Saat ini lagi ramai kasus daging oplosan yaitu daging sapi yang dicampur dengan daging celeng (babi hutan). Bagi konsumen muslim, masalah ini cukup serius karena babi terlarang (haram) untuk dikonsumsi. Bagi Anda yang suka makan daging, berikut ciri-ciri daging oplosan, daging gelonggongan (glonggongan) dan ayam tiren (mati kemaren) untuk menghindari Anda dari makanan yang meragukan secara agama dan berbahaya bagi kesehatan:
Apa itu Daging Oplosan?
Daging oplosan adalah daging sapi yang dicampur dengan daging celeng atau babi hutan. Tujuannya jelas memperoleh keuntungan lebih, dengan cara menipu konsumen yang tidak waspada.
Apa itu Daging Gelonggongan:
adalah daging yang didapat dari hewan yang sebelum disembelih terlebih dahulu diminumi air secara berlebihan. Bahkan, tak jarang hewan bersangkutan pingsan karena kelebihan minum, baru dipotong.
Tujuan dari pemberian minum berlebih itu adalah untuk mendapatkan timbangan lebih berat sehingga harga jual yang diperoleh secara curang ini lebih mahal. (Harian Kompas)
Ciri-ciri:
A) Daging gelonggongan, yaitu memberatkan tubuh kambing atau sapi dengan memberikan air sebanyak-banyaknya.
1. Dijualnya tidak dengan cara digantung, melainkan digeletakkan di meja atau papan.
2. Kadar airnya sangat banyak, dapat dilihat di lantai tempat jualnya. Akan terlihat banyak air bercampur darah.
3. Warna daging lebih pucat karena kebanyakan air
4. Daging lembek dan cepat busuk
B) Daging oplos celeng
1. Serat daging celeng lebih lembut
2. Warna daging celeng lebih muda
3. Aroma daging celeng lebih lemur
C) Ayam Mati Kemaren (Tiren)
1. Dagingnya terdapat bercak darah atau memar, tidak mulus seperti ayam potong ketika hidup
2. Kalau dipegang kulitnya licin dan mengkilat, karena pakai formalin
Sumber : Dinas Agribisnis














13 November 2008 at 3:58 pm
Bukan saat ini, dah lama bangets.. sejak jelang hari raya tahun lalu malah, udah banyak bahasan seperni ini.
13 November 2008 at 8:18 pm
dioplos congyang????
14 November 2008 at 4:04 am
begitulah kalau tidak didasari dengan iman dan patuh pada perintah agama sehingga apapun akan dilakukan untuk kebahagiaan pribadi dan tidak memikirkan kerugian dari orang lain….
14 November 2008 at 4:05 am
begitulah kalau tidak didasari dengan iman dan patuh pada perintah agama sehingga apapun akan dilakukan untuk kebahagiaan pribadi dan tidak memikirkan kerugian dari orang lain….
14 November 2008 at 4:07 am
begitulah kalau tidak didasari dengan iman dan patuh pada perintah agama sehingga apapun akan dilakukan untuk kebahagiaan pribadi dan tidak memikirkan kerugian dari orang lain…….
14 November 2008 at 4:09 am
semoga mereka sadar terhadap apa yang dilakukan
14 November 2008 at 4:58 am
klo gitu kia jgn beli daging kayak gitu dong…
basmi gading gelondongam!!!
14 November 2008 at 6:05 am
@ nono:
wah, kok malah sampe ke gading, gelondongan pula… kalo itu mah urusan WWF
14 November 2008 at 8:29 am
bagi yang jualan daging seperti ini, segeralah bertobat dan menghentikan penjualannya. ingat sumpah orang banyak mas, makbul langsung kontan masuk n3raka.
14 November 2008 at 8:38 am
Nggak cuma daging mas yg bisa dioplos. Content atau blogpost juga bisa. Caranya cari artikel/content di google. Dapat puluhan bahkan ratusan artikel, terus dioplos deh…Hasilnya? jadideh artikel baru buat diposting. Ha ha ha… Jurus bagus buat yang sedang kehabisan ide…
14 November 2008 at 8:55 am
kalau itu sih masalah informasi ada nilai baiknya karena informasi banyak yang membutuhkan tentunya dengan sarat seperti kata mas fatih
Mengcopy & paste isi blog ini dibolehkan tanpa ijin terlebih dahulu asal (a) Memuat nama penulis A. Fatih Syuhud dan (b) Menyertakan link ke sumber tulisan yang dikutip.
Copy / paste tanpa menyebut sumber hanya akan mematikan kreativitas Anda sendiri dan sangat tidak dianjurkan.
14 November 2008 at 12:31 pm
inilah salah satu mental orang indonesia yang musti diperbaiki hanya mementingkan keuntungan sendiri
14 November 2008 at 7:35 pm
Banyak yang bahas halal-haram kayak begini tapi ga’ punya readers sebanyak sini. Di jaman degradasi moral-keagamaan kayak saat ini musti pandai nyisipin pesan. Blogger yang baik tidak sekedar bikin pengunjung tertarik, tapi juga punya misi positif yang efektif seperti blog ini misalnya kalau Si Polin kurang mengerti dan menganggap posting ini ‘kadaluwarsa’.
15 November 2008 at 3:50 am
apa kaitannya dengan tutorial blog bung..?
kalau disini juga ada “mengungkap misteri keampuhan keris dari segi teknologi” ini juga perlu diketahui…sbg pengetahuan.
15 November 2008 at 9:17 am
Kebetulan Orang Tua saya berdagang daging sapi, tp ALHAMDULILLAH sampai detik ini saya masih diberi nafkah yg HALAL…
15 November 2008 at 4:44 pm
Pedagang sapi glonggong……. dikenai sanksi aja. Hukuman “glonggong”
16 November 2008 at 3:18 am
setju dengan akuherbs dikenai sangsi saja
16 November 2008 at 10:01 pm
Daging Oplosan kira – kira bisa gak ya menaikkan “Page Ranking”, tapi yang jelas bisa menaikkan tekanan darah, dan menaikkan harga diri manusia.
Mas Fatih jalan – jalan dan singgah dong di bloggrsudsragen.wordpress.com
Salam “pertautan”
17 November 2008 at 5:54 am
berarti ini ada jenis daging baru ya Mas?
17 November 2008 at 6:04 am
kalo melihat fenomena kayak gini ngeri juga yach,
mau makan masa harus survey dulu aman gak barang
yg kita beli, sepertinya UU perlindungan kosumen
tidak berjalan? atau hukumannya terlalu ringan?
ataukah karena faktor ekonomi sehingga para pelaku
rela mencederai saudaranya sendiri?
sungguh bangsa yang aneh
kapan kita bisa menjadi bangsa yang bangga dengan bangsa sendiri kalo kita saling mencari keuntunangan sendiri tanpa memperdulikan dampaknya terhadap saudara kita.
17 November 2008 at 6:17 pm
Waduh…itu kan ciri-2 daging dalam keadaan mentah ya mas?? Kalo daging-2 itu dah mateng gimana? bisa dikenali gak??
#gak bisa kalo dah mateng. makanya hati2 beli makanan daging mateng di luar…
18 November 2008 at 4:02 am
Kalo udah mateng berdoa aja mas *_*
karena sulit utk mendeteksi secara fisik daging mateng yang udah diolah dan dicampur dg bumbu masakan.
kecuali kalo basi baru tau heee.
18 November 2008 at 5:16 am
dasar manusia sekarang banyak yang pada rakus wal tamak. Apapun dilakukan yang penting menguntungkan diri pribadi mereka sendiri. Makanya ngaji bro trus diterapin dengan bener, Insya Allah gak akan melakukan hal-hal kayak gini.
18 November 2008 at 7:44 am
gak bosen2nya, disuatu tempat sudah ke tangkap.. di tempat lain masih jalan
18 November 2008 at 9:02 am
Bukan cuma daging yg di oplos skr, beras di oplos, minyak goreng dioplos, sampe – sampe oli juga di oplos bener” keterlaluan…
18 November 2008 at 11:38 am
Soal oplos mengoplos sih orang Indonesia jagonya
Minuman keras aja di oplos yaaaaa tiwaaassss lah
18 November 2008 at 10:44 pm
semoga cepat sadar orang yang suka mengoplos…. nggak berkah rejekinya
19 November 2008 at 2:21 am
Saya pernah lihat yang gelonggongan di pasar tapi di gantung jadinya airnya menetes kencang dari daging tersebut
23 November 2008 at 8:08 am
saya pikir….kembali pada aparat hukum yang harus tegas.
sekarang ini mental sebagian masyarakat sudah semakin parah. yang ada dikepalanya hanya untung,untung dan untung….kasihan si untung yang tidak untung…..
kemari-kemarin di tayangan tv rame-rame diberitakan penangkapan….cuma sayangnya….sekarang jarang sekali…
apa sudah diproses secara hukum….atau…..
24 November 2008 at 4:06 pm
Begitulah kelakuan sebagaian orang yang maunya serba Instan, Instant dapat uang, instant kaya, tapi instant juga ngerugiin orang lain, rasanya propaganda mie instant dan fastfood sudah tertanam banget dalam benak kita…….semoga mereka sadar akan perbuatannya
8 Desember 2008 at 11:21 pm
yang mengoplos daging adalah perbuatan sangat terkutuk….
3 Februari 2009 at 8:57 am
dasar !!!!