Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin El Ukhuwah PP Alkhoirot Putri
Dalam suatu Hadits diriwayatkan Rasulullah menanyakan pada seorang Badui mengapa dia tidak mengikat untanya. “Aku tawakkal (pasrah) pada Allah,” jawab si Badui itu. Rasulullah berkata: “Ikatlah dulu untamu. Lalu tawakallah pada Allah.”
Hadits di atas oleh banyak ulama dipakai sebagai landasan tentang urutan (kronika) sikap menuju tawakkal: berusaha dulu baru berpasrah diri padaNya. Hadits tersebut sebenarnya memperkuat apa yang secara eksplisit dinyatakan dalam Al Quran Surah Ali Imron 3:159. Dalam ayat lain juga disebutkan bahwa usaha kita hendaknya sebuah usaha yang maksimal dan sungguh-sungguh (QS Al Anfal 8:60) bukan sekedar berusaha tanpa dibarengi dengan energi tinggi dan perencanaan yang matang.
Tidak sedikit kita umat Islam yang menyalahgunakan kata tawakkal untuk menutupi kelemahan dan kemalasan diri. Berusaha yang asal-asalan sama dengan tidak berusaha dan karena itu tidak berhak untuk menuju level tawakkal. Karena kalau ini dilakukan, kesuksesan jelas tidak akan tercapai. Karena hanya dengan kesungguhan maksimal (mujahadah) suatu usaha akan menampakkan hasilnya (QS Al Ankabut 29:65). Dan suatu usaha dapat disebut maksimal kalau setidaknya melewati tiga proses.
Pertama, rasa percaya diri (confident). Percaya bahwa kita dapat berhasil melakukan apa yang hendak kita lakukan itu sangat penting. Untungnya, Islam memberi ruang yang lebar bagi kita untuk bersikap percaya diri. Dalam QS Ar Ra’d 13:11 dengan tegas dinyatakan bahwa “Allah tidak (akan) merubah keadaan suatu kaum, sampai mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” Tanpa percaya diri, bagaimana seseorang berani berencana dan bertindak?
Kedua, perencanaan yang matang.. Ibarat insinyur yang hendak membangun jembatan, usahanya akan gagal tanpa ada rancang bangun yang detail terlebih dahulu dari jembatan yang hendak dibangunnya. Apabila Anda bingung dalam membuat perencanaan yang baik, konsultasi pada ahlinya atau pada orang yang dianggap relatif lebih mengetahui (QS Ali Imron 3:159). Termasuk dalam perencanaan adalah mengadakan penelitian atau survei atas kemungkinan berhasil atau tidaknya apa yang akan dilakukan.
Ketiga, kerja keras dan fokus. Kerja keras untuk mencapai apa yang direncanakan. Termasuk dari bagian kerja keras adalah disiplin, konsisten, tahan uji (resilience) dan fokus.
Fokus atau mengerahkan segala pikiran dan tenaga pada satu titik merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kita boleh memiliki banyak rencana, tapi fokus pada satu rencana dalam satu waktu adalah kunci menuju kemungkinan sukses yang lebih besar.
Apabila tiga proses di atas sudah dilakukan, dan ternyata kegagalan jua yang didapat, maka kita sudah mencapai pada level di mana tawakkal atau berserah diri pada Allah bukan hanya dibolehkan tapi juga diperlukan. Sebab tanpa tawakkal pada momen seperti ini hanya putus asa yang masuk ke sanubari. Dalam Islam, putus asa merupakan salah satu tindakan yang sangat tidak etis seperti tersurat dalam QS Yusuf 12:87. Jadi tawakkal adalah kekuatan manusia untuk terus hidup, bukan kelemahan.
Momen tawakkal juga momen yang tepat untuk berkontemplasi (introspeksi diri atas kesalahan yang mungkin dilakukan), dan untuk menenangkan hati sambil memikirkan rancangan-rancangan baru menuju usaha berikutnya. Hidup itu dinamis yang selalu bergerak. Apabila kita diam, kita akan ditinggal waktu dan sudah tidak lagi layak disebut hidup.[]
Artikel islami terkait:
Buletin EL-UKHUWAH
Buletin SANTRI
Buletin SISWA














31 Mei 2009 at 6:07 pm
Fokus atau mengerahkan segala pikiran dan tenaga pada satu titik merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kita boleh memiliki banyak rencana, tapi fokus pada satu rencana dalam satu waktu adalah kunci menuju kemungkinan sukses yang lebih besar.=====> ni yg biasanya susah…,kdg2 jika dah fokus dan ga selesai2 masalah pasti akan terpecah fokusnya…,smg selalu di berikan jalan yg lurus kekuatan dan kesabaran.Amin…
1 Juni 2009 at 12:37 am
Mari-mari
1 Juni 2009 at 12:39 am
Semoga tetap utuh.
1 Juni 2009 at 1:00 am
menurut saya tawakkal adalah hal yang sulit dilakukan pada orang2 egois yang masih memikirkan dunia, mungkin termasuk saya. tapi insya allah saya akan terus berusaha menjadi orang yang tawakal.. mari kita berlomba merebut cintaNYA
1 Juni 2009 at 8:55 am
salam
kalo boleh nambahin satu langkah lagi. setelah selesai berusaha kita siap-siap lagi untuk memulai langkah yang baru..faidza faroghta fanshob..wa ilaa robbika farghob…(QS. 94:7-8)
CMIIW
1 Juni 2009 at 9:47 am
kita selalu harus berusaha pilihannya adalah kalau usaha bisa sukses bisa gagal tapi kalau ngak usaha pasti gagal
1 Juni 2009 at 9:51 am
Manusia hanya bisa berusaha dan Allah yang menentukan.
1 Juni 2009 at 10:09 am
Insya Allah dengan kita bertawakkal dan selalu berpikir positif dan positif bahwa kita pasti bisa, maka Allah akan menurunkan mukjizat itu.Amin
1 Juni 2009 at 11:20 am
hal yang paling sukar untuk dilakukan bila kita tidak ikhlas
dalam beribadah…
1 Juni 2009 at 11:38 am
Ana setuju banget dengan artikel antum, tinggal kita mau gak menjalankannya. Hidup adalah pilihan. Kebaikan kembali kepada yang mengerjakannya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Terima kasih. Jazakallah khair.
1 Juni 2009 at 2:01 pm
sudah saya pasang banner linknya…
1 Juni 2009 at 4:24 pm
Asalamualaikum
terima kasih infonya,semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum
2 Juni 2009 at 1:52 pm
nice post……
3 Juni 2009 at 4:12 pm
Setuju mas, emang berusaha harus maksimal dan jangan lupa tawakkal
3 Juni 2009 at 4:14 pm
Tawakkal akan membuat org tidak sombong dengan keberhasilan dan tidak down akibat kegagalan dan yg terpenting Ridho Allah
3 Juni 2009 at 4:15 pm
wah lengkap sekali penjelasannya
4 Juni 2009 at 7:01 am
Blog hopping. Have a nice day
5 Juni 2009 at 6:46 am
ana sepakat dengan neh artikel
5 Juni 2009 at 10:02 am
Mas Fatih,
Jika boleh menambahkan, bagaimana sekiranya sebelum 3 proses tersebut kita dahulukan dengan proses “Berdo’a”.
Sebagaimana sabda Rasulullah Saw dalam shohih Bukhari, bahwa “Do’a itu merupakan inti ibadah”
Jadi, ketika kita hendak memulai suatu usaha, kita telah lebih dahulu menggantungkan, menyerahkan dan berharap kepada kepada dzat yang Maha Tahu atas kapasitas diri kita, yakni Allah swt. Dan memulai suatu usaha yang diawali dengan berdo’a merupakan suatu bentuk pernyataan bahwasanya manusia itu adalah hamba yang memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan dari Sang Kholiq dalam setiap gerak langkahnya.
Demikian.
Astaghfirullahal ‘adhim,
Wallahu a’lam
5 Juni 2009 at 1:05 pm
terimakasih pencerahannya mas.
5 Juni 2009 at 4:26 pm
Salam kenal dari kami anak MM SMK Negeri 8 Semarang, kunjung balik yaw
5 Juni 2009 at 5:49 pm
Tawakal.
Suatu hal yang memang harus terdapat pada semua umat. Setelah berusaha, berdo’a, dan puncaknya adalah bertawakal. Itulah inti dari penghambaan.
5 Juni 2009 at 10:57 pm
Ada nggak ya diantara calon pemimpin bangsa ini yang bertawakkal terhadap Yang Kuasa ??? Kalo ada, Alhamdulillah.. kalo nggak ada, mari kita belajar bersama… Masyarakat korban lumpur Lapindo pasti mau ngajarin tuh…
6 Juni 2009 at 4:25 pm
5 hal yang didapat sat blogging
6 Juni 2009 at 4:32 pm
Saya bawa pulang yach Bang..
8 Juni 2009 at 12:16 pm
ada info, blogger malaysia ngajak perang lho
liat artikelnya di sini
http://catatanharianfebri.blogspot.com/2009/06/blogger-malaysia-ngajak-perang.html
8 Juni 2009 at 6:01 pm
********KONTES BLOG Klik DISINI ***********
9 Juni 2009 at 1:31 am
trims atas pencerahannya Mas Fatih…
9 Juni 2009 at 10:33 pm
good posting. makasih atas pencerahannya.
10 Juni 2009 at 7:47 am
-Setuju mas, tawakal bukan hanya berserah diri tetapi didahului dengan daya upaya.Kita menyetir mobil berdoa dulu,harus hati-hati,mematuhi rambu lalu lintas yang ada.Jika dengan semua itu kita masih mengalami kecelakaan lalu lintas ya kita harus tawakal.
-Maju terus dengan artikel bermanfaat mas
salam
10 Juni 2009 at 11:23 am
Dalam bertawakal, manusia terbagi menjadi 4 golongan:
1. Tawakal kepada makhluk.
2. Tawakal kepada makhluk campur tawakal pada Tuhan
3. Tidak tawakal pada Tuhan & tidak tawakal pada makhluk
4. Tawakal kepada Tuhan, ini yang sebenarnya.
10 Juni 2009 at 11:39 am
iklas beramal turut berpartisipasi lho
10 Juni 2009 at 9:52 pm
insyaalha dengan bertawakal semuanya akan berjalan dengan rencana allah swt…bersabar bertawakal dan berikhtiar kunci utama dalam kehidupan…
11 Juni 2009 at 5:32 am
asslmkum..
mas,tukeran link ya?
linknya mas dah tak pasang di kolom banner temen..
ditunggu lho,,hehehe
thx
11 Juni 2009 at 4:31 pm
bertawakkalah kepada Allah sebelum melakukan segala sesuatu…. sehingga bila ikhtiar yang kita lakukan berhasil…juga karena Allah, bila tidak berhasil….berarti Allah mempunyai rencana lain yang lebih baik bagi kita…., efek dari tawakkal segalanya keindahan… seperti sabda Rasulullah saw, “Aku kagum dengan orang beriman ; semua perbuatannya dijadikan kebaikan: Jika mereka mendapatkan kebaikan (kenikmatan) mereka memuji Allah; Jika terkena musibah (kemiskinan dll) yang tidak disukainya, mereka bersabar, maka jadi kebaikan buatnya. Sehingga semua masalah yang menimpa orang-orang mukmin semuanya menjadi kebaikan.”
wallahu’alam
12 Juni 2009 at 9:36 pm
artikel yg bagus..dpt ilmu baru nih…
17 Juni 2009 at 1:50 am
nice baby, one day if i be father i wanna this model
2 Juli 2009 at 6:22 pm
terimakasih mas atas pencerahannya…alhamdulillah
[assalamu'alaikum]
4 Juli 2009 at 11:42 am
Asslmalaikum
Tawakkal wajib bagi seluruh umat manusia
ana setuju this artikle
7 Juli 2009 at 3:11 pm
thanks mas atas artikel dan pencerahannya.
7 Juli 2009 at 8:57 pm
wah sungguh menggugah hati tulisannya makasih bos jadi ingat kembali saya
19 Juli 2009 at 12:08 am
i really pleased because fatih was the my really love firend and his site was wonderful
27 Juli 2009 at 12:47 pm
Ini mengingatkan bahwa kita memiliki keterbatasan dalam melakukan / menggapai sesuatu, dan tawakal adalah satu2nya jalan untuk menyadari keterbabatasan kita tersebut,
Subhanallah…….
2 Agustus 2009 at 7:50 pm
kita selalu harus berusaha pilihannya adalah kalau usaha bisa sukses bisa gagal tapi kalau ngak usaha pasti gagal.
makasih banh patih
2 Agustus 2009 at 8:24 pm
Terima kasih mas Patih, semoga sukses selalu
9 Agustus 2009 at 10:03 pm
Ass.Alaiku…..Setuju itu, intinya setelah fokus dalam aktifitas, ya harus tawakkal, apapun hasilnya…Karena Wajib berusaha tidak wajib berhasil….Terima kasih sobat atas tulisan ini yang sangat berarti buat kita2 ini, khususnya saya pribadi..Amin…Salam sukses
16 Agustus 2009 at 3:40 pm
Semangat aja lah :
9 September 2009 at 4:36 pm
berarti tawakal itu nyerempet-nyerempet ma ikhlas atuh yah…???
9 September 2009 at 4:40 pm
Percaya diri sudah..
Berkerja keras sudah..
tapi yang dokus susah euy di perbuat…selalu saja ga fokus dalam mengerjakan segala hal!
16 September 2009 at 6:28 pm
tawakkal dan berdo’a, dua jurus ampuh meraih sukses dunia dan akhirat….
13 Oktober 2009 at 11:51 am
inna lillahi wainna ilaihi rojiun….semuanya akan kembali ke Allah kita hanya bisa berusaha…