Bagaimana memberikan Pendidikan Islam bagi Anak Usia 12 Tahun
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Santri Edisi Agustus 2010
Pondok Pesantren Alkhoirot, Malang Jatim
Usia 12 tahun, biasanya kelas 6 SD, adalah awal permulaan seorang anak memasuki masa remaja. Tidak sedikit orang tua yang merasa sulit memahami bahwa anak usia ini semakin membutuhkan kemandirian yang bahkan terkadang cenderung dipahami sebagai pemberontakan.
Pada dasarnya, keinginan untuk mandiri anak tidak harus dimaknai sebagai sikap sulit diatur. Kalau toh kenyataannya demikian, itu tidak lain merupakan akumulasi dari kesalahan-kesalahan kecil orang tua dalam proses pendidikan anak sejak awal. Perlu juga diingat, pendidikan tidak hanya menyangkut kata-kata dan disiplin, tapi juga contoh perilaku sehari-hari orant tua yang terkadang justru sangat penting. Oleh karena itu, pertama dan terutama, orang tua harus menjadi contoh panutan etika dan perilaku yang positif kalau orang tua menginginkan perilaku yang sama dimiliki anak.
Yang tak kalah penting, lingkungan di sekitar rumah dan di sekolah harus pula menjadi perhatian karena ia memainkan peran penting dalam perkembangan mental dan pola perilaku anak. Kalau orang tua merasa sudah maksimal dalam memberi pendidikan di rumah, tapi toh anak masih tampak sulit dikendalikan, maka tentu ada faktor lain yang mesti diwaspadai. Termasuk pengaruh dari tontonan di TV dan akses internet.
Sebab, dari survei yang diadakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) antara tahun 2007 sampai dengan 2010 dengan sampel siswa dari kelas 4, 5, dan 6 SD menghasilkan temuan mengejutkan: 67 persen pelajar di bawah umur ini sudah pernah menonton atau mengakses film porno baik dari hand phone (HP) atau internet. Dan dari tayangan TV yang tidak mendidik, timbul cara berfikir yang salah tentang apa itu yang disebut anak gaul atau kuper (Radar Malang, 12 Agustus 2010).
Berdasarkan dari hasil temuan tersebut KPAI memberikan kesimpulan dan rekomendasi bahwa kenakalan remaja dan seks bebas di kalangan ini adalah diakibatkan oleh dua hal: tidak adanya pelajaran budi pekerti dan moral di sekolah dan minimnya porsi pendidikan agama. Dalam hemat saya, yang justru penting adalah perlunya kedua faktor tersebut—moral dan agama—diajarkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
Anak usia 12 tahun, lebih dari usia sebelumnya, juga memerlukan sikap orang tua yang mudah memberi apresiasi, pujian, dan dukungan pada hal baik yang dilakukan anak. Memberi ruang kemerdekaan relatif untuk mendorong sikap mandiri yang positif. Kemerdekaan bukan berarti kebebabasan. Pengawasan tetapi perlu dilakukan, bahwkan apabila orang tua sedang tidak di rumah, jangan lupa untuk meminta bantuan orang lain untuk mengawasi anak.
Komunikasi intensif antara anak dan orang tua juga diperlukan. Orang tua harus menyediakan waktu bukan hanya untuk berbicara, tapi juga untuk mendengarkan apa yang ingin dikatakan anak.
Kesempatan berkomunikasi ini merupakan momen yang baik untuk mengkomunikasikan aturan-aturan yang jelas dan konsekuensi bagi anak apabila melanggar. Namun demikian, jangan membiasakan diri terlalu sering memberi peringatan atau ancaman. Cukup ikuti aturan yang sudah disepakati bersama dan konsisten dalam memberikan konsekuensi, disiplin dan sangsi.
Yang terakhir, do’a kepada Allah. Apabila segala daya dan upaya sudah dilakukan, yang tersisa adalah berdo’a pada setiap usai salat. Baik salat lima waktu maupun salat malam agar kita semua dituntun ke jalan yang lurus (QS 1:6-7), dan mendapat anugerah putra putri yang menjadi penyejuk hati (QS Al Furqan 25:74).
Artikel Islami terkait:
Buletin Alkhoirot Periode 2010/2011
Buletin EL-UKHUWAH Periode 2010/2011
- Memilih Pasangan Secara Islami
- Pendidikan Islam Anak Usia 4 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 6 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 8 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 11 Tahun
Buletin SANTRI Periode 2010/2011
- Pendidikan Islam Pranatal (Dalam Kandungan)
- Pendidikan Islam Anak Usia 2 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 5 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 9 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 12 Tahun
Buletin SISWA Periode 2010/2011
- Pendidikan Islam Anak Usia 1 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 3 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 7 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 10 Tahun
Arsip Buletin Volume 2009/2010
Filed under: Blog Indonesia, buletin santri, artikel islami



saya setuju
keren abis lah
mantafff setuju….
Ijin baca artikelnya ya,,
ini adalah usia dimana memasuki pengenalan karena tidak lama lagi akil balig…. jadi pemahaman tentang islam adalah mutlak ditumbuhkembangkan bahkan saat masih orok – saya pikir!
[...] Pendidikan Islam Anak Usia 12 Tahun [...]
ijin ngambil artikelnya bang,
Iya,, yang tidak kalah pentingnya adalah berdoa,, itu yang saya rasakan sendiri, sejak kecil sebenarnya orang tua tidak terlalu terlibat aktif dalam mendidik pribadi,, tapi entah kenapa saya sewaktu kecil memiliki kecenderungan untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik,, saya yakin itu semua akibat doa yang selalu dipanjatkan dari kedua orang tua saya. Wallahu’alam. Muliakanlah kedua di dunia dan di akhirat
Harus di didik sedini mungkin
Ya memang Kita akui, untuk masa sekarang ini lebih sulit untuk mendidik anak dibandingkan pada jaman bahaeula dulu, harus lebih waspada, kritis dan lebih bijak. Informasi yang saling-silang dan tanpa terfilter seperti sekarang ini yang sering membuat segala pihak kalang kabut. Lingkungan pun begitu besar pengaruhnya untuk pendidikan karakter anak. Sebagai calon orang tua maupun yang sudah menjadi orang tua perlu kerja extra dalam melaksanakan kewajiban ini, karena amanat bagi kita, semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran pada kita…amin
memenag bener untuk pendidikan lebih baik sedini mungkin