Oleh A. Fatih Syuhud
Situs resmi: www.fatihsyuhud.com
Artikel ini ditulis untuk Buletin El-Ukhuwah PP Alkhoirot Putri
Sheikh Yusuf Qardhawi, ulama asal Mesir yang diakui kepakarannya dalam bidang hukum Islam, menegaskan wajibnya berjilbab bagi wanita Muslimah hal ini antara lain berdasarkan pada pengertian dari QS An Nur:31. Yang dimaksud berjilbab di sini adalah menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan. Menurut Qardhawi wajibnya wanita Muslimah berjilbab adalah ijmak—konsensus ulama dari berbagai bidang keahlian (Tafsir, Hadits, fiqh, tasawuf) dan kurun waktu dari dulu sampai sekarang.
Berdasarkan sebuah Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim, Islam mengandung tiga unsur pokok yang harus dimiliki dan terus dikembangkan oleh seorang Muslim yaitu Iman, Islam (syariah) dan ihsan.
Pertama, Iman. Iman atau keyakinan kepada Allah yang Tunggal dan kerasulan Muhammad, sebagai Nabi yang terakhir pembawa risalah Islam, menjadi tulang punggung (backbone) dari ajaran Islam. Tanpanya, seorang tidak lagi bisa disebut Muslim. Dalam Hadits tersebut ada empat lagi keimanan yang mesti diyakini yakni iman pada Al Quran, Malaikat, Hari Akhir dan ketentuan Allah (qadha dan qadar). Iman bertempat di hati.
Kedua, Syariah. Sebagaimana dikatakan Nurcholis Madjid dalam Islam dan Peradaban ketaatan pada syariah menjadi konsekuensi logis dari keimanan kita pada Allah dan Rasulnya (QS An Nisa 4:13). Keimanan tanpa dibarengi dengan ketaatan pada perintah Allah yang kita imani adalah keimanan yang semu.
Syariah mengandung lima unsur pokok yaitu membaca syahadat, shalat lima waktu, zakat, haji bagi yang mampu dan puasa di bulan Ramadhan. Ketaatan pada kelima unsur syariah di atas merupakan bukti minimal dari keislaman kita. Ketaatan seorang wanita Muslimah untuk berjilbab juga menjadi bagian dari ketaatan pada syariah ini.
Ketiga, Ihsan. Ihsan disebut juga dengan akhlaqul karimah atau budi pekeri yang luhur (QS Al Qalam 68:4). Ia disebut juga dengan syariah universal karena nilai-nilai yang ada di dalamnya diakui, dianut dan dipraktikkan tidak hanya oleh Muslim tapi juga oleh non Muslim di seluruh dunia. Ihsan mendapatkan penekanan pada sikap dan perbuatan yang bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri tapi juga harus mengandung manfaat bagi orang banyak. Selain itu muhsin (seorang yang berperilaku ihsan) tidak akan pernah terpikir untuk melakukan sesuatu yang merugikan umat manusia (QS Al Qashash 28:77).
Seorang Muslimah ideal adalah mereka yang memiliki ketiga unsur di atas: beriman, bersyariah dan berihsan. Pada kenyataannya menjadi muslimah ideal adalah hal yang sulit. Dan itu semua manusiawi. Selagi hidup dijadikan sebagai proses pembelajaran terus menerus untuk memperbaiki level keimanan, kesyariahan dan keihsanan, maka ketidaksempurnaan kita akan dimengerti.
Yang menjadi masalah adalah ketika kita berusaha mencari pembenaran (justifikasi) dari kekurangan kita. Seorang Muslimah berjilbab dan yang tidak berjilbab hendaknya terus introspeksi diri melihat kekurangan diri dan berusaha untuk belajar. Manusia memang tidak sempurna. Tapi lebih tidak sempurna lagi kalau kita tidak mau introspeksi dan selalu menyalahkan. Belajar dari siapapun yang memiliki kelebihan adalah perintah agama yang harus kita lakukan sampai akhir hayat sebagai proses menjadi seorang Muslimah ideal (QS Ali Imron 3:137).
Artikel terkait:














17 Agustus 2008 at 2:13 am
Wanita ber-jilbab adalah wanita yang anggun..:)
17 Agustus 2008 at 9:17 am
Jilbab is a must..
Sungguh dimata saya wanita yang cantik wajahnya menurut orang lain jika tidak berjilbab dengan baik, maka kecantikannya drop dimata saya. Karena kecantikan lahir yanng tidak dibarengi kecantikan hati dan Iman tidaklah sempurna.
17 Agustus 2008 at 1:34 pm
Setuju dengan Olysus kalo kecantikan lahir tidak sempurna tanpa kecantikan hati. Kecantikan lahir tidak akan bertahan selamanya. Jika waktu muda kecantikan lahirlah yang diandalkan maka menjelang hari tua, kesejukanlah yang diandalkan (kata Aa).
kesejukan diperoleh dengan selalu berusaha mengintrospeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah sedekat mungkin. Dan salah satu pendekatan diri bagi muslimah adalah dengan memakai jilbab.
19 Agustus 2008 at 9:07 am
SETUJUUUU…
yang pernah aku denger nihhhh, seorang wanita yang memperlihatkan auratnya tidak akan masuk surga, bahkan mencium baunya pun tidak….
19 Agustus 2008 at 9:09 am
maaf mas fatih, yg ini out of topic, gimana ya caranya tukeran link ama blog ini, btw bannernya sudah tak pasang di blog saya yang afatih.wordpress.com dan fatihsyuhud.com
20 Agustus 2008 at 2:26 am
sebagai wanita muslim, sudah seharusnya kita taat pada ajaran agama yang kita anut, menutup aurat adalah wajib dan tidak perlu dipertentangkan, auratnya perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, so..apa lagi yang perlu kita perdebatkan toh aturannya sudah sangat jelas.
lam kenal buat mas fatih
21 Agustus 2008 at 2:07 am
Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersediaa plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com
http://agama.infogue.com/wanita_ber_jilbab
23 Agustus 2008 at 1:03 pm
jilbab untuk menjaga hati…
23 Agustus 2008 at 4:36 pm
Tapi di negeri kita tercinta ini banyak yg pake’ jilbab palsu, kenapa gue bilang gitu?
soalnya banyak dari cwk yang cuma pake jilbab sekedar pengen tampil modis aja (menutupi kepalanya doank), sedangkan dari batas leher ke bawah, pakean mereka masih sangat ketat dan seksi, n terkadang sampe’ mempertontontankan sedikit auaratnya di muka umum. kira2 menurut bang Fatih gimana nech?
24 Agustus 2008 at 10:11 am
Ramadhan kali ini sangat istimewa untuk saya … karena baru tahun ini saya berjilbab
Semoga menjadikan saya perempuan pilihan ALLAH yang dapat mencium bau syurganya.
Amin ya Rabb …
21 Juni 2009 at 9:05 pm
amin mudah2an jadi wanita sholehah..
salam
erick
25 Agustus 2008 at 11:57 am
jilbab itu adalah bagaimana seorg muslmah secara fisik ber Islam. persoalan bagaimanakahg cara berjilbab yg baik di atur dalam fikih. dan ini flexibal menurut saya, maaf klo salah. yg terpoenting itu adalah bagaimana menjilbabkan sikap dan hati seseorg wanita. salam kenal mas..
2 September 2008 at 2:57 am
Bingung Nih liat,,,DePe rsik ama JuPe rez,,
Gak introspeksi diri,,malah mewek..wekkkekekekekkk
4 September 2008 at 2:38 pm
Berjilbab itu lebih terhormat…
4 September 2008 at 10:27 pm
ga semua orang yang berjilbab dapat dikatakan baik…
coz zaman sekarang orang-orang dah mulai berkedok untuk dirinya sendiri…
adapula yang berjilbab untuk menutupi aib’y
ato menutupi sifat buruknya…..
emh……zaman sekarang emank susah…..
5 September 2008 at 8:30 am
Alhamdulillah ya Rabb.. saya sudah berjilbab sekarang:D
6 September 2008 at 9:05 am
Alhamdulillah, sekarang sudah banyak wanita yang tergugah untuk mengenakan jilbab..walaupun masih banyak yang hanya ikut tren, tapi kita do’akan semoga mereka tetap istiqamah dan semakin memperbaiki diri menjadi muslimah yang kaffah..amin.
8 September 2008 at 8:40 pm
Betul sekali, ad dunya mataa’ wa khoiru mataa’iha al mar’atus sholihah. dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah…
So kalo kaum wanita mo bener-bener berhias jadi wanita sholihah dong ya
Salam dari
Bapake Aufa
8 September 2008 at 8:41 pm
Betul sekali, ad dunya mataa’ wa khoiru mataa’iha al mar’atus sholihah. dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah…
So kalo kaum wanita mo bener-bener berhias jadi wanita sholihah dong ya
Salam dari
Bapake Aufa
24 September 2008 at 8:08 pm
Sorry aq ngag ikutikut karena aq Indonesia tulen! Model/bahan pakaian kan dipengaruhi oleh faktor alam dimana kita berada!
29 September 2008 at 1:58 pm
salam
sekarang banyak loh wanita berjilbab , tetapi hanya untuk menutupi kelakuannya yang tidak baik.
buat saya wanita itu jangan luarnya saja yang berjilbab , tetapi yang lebih penting adalah hatinya , jadi yang paling penting bukan zahirnya saya yang di tutup auratnya , tetapi batinnya juga perlu di tutup auratnya. biar seimbang.
4 Oktober 2008 at 7:27 am
setuju ama mujahidahwanita
5 Oktober 2008 at 7:43 am
jangan su`udzon lah kepada sudara sendiri, kalaupun benar.. menjadi kewajiban bagi kita untuk menasehati, bukannya mencaci… biarpun kelakuan mereka jelek itu lebih baik daripada mereka harus mengumbar aurat. karena berjilbab pada intinya menutup aurat. bahkan kalau perlu MUI lebih menegaskan lagi bahwa, Jilbab bukan hanya wajib untuk umat islam…
menurut antum.. emang rela mata kita tiap hari berzina ngeliat yang begituan.
dan kepada artis-artis.. tolong dong jangan terlalu sering liatin auratnya. ada artis yang main di film ini ia berjilbab sedang difilm yang lain dia justru tak berjilbab. anak-anak jadi kehilangan figur. bahkan kalo perlu (yang lebih ekstrim) nggak perlu ada Tv kalo cuma buat ngerusak generasi yang akan datang
5 Oktober 2008 at 1:56 pm
sebenarnya islam yang benar islam yang mana seeh, tu di pakistan yang negara islam gak wajib tuh pake jilbab, benazeer bhuto ga pake, istrinya raja abdullah yordania juga gak pake, gimana tuh, tergantung keyakinan and dasarnya juga donk, fiqh itu tafsirannya tergantung waktu dan tempat juga kebudayaan yang menyertai, wallahu a’lam bissawab
15 Oktober 2008 at 2:49 am
Alhamdulillah … saya baru saja membungkus tubuh saya dengan jilbab
15 Oktober 2008 at 9:16 am
Alhamdulillah saya mendapatkan istri yg tdk bertanya kenapa dia memakai jilbab, dia hanya tahu itu perintah Allah.SWT Dalam Surat Al-ahzab 59 dan surat An-nur 31, sama halnya kenapa dilarang memakan Babi, bukan karena ada penyakit didagingnya, tapi melainkan memang Al-Qur’an sebagai firman Allah yg mengatakannya, Kita cuma mengimaninya, bukan melihat apa yg ada dalam daging babi itu, sama halnya dg Jilbab, kita memakai jilbab bukan karena orang tua kita memakainya,kita tdk memakai karena banyak pemimpin dunia tdk memakai, kita berbuat baik bukan karena jilbab, kita juga buruk bukan karena belum memakai jilbab, konteknya Jilbab itu adalah perintah Allah.SWT hanya itu.Sekarang tergantung kita, kita patuh kepada Allah, atau kita ingin Allah Patuh kepada kita, …..coba sekali lagi direnungkan……… Orang memakai jilbab tp msh melakukan perbuatan mungkar, lalu kita menghakimi diri, lebih baik tdk memakai jilbab, krn takut berbuat salah juga, coba dibandingkan dg hal yg sama, Orang banyak yg sholat tp banyak juga kemaksiatan di Indonesia, bukan berarti kita menghakimi diri sendiri dengan tidak sholat. Karena sholat mencegah keji dan mungkar…..Coba direnungkan. Yang benar itu Ikuti perintah Allah, masalah tetap melakukan mungkar, itu masalah lain….lagi pula orang yg benar2 niat hijrah ke Jalan Allah, Allah Berjanji akan terus meluruskan hatinya, itu Janji Allah
15 Oktober 2008 at 3:11 pm
assalaamu’alaikum…
bismillaah…
sesngghnya…manusia akan mudah taat lahir bathin pd Allah adalh dengan menyadari bhw dirinya hanya makhluk, apa itu makhluk? makhluk dlm bhs arab artinya sstu yg diciptakan. ada yg diciptakan tntu ada yg menciptakan, yaitu al-Kholiq, yaitu Allah ta’ala. tentu saja Allah mencptakn manusia dan makhluk lainnya ada tujuannya, bukan suatu pkerjaan yg sia2 belaka (maha suci Allah dari sifat dmkn). tujuannya adalah…beribadah pdNya semata, cb kita buka al-Qur’an surat Adz-Dzariyat:56, bunyinya Wa maa kholaqtul Jinna wal Insa Illaa Liya’budun.. artinya “dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hnya untuk beribadah kpdku”. ibadah yaitu mentaati sgla perintahNya srta menjauhi sgla larangan-Nya. dlm ayat ini, yg dituju adalah manusia, bukan orang beragama islam sj, so….semua hrs beribadah kpd ALLAH sj, trmsk Nashrani ato yg beragama laen, krn mrk jg makhluk.cb mrk fikir, apakh yg mrk sembah itu bs menciptakan sstu yg tidak ada mjd ada?atau menolong saat mrk ditimpa musibah?krn itu sembahlah Allah semata.
kembali ke masalah jilbab……..
krn jilbab adalah salah satu perintah, maka hrs dilaksanakan sbg wujud ibadah, sbg bentuk trimakasih kita kpd Allah yg tlh mnciptakan. mmberi nikmat yg banyak.
insya Allah dengan menyadari bhw kita adalah makhluk-Nya, yg tidak ada kemampuan apa2 tanpa pertolongan-Nya, bahkan sampai mengedipkan mata sekalipun, mmkai jilbab jd ringan (ikhlas) dan insya Allah akan dibarengi dg perubahan2 laen, yaitu hadirnya akhlak yg mulia (tp…g semudah membalik tlapak tangan lho….usha…usha….inna ma’al ‘usri yusro…-ssghnya bersama kesulitan itu ada kemudahan-QS Al-Insyirah).
smg bermanfaat….amin
19 Oktober 2008 at 11:14 am
Ketika engkau menutupi seluruh auratmu,maka para Malaikat akan dekat denganmu…!!!
Tapi ketika engkau membuka auratmu,maka para Setan/Iblis yang dekat denganmu…!!!
”KEMATIAN ADALAH GURU TERBAIK DALAM KEHIDUPAN,SEDIKIT SAJA KITA LENGAH DARI MEMIKIRKAN KEMATIN MAKA KITA AKAN KEHILANGAN GURU TERBAIK DALAM KEHIDUPAN…!!!”
19 Oktober 2008 at 11:20 am
Asslm…
Ketika engkau menutupi seluruh auratmu,maka para Malaikat akan dekat denganmu…!!!
Tapi ketika engkau membuka auratmu,maka para Setan/Iblis yang dekat denganmu…!!!
”KEMATIAN ADALAH GURU TERBAIK DALAM KEHIDUPAN,SEDIKIT SAJA KITA LENGAH DARI MEMIKIRKAN KEMATIN MAKA KITA AKAN KEHILANGAN GURU TERBAIK DALAM KEHIDUPAN…!!!”
Wsslm…
giga.necka@yahoo.co.id
7 Februari 2009 at 2:13 pm
assalamu’alaikum….wah terdampar disini
karena nama pemiliknya sama seperti nama buah hati(anak)saya ternyata subhanallah blog dan isinya bagus dan sangat menginspirasi.
Semoga anak saya bisa lebih baik dari anda kelak…Amiin. Doakan ya mas fatih salam kenal.
12 Maret 2009 at 8:39 am
3 tahun saya mencari alasan untuk apa saya harus berjilbab. Tidak mudah, hasilnya masih lepas-pakai. Baru di tahun ke-4 saya mendapat keyakinan untuk berjilbab setelah ibu saya berkata begini: “jika ingin mendapat suami yg baik, km harus jd wanita yg baik pula”. sedangkan arti “baik” itu sangat luas. Maka saya coba menyempitkannya dengan terus memperbaiki diri dg bertumpu pada ajaran agama.
Jilbab itu nikmat dan indah. Dan saya makin senang ketika mendengar calon suami saya bilang: saya suka kalo cari istri yg berjilbab. drpd yang telanjang kaki. Soalnya ga jadi penasaran lagi liatnya, wong sudah diumbar begitu.hehehehe
18 Maret 2009 at 7:01 pm
wow… blognya mantap isinya… bermanfaat… thanks… *sponsornya juga, heheh*
19 Maret 2009 at 12:13 pm
Dengan berjilbab insyaAllah hati ni menjadi tenang…
jadi untuk kaum muslimah..
cintai hijabmu..
okayy….
19 Maret 2009 at 2:27 pm
heheheheh…..klo menurut ku si susah klo ngajak cewek pake jilbab di jaman sekarang. Soalnya pola pikir mereka dah berbeda kecuali klo emang dah dibiasain dari kecil n yang dapet hidayah dari Allah. Mungkin perlu pendekatan lain selain menceramahi mereka dengan dalil-dalil dan ayat-ayat tentang hal tersebut. Mereka juga butuh alasan yang realistis yang masuk tidak hanya di akal pikiran mereka tapi hati mereka.
Supaya klo pake jilbab ga cuma jilbab-jilbapan,hehehe….(kaya artis aja klo pake jilbab pas bulan ramadhan). Banyak hal yang mempengaruhi tentang “jilbab” dan hal itu sangat luas sekali cakupannya. Yup kita bantu mereka ga hanya dengan mengucapkan dalil2 dan ayat2 tapi dengan perbuatan…semampu kita….hehehe….
klo bukan kita yang bantu siapa lagi….keep istiqamah…
11 Mei 2009 at 9:43 am
aku benci Jilbab Ketat
malah bikin nafsu
13 Mei 2009 at 3:36 pm
Jilbab… semoga sesuai dengan fitrahnya untuk menutup aurat, itu yang utama, sesuai syariat… jangan sampai karena alasan trend dan mode, menjadi beralih fungsi. dan erusak citra jilbab sendiri…
25 Agustus 2009 at 10:39 pm
Dengan berjilbab insya Allah hati mu menjadi tenang…
jadi untuk kaum muslimah..
cintai hijabmu..
30 Oktober 2009 at 7:25 am
Bismillah,,
Sungguh artikel yg bermanfaat, dan mudah-mudahan bisa menjadi jalan hidayah Allah bagi saudari kita yg belum berjilbab.
Bagaimanapun jg seorang wanita yg berjilbab jauh lebih mulia di hadapan Allah