“Tidak perlu!” jawaban tegas seakan terlontar dari mulut mayoritas remaja (63 persen) yang disurvei Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tetes darah keperawanan kebanyakan remaja saat ini pertama mengalir bukan di malam pertama pernikahan, tapi di malam pertama pacaran. Tak peduli apakah saat mereka pacaran itu masih sekolah SMA atau malah SMP. Bukan itu saja, tetesan darah lain juga mengalir saat pacaran: tetesan darah bayi yang digugurkan.
Jawa Pos edisi Minggu 21 Desember 2008 melaporkan hasil survei BKKBN terbaru (2008) sebagai berikut:
Remaja Cicipi Seks Capai 63 Persen
Data Terbaru dari BKKBNSERANG – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengaku prihatin dengan kondisi moral remaja Indonesia. Menurut hasil survei yang diterima lembaga tersebut, 63 persen remaja di Indonesia pada usia antara SMP dan SMA sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Ironisnya, 21 persen di antaranya dilaporkan melakukan aborsi.
”Hasil survei terakhir itu dilakukan di 33 provinsi sepanjang 2008 dan itu dikuatkan pengakuan mereka sebagai subjek,” kata Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN M. Masri Muadz kepada Jawa Pos kemarin (20/12).
Masri mengatakan, persentase remaja yang melakukan hubungan seksual pranikah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berdasar data penelitian pada 2005-2006 di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar, angka itu sempat berada pada kisaran 47,54 persen. Namun, hasil survei terakhir 2008 meningkat menjadi 63 persen. ”Perilaku seks bebas remaja saat ini sudah cukup parah. Peran agama dan keluarga sangat penting untuk mengantisipasi perilaku remaja tersebut,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa faktor yang mendorong remaja usia sekolah SMP dan SMA melakukan hubungan seks di luar nikah. Di antaranya, pengaruh pergaulan bebas, faktor lingkungan dan keluarga yang mendukung ke arah perilaku tersebut, serta pengaruh perkembangan media massa.
Dengan perilaku seperti itu, remaja sangat rentan terhadap risiko kesehatan, seperti penularan penyakit HIV/AIDS, penggunaan narkoba, serta penyakit lain. Sebab, data Departemen Kesehatan hingga September 2008, dari 15.210 penderita AIDS atau orang yang hidup dengan HIV/AIDS di Indonesia, 54 persen adalah remaja.
Saatnya bermawas diri bagi yang punya keluarga dengan usia di atas kecuali kalau memang Anda begitu tidak peduli dengan semua itu.
-
1
Ping balik on Jan 21st, 2009 at 11:37 am
[...] Dylan: Emansipasi atau Melecehkan Diri Perlukah tetes darah keperawanan di malam pertama? “Tidak Perlu!” jawab mayoritas remaja (63%) yang disurvey oleh BKKBN. Benarkah??? [...]
-
2
Ping balik on Feb 12th, 2009 at 11:39 am
[...] virgin?, benarkah kita bisa menilai gadis yang masih virgin dari luar tubuhnya? dan perlukan kevirginan disaat malam pertama? apa betul kevirginan bisa hilang tanpa melakukan hubungan sex? dengan kata laen, dikarenakan jatuh [...]
-
3
Ping balik on Mar 18th, 2009 at 3:38 am
[...] Perlukah Tetes Darah Keperawanan di Malam Pertama Pernikahan? [...]














24 Januari 2009 at 2:36 pm
Wah, sayangnya saya sudah ngga perawan mas…
sudah punya anak satu…:D
sekarang saya rasa itu menjadi sesuatu yang mahal.. sampai-sampai ada yang melelangnya demi untuk kuliah…dan yang menawar juga banyak… gile bener…..
24 Januari 2009 at 7:34 pm
Inilah kekhawatiran di masa sekarang ini…
Saya acungin jempol 10 deh (di tambah jempol temen) buat mereka yang bisa menjaga keperawanannya sampai hari pernikahannya..
26 Januari 2009 at 5:22 am
Bagi pria dapet istri yang masih gadis adalah kemenangan, kok rasanya dapat istri yang sudah tidak gadis lagi sepertinya jadi pria yang pecundang, bisa-bisa di ejek pria seluruh dunia..
tapi salut jika ada wanita yang tetap bisa menjaga kegadisannya dan diberikan saat malam pertama dengan suami.
keperawanan adalah gift yang besar bagi suami…ga bisa dinilai dengan uang atau harta…
salam kenal.
27 Januari 2009 at 8:59 am
Pada suatu hari, aku dinner ma pacar aku. Tempatnya asik untuk ngobol santai dan lepas. Hingga di suatu momen ia berkata seperti ini, “Panca, aku sangat menyayangimu, jujur perasaanku padamu sudah saya ikat dalam jaringan sarafku. ada satu hal yang belum kamu tahu selama 3 tahun kebersamaan kita. Selama kita mewarnai dunia kita dengan senyuman, tak sanggup aku memikul beban ini, mungkin kamu lebih baik tau sekarang daripada nanti jika kita sudah menikah. Maafkan aku sayang, Aku tidak sesuci yang kamu bayangkan, aku hanyalah sampah, sangat kotor…Maafkan aku sayang, aku sudah tidak perawan lagi.
Arrrrrggghhh, aku ingin berteriak ketika itu, mukaku merah…Hancur hati ini mendengar pacar saya yang sangat aku kasihi itu berkata sedemikian. Aku terdiam sejenak, mengatur nafas saya yang sudah tidak teratur, mengendalikan emosi. dan mengeluarkan kata-kata seperti ini, “Jujur,sebenarnya aku tak tahu mau bilang apa, yang aku alami sekarang perasaan kaget dan kecewa denganmu. Tapi satu hal yang kamu harus tahu, Perasaanku kepada kamu tak akan pernah berubah, aku ikhlas menerimanya walaupun sangat berat untukku. Aku ikhlas mencintaimu semenjak pertama kali kita ketemu dan sejak aku jatuh cinta padamu.”
By
27 Januari 2009 at 12:53 pm
emang dunia udah tua….remaja Indonesia dengan sangat sukses mengikuti budaya Barat…Na’udzubillah
27 Januari 2009 at 10:32 pm
Buat yang muslim, fakta itu bisa menguatkan iman kita sebab kata Nabi SAW, ciri kiamat nanti adalah (salah satunya) banyak wanita telanjang dan maraknya perzinahan. Jangan mau nikahi wanita yang ga Perawan !!!!!! sebab sebelum dia dicambuk 100 x, dosa zinahnya ga akan diampuni (kecuali taubat nasuha dan Allah berkehendak lain). Jangan datang ke undangan orang yang sudah bunting sebelum ijab kabul sebab datangnya kita ke tempat itu berarti memberikan “restu” perbuatan mereka. Jika bencana datang menimpa bangsa ini, salahkan saja wanita-wanita pezina (wanita baik-baik jangan disalahkan doong) sebab Nabi SAW mengatakan, maju mundurnya suatu bangsa tergantung wanitanya. Permasalahan dasarnya adalah istilah “Pacaran” menggantikan istilah “Zina”. Bukan hanya bersetubuh yang disebut Zina, tapi pegang tangan dan memandang saja disebut Zina. Karenanya kalo ada orang “Pacaran” maka mereka enjoy saja ngga merasa sedang berzina.
Nikah tidak mesti dari “Pacaran”, emang bisa ? saya buktinya. Punya Istri umurnya masih 19 tahun (segerrrrr), cantik, solehah, pintar (Juara 2 Antar SMEA se JABODETABEK & Lampung) lemah lembut dan berjilbab syari pula (mau ?). Gampang, caranya hindari PERZINAHAN !! dan amalkan agamamu dalam kehidupan sehari-hari.
So, cari yang perawan, sebab itu pun Sunnah Rasul. Ada rasa ada Rupa, setiap yang berbeda tentu beda rasa. Ada ketenangan dalam pelukan di malam pertama dari istri sholehah sang gadis idaman yang perawan berwajah lembut, imut dan menggetarkan……
28 Januari 2009 at 3:25 pm
mas mau misalkan malam pertama ma istri ternyata istrinya sudah di nikmati orang lain
menurut mas mau ta bekas orang lain
apa enak rasanya
29 Januari 2009 at 10:35 am
weleh-weleh remaja sekarang ini makin aneh-aneh saja polah tingkahnya
29 Januari 2009 at 8:54 pm
Menurut saya Keperwanan bukanlah segala-galanya, karna yang penting adalah bagaimana cwe itu nanti bisa berubah jika menikah dengan kita, jika kita ternyata mendapatkan seorang istri yang ternyata telah hilang keperawanannya bukan oleh kita melainkan oleh orang lain sebelum kita memacari gadis tersebut, kita harus bersikap bijaksana dan menerima apa adanya, dengan begitu hati anda pasti akan bahagia….
30 Januari 2009 at 10:11 am
Parahnya, ada agama yang ibadahnya berupa jalan menuju seks bebas. N’udzu billah.
30 Januari 2009 at 2:29 pm
Mang dunia ini sudah semakin gila aja….
31 Januari 2009 at 1:59 am
remaja emang penuh dengan ambisi rasa ingin tahu….
mayoritas dari mereka adalah ingin membuktikan kebenaran tentang apa yang mereka lihat ataupun mendengar….
31 Januari 2009 at 11:21 am
tergantung apa definisi tetes darah keperawanan itu mas..
setau saya, walaupun masih perawan (baca: belum pernah melakukan hub intim), terkadang perempuan pada saat berhub intim dengan suami pertama kali belum tentu mengeluarkan tetes darah..karena tetes darah itu hanya akibat pembuluh darah vagina yang pecah akibat belum siapnya vagina atau masih belum fleksibel dalam menerima “benda asing” yang masuk..
31 Januari 2009 at 11:52 pm
“keperawanan adl no ke 27 sekian” spt yg di katakan dlm lagu slank… hmm menurutku meskipun awalnya spt itu, tp ternyata kecewa adl pasti dan itu akan membayangimu seumur hidup !!!! dan spt apa yg dikatakan dlm lagu dewa “jng sampai ada tangis dari lelaki yg pasti akan mendampingimu untuk selamanya” wahai para gadis jagalah perawanmu, berilah yg terbaik untuk suamimu niscaya kau jg tidak akan dikecewakan jg, tp spti yg dikatakan para kyiai bahwa orang baik pasti akan mendapatkan orang yg baik pula… hmm… cukup adil jg, dan ketahuilah Allah itu maha adil, keadilan hanya miliknya….
1 Februari 2009 at 12:19 am
buat mas limanaji jwbnya adalah orang baik pasti bertemu dng yg baik pula… masalah keadilan, adil hanyalah punyaNya, jng kau mungkin itu adl sebuah pelajaran bagi kita semua untuk kita ambil hikmahnya,
2 Februari 2009 at 5:52 am
i need support…. T_T
thanx for us
2 Februari 2009 at 11:10 am
walah….zaman skrng ni hampir sekitar +/_ 70% wanita indonesia menjadi janda……janda yang kumaksud bukan istri yang ditinggal(mati/cerai) suaminya…..tapi perempuan yang statusnya lum nikah, tp dah nggak perawan….tuk tu…baiknya bagi para lelaki yang merasa sudah siap lahir batin dan dah punya idaman wanita, cepet-cepet deh nikah ja…..tp klo lum siap lahir batin dan lum juga memenuhi syarat nikah, pacarannya yang bener aja yaw,,,,,,tuk mencegah kebobrokan remaja
2 Februari 2009 at 1:21 pm
nyari istri solehah rupanya makin susah aja, mudah2an dapat yang solehah. Sesuai dalam kitab suci, yang baik akan mendapat yang baik pula.
2 Februari 2009 at 1:38 pm
sebenernya, bedanya perawan sama gak perawan dimana (rasa)…apakah rasa enaknya jauh lebih enak daripada yang udah gak perawan?ataukah gak terlalu jauh?
apakah ada kerasa susah untuk ‘maaf’ hmm…dimasukkan?
kasihan buat orang yang mendapatkan istri namun sudah dipakai(sex) lebih dari 80x oleh mantan pacarnya..
dia adalah seorang temanku cowok yang sedang akan menikah, dan cerita denganku.
2 Februari 2009 at 1:43 pm
sebenernya, bedanya perawan sama gak perawan dimana (rasa)…apakah rasa enaknya jauh lebih enak daripada yang udah gak perawan?ataukah gak terlalu jauh?
apakah ada kerasa susah untuk ‘maaf’ hmm…dimasukkan?
kasihan buat orang yang mendapatkan istri namun sudah dipakai lebih dari 80x oleh mantan pacarnya..
dia adalah seorang temanku cowok yang sedang akan menikah, dan cerita denganku.
2 Februari 2009 at 2:34 pm
Setuju ma @bad husband. Tes bukan menyelasaikan permasalahan…
6 Februari 2009 at 11:00 am
Allahu Akbar….
Pening kali bah..ngeliat remaja jaman sekarang!
Saya sich masih remaja juga. Tapi keadaan sekarang ini sungguh memprihatinkan. Pergaulan yang sudah kebablasan.
Kapankah ini bisa diakhiri..?
Bisa! Jawab dengan tegas bahwa itu akan terjadi
6 Februari 2009 at 12:01 pm
Bagaimana ya, seharusnya sis rohanilah yang perlu ditanamkan pada anak2x baik pria maupun wanita, tapi apa hendak dikata para pemangku agamapun sudah ada yang berbuat tidak bener, bahkan orangtua kandung sendiri.
So, mari kita mulai dari diri sendiri ocreeeeee
7 Februari 2009 at 8:58 am
aku mau mewakili wanita yang gak perawan tp lom kawin
mereka mungkin tdk perawan krn banyak hal
dan bagi lelaki tidak boleh meletakkan keperawanan hal yang utama.
kita harus liat esensi kita menjalin hubungan dengan wanita.
cinta
dan hati yang dalam
itu yang utama.
8 Februari 2009 at 10:57 pm
Sebenarnya yang perlu disalahkan adalah DIRI SENDIRI yang tak bisa menjaga apa yang harus di jaga dan apa yang terpenting baginya, cobalah pertebal iman dan rajinlah mendekatkan diri pada yang maha kuasa perbanyaklah baca agar tidak ketinggalan informasi tentang apa yang terjadi saat ini. Aus kemajuan teknologi tak dapat dibendung lagi tapi kita harus bisa memilih baik buruknya informasi bukankah kita diberikan otak untuk berfikir! jadi sebelum melakukan tindakan ya dipikirkan dulu ok!
8 Februari 2009 at 11:43 pm
aku merupakan salah satu yg tidak perawan. pertama kali berhubungan waktu SMA kelas 3. berarti umurku 17 kan yah? belum siap utk dimasuki jika dilihat dr aspek kedokteran. tp aku dipaksa..dan bodohnya, setelahnya, aku mau melakukannya kembali.sampai hubungan kami berlanjut 5 tahun kemudian.kami berhubungan. dan berhasil tanpa anak. suatu ketika ternyata orangtua tidak menyetujui bahwa dia kelak menjadi suamiku.karena backgroundnya yg tadinya bener2 buruk (well, keluargaku adl keluarga terhormat, hanya aku saja yg tergelincir secara terselubung).
hubungan kami berakhir. penyesalan. iya benar.sampai sekarang saya sedang mencari org yg tepat utk menyambuk saya 100X atau dengan sekali cambuk tapi dengan 100 batang lidi. sampai sekarang saya berusaha memperdalam ilmu agama.benar2 bertaubat..dan 1 tahun setelah berpisah dengannya, entah dari mana cahaya Illahi datang, seseorang ichwan datang padaku untuk melamarku.tanpa basa-basi berpacaran dgku. setelah menelisik background keluarga dan pendidikannya dy mmg patut dijadikan iman. aku terima. dan dia menerima juga keadaanku. benar kita masing2 punya masa lalu.tapi janganlah men-judge org dr masa lalu. yg berhak hanyalah Alloh. ketika kita berusaha baik, pasti imbalannya juga akan baik..dan aku menikmati karuniaNya..kami bersama-sama membangun cinta. bukankah setelah suami istri, meremas tangan saja bisa menggugurkan dosa??
jika zina merupakan salah satu dosa terbesar, jika ada tobat nasuha dan hukum rajam, kenapa juga hai kaum adam kau permasalahkan?bukankah yang Mengadili adalah Rabb Yang Hakimul Ghafur? Alloh yang paling berhak atas semua ini. krn Dia Yg Menciptakan, dan kepadaNya kembali. kenapa juga hai kalian kaum Adam mencari2 kesalahan, mencari2 seenak sendiri, toh life is too short..yang paling dkt adl kematian..kl kita bisa mmperbaiki diri, alm gonna be afterlife…
10 Februari 2009 at 3:27 am
aku setuju dengan mbak naina,,
kan smua dosa bisa diampuni, kecuali syirik
12 Februari 2009 at 11:41 am
mmmm…klo aq sih penting banget keperawanan tu…klo ilangnya karena “alasan yang bener” sih ok lah, tapi klo karena “itu”….but anyway,yang penting keduanya sama-sama ngerti ajalah…so,to ladies….mari kita jaga “mahkota” kita,ok!!!!
15 Februari 2009 at 12:33 am
Sungguh memprihatinkan sekali tingkah laku anak jaman skrg. Apa mereka tidak punya akal bisa2 mau berbuat seperti itu.
Jaman bener2 wis endan…
Semoga jodohku adalah wanita yg baek2 dan masih perawan tentunya.. Amin.
15 Februari 2009 at 2:06 am
Lha nek manuke cilik khan gak bisa menjebol keperawanan pasangannya… Hayo…
Ibaratnya burungnya si laki ukuran bautnya 10 dan lobangnya si wanita ukuran mur nya 11, khan cuma bisa gesek-gesek bagian dindingnya aja.
Saran saya: gak perlu keluar darah perawannya apa tidak yang penting di buat enjoy aja. Masa mau nikahi orang yang di cintai koq pertanyaannya “Eh aku cinta padamu lho…tapi kamu harus perawan”, ya kalo pengen digampar sama tuh cewek (wakakakaka). Cinta itu dilihat dari hati dan ketulusannya bukan pada keperawanannya……
<header>www.jugangan.blogspot.com</header>
18 Februari 2009 at 2:10 pm
penting banget tuh karena kesucian seorang dinilai dari kevirginannya
22 Februari 2009 at 7:57 am
Mengejutkan juga kondisi ini. Tapi menurut saya juga tidak perlu ada test-test an. Yang penting sebelum menikah harus benar-benar tahu kelakukan masing-masing. Artinya, dalam masa penjajagan harus benar-benar didasari pada rasa ingin mengetahui kecocokan masing-masing fihak. Dan satu hal yang harus dipegang adalah sekali sudah diputuskan menikah, apapun resikonya ya tidak perlu dipersoalkan kembali.
22 Februari 2009 at 11:41 am
miris, nyaris, tragis. mkn ada benarnya apa yang dibilang seorang pelopor pujangga Indonesia Ronggo Warsito. bahwa akan tiba saatny zaman kolo bendo (kehancuran) dimana orang akan lebih mementingkan nafsu dari pada iman. mkn kita tidak bisa menyalahkan siapapun. yang terpenting kita mulai perubahan dari dalam diri kita.
22 Februari 2009 at 11:57 am
wuedaaannnne
23 Februari 2009 at 9:15 pm
Kalau menurut saya sih, perlu banget keperawanan itu, sebagai tanda kesucian dan yang lebih penting lagi sebagai tanda orang baik2, beriman, dan beragama.
25 Februari 2009 at 8:28 pm
iya ya, padahal seandainya kita punya istri bekas dicium orang saja rasanya jengkel apa lagi udah g prawan, naudzubillah
26 Februari 2009 at 3:28 am
hwahahahha bgs bos mengingatkan para gadis2 untuk waspada
http://webprabumulih.wordpress.com
28 Februari 2009 at 6:52 pm
yng bilang tidak itu karena belum merasakan gimana setelah adanya pernikahan…hal yg sudah disepakati untuk tidak diungkit2 lagi ternyata bisa keluar dari mulut saat ada masalah datang menerpa
2 Maret 2009 at 10:51 pm
yaa namanya juga dah mau dekat kiamat.
perzinahan merajalela..
biar tau aja nanti rasanya dibakar dikuburan sama dineraka karena dosa zina.
5 Maret 2009 at 10:29 pm
Sangat penting apabila ia memang belum pernah menikah. Namun tidak bisa juga digeneralisasi, karena banyak sebab mengapa seorang gadis tidak lagi perawan, misal: terjatuh, diperkosa dll…
5 Maret 2009 at 10:37 pm
@miu= setuju banget mas, kadang kita keceplosan saat sedang emosi dan tak tahu kata apa yang telah kita keluarkan. Oleh karena itu keperawanan menurut saya adalah hal yang sangat penting
7 Maret 2009 at 10:37 am
nauzubillahmindzalik,mari lindungi generasi mendatang agar tidak melakukan kekeliruan yg lebih parah, sepertinya komunikasi antara anak,ortu dan pendidik perlu lebih ditingkatkan efektifitasnya.
8 Maret 2009 at 1:23 am
Sebelum menjudge perlu atau nggaknya, kt mgkn perlu tahu, emang apa definisi keperawanan? Sampai sejauh mana seseorang bisa dikatakan perawan? Apakah cuma selaput dara yang tipis itu yg membedakan? Gimana kalau ‘bermain-main’ tapi gak sampai merusak hymen ini? Apakah masih perawan?
Jadi mnrtku karena itu bkn hal yg mudah ditentukan, semestinya hal ini tidak dipandang berlebihan…
Lalu gimana soal batasan keperjakaan?
Pendapat saya, kalau sudah terikat perkawinan, suami-istri itu sebaiknya saling menerima satu sama lain, karena yg terpenting bukan masa lalu, tapi yg dijalani dan yg dicita-citakan bersama..
10 Maret 2009 at 2:15 pm
jangan meremehkan agama. Alloh SWT pasti tahu apa hikmah yang terkandung dari larangannya bergaul bebas. Mendekati zina saja tidak boleh apalgi berzina. Ingat mati kita tidak kekal di dunia ini dan ada pertanggungjawaban kelak di akhirat.
10 Maret 2009 at 3:00 pm
Hari gini masih mikirin perawan ga perawan????
Sebaiknya ga dech… Liat dulu diri kita sendiri apakah kita berhak dapat yang perawan apa gak…
Wanita baik2 utk laki2 yang baik2. Begitu juga sebaliknya…
Kalo kita baik Insya Allah semuanya juga baik… Kecuali emang Allah emang mau kasi cobaan
15 Maret 2009 at 5:08 am
jamannya udah rusak….
15 Maret 2009 at 2:47 pm
Saya rasa tugas dari seluruh muslim dan muslimah untuk menjaga kesucian mereka, maka sebaiknyalah kesucian itu diberikan kepada istri/suami mereka kelak. Janganlah mengikuti kaum jahilliyah.
15 Maret 2009 at 8:43 pm
ass…….
mas…..,sy blum mengerti cra buat blog….
blh mnta ilmuna gk……….
wass…….
19 Maret 2009 at 12:16 am
darah keperawan tidak mutlak dan harus saat malam pertama. namun kesucian hati dan jiwalah yang penting!
19 Maret 2009 at 11:06 pm
perawan penting juga sich,
nah loh kalo istri kita yg udah kita nikahi 1 hari yang lalu dan ga jujur eh ternyata dia ga perawan gmn?
20 Maret 2009 at 2:28 pm
Akibat orang tua kurang peduli terhadap perkembangan pergaulan anak-anaknya
21 Maret 2009 at 3:17 pm
kalau hanya wanitanya aja sich g adil namanya mau tau cari mendeteksi laki yang g bujangan lagi lihat aj dengkul d kakinya kalau dengkulnya mencelong masuk k dalam berarti lelaki itu sudah merasakan nikmatnya bersex ria silahkan mencoba
23 Maret 2009 at 9:25 am
semoga keadaan seperti itu tidak terjadi di semarang.
23 Maret 2009 at 9:47 am
EMANG GW PIKIRIN KLUAR DARAH TO TIDAK POKOKNYA UDAH CINTA SIKAT AZ YANG PENTING ENAK BO……….
23 Maret 2009 at 12:15 pm
memang tak ada manusia yang sempurna dan pasti semua punya kesalahan, namun yang paling penting kita renungkan adalah bahwa kodrat kita sebenarnya hanya untuk mengarah pada kesempurnaan itu sampai pada titik yang paling dekat. Jadi, kita harus tetap berusaha agar kodrat kita itu tercapai. Masalah keperawanan bukanlah masalah agama (secara konvensional) saja, namun disana terkandung budaya ketimuran, yang selama ini masih kita pegang teguh, kita belum mau disebut masyarakat yang menerapakan “free sex”. janganlah memulai hal-hal yang kecil dari sebuah kesalahan besar, tapi hal-hal yang kecil itu harus kita mulai dari sebuah kebaikan.
28 Maret 2009 at 10:53 pm
kalo g pake tes, jadi rawan dapet yg g perawan dunk!…
klo uda g perawan ya jgn salahkan siapa2 klo nanti kena AIDS ato penyakit kelamin yg lain.
29 Maret 2009 at 4:20 pm
wanita baik-baik hanya untuk pria baik-baik..sudah kah kita menjadi pria baik-baik??
31 Maret 2009 at 1:10 pm
baca judulnya ngeri… (malu jg)
31 Maret 2009 at 1:30 pm
ekhh… qo yg di sorot Serang yah???.. (tetangga Q donk!wuihh..bahaya2!)
31 Maret 2009 at 4:52 pm
jikalau melihat dari kondisi yang seperti sekarang
orang sudah bebas bergaul dengan siapa saja
mungkin saya jawab perlu sebagai bukti bahwa dia masih gadis
3 April 2009 at 11:16 pm
bicara keperawanan.. itu penting tidak penting. yang terpenting itu adalah perlakuan sikap kesetiaan terhadap sang suami seperti menjaga keutuhan tumah tangga. dan mungkin masih banyak contoh2 lainya. dan juga neh to suami bisa tengok dirinya pakah di juga perjaka tulen? klo gak udah perjaka tulen palagi! itu seharusnya virgin tidak penting!!
klo masing2 bisa sama menjaga keutuhan rumah tangga saya rasa virgin tidak terlalu penting.. dari pada virgin tetapi tidak bisa menjaga keutuhan rumah tangga. intinya dijalanin ja dlu saling mengasihi, perhatian, penuh cinta, dapur ngebull terusss.. di jamin sampe pada keriput, bongkok, gigi ompong juga masih lope..lope..
10 April 2009 at 1:15 pm
Hanya perempuan saleh yang masih virgin sampai malam pertama pernikahan (Terkecuali akibat kecelakaan atau perkosaan).
Diantara 1.000.000 wanita yang tidak virgin, paling banyak 5 wanita yang diakibatkan kecelakaan atu perkosaan selebihnya akibat seks bebas.
Jadi Tetes Darah Keperawanan di Malam Pertama Pernikahan diperlukan untuk menentukan kesalehan seorang wanita….
12 April 2009 at 2:12 am
Semoga cuma hasil survey aja.
12 April 2009 at 5:10 am
Hati2 dgn yg namanya junjung purba.hobi cabul.pelan tapi mematikan.spt ular
12 April 2009 at 8:42 am
semoga dengan adanya artikel ini para remaja disadarkan akan pentingnya suatu moral,,,dalam pacaran harus dibatasi akan batasan tertentu,,btw blh tukeran link ga??blognya bagus nie
14 April 2009 at 1:44 pm
munafik semua yang tulis, angka % itu benar gak untuk ditest pada semua siswi (untuk seluruh indonesia atau tidak), dan untuk video yang beredar emangnya semua perempuan indonesia, coba hitung yang beredar di internet ada berapa pemain
15 April 2009 at 4:27 pm
waduh, ketika saya hami mangalami stres ketika hasil USG menunjukkan anak janinnya perempuan, sampai akibatnya bayinya ndak lahir-lahir sampai umur kehamilan 11 bulan
6 Mei 2009 at 2:57 pm
PerlU Bgt,hahahaha
15 Mei 2009 at 8:34 pm
dari semua yg komen, keknya saya sreg ama pendapat dari mBak/tante Widiyasari
..
^_^
1 Juni 2009 at 8:52 pm
hmmm….!!!!!
MEMPRIHATINKAN…!!!!
14 Juli 2009 at 4:10 pm
santai aja bro?? u bsa dapet bgituan tu jga perbuatan u.. (karma) bener tuh pria yg baik insyallah mendapatkan wanita yang baik,, bgtu jga sbliknya…..
22 Juli 2009 at 11:30 am
q rasa itu tidak begitu perlu,karena tidak semua perempuan bisa mengeluarkan darah pada saat malam pertama,kondisi perempuan itu tidak bisa kita samakan,klu bicara masalah yg melakukan “free sex”,alangkah baiknya itu kita hindari…krn kalau sudah melakukannya,dosa nya sungguh sangat besar dan akan menyesal sampai seumur hidup…..
22 Juli 2009 at 11:39 am
pesan saya kepada semua perempuan….
agar lebih berhati-hatilah,karena free sex itu merugikan sekali…….,ingat kita pacaran harus tau batas-batasan yang wajar dan kita juga harus bisa sedapat mungkin mengontrol diri agar perbuatan maksiat itu tidak terjadi,klu pun misalnya ada satu pasangan yang benar2 saling menyayangi,alangkah baiknya segeralah menikah agar terhindar dari perbuatan yg di haramkan,tingkat kenyamanan pasangan yg sudah menikah jika d bandingkan dengan yang belum menikah itu jauh lebih indah,karena bagi pasangan yang sudah menikah tidak perlu takut atau ragu untuk berrbuat apa saja……
ingat!!!!di belakang kita masih ada keluarga,jd jangan lah membuat malu mereka…..
22 Juli 2009 at 4:03 pm
emg pergaulan bebas sangat menyesatkan.mnenurut aq virgin itu perlu.alhamdulillah ortuku peduli bgt ma anak2x.shg ank2x gk terjerumus ke hal2 negatif. thx ortuq.
6 Agustus 2009 at 9:05 pm
hidup ntu perlu 2 halyaitu sabar n syukur. jadi kadang2 kenikmatan ntu perlu jg sih,tp perlu rasa sabar tuk nendapatkan nya tp klo da dpt jgn disia-siakan,hajar terus jgan ampe kenak tanggung……………..
ok coy…………/?/????……….
12 Agustus 2009 at 5:17 pm
Perlu jg tuch.., =)
14 Agustus 2009 at 11:19 am
Perawan ?! Tentulah itu hal yang penting. Mengapa? Karena dapat diketahui, apabila wanita tersebut sudah tidak perawan, berarti moral dan agama (imannya) lemah. Tapi tau perawan atau tidaknya tentu setelah menikah. Yang jadi poin utama sekarang adalah kita sekuat mungkin menjaga diri kita dan memperkuat iman, jangan sampai terjerumus ke lembah kehinaan. bila kita dapat menjaga diri sendiri insyaAlloh kita mendapat wanita yang masih perawan..
15 Agustus 2009 at 12:36 am
tetes darah perawan bukan soal utama yang lebih utama adalah memperbaiki moral generasi muda yang menjadi tanggung jawab kita semua sebagai komponen bangsa…pendidikan moral mesti lebih diutamakan demi membangun bangsa yang kuat dan beradab….
18 Agustus 2009 at 4:38 pm
Sungguh terlalu…memang remaja itu emosinya sungguh labil.Saya sendiri masih 16 tahun,jadi saya bisa merasakan ke-labilan emosi saya.Tapi kontrol itu perlu,dan caranya dgn membuka mata,hati,dan otak,asal jgn aurat.
23 Agustus 2009 at 9:17 am
Emank prlu sih bro yG Nmx virgin.
Yg jls kcwa bnget ktka qt tau pd saat mlm prtma pas mau mL istri Qt g virgin lg.
25 Agustus 2009 at 11:43 am
benere penting juga sich……tapi ada lo cewek yang ga bisa keluar darah pas pertama ngelakuin itu.
nek perawan diukur dari adarah, apa kabar dengan yang memang takdirnya ga keluar darah.
apadal masih perawan. gimana duuunk???????????
31 Agustus 2009 at 1:11 pm
g prlu lh..
ikhlas z…
2 September 2009 at 10:13 pm
ueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
6 Oktober 2009 at 10:10 am
Di jakarta apalagi, kayaknya 90% remaja sudah mencicipi seks.. Budaya dan jaman memang susah di lawan.
14 Oktober 2009 at 8:56 am
Aduh, ngeri banget dengernya.. tetapi ini sudah tidak bisa di antisipasi lagi, perubahan budaya itu sulit dibendung, lama2 remaja kita juga akan seperti remaja2 di negara eropa -USA
21 Oktober 2009 at 7:06 pm
kalo mau dapat yang baik maka jadilah orang yang baik….
27 Oktober 2009 at 3:26 pm
Kembalikan saja kepada masing-masing pribadi, apakah mereka masih perlu keperawanan (bagi pria), karena sekarang ini pergaulan sudah semakin rusak..
30 Oktober 2009 at 8:45 am
cihuy… meluncur ahhh… (ga masalah koq)… hehe…
2 Desember 2009 at 12:17 pm
Hi
Zaman semakin berubah jika dahulu soal kedaraan amat penting
tp tidak lg sekarang. Jika lelaki berkahwin dgn wanita yg tiada dara lg tidak menjadi soal. Apa yg penting bg mereka dpt saling memahami satu sama lain. Itu Pandangan zaman kini
Cheers
Setubuh Malam Pertama
2 Desember 2009 at 8:32 pm
thx mpir yo