Berikut nama-nama anggota DPR Komisi IX Periode 1999 – 2004 yang diduga menerima aliran dana BI (Bank Indonesia) berdasarkan penuturan Hamka Yandhu pada pengadilan tipikor 28 Juli 2008.
Unsur Pimpinan Komisi IX:
- Emier Moeis (Fraksi PDI-P) – Rp 300 Juta (diserahkan Hamka)
- Paskah Suzetta (Fraksi Partai Golkar) – Rp 1 Milyar (diserahkan Hamka)
- Faisal Baasir (Fraksi PPP) – Hamka tidak tahu. Yang menyerahkan Antony
- Ali Masykur Musa (Fraksi PKB) – Rp 300 Juta (diserahkan Hamka)
1. Fraksi Partai Golkar (F-PG) 14 orang, diantaranya :
- Hafida Alawi Rp 250 juta
- TN Nurdin Rp 250 juta
- Baharudin Aritonang Rp 250 juta
- Anthoni ZA Rp 500 juta
- Ahmad Hafid Zawawi Rp 250 juta
- Asep R. Sujana Rp 250 juta
- Bobby Suhardiman Rp 250 juta
- Aji Azhar Muklis Rp 250 juta
- Abdullah Zaini Rp 250 juta
- Brian Salambessy Rp 250 juta
- Hamka Yamdu menerima Rp 500 juta
-Henky Baramuli Rp 250 juta
- Reza Kamarullah Rp 250 juta
- Paskah Suzetta menerima Rp 1 miliar
2.Fraksi PDI-P, diantaranya :
Poltak Sitorus Rp 250 juta
- Max Moein Rp 250 juta
-Alberson Rp 250 juta
- M. Silaloho Rp 250 juta
- Sukowaluyo Rp 250 juta
- Chandra Wijaya Rp 250 juta
- Zulfan Lindan Rp 250 juta
- Angelina Patiansina Rp 250 juta
- Wiliam Tuturima Rp 250 juta
- Sukono Rp 250 juta
- Mantuz Cornez Rp 250 juta
- Dudi Murot Rp 300 juta
- Sutanto Pranoto Rp 250 juta
- Doni Prasetyo Rp 250 juta
- Emir Moeis Rp 300 juta
Fraksi PPP, diataranya :
Daniel Tanjung Rp 500 juta
Sofyan Usman Rp 250 juta
Endin AG Safihara Rp 250 juta
Faisal Hamid Rp 250 juta
Habil Marasi Rp 250 juta
Fraksi PKB, diantaranya :
Amrullah Mukhtaksim Rp 500 juta
Ali As’ad Rp 250 juta
Arif Pasari Siagian Rp 250 juta
Arif Muktar Wijaya Rp 250 juta
Amro Usni Rp 250 juta
Fraksi Reformasi, diantaranya
Rizal Djalil Rp 250 juta
Aswar Jaya Rp 250 juta
TB Sumanjaya Rp 250 juta
Datuk Rangkayo Rp 250 juta
H. Munawar Saleh Rp 250 juta
Fraksi TNI-Polri, diantaranya :
Mayjend Darsud Yusuf Rp 250 juta
Harsulistiyadi Rp 250 juta
Suyitno Rp 250 juta
Ulu Juheri Rp 250 juta
Fraksi KKI (Kesatuan Kebangsaan Indonesia) , diantaranya :
Hafidz Mafad Rp 250 juta
FX Sumitro Rp 300 juta
Fraksi PBB :
MS Ka’ban Rp 300 juta
Fraksi Daulat Ummat (F-DU) :
-Abdullah Al Wahdi Rp 250 juta
Sumber: Kompas 29 Juli 2008
Arikel terkait:
Langkah Preventif Menghindari Jiwa Korupsi

begitu kok jadi anggota dewan yaaakkk?? hahahaha lebih baik anggota dewan anak bayi aja biar jujur,, ckckckckckckck alangkah lucunya negeri ini,,
Posted by tutorial hacking | 23 Desember 2011, 2:28 pmthanks infonya,,
Posted by bisnis jaringan | 15 Januari 2010, 3:21 pmSalam kenal mas mau ijin menyadur mas boleh juga ilmu dan beritanya untuk di blog
Posted by Ceps Ibo | 12 Maret 2009, 1:23 pmZaman sekarang kesuksesan besar di tangan para syetan. Mereka dapat banyak “lebon” dari orang-orang hebat kedudukan dan agamanya. Hati-hati mempertahankan harga diri, tidak mudah. Mdereka yang agamanya bagus ternyata juga “keok” sama syetan. Sekarang kita harus lebih hebat dari Nabi Adam dan para koruptor karena dari mereka kita telah dapat banyak pelajaran suuuuuuangat puuuuuenting. Trims.
Posted by Pak De Asmun | 20 Februari 2009, 11:44 amkondisi kita memang memprihatinkan. pemilu sebentar lagi alias para koruptor atau calon koruptor akan datang merayu. pilih yang bersih atau paling sedikit kotorannya……….. hee…heee…
kalau nggak milih kayaknya juga bukan solusi. istilahnya pilih yang paling sedikit mudharatnya…….
Asmui, oaseremaja.blogspot.com
Posted by Abu irsyad | 14 Oktober 2008, 7:21 amdari mana ya sumber berita ini, ini korupsi kapan?
kok aneh, ada dari fraksi TNI-POLRI di DPR.
Bukannya fraksi TNI-POLRI sudah tidak ada di DPR, uaaaaah jangan2 ini berita gak bener. HEX4
Posted by parto | 21 September 2008, 3:06 pmpresiden kurang tegas………..ok
Posted by hermanto | 17 September 2008, 9:51 amNampak sekali, bahwa partai2 besar yg notabene partai senior dan berpengalaman, justru berisi orang2 bermental asor (rendah) dan partai2 ini pula yg saat ini sangat getol menggalang dukungan dgn berbagai cara agar jagonya terpilih kembali menjadi presiden. Mampukah?……….
Posted by Prabu | 11 September 2008, 8:44 amItulah sebab negeri ini tidak beranjak dari keterpurukannya. Seperti lingkaran setan, berawal ketika mereka harus mengeluarkan uang untuk dipilih, sementara masyarakat pragmatis lebih memilih caleg yang mo bagi uang meski hanya 10 ribu plus supermie tanpa berfikir bagaimana setelah mereka jadi aleg…
Money politic, korupsi dan kemelaratan bangsa adalah sesuatu yang sinergi!
Di pemilu 2009 harus kita kampanyekan ” Jangan pilih caleg yang memberi uang, mereka akan menjadi drakula nantinya. Terima uangnya jangan pilih orangnya…
Salam dari Bapake Aufa: aufia.wordpress.com
Posted by aufia | 8 September 2008, 8:54 pmsdh Pada tahu to bgmn mental semua Anggota DPR kita??? ini yang ketahuan, yang gak ketahuan !!!
Mari kita semua menimbang :
(1). DPR (juga DPRD) sbtulnya ada mewakili/berjuang utk rakyat atau mencari pekerjaan untuk dirinya sendiri/partainya?
(2). DPR (jg DPRD) Kerjanya kan Kolektif Kolegial artinya kerja kelompok, seperti anak SD yang garap PR bareng2. Jadi yang nama kerja bareng, kroyokan. ya kalo ada yang gak kerja/ngantuk/ngiler/bolos ya gak apa2, ngiler terus, bolos terus sak umur2 ya gak masalah
(3). Teori : wewenang dan kekuasaan cenderung korup, ya gitu deh! sudah kerjanya gak genah,tp punya kekuasaan dan wewenang yang luar biasa, ya akhirnya menjual kekuasaan dan wewenang itu, contohnya : banyaaaak sekali sampai bingung nyebutnya.
(4). Kalo sudah mau Pemilu, rakyat digembar-gemborkan “AYO GUNAKAN HAK MU (hak Pilihmu)”
Hak apa kang !!!, dan siapa yg dipilih?
HAK : Hak menurut pegertian sederhana adalah sesuatu yg kita terima (yang menyenangkan/enak dll) Apa yg enak ketika kita mau nyoblos, sudah gak dapat duit, meninggalkan pekerjaan, masih ngantri lagi.
Kalo prakteknya demikian, sebetulnya Nyoblos tu Hak atau kewajiban??? marilah jangan dikomuflase. Habis gitu yang kita pilih adalah orang2 yang akan duduk dimenara gading dengan kinerja yg kaya’ gitu ,menyakitkan hati rakyat’!!!
Posted by KI EDAN | 8 September 2008, 12:42 pmWalah..!!!
Dapat dari mana data itu Mas…
Ehh… total jendral berapa duit yang mereka bagi bagi.
Kalau dipake BLT Rp 100 rebu saja bisa berapa orang ya ??
Bener bener…!
Posted by bayupancoro | 8 September 2008, 8:39 amHimbauan kepada ente-ente para rampok dan kampak merah … (perampok jalanan).!!!
Kalau mau ngerampok coba tanyain dulu korbannya,, kalau dia bukan anggota DPR jangan dirampok, berarti mereka orang baik-baik, kasian kan..
Tapi kalo dia bilang saya anggota DPR,, sikat aja langsung, mereka ngerampok uang negara berarti uang ente juga,, masak iya ente gak dibagi.
Posted by zirau | 7 September 2008, 2:17 pmDPR…DEWAN PERWAKILAN RAKYAT…..eeeemmmmmm
berarti wakil rakyat kan…. wakil yang seharusnya memperjuangkan hak rakyat, memikirkan kesejahteraan rakyat, memikirkan gimana rakyat supaya bisa makan, bisa berobat dengan murah, bisa sekolah. Bukannya malah menginjak-injak rakyat, ngambil jatah makan rakyat dan semuanya yang berhubungan dengan membunuh rakyat secara pelan-pelan. Kalo gitu diganti aja DRP(DEWAN PEMBUNUH RAKYAT) gimana ada yang tidak setuju?????
Posted by Yudi | 3 September 2008, 12:52 pmanggota DPR yg nerima suap dibuatkan geng tersendiri aja dengan nama GENG DPR (DEDENGKOT dan PENTOLAN RAMPOK). setuju ?!
Posted by kiko | 3 September 2008, 11:24 amyah…INILAH ANGGOTA DPR YANG DULU KITA PILIH DAN KITA BANGGAKAN..KITA PILIH MEREKA CUMA UNTUK MERAMPAS UANG-UANG KITA AJA..
Posted by TUYUL | 2 September 2008, 5:23 amSelamet Ya.. moga uang korupnya bisa bikin pendingin udara dineraka
Posted by Supri | 21 Agustus 2008, 3:57 amindonesia ku malang…….kapan kau mau berubah….
Posted by marewa | 17 Agustus 2008, 10:53 amdari fraksi blooger indonesia ada gak ya yang menerima?
Posted by treen | 16 Agustus 2008, 3:55 amBEGINI, CONTOH WAKIL RAKYAT YANG MERUSAK MENTAL BANGSA. MAU KEMANA BANGSA INI KEDEPAN, APA ANAK CUCU BANGSA INI AKAN MEMCONTOH ANGGOTA YANG DPR YANG SALAH ITU. BODOHLAH INDONESIA INI, JIKA SEPERTI ITU TERUS, ABIS BANYAK ANAK- ANAK REPUBLIK KITA TERCINTA INI TIGAK MAKAN ALIAS KURANG GIZI, APALAGI SEKOLAH? HUH
SINCERELY U’R
PAULUS
Posted by PAULUS | 8 Agustus 2008, 7:01 amTERNYATA TIDAK ADA YANG BISA MENJADI PIMPINAN DI INDOINESIA INI YA… KARENA SEMUANYA MANUSIA … COBA YANG JADI PIMPINAN BUKAN MANUSIA TAPI MONYET .. PASTI GA AKAN SUKA YANG NAMANYA UANG RATUSAN JUTA … YA TOH !!!
Posted by LISYE | 7 Agustus 2008, 7:13 am