Farzan Esfandiar a newborn baby bloggerOleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Siswa PP Alkhoirot

Seseorang yang memiliki semangat tinggi, penuh energi, selalu bergairah untuk mengadakan perubahan ke arah yang lebih baik dan memiliki kekuatan jiwa dan kemauan untuk menghadapi tantangan kesulitan yang dihadapi disebut sebagai pribadi yang dinamis. Pribadi dinamis adalah pribadi yang aktif yang selalu memiliki rasa optimisme yang tinggi di dalam mencapai apa yang dicita-citakan.

Begitu juga seorang santri yang dinamis tidak pernah merasa lelah untuk berbuat, baik perbuatan itu memiliki manfaat pada dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Karena mereka tahu bahwa suatu perbuatan yang berdampak positif pada orang lain pada dasarnya juga bermanfaat buat diri sendiri (QS Al Isra’ 17:7).

Setidaknya empat kriteria berikut dapat dibuat sebagai standar apakah seorang santri termasuk santri yang bertipe dinamis atau loyo:

Pertama, berakhlak mulia (QS Al Ahzab 33:21; Al Qalam 68:4). Memiliki energi dan ketangkasan tinggi bukan berarti tidak berakhlak. Jujur dan berani tapi hormat terhadap yang tua, menyayangi yang muda, santun dalam berkata-kata dan berperilaku, serta memakai etika agama dan sosial sebagai standar dalam melangkah merupakan ciri-ciri umum dari akhlak yang mulia. Ini mungkin yang membedakan antara santri dinamis dengan pribadi dinamis yang non-santri.

Kedua, inovatif. Seorang santri dinamis selalu ingin melakukan inovasi. Kebaikan itu banyak ragamnya. Dan jalan menuju kebaikan tersebut lebih banyak lagi ragamnya. Oleh karena itu, ia selalu ingin mencoba mencari jalan baru (inovasi) yang mungkin lebih efektif dan lebih efisien menuju suatu tujuan bersama. Mencoba cara baru tidak otomatis akan berhasil, namun demikian dalam kemauan dan keberanian untuk mencoba itu sendiri sudah merupakan suatu keberhasilan.

Ketiga, inisiatif. Inilah salah satu ciri khas seorang santri dinamis yang berjiwa pemimpin. Seorang santri tidak akan bisa menjadi calon pemimpin yang baik apabila setiap tindak-tanduknya selalu menunggu komando. Ibarat anak ayam yang selalu menunggu suapan dari induknya. Keberanian untuk mengambil inisiatif diperlukan terutama ketika ia dipercaya untuk memegang suatu amanah kepemimpinan. Keberhasilan suatu organisasi, baik besar maupun kecil, sangat tergantung antara lain pada seberapa besar inisiatif dari setiap pimpinannya baik pimpinan level atas maupun yang level bawah sesuai dengan kekuasaan dan otoritas yang diberikan padanya.

Keempat, ikhlas. Walaupun sikap ikhlas sudah masuk pada kategori akhak mulia (poin pertama), namun perlu ada penekanan di sini mengingat sangat pentingnya hal ini dimiliki oleh setiap individu santri yang dinamis terutama di saat-saat di mana keikhlasan sangat diperlukan. Di samping karena perintah Allah (QS Al A’raf 7:29 ) juga sebagai cara untuk memotivasi diri. Sebagai contoh, saat apa yang dilakukannya tidak mendapat apresiasi yang layak baik secara moril maupun materil.

Empat kriteria di atas apabila dimiliki oleh seorang santri akan menjadikan santri yang bersangkutan sebagai figur yang tidak hanya dikagumi dan diteladani karena akhlaknya yang mulia, tapi juga sebagai figur yang akan membuat langkah-langkah yang memiliki manfaat besar besar bagi lingkungan sekitarnya. Inisiatif dan langkah inovatifnya akan menjadi terobosan baru untuk mencapai kemaslahatan dan kesejahteraan umat yang lebih luas.[]

Artikel islami terkait:
Buletin EL-UKHUWAH

  • Hidup Sederhana Sebagai Pilihan
  • Wanita Dewasa
  • Wanita Berkepribadian
  • Wanita Kota dan Wanita Desa
  • Wanita Agamis
  • Wanita Berjilbab
  • Wanita Idaman
  • Wanita Karir
  • Wanita Pintar
  • Wanita Modern
  • Wanita Trendy
  • Self Esteem Wanita Muslimah
  • Hidup Bahagia
  • Zina dan AIDS
  • Kebebasan Memilih
  • Syukur
  • Tawakkal
  • Buletin SANTRI

  • Kredibilitas Santri
  • Santri Progresif
  • Buletin SISWA

  • Apa itu Kredibilitas
  • Santri Dinamis

    1. Artikel yang menarik..
      Tapi masih ada juga santri belum memenuhi salah satu kriteria diatas yaitu ihklas.

    2. mantap mas…akhlakul karimah perlu ditanam sedini mungkin, negara kita sedang krisis akhlak…

    3. Aira

      Tok..tok..tok…Assalaamu’alaikum

    4. Tengkiyu very much

    5. dlm kondisi spt skr ini,,kita sbg warga negara sangat berharap bermunculannya tokoh2 santri muda dinamis, minimal untuk membantu membentengi gempuran budaya barat via media elektronik..

      nc artikel
      tr kasih

    6. Ok saya setuju. Santri jgn terlalu konvensional banget atau kolot banget..justru santri harus bisa ‘masuk’ di era sekarang ini artinya agar umat mempunyai tameng kuat terhadap godaan zaman modern maka peranan santri dinamis sangat diperlukan,

    7. artikel yg keren kang….lanjutkan kang menulisnya…




    Leave a Comment