Dalam sidang 17 Juli 2008 Ayin terbukti mengatur skenario dari selnya di Rutan Bareskrim Mabes Polri.
Ayin tidak berkutik saat jaksa penuntut umum (JPU) memutar dua rekaman pembicaraan telepon dengan Urip dan seseorang bernama Yan. Isi pembicaraan ternyata skenario Ayin untuk berkelit dari kasus suap terkait BLBI yang menjerat Sjamsul Nursalim. Dia minta Urip yang dipanggil “Pak Guru” itu konsisten dengan karangan cerita bahwa uang USD 660 ribu itu adalah uang pinjaman. (JP)
Beriktu transkrip Pembicaraan Ayin (A) dan Urip (U) 10 Juni 2008 Pukul 21.00
U: Ya, halo.
A: Pak Guru.
U: Ya, Ibu Guru.
A: Jadi gini ya besok itu intinya, sesuai keterangan beliau-beliau sama yang kemarin. Itu beliau kan dah membantu Anda itu. Dia menyatakan itu dari awal satu, kedua, ketiga itu tidak ada indikasi. Jadi, besok seperti itu saja. Seperti keterangan Bapak 1, Bapak 2 kan dibaca di BAP saya, itu bagus. Terus, intinya besok tetap konsisten pada jumlah itu, angka itu. Pokoknya perbengkelan itu kan sudah kan ada ininya, apa namanya….
U: Kan dulu sudah saya kasihkan itu?
A: Bukan ininya, proposal bengkel.
U: Ya.
A: Jadi, itu bengkel kan juga logis itu. Itu kan dulu ada tanah di situ. Minta inilah gitu. Nanti kan pasti ditanyain bagaimana Saudara terdakwa keterangannya? Nanti saya bilang, ya sudah cukup, begitu memang ceritanya.
U: Ya.
A: Tapi, ini harus. Tapi, diingat, besok satu itu di ujung. Anda kan menghadap ke depan, yang paling kiri (anggota majelis Andi Bachtiar). Anda kan menghadap ke lima rektor itu (lima majelis hakim). Anda kan menghadap lima rektor, itu yang paling kiri. Itu pasti dia, pasti ngulitin. Biasa… namanya ujian. Jadi, dia pasti keras ininya. Tapi, Anda kan penyidik, Anda kan sebagai Urip ngerti hukum. Anda usulkan bahwa saya juga ngerti hukum. Pasal ini-ini nggak boleh men-judgment orang. Dia kan pokoke udah negative tinker, sama saya gitu juga. Tapi, satu itu aja. Pokoknya saya sudah ulangannya nggak naik-naik aja gitu. Ya?
U: Ya, baik.
A: Kalau yang masalah surat itu, ungkapan itu. Terserahlah Anda buatnya bagaimana. Yang penting intinya itu. Diambil alih seolah-olah dalam keadaan begini. Saya juga bagaimanalah, saya tega terhadap Ibu dah terlalu baik begini, memberikan ini apa namanya soal-soal ujian pada saya. Jadi, saya juga nggak tau harus mengembalikan ininya bagaimana. Inilah keadaan saya sebenarnya. Pokoknya seperti yang saya awal itu. Seperti yang punya saya awal itu.
U: Ya, saya konsisten kok orangnya.
A: Oke, oke.
(ein/agm)
Sumber: Jawa Pos Jum’at, 18 Juli 2008
-
1
Ping balik on Agu 2nd, 2008 at 4:37 pm
[...] Tags: artalyta suryani, kejaksaan, rekaman, transkrip, urip 17 comments [...]














18 Juli 2008 at 7:10 am
saluuut.. wanita perkasa, wanita punya kuasa..
18 Juli 2008 at 10:19 am
apa saya yg bloon, ato emang ngomongnya kacau, gak ngerti tuh.hehehe
19 Juli 2008 at 2:14 am
kata orang bijak, untuk menutupi satu kebohongan diperlukan banyak kebohongan yang lain!
19 Juli 2008 at 3:42 am
aduh pusing, gue cuma heran cewek ikut2 tan korup juga , aduh
19 Juli 2008 at 5:07 am
Nggak ngerti juga nih, apanya yang begini, kenapa ininya yang diginiin..de..el..el.
Tapi sepintas ngertilah bahwa ternyata AS itu kuat banget pengaruhnya, sampai2 Urip yang dulu dikenal garang itu jadi kayak kebo!
19 Juli 2008 at 6:59 am
bingung mau ngomong apaan, heran aj katanya klo di penjara kan g bs bw hp tp kok itu bs terjadi y si a & si u telpon2 an *menanti akhir cerita*
19 Juli 2008 at 10:45 am
MAs makasih infonya.
Salam kenal.
MAs cara membuat readmore di wordpress tapi menggunakan js gimana mas?
mas cara nggunain Link terkait gimana mas. terima kasih
19 Juli 2008 at 2:42 pm
dimanapun disembunyikan durian baunya tercium juga….
kapan ya berakhirnya persidangan artalyta….moga hasil akhir tidak mengecewakan rakyat
21 Juli 2008 at 7:03 am
wuah… dipenjara masih bisa “koordinasi” apalagi kalo bebas.
21 Juli 2008 at 1:52 pm
NAMANYANYA JUGA ARTHA = DUIT, SO BANYAK DUITNYA KALE, KLO MAU HIDUP =URIP, YA HARUS PUNYA DUIT. SO URIP + ARTHA = KLOP BANGET, SAMPE DI SEL JUGA, TETEEP.
21 Juli 2008 at 3:20 pm
mudah2an KPKbisa mengungkap artalita2 lainnya, smoga.
24 Juli 2008 at 11:04 am
Setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu buuuuuuuuaaaaaaaaaaannnnnnnnnngggggggggggeeeeeeeeeetttttttttttttttt……………………………………
24 Juli 2008 at 2:58 pm
jadi begini pak guru… he he
25 Juli 2008 at 4:17 am
aduh pusing bngt sich……………………………….
maka ada yg korupsi donk di dunia ini
26 Juli 2008 at 10:05 am
oh.. ini yang asli, saya sebelumnya baca juga tapi versinya tikabanget.com yang aneh, palsu.
27 Juli 2008 at 5:55 am
baru tahu versi aslinya kemarin waktu nonton KPK
27 Juli 2008 at 11:27 am
selama ini saya sangat concern dg content-nya mas fatih.Tapi dengan adanya postingan ini termasuk yg transkripnya al-amin saya kok merasa risih dg isinya.karena apa..? itu sama aja mas fatih mbuka aib orang lain.Bukannya saya ndak setuju dg keterbukaan,tapi biarlah itu diurus orang lain atau pihak yg berwenang.Bukannya saya pro dg mereka yg korupsi.Tapi saya yakin beberapa dari mereka itu muslim,dan mbuka aib sesama, mas fatih tau sendiri tho hukumnya.”Ben wae gak usah melok-melok”.
Maaf ya ini sekedar saran,cuma kadang saya memposisikan andai saya seperti mereka,opo gak isin kluargane.Anake,bojone,margane.
Sekali lagi maaff,bagaimanapun kita juga punya peluang yang sama untuk “kepleset” seperti mereka.Bisa jadi dalam bentuk atau kasalahan yg berbeda.
PEACE………..V
11 Agustus 2008 at 4:20 am
wah,5 tahun penjara bwt ayin tuh gak tepat!! jelas-jelas nyogok tuh dosa…cuman 5thn.mgkn klo ditembak, semua jadi kapok kale!!urip juga, eksekusi mati biar kapok!
7 September 2008 at 2:05 pm
WEALTH IS A SOURCE OF COMFORT, NOT HAPPINESS…
Sengsara loe pade..