Dampak menonton TV, cara mendidik anak lebih sehat, aktif dan cerdas. Seri Pendidikan Islam bagi anak Muslim.
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin El-Ukhuwah
Pondok Pesantren Al-Khoirot Puteri
Karangsuko, Malang
TV saat ini telah menjadi benda yang seakan harus ada dalam sebuah rumah di semua lapisan masyarakat: kota atau desa, kaya atau miskin. TV juga paling banyak dikonsumsi (baca, ditonton) umat manusia di seluruh dunia tanpa pandang umur. Dari orang tua sampai balita. Tak pelak lagi, TV merupakan invensi atau penemuan teknologi paling populer setelah listrik dan radio. Karena sifatnya yang audio visual—dalam bentuk suara dan gambar, maka berbagai acara yang ditayangkan TV memiliki peran besar dalam mempengaruhi cara berfikir dan berperilaku pemirsanya yang tidak sedikit di antaranya terdiri dari anak-anak.
Sayangnya, mayoritas ahli pendidikan dan psikologi hampir sepakat bahwa menonton TV bagi anak lebih besar dampak negatif daripada positifnya.
Terhadap perkembangan otak, misalnya, pada otak anak usia 0-3 tahun menonton TV terlalu banyak dapat menimbulkan gangguan perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman. Juga, menghambat kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, meningkatkan agresivitas dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun, serta tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan.
Yang paling riskan apabila orang tua membiarkan anak menonton TV secara tidak selektif adalah matang seksual lebih cepat. Banyak adegan seksual yang sering ditayangkan pada waktu anak menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yang tidak pantas baginya. Akibatnya seperti yang sering kita lihat, anak menjadi pelaku dan sekaligus korban perilaku-perilaku seksual di luar nikah.
Dr Linda Pagani dari Universitas Montreal Kanada dalam jurnal Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine mengungkapkan hasil temuannya tentang dampak buruk dari menonton TV bagi anak. Di antaranya seperti yang sudah disinggung di atas.
Apa langkah bijaksana yang harus dilakukan orang tua agar anak terhindar dari dampak negatif TV? Tentu saja langkah paling ideal adalah berhenti menonton TV secara total. Baik bagi anak maupun orang tua. Hal ini bukan sesuatu hal yang mustahil. Saat ini tidak sedikit keluarga yang dengan sengaja tidak menonton TV sama sekali dan beralih ke media lain seperti radio dan koran untuk mengakses berita.
Namun bagi yang belum siap atau tidak berkeinginan untuk lepas dari pesawat TV sama sekali, berikut tips aman menonton TV bagi anak .
Pertama, saat anak menonton pilih acara yang sesuai dengan usia anak. Jangan biarkan anak-anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya, walaupun ada acara yang memang untuk anak-anak, pastikan acara tersebut tidak ada unsur kekerasan, atau hal lainnya yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Kedua, dampingi anak saat menonton TV. Dan kurangi jam menonton. Satu jam sehari adalah jam nonton yang bisa ditolerir. Sebagai gantinya, perbanyak mendengarkan radio, memutar kaset atau mendengarkan musik.
Ketiga, Ajak anak keluar rumah untuk menikmati alam dan lingkungan, bersosialisasi secara positif dengan orang lain.
Keempat, perbanyak membaca buku, letakkan buku di tempat yang mudah dijangkau anak, ajak anak ke toko dan perpustakaan.[]
Artikel Islami terkait:
Buletin Alkhoirot Periode 2010/2011
- Filsafat Pendidikan Islam
- Sejarah Sistem Pendidikan Islam
- Ulama Ahli Hadits Perempuan
- Menuju Kebangkitan Islam dengan Pendidikan dan Gemar Membaca
Buletin EL-UKHUWAH Periode 2010/2011
- Memilih Pasangan Secara Islami
- Pendidikan Islam Anak Usia 4 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 6 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 8 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 11 Tahun
- Mencegah Perilaku Feodal Sejak Dini
- TV dan Pendidikan Anak
Buletin SANTRI Periode 2010/2011
- Pendidikan Islam Pranatal (Dalam Kandungan)
- Pendidikan Islam Anak Usia 2 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 5 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 9 Tahun
- Pendidikan Islam Anak usia 12 Tahun
- Metode Pendidikan Islam
Buletin SISWA Periode 2010/2011
- Pendidikan Islam Anak Usia 1 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 3 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 7 Tahun
- Pendidikan Islam Anak Usia 10 Tahun
- Mendidik Anak Gemar Membaca
- Pendidikan Islam bagi Remaja
Arsip Buletin Volume 2009/2010
Filed under: Blog Indonesia, artikel islami



Apa kabar, tes aja ya
Apa kabar
Apa yang terjadi pada diriku
Tes aja ya…..
Tes aja ya…
ijin unduh y mas, yg pasti tidak lupa menuliskan sumbernya
Wahh..senangnya bisa membaca artikel ini..
ya saya setuju dengan bahayanya menonton tv, kalau tidak selektif dampak negatifnya sangat kerasa..
Namun disatu sisi, kita juga harus menunjang mengganti kegiatan2 anak..biasanya sih aku mengajak adik aku yg kecil dengan mengajak berenang ataupun jalan ke mal (tapi k toko bukunya aja..hahaha)
Salam,
Membaca
bukuartikel ini sangat mendidik. Makasih atas infonya…Kalau menonton tv jangan melihat kartun saja. Sekali-kali lihat berita atau pendidikan agar bertambah wawasan pengetahuan.Salam kenal semuanya.
Mendampingi anak menonton TV bukanlah tindakan bijaksana. Itu sama saja mendampingi dia menghancurkan dirinya sendiri. Sesuatu yang baik nampak buruk karena tidak ada yang menyarankannya di TV. Sesuatu yang buruk menjadi baik, karena semua menampilkannya di TV.
Berita pun sama. Setiap hari ada saja orang dibunuh, bunuh diri, diperkosa, dll yang ditampilkan di berita. Apakah ini yang anda berikan kepada anak anda? Anda pikir darimana seorang anak kecil bisa tahu cara mencabuli anak lainnya dan cara bunuh diri?
Mendampingi anak menonton TV itu sama saja menjerumuskan anak anda dan andalah sang penjerumusnya. Benda celaka itu seharusnya tidak ada dirumah.
Gabung yuk di gerakan moral “Revolusi Sistem Pendidikan Dasar” generasi Indonesia yang unggul dan berkualitas di http://www.yandanur.blogspot.com
Great website, keep up the hard word.
Sejatinya TV adalah hiburan. Dan hiburan akan terasa menghibur jika kita mau dan mampu untuk menggunakannya secara benar.
Saya pikir dengan tidak menonton TV secara total adalah sebuah pemikiran yang kerdil. Meski ada acara yang buruk, tapi masih terdapat juga acara yang mendidik.
Jadi, tidak hanya TV saja. Segala sesuatu itu akan terasa bermanfaat saat kita telah benar dalam menjalankannya.
Membiarkan anak di depan TV tanpa pengawasan atau tanpa pendampingan sama saja menjerumuskan, acara sekarang jarang yang memperhatikan anak-anak…
Artikel yg mencerahkan kang fatih..
sukses selalu mas
Kunjungan persahabatan makasih artikelnya
Tank’s ur artikel boss
makasih artikelnya
Izin nyimak mas…
Mantap nih tipsnya…
[...] This post was mentioned on Twitter by Blog Indonesia, allena vici valensia. allena vici valensia said: Buat para orang tua, yak sayang anak! Sayang anak! –▸ TV dan Pendidikan Anak http://ff.im/-sSomy [...]