Daging Oplosan Daging Gelonggongan

Daging oplosan gelonggongan ayam tirenSaat ini lagi ramai kasus daging oplosan yaitu daging sapi yang dicampur dengan daging celeng (babi hutan). Bagi konsumen muslim, masalah ini cukup serius karena babi terlarang (haram) untuk dikonsumsi. Bagi Anda yang suka makan daging, berikut ciri-ciri daging oplosan, daging gelonggongan (glonggongan) dan ayam tiren (mati kemaren) untuk menghindari Anda dari makanan yang meragukan secara agama dan berbahaya bagi kesehatan:

Apa itu Daging Oplosan?

Daging oplosan adalah daging sapi yang dicampur dengan daging celeng atau babi hutan. Tujuannya jelas memperoleh keuntungan lebih, dengan cara menipu konsumen yang tidak waspada.

Apa itu Daging Gelonggongan:

adalah daging yang didapat dari hewan yang sebelum disembelih terlebih dahulu diminumi air secara berlebihan. Bahkan, tak jarang hewan bersangkutan pingsan karena kelebihan minum, baru dipotong.

Tujuan dari pemberian minum berlebih itu adalah untuk mendapatkan timbangan lebih berat sehingga harga jual yang diperoleh secara curang ini lebih mahal. (Harian Kompas)

Ciri-ciri:
A) Daging gelonggongan, yaitu memberatkan tubuh kambing atau sapi dengan memberikan air sebanyak-banyaknya.
1. Dijualnya tidak dengan cara digantung, melainkan digeletakkan di meja atau papan.
2. Kadar airnya sangat banyak, dapat dilihat di lantai tempat jualnya. Akan terlihat banyak air bercampur darah.
3. Warna daging lebih pucat karena kebanyakan air
4. Daging lembek dan cepat busuk

B) Daging oplos celeng
1. Serat daging celeng lebih lembut
2. Warna daging celeng lebih muda
3. Aroma daging celeng lebih lemur

C) Ayam Mati Kemaren (Tiren)
1. Dagingnya terdapat bercak darah atau memar, tidak mulus seperti ayam potong ketika hidup
2. Kalau dipegang kulitnya licin dan mengkilat, karena pakai formalin

Sumber : Dinas Agribisnis

About these ads

33 gagasan untuk “Daging Oplosan Daging Gelonggongan

  1. Begitulah kelakuan sebagaian orang yang maunya serba Instan, Instant dapat uang, instant kaya, tapi instant juga ngerugiin orang lain, rasanya propaganda mie instant dan fastfood sudah tertanam banget dalam benak kita…….semoga mereka sadar akan perbuatannya

  2. saya pikir….kembali pada aparat hukum yang harus tegas.
    sekarang ini mental sebagian masyarakat sudah semakin parah. yang ada dikepalanya hanya untung,untung dan untung….kasihan si untung yang tidak untung…..
    kemari-kemarin di tayangan tv rame-rame diberitakan penangkapan….cuma sayangnya….sekarang jarang sekali…
    apa sudah diproses secara hukum….atau…..

  3. dasar manusia sekarang banyak yang pada rakus wal tamak. Apapun dilakukan yang penting menguntungkan diri pribadi mereka sendiri. Makanya ngaji bro trus diterapin dengan bener, Insya Allah gak akan melakukan hal-hal kayak gini.

  4. Kalo udah mateng berdoa aja mas *_*
    karena sulit utk mendeteksi secara fisik daging mateng yang udah diolah dan dicampur dg bumbu masakan.
    kecuali kalo basi baru tau heee.

  5. Waduh…itu kan ciri-2 daging dalam keadaan mentah ya mas?? Kalo daging-2 itu dah mateng gimana? bisa dikenali gak??

    #gak bisa kalo dah mateng. makanya hati2 beli makanan daging mateng di luar…

Silahkan berkomentar dengan santun

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s