
Penipuan berkedok bantuan untuk pesantren dan madrasah dari dana Timur Tengah di IMF atau Bank Dunia (World Bank)
Yang namanya penipu tentu memiliki berbagai macam cara dan bentuk penipuan (modus operandi) untuk menipu calon korban. Salah satu prinsip penipu adalah siapa saja dan di mana saja akan ditipu. Yang penting, membawa hasil yang diinginkan. Salah satu yang sering menjadi obyek penipun adalah kyai dan pesantren. Salah satu modus operandi-nya adalah bantuan dana pembangunan pesantren.
Tentu saja, para kyai yang sering kekurangan dana pembangunan cukup antusias setiap kali ada tawaran bantuan pesantren. Dan itu dimanfaatkan betul oleh mereka yang ingin memanfaatkan situasi ini menjadi keuntungan pribadi.
DAFTAR ISI
- Bantuan IMF untuk Pesantren
- Bantuan dari Australia
- Bantuan dari Depag
- Bantuan dari Dinsos
- Tips Menghindari Penipuan
Sebuah pesantren berinisial AF di Madura baru-baru ini kedatangan seorang tamu yang mengaku dari sebuah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di Sampang, Madura. Tamu ini mengaku utusan dari IMF (ya betul, IMF singkatan dari International Monetary Fund atau Dana Moneter Internasional yang merupakan saudara World Bank / Bank Dunia itu). Katanya, ada dana milyaran milik negara Timur Tengah yang ingin disumbangkan pada pesantren-pesantren di Indonesia. Masing-masing pesantren akan mendapat bantuan 5 milyar. Yang diperlukan oleh pesantren cuma satu: membuat proposal. Tentu saja syarat yang sangat mudah itu membuat banyak pesantren antusias. Tak terkecuali pesantren AF yang tak segan-segan merogoh kocek Rp. 500.000 (lima ratus ribu) sebagai uang saku untuk orang LSM tadi.
Peristiwa serupa juga terjadi di sebuah pesantren di Malang. Bedanya, setelah membuat proposal, kyai pesantren menolak memberikan uang saku untuk “utusan IMF” itu.
Dua kejadian di atas masih belum 100% bisa dibilang penipuan, karena proposal pengajuan bantuan “masih diproses” oleh utusan IMF tsb.
Penipuan berkedok Dana Bantuan Pesantren dari Australia
Namun demikian, indikasi bahwa itu modus operandi penipuan semakin dapat dipastikan setelah diketahui ada model penipuan serupa yang terjadi pada beberapa bulan sebelumnya yang dialami sebuah pesantren besar di Pamekasan, Madura. Pesantren ini kata “tamu LSM” itu akan mendapat tawaran bantuan dana 1 (satu) milyar dari Australia. Pesantren tsb sempat memberi “uang saku” Rp 30 (tiga puluh) juta sesuai permintaan. Dan ternyata sampai sekarang bantuan itu tidak pernah ada.
Penipuan berkedok Dana Bantuan Pesantren dan Madrasah Diniyah dari Depag
Penipuan berkedok bantuan dari Depag untuk pesantren dan madrasah juga pernah terjadi di pesantren Lumajang, Jatim. Tempointeraktif.com pada 20 April 2010 memberitakan sebagai berikut:
Lembaga pendidikan agama di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, seperti madrasah tingkat ibtidaiyah hingga tingkat aliyah serta pondok pesantren menjadi korban penipuan oknum yang mengatasnamakan Departemen Agama.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Masjid Departemen Agama Kabupaten Lumajang M Mudhofar mengatakan, oknum yang belum diketahui identitasnya tersebut menghubungi pengelola lembaga pendidikan tersebut melalui telpon bahkan surat. Mereka diberitahu akan mendapatkan bantuan dana dari Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur.
Kepada para korban, oknum yang juga mencatut nama pejabat di Kanwil Departemen Agama Jawa Timur itu meminta pimpinan lembaga pendidikan serta pondok pesantren untuk menemui seseorang di Kantor Kanwil. Mereka diminta membawa proposal permohonan bantuan serta menyetorkan uang administrasi ke nomor rekening yang diberikan. ”Ada yang mengaku setor Rp 10 juta, Rp 15 juta, hingga Rp 20 juta,” tutur Mudhofar pula. Namun dia tidak menjelaskan berapa banyak korban penipuan tersebut.
Penipuan mengatasnamakan Bantuan Dinas Sosial (Dinsos) untuk Pesantren
Ini terjadi di Lampung. Dan modus operandi-nya penipu memakai telpon dan mengaku dari Dinas sosial Lampung.
Adanya Penipuan Oleh Penelpon Yang Mengatasnamakan Pejabat Dilingkungan Dinas Sosial Provinsi Lampung kepada Pondok Pesantren, Kepala Desa dan masyarakat di Kabupaten / Kota Provinsi Lampung.
Telepon ditujukan kepada Pondok Pesantren, Kepala Desa atau calon sasaran dengan memakai nama Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Lampung dan Humas Dinas Sosial Provinsi Lampung.
Dalam aksi informasi dari penelpon tersebut menyatakan bahwa Dinas Sosial Provinsi Lampung akan memberikan bantuan sejumlah uang atau bantuan peralatan keperluan yayasan atau untuk kelompok pertanian kepada Ponpes, Desa namun harus menyetorkan uang kepada penelpon untuk bahan memproses bantuan tersebut dengan jumlah bervariasi.
Tips Menghindari Penipuan
Cara menghindari penipuan model ini sebenarnya mudah:
Pertama, klarifikasi dulu informasi kebenaran bantuan tersebut pada yang berwenang. Dalam kasus di atas adalah IMF, Kedutaan Australia di Indonesia dan Depag.
Kedua, umumnya instansi yang akan memberi bantuan akan menugasi staf resmi dengan membawa surat tugas untuk datang ke pesantren, madrasah atau institusi lain yang akan dibantu. Karena itu, mintalah surat penugasan itu sebagai konfirmasi.
Ketiga, jiga poin pertama dan kedua tidak terpenuhi dan Anda kesulitan atau waktunya mendesak untuk mencari info konfirmasi pada instansi terkait dan pada waktu yang sama merasa ragu-ragu, antara percaya dan tidak, maka prinsip utama untuk menghindari penipuan adalah jangan pernah memberikan uang apapun pada yang menawarkan bantuan sebelum bantuan itu cair.
Filed under: Umum, Pondok Pesantren



Bos… makasih atas infonya. smg tulisan bos ini bisa bermanfaat bagi orang banyak. Amin….
Bos.. Saya ini sebagai bloger pemula ya tentunya blm bs apa2 dalam memposting artikel yang panjang seperti tulisan bos ini. bagaimana caranya spy bs menulis kaya tulisan bos ini? terus klo mau memposting tulisan keblogspot itu bisa langsung dari word tidak? soalnya saya mau mempostingkan data yatim piatu yang sangat banyak sekli. trim atas jawabannya.
Terima kasih untuk tipsnya, saya mau coba semoga juga.
Salam kenal numpang ngetren nih, yang mau bikin plakat mampir ya di blok saya http://www.pusatplakat.net
ya.. berhubunga banyak orang yang ngiler denger uang milyaran yang hal seperti itu dapat terjadi, termasuk di pesantren, pesantren kan butuh duit juga…
[...] selengkapnya: Penipuan Berkedok Bantuan IMF untuk Pesantren « Cara Membuat Blog … [...]