miata sanatin”
Artinya : “Sesungguhnya Isa ibnu Maryam berumur 120 tahun.”
Sedangkan untuk Nabi Isa yang dijanjikan, Rasulullah s.a.w bersabda:
“Kaifa antum idza nazala ibnu Maryama fiikum wa imaamukum minkum”
Artinya : “Bagaimana keadaan kamu (orang Islam) ketika Ibnu Maryam turun dari kamu (orang Islam) dan ia imam kamu dari kamu (orang Islam).
Dari ayat itu jelas bahwa Isa Ibnu Maryam yang akan datang turun dari umat Islam.
I.15.: Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. mengaku sebagai Tuhan.
Ini juga satu masalah yang sengaja dipelintir padahal yang sebenarnya ini merupakan mimpi beliau. Para ulama-ulama Islam yang memusuhi beliau dengan sengaja memberikan arti dan tafsir yang salah kepada mimpi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. Ini beliau tulis dalam buku berjudul Ainah Kamalat Islam halam 564. Tujuan mereka berbuat demikian adalah supaya mimpi dan ru’ya beliau a.s. dianggap oleh orang-orang memusuhi Jemaat Ahmadiyah benar-benar terjadi di alam nyata. Kita sama-sama tahu bahwa mimpi bukanlah alam nyata seperti dalam surah Yusuf ayat 5 diceritakan tentang mimpi Nabi Yusuf a.s. melihat 11 bintang, matahari dan bulan, sujud kepada beliau. Ini tentu tidak bisa dikatakan alam nyata karena bagaimana mungkin bintang, matahari dan bulan bisa sujud ? Apa mereka punya lutut. Dalam tulisan beliau itu, dalam mimpi beliau melihat diri beliau menjadi pandangan Allah Ta’ala yang menurut ta’wil mimpi artinya beliau adalah orang dekat dengan Allah swt. Ini ada dalam Sahih Bukhari, diriwayatkan sebuah hadits Qudsi bahwa sabda Rasulullah saw., Allah Ta’ala telah berfirman. Artinya : Hambaku yang membiasakan diri dalam pekerjaan-pekerjaan nafal, maka ia lama kelamaan akan begitu dekat kepada ku hingga Allah mencintainya. Kalau aku telah mencintainya maka aku akan menjadi telinganya yang dengan itu ia mendengar, dan aku akan menjadi matanya yang dengan itu ia melihat. Aku akan menjadi tangannya yang dengan itu ia memegang, aku akan menjadi kakinya yang dengan itu ia berjalan. Dari hadits ini jelas seakan-akan semua anggota tubuh hamba tsb. telah menjadi Tuhan. Pertanyaan apakah manusia pernah menjadi Tuhan?
Hadhrat Syeh Fariduddin Atar, dalam bukunya Fawaid Faridiah hal. 85 dalam bhasa Farsi menulis yang artinya.: Setelah bebas dari hasad, dengki, takabur dan tamak aku telah menjadi Tuhan. Hadhrat Syeh Abdul Kadir Jaelani r.h., Hadhrat Sibli r.a. dan Hadhrat Mu’inuddin Chasti menulis perkara yang sama bahwa setelah merekja melebur diri mencintai Allah, mereka menjadi Tuhan dan Tuhan menjadi mereka. (Kitab Fatahul Ghaib Farsi jilid 3 hal.17).
Dalam perang Badar Rasulullah saw melempar pasir kearah musuh, hingga musuh lari kucar kacir, menurut Allah Ta’ala dalam surat Al Anfal ayat 18
“wa maa romayta idz romayta wa laakinnallaha romaa”
Atinya : Hai Muhammad, bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah Ta’ala yang telah melempar.
Dari penjelasan-penjelas an diatas, jelas bahwa manusia tidak pernah menjadi Tuhan, Nabi Muhammad juga tidak, tapi itu satu bukti yang menunjukkan beliau-beliau itu orang-orang yang dekat dengan Allah, seperti itu juga halnya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.
I.16.: Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. antek Inggris.
Ketika beliau memuji pemerintah Inggris, beliau dituduh menjadi antek Inggris oleh musuh-musuh beliau. Permasalahannya adalah kapan beliau memuji dan kenapa beliau memuji.
Seperti kejadian di Bosnia beberapa tahun yang lalu ummat Islam dibantai dengan dianiaya dengan kezaliman yang melebihi batas kemanusiaan. Wanita- wanita suci mereka diperkosa beramai-ramai dan dibunuh. Anak-anak yang lahir di luar nikah dibiarkan sampai besar, supaya mereka menjadi generasi Serbia yang baru. Kanak-kanak dan orang-orang tua dibunuh tanpa belas kasihan. Mesjid-mesjid dihancurkan dan diratakan dengan tanah, siapa yang azan dan shalat dibunuh, harta milik mereka dirampas. Apa pandangan anda? Yaitu ketika PBB datang menolong dan mengusir Serbia dari Bosnia, kemudian memulihkan keamanan, orang-orang boleh azan dan shalat dalam menjalankan agama mereka. Maka apakah pada saat orang-orang Islam Bosnia masih lemah akan mengusir PBB keluar dari Bosnia pula? Itu tentu perbuatan tolol dan bodoh.
Itulah yang terjadi di India ketika itu, ketika kerajaan Sik menganiaya orang-orang Islam seperti Serbia juga menganiaya orang-orang Islam Bosnia, maka datanglah Pemerintah Inggris yang menjadikan penderitaan orang-orang Islam berakhir. Keamanan mulai terjamin orang Islam boleh beribadah sesuai agamanya, maka pada saat yang tidak tepat itu ada ulama-ulama Islam yang radikal ingin secepatnya mengusir Inggris dari India, padahal kekuatan Islam pun belum ada. Maka di saat itu orang tua Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. tidak setuju. Maka apakah dapat dikatakan beliau memihak kepada Inggris? Kemudian dikatakan pula karena Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. pernah bekerja di pemerintahan penguasa Inggris. Itu juga dijadikan alasan bahwa beliau adalah antek Inggris. Padahal rata-rata semua nabi bekerja sama dengan orang kafir sebelum beliau-beliau diangkat menjadi nabi. Seperti Nabi Muhammad s.a.w menerima upah menggembalakan domba dari orang-orang kafir Quaraisy.
Di pihak lain, sebenarnya para ulama di India mempunyai usaha dan rencana yang sangat jahat supaya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. di tangkap dan di penjara oleh pemerintah Inggris dalam keadaan terhina. Secara rahasia mereka melaporkan kepada pihak penguasa Inggris bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. sedang merancang untuk mengadakan pemberontakan terhadap pemerintahan Inggris dengan mendirikan satu Jemaat dan mengaku sebagai Imam Mahdi. Mereka membuat laporan polisi (Polisi Inggris..peny) bahwa jemaat yang dibuatnya itu adalah untuk dijadikan laskarnya. Dan Imam Mahdi ini menurut mereka lebih jahat dan lebih berbahaya daripada Imam Mahdi Sudani (Muhammad bin Ahmad) di Sudan. Ekoran dari itu penguasa Inggris telah menugaskan polisi rahasia (cawangan khas) untuk menyiasat dan mendapati aduan itu adalah palsu.
Untuk menjawab tuduhan-tuduhan dan aduan-aduan palsu para ulama itu, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. terpaksa menulis berbagai tulisan untuk menjelaskan pendirian beliau bagi meyakinkan pihak pemerintah Inggris bahwa beliau bukan seorang pemberontak dan bukan juga Imam Mahdi yang menumpahkan darah.
Contoh laporan-laporan palsu yang pernah dibuat musuh-musuh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. pada pihak pemerintah Inggris:
1. Maulvi Muhammad Husain Batalwi yakni musuh dan tukang fitnah besar kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. telah menulis dalam majalahnya seperti berikut:
“Bukti dari penipuannya (Hz. Mirza Ghulam Ahmad..peny) adalah bahwa di hati kecilnya ia mempercayai bahwa pemerintah (Inggris..peny) yang tak beragama ini, harus dihapuskan dan harta kekayaannya halal untuk dirampas……maka oleh karena itu tidak pantas, kerajaan (pemerintah) mempercayainya atau membiarkannya berleluasa (bebas tanpa ditahan), kalau tidak nanti Mahdi Qadiani ini akan menimpakan kerusakan yang sangat besar kepada pemerintah Inggris melebihi dari kerusakan yang dibuat oleh Mahdi Sudani”. (Risalah Isyaatus Sunnah, jilid 6, halaman 6, catatan kaki no.161, tahun 1310/1311 H bersamaan 1893 M).
Ekoran daripada laporan palsu ini, pihak pengusa Inggris telah menghadiahkan Maulvi Muhammad Husain Batalwi beberapa hektar tanah.
2. Munshi Muhammad Abdullah dalm bukunya Shahadati Qurani, cetakan tahun 1905 menulis seperti berikut:
“Beginilah ini (maksudnya Hz.Mirza Ghulam Ahmad as.) menentang pemerintah Inggris dengan terencana sekali sambil membuat tafsiran dari ayat-ayat Al-Quran Karim”.
Tidak syak lagi semenjak Hz.Mirza Ghulam Ahmad as. mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, pemerintah Inggris telah mengawasi kegiatannya. Kegiatan beliau senantiasa diawasi dan dijaga oleh Polisi Rahasia untuk dilaporkan kepada pihak penguasa. Demikian juga siapa saja datang berjumpa dengannya akan disoal siasat interview oleh polisi intelijen pemerintah Inggris. Kalau ada yang bai’at kedalm jemaat beliau dari kalangan orang-orang terhormat atau pemimpin-pemimpin suku (penghulu-penghulu) maka dengan secara halus pegawai-pegawai pemerintah Inggris.memperingat kan mereka agar berhati-hati karena jemaat berkenaan sedang diawasi oleh pihak kerajaan Inggris.
Berdasarkan kepada tindakan-tindakan orang-orang yang memusuhi Hz. Mirza Ghulam Ahmad as. seperti yang dipaparkan diatas yang sama sekali tidak boleh diterima akal yang waras bahwa Hz. Mirza Ghulam Ahmad as. adalah budak antek pemerintahan Inggris. Kalau Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. adalah hamba pemerintah Inggris, kenapa kerajaan Inggris senantiasa mengawasi kegiatan jemaat yang didirikannya itu?
Kemudian dalam dakwaan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. secara terang-terangan mengatakan bahwa Yesus yaitu yang dianggap Tuhan oleh orang-orang Inggris yang beragama Kristian, sudah mati.
Padahal pemerintah Inggris bukan saja penyokong bahkan ikut mempelopori untuk mengembangkan agama Kristian dianak benua India. Agama Kristian tidak bisa berkembang disebabkan oleh Jemaat Ahmadiyah, maka untuk tujuan apa penguasa Inggris memperalatkan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. yang malah menjadi musuh agama pegangan mereka dan bakal menghancurkan kepercayaan mereka? Mustahil pemerintah Inggris dan paderi-paderi mereka begitu bodoh sekali.
Dan kalaulah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. antek Inggris, kenapa beliau a.s. begitu lantang menyeru Ratu pemerintah Inggris untuk masuk Islam?. Dalam surat seruan itu beliau a.s. menulis :
Artinya :
Wahai! Yang berhormat Ratu, sesungguhnya Allah S.W.T telah menganugerahkan nikmat-nikmat dunia yang amat besar kepada engkau. Sekarang carilah lagi nikmat-nikmat kerajaan Akhirat. Bertaubatlah dan tunduklah kepada Tuhan yang satu, yang tidak ada anak dan tidak pula ada sekutu bagiNya dalam kerajaanNya. Agungkanlah Dia dengan seagung-agungnya. Adakah kamu mengambil Tuhan-Tuhan lain (selain Dia) yang tidak dapat menjadikan apa-apa, bahkan mereka semua adalah (wujud-wujud) yang dijadikan.
Wahai! Ratu sekiranya engkau ragu-ragu tentang Islam, maka aku (Ahmad) bersedia memperlihatkan kepada engkau tanda-tanda kebesaranNya. Dan Allah S.W.T senantiasa menyertaiku dalam setiap keadaan. Dia menjawab do’a-do’aku bila aku berdo’a kepadaNya. Wahai! Ratu untuk ini aku tidak meminta balasan dari engkau, yang telah memelihara engkau dan telah memberikan engkau segala apa yang engkau perlukan (Ainah Kamalat Islam, hal. 532-533).
I.17.: Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. bukan dari keturunan Quraisy.
Dalam surat Jum’ah diterangkan tentang kedatangan Rasulullah saw. dua kali dalam dua zaman. Dan dalam hadis Bukhari kitab Tafsir surah Jum’ah memberitahu tentang tafsir kedatangan Rasullah yang kedua kali adalah dari keturunan Salman farsi.
Bukankah Rasulullah s.a.w tidak mempunyai keturunan anak laki-laki, di Hadits lain, diriwayatkan juga dari keturunan Siti Fatimah, ini berarti isyarat Imam Mahdi hanya dari keturunan perempuan dari keturunan Rasulullah s.a.w.
I.18.: Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. mengaku menerima wahyu..
Hadhrat Masih Mau’ud a.s. sangat banyak menerima kabar gaib (wahyu) dan juga telah banyak yang sempurna. Peserta Jalsah hadir juga kabar gaib beliau sebelumnya yang berbunyi
“Yak tuuna minkulli fajjin amik”
Artinya : “Orang-orang akan datang dari jauh-jauh”
“Me teri tabligh ko jamiin ke kenarongtakpun jaungga”
Artinya : “Aku akan menyampaikan tablighmu ke seluruh pelosok dunia.”
Dan ini terbukti dalam 115 tahun, Jemaat Ahmadiyah telah berdiri lebih dari 160 negara. Jadi jelasnya wahyu yang beliau terima bukanlah wahyu syari’at tetapi hanya wahyu mubasyyirat yaitu wahyu kabar suka. Banyak lagi yang tidak mungkin diterangkan satu per satu. Dan masalah wahyu ini telah dibicarakan dalam banyak buku-buku Jemaat dan pertemuan-pertemuan . Jemaat Ahmadiyah mempunyai dalil-dalil yang cukup banyak tentang turunnya wahyu tanpa syariat pada Hadhrat Imam Mahdi a.s.
I.19.: Wanita Ahmadiyah haram kawin dengan bukan Ahmadiyah.
Tepatnya mungkin bukan haram tetapi adalah dilarang wanita Ahmadiyah kawin dengan bukan ahmadiyah secara aturan (Nizam) organisasi. Ini biasa dilakukan bukan saja oleh Ahmadiyah, dengan tujuan untuk menjaga keharmonisan dan keutuhan organisasi secara agama.
Dalam Alquran Allah Ta’ala berfirman : “Arrijalu qawamuna ‘ala nisa”. Artinya; Kaum lelaki diberi hak untuk memimpin kaum wanita. Dan dalam hadis Rasulullah saw, bersabda : Kalau sekiranya diizinkan menyembah wujud lain selain Allah Ta’ala, maka aku akan perintahkan istri-istri menyembah suaminya. Terlepas dari kebiasaan setiap kaum yang biasa kita dapati dari dongeng-dongeng atau hikayat-hikayat seperti di Minangkabau cerita Sitinurbaya, di Jawa Barat dengan dongeng Sangkuriang yang pada hakekatnya adalah bertujuan untuk masukkan dan keritikan yang baik kepada bangsa tsb.
Tetapi Islam mempunyai cara tersendiri sebagaimana yang menurut ayat Al-Qur’an dan hadits yang saya terangkan diatas. Maka sekiranya wanita-wanita Ahmadi kawin dengan bukan Ahmadi maka sepanjang umur wanita itu akan menderita karena disatu pihak ia harus taat dengan suaminya dan disatu pihak ia harus taat kepada Jamaahnya yang kadang-kadang kedua-dua itu bertolak belakang. Maka larangan Jemaat Ahmadiyah kepada wanita-wanitanya jangan menikah dengan laki-laki yang bukan Ahmadi, semata-mata bertujuan untuk menyelamatkan rumah tangga mereka sehingga selalu terjadi keharmonian dan tercipta rumahku sorgaku.
I.20.: Orang Ahmadiyah tidak mau shalat dibelakang orang-orang yang bukan
Ahmadiyah.
Ini juga merupakan perkara yang biasa satu golongan atau mazhab mempunyai imam tersendiri sendiri. Begitu juga halnya Jamaah Ahmadiyah antara sebabnya adalah:
1. Rasulullah saw. bersabda bahwa pengikut-pengikut Al-Masih yang dijanjikan mempunyai Imam dari mereka sendiri seperti berbunyi : “Wa immamukum minkum”. Imam kamu dari kamu.
2. Selanjutnya Ahmadiyah menganggap bai’at itu wajib hukumnya dlm Islam jadi tentu ia akan berusaha tidak shalat dibelakang orang yang belum bai’at.
3. Lebih dari itu sebagian kecil ada yang telah mengatakan Ahmadiyah keluar dari Islam. Maka bagaimana mungkin orang Ahmdiyah dengan senang hati masih shalat dibelakang mereka.
4. Untuk menjaga dalam hati mereka tidak ada celah-celah kemunafikan bisa timbul. Dan ada sebab-sebab lokal lainnya juga.
I.21.: Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. ingin menikah dengan janda orang lain.
Kabar gaib Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as., Masih Mau’ud a.s maksud yang sesungguhnya bukanlah menikah. Akan tetapi adalah kebinasaan Ahmad Beg dan Sultan Muhammad seperti beliau a.s. sendiri menulis: tujuan sesungguhnya dari kabar gaib ini adalah kebinasaan keduanya itu. Dan menikahnya perempuan ini (Muhammadi Begum) dengan saya adalah sesudah kematian mereka. Dan itupun hanya bertujuan untuk lebih membuka mata tentang kecemerlangan tanda itu, bukannya sebagai tujuan yang sesungguhnya (anjame atham hal.216).
Jadi latar belakangnya adalah karena keluarga ini telah tenggelam dalam perbuatan tidak beragama dan tak bertuhan serta menghina agama (Ainah Kamalate Islam hal.566-56 . Pendek kata kabar gaib Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. berisikan
1. Mirza Ahmad Beg akan menikahkan anak perempuannya dengan orang lain.
2. Sesudah menikah, kalau tidak bertaubat maka dalam 3 tahun Mirza Ahmad dan menantunya akan mati.akibatnya anak perempuannya akan menjadi janda baru sesudah itu dapat menikah dengan saya. (Selebaran 30 Februari 1886).
3. Salah satu dari 2 lelaki yang tidak bertaubat akan mati.
4. Yang satu lagi akan bertaubat dan karena bertaubat ia akan selamat.
5. karena suaminya bertaubat, maka Muhammadi Begum tidak jadi janda maka nikah dengan Masih Mau’ud tidak terjadi (memang bukan tujuan sebenarnya, tujuan sebenarnya keluarga itu sudah bertaubat dengan azab kematian satu orang).
6. Nikah tidak terjadi karena syarat menjadi janda tidak sempurna, akibat taubatnya suaminya.
Sesuai dengan kabar gaib itu maka sempurnanya secara huruf ke huruf adalah sebagai berikut :
1. Mirza Ahmad Beg menikahkan Muhammadi Begum dengan Mirza Sultan Muhammad pada 7 April 1892 .
2. Karena Ahmad Beg tidak bertaubat, azab turun dengan kematiannya pada tanggal 30 Desember 1892, 5 bulan 24 hari setelah menikahkan anaknya.
3. Sesudah itu Sultan Muhammad telah taubat dan ia selamat (tujuan kabar gaib sempurna).
4. Karena Muhammadi Begum tidak menjadi janda karena suaminya telah bertaubat.
5. Akibat itu pernikahan dengan Hadhrat Masih Mau’ud tidak terjadi sebab Sultan Muhammad telah taubat dan dia tidak mati.
6. Orang-orang akan selalu membuat keberatan-keberatan dan kritikan-kritikan, sempurna pula wahyu yang berbunyi ” Yang bersisa darinya hanya anjing-anjing yang menggonggong”
I.22: Ahmadiyah mengingkari khataman nabiyyin.
Ahmadiyah tidak mengingkari Khataman Nabiyyin. Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda sebagai berikut:
…Aku percaya sepenuhnya kepada ayat ‘Walakin rasuulullahi wa khaatamannabiyyiin’ . Dalam ayat itu, tersimpan satu nubuwatan yang tidak diketahui/dipahami oleh orang-orang yang memusuhiku. Allah swt. berfirman dalam ayat itu bahwa sesudah Yang Mulia Muhammad saw., maka pintu-pintu Kenabian sudah ditutup sampai Hari Kiamat. Sekarang sudah tidak mungkin lagi ada seorang Hindu, Yahudi atau Kristen, atau orang Islam yang ikut-ikutan, dapat menggunakan Nabi kepada dirinya, semua pintu Kenabian sudah ditutup, kecuali satu yaitu, pintu perjalanan shiddiqiyyat, yang dinamakan juga fanafirrasuul.
Barangsiapa yang datang kepada Allah swt. melalui pintu itu, akan dianugerahi pakaian Kenabian secara zilli (bayangan), yaitu pakaian Kenabian Muhammad saw.. Oleh sebab itu, kedudukannya sebagai Nabi tidak sewajarnya kita tolak karena Kenabiannya itu bukan dari dirinya sendiri, tapi diambilnya dari mata air Nabi Muhammad saw., dan bukan juga untuk dirinya sendiri tapi semata-mata untuk kemuliaan dan kejayaan Nabi Muhammad saw.. (Eek Ghalatii Kaa Izaalah)
Jadi jelas hanya pengertian Khataman Nabiyyin dalam Jemaat Ahmadiyah memang berbeda dengan Khataman Nabiyyin seperti yang dipercayai oleh orang-orang Islam umumnya. Pembahsan yang lebih lanjut tentang asbabunnuzul ayat khataman nabiyyin, artinya secara loghat, pemakainnya di dalam Qur’an dan Hadits merupakan pembahasan yang panjang, untuk itu dapat melihat buku-buku Jemaat Ahmadiyah tentang Khataman Nabiyyin.
1.23:. Ahmadiyah mengatakan kafir kepada bukan Ahmadiyah.
Ahmadiyah atau Pendiri Ahmadiyah tidak pernah mengatakan kafir bukan Islam kepada orang-orang Islam yang seagama. Istilah yang selalu Ahmadiyah pakai adalah:
1. Ahmadi, artinya orang Ahmadiyah.
2. Ghair Ahmadi, artinya bukan Ahmadi, tapi orang Islam.
3. Ghair Muslim, yaitu bukan Muslim untuk orang yang bukan Islam.
Tapi, kalau ada pendiri Jemaat Ahmadiyah mengatakan kafir kepada orang yang tidak mempercayai beliau, itu sama dengan beliau sendiri selalu mengatakan kepada pengikut beliau keluar dari Jemaat. Seperti beliau bersabda, ” Siapa yang tidak mewajibkan atas dirinya untuk mendirikan shalat lima waktu, maka ia bukan dari Jemaatku. Barangsiapa yang tidak tetap memanjatkan doa dan mengenang Allah swt. Dengan rendah hati, maka ia bukan dari Jemaatku. Barangsiapa yang tidak melepaskan teman nakal yang memberi pengaruh tidak baik kepadanya, maka ia bukan dari Jemaatku. Barang siapa yang mengasingkan tetangganya dari menerima kebaikan yang sekecil-kecilnya, ia bukan dari Jemaatku. (Bahtera Nuh)
Jelas artinya di sini bahwa pengikut beliau yang seperti itu, keimanannya tidak sempurna walaupun tetap dalam Jemaat Ahmadiyah. Demikian jugalah halnya bagi orang yang tidak mempercayai dan tidak beriman kepada beliau, kadang-kadang disebut kafir. Artinya adalah, termasuk orang-orang yang mengingkari beliau dan imannya tidak sempurna, walaupun tetap dalam agama Islam. Bahkan, Hadhrat Rasulullah saw. juga bersabda, “Man tarakashalata faqadkafar. Artinya, siapa yang tidak shalat, maka ia kafir jadi, artinya di sini bukan keluar Islam tapi imannya tidak sempurna.
I.24.: Ahmadiyah difatwakan kafir oleh Konferensi Islam sedunia.
1 fatwa tidak mengikat, 2 fatwa bukan Quran dan hadis, 3 fatwa seringkali salah, contohnya fatwa kepada Imam Husein r.a., Imam Malik bin Anas r.a. kepada Imam Hanafi, Imam Syafi’i dan Imam Bukhari. Kalau di Indonesia contohnya fatwa MUI seperti baru-baru ini tentang haram atau bukan haramnya uang bunga Bank, fatwa tentang pemimpin seorang perempuan.
Contoh-contoh fatwa:
1. Yang mengkafirkan Hadhrat Imam Husein r.a berbunyi
“Bismillahirrahmani rrahiim”.
…………….., menurut saya sudah terbukti bahwa Husein bin Ali telah terkeluar dari agama Rasulullah s.a.w (Islam) oleh karena itu wajiblah ia dihukum mati.
Tanda tangan Qadhi,
SYURAIH
Note: fatwa ini disertai stempel dan tanda tangan 100 orang Qadhi dan Mufthi (Jawahirul Kalam hal.88 cetakan 1462 H, Ilmi Tibris, Iran)
2. Fatwa kepada Imam Malik bin Anas r.a akhirnya beliau disiksa dicambuk 70 kali di depan khalayak rami di Madinah hingg punggung beliau bermandikan darah, kemudian sesudah itu diarak keliling kota Madinah di atas punggung onta dalam keadaan bermandikan darah (Sirat Aimmah Arbiah oleh Mln. Syaid Rais Ahmad Jaffari hal. 293-294)
3. Fatwa kepada Imam Syafi’i oleh ulama-ulama Irak dan Mesir hingga Hadhrat Imam Syafi’i dihina dianiaya dan dalam keadaan terbelenggu dibawa dari Yaman ke Bagdad untuk dipenjarakan. Sepanjang perjalanan ribuan orang mencaci-maki beliau dan meneriakkan kematian beliau dan beliau hanya menundukkan kepala (Kitab Harba’i Takfir hal. 23 cet. 2 April 1933).
4. Fatwa kafir kepada Imam Abu Hanifah akhirnya belaiu disiksa dan dianiaya dengan sangat kejam sekali yang mengakibatkan kematian beliau. Di penjara beliau diracun dan ketika racun terasa, beliau bersujud hingga beliau wafat dalam keadaan bersujud. Akibat fatwa itu bahkan kuburan beliau digali dan di tempat yang sama dikuburkan anjing dan dijadikan wc umum nauzubillah (Kitab Najalissul Mukminin hal.381, Siratun Nukman Sibli hal.63, Tarikhul Khulafa hal. 141).
5. Fatwa ulama-ulama Samarkand kepada Imam Bukhari r.a sebagai kafir dan tidak bertuhan akibatnya beliau dibuang negeri.
I.25.: Ahmadiyah mewajibkan bai’at kepada Khalifahnya.
Dalam hadis Rasulullah saw. bersabda :
“Faiza raaitumuhuu fabayyiuhu walauhabbwan alaa salji fainnahuu khalifatullahilmahd ii”
Artinya : “Kalau kamu melihat Imam Mahdi maka kamu baiatlah kepadanya walaupun harus merangkak di gunung salju sekalipun karena Imam Mahdi itu Khalifah Allah”. ( )
Maka yang mewajibkan bai’at itu adalah Rasulullah saw. bukan Imam Mahdi atau orang-orang Ahmadiyah sendiri. Malah dalam hadits lain Rasulullah saw. bersabda pula kalau tidak bai’at kepada Imam zaman kita dianggap dalam kebodohan.
I.26.: Ahmadiyah membajak atau memalsukan ayat-ayat Alquran.
Dalam rangka 100 tahun Jemaat Ahmadiyah dari 100 terjemahan Alquran yang di cetak Ahmadiyah tidak ada ayat-ayat Alquran yang dirobah-robah atau dipalsukan oleh Ahmadiyah. Namun ada beberapa wahyu Hadhrat Masih Mau’ud a.s berupa ayat Alquran seperti surat Alqadar ayat 1 Hadhrat Masih Mau’ud a.s. menafsirkan wahyu beliau itu dalam bahasa Arab dengan Kami turunkan ia dekat dari Qadian. Maksudnya hu dalamayat itu adalah beliau sendiri. Jadi tafsir kita tidak boleh menyebut pemalsuan ayat-ayat Alquran.
II. Tugas Jemaat Ahmadiyah
2.1 : menghidupkan agama dan menegakkan syariat Islam.
2.2 : mempersatukan Islam dalam satu daulah rohani atau daulah kerohanian atau
sistem Khilafat.
2.3 : membunuh dajjal dan lain-lain.
III. Tanggapan Ahmadiyah atas kesalahpahaman :
3.1 : sabar, tawakkal, dan do’a.
3.2 : upaya penangkalan secara lisan dan tulisan dengan keterangan-keterang an dan
dalil-dalil naqli dan aqli.
3.3 : upaya hukum yang berlaku.
3.4 : tidak memusuhi dan tidak melakukan propaganda permusuhan. Love for all
hatred for none.
IV. Nama Ahmadiyah ; adalah nama kasih sayang, keselamatan dan anti kekerasan
dalam menyebarkan dan memanggil orang-orang ke jalan Allah s.w.t.
Tanggung jawab kami : memanggil orang-orang di jalan Allah s.w.t, bukan ke jalan Ahmadiyah. Tetapi KALAU MELALUI AHMADIYAH DAPAT MENUJU AJARAN ALLAH S.W.T YANG SEJATI, SEHINGGA ORANG-ORANG JADI BERTUHAN, BERAGAMA, MENEGAKKAN SYARIAT, dan Islam sebagai agama keselamatan bisa berdiri kokoh via Ahmadiyah, persatuan Islam tercapai melalui Ahmadiyah, cita-cita Islam tercapai melalui Ahmadiyah. Dan Islam bisa menjadi RAHMATUL LILLALAMIN. Maka apa salahnya Ahmadiyah.
Maka kami bertekad , sebagai murid Imam Mahdi a.s, akan berjuang sampai akhir hayat kami untuk menyebarkan Islam, melalui Ahmadiyah, namun dengan cara-cara seperti yang disebutkan di atas sehingga di dunia ini berdiri kerajaan Allah s.w.t melalui Islam sebagai rahmatulilalamin.
Waakhiruddawana anilhamdulilahirabb il ‘alamin.
sumber: http://khabargembira.wordpress.com/2008/07/08/kesalahpahaman-terhadap-jamaah-ahmadiyah/