Refleksi & Blog Tutorial

Refleksi dan tutorial blog A. Fatih Syuhud dalam bahasa Indonesia

Pendidikan Anak Orang Miskin

farzan bukuPendidikan untuk Anak Orang Miskin. Seri tulisan pendidikan Islam untuk anak muslim
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Siswa
Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Al-Khoirot

Kemiskinan adalah pilihan yang sangat tidak menyenangkan. Tidak ada satupun orang yang rela untuk hidup miskin. Semua ingin hidup kaya agar dapat terpenuhi segala kebutuhan hidupnya secara layak terutama kebutuhan dasar. Akan tetapi tidak semua realitas sesuai dengan harapan. Kenyataannya, menurut survei yang diadakan BPS (Biro Pusat Statistik) pada Maret 2009, jumlah orang miskin di Indonesia sebanyak 32,53 juta jiwa atau 14,15 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Salah satu masalah mendasar bagi anak yang berasal dari keluarga miskin adalah akses pendidikan. Seperti diketahui, saat ini hampir tidak ada pendidikan yang gratis. Program pemerintah wajib belajar 9 tahun dan adanya BOS (Bantuan Operasional Sekolah) masih belum mampu membuat sekolah gratis total bagi anak didik. Seandainya pun gratis total, memiliki ijazah SMP atau MTs masih jauh dari cukup untuk dijadikan bekal merubah nasib. Padahal, pendidikan sekolah formal merupakan jalan utama menuju perbaikan.

Di tengah suasana yang serba kekurangan dalam segi materi, orang tua hendaknya tetap menjaga sikap optimisme dan menanamkan sikap itu pada anak sejak dini. Optimis dan berani untuk bermimpi besar bahwa kemiskinan, keterbelakangan pendidikan orang tua dan ketidakenakan hidup dapat dirubah apabila terus berusaha. Intinya, walaupun miskin harta tapi tetap harus kaya hati. Yang tak kalah penting adalah meyakinkan anak bahwa perubahan nasib itu harus dimulai dari pendidikan, baik pendidikan formal maupun nonformal. Sebagaimana pentingnya pendidikan agama untuk merubah perilaku.

Kegagalan banyak keluarga miskin dalam mendidik anak umumnya disebabkan  oleh sikap pesimis orang tua dalam menghadapi hidup. Banyak orang tua miskin menganggap bahwa anak orang miskin akan tetap miskin. Dan bahwa anak yang berasal dari keluarga petani atau buruh akan tetap jadi petani atau buruh, tidak akan jadi pejabat atau ulama, walaupun sudah sekolah sampai tingkat perguruan tinggi. Tentu saja pemikiran semacam ini salah besar. Dan buruknya lagi, pola pikir fatalistik ini umumnya akan menular pada anak atau setidaknya akan mengurangi semangat anak untuk menjadi lebih baik dari orang tuanya dalam berbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu, orang tua miskin yang menginginkan anaknya sukses dan bisa lebih baik dari dirinya setidaknya melakukan hal-hal berikut:

Pertama, usahakan menyekolahkan anak setinggi mungkin. Minimal sampai tingkat sarjana S1. Setidaknya, itulah cita-cita orang tua sejak anak baru lahir. Apabila tidak mampu membiayai, carilah lembaga atau yayasan pendidikan yang bersedia memberikan beasiswa bagi anak tidak mampu. Kalau usaha itu gagal, minimal anak itu tahu apa keinginan orang tuanya dan berusaha memenuhinya dengan segala cara.

Kedua, saat menempuh SLTP SLTA idealnya anak ditempatkan di pesantren. Hal ini untuk sejumlah tujuan positif termasuk penanaman perilaku religius, penguasaan ilmu agama dan lingkungan pergaulan yang sehat. Pilih pesantren yang biayanya murah.

Ketiga, konsultasi secara gratis pada orang yang dianggap pintar tentang cara mendidik anak yang baik sejak dini, yakni sejak baru lahir, supaya patuh pada keinginan orang tua. Karena, terlambat atau salah dalam mendidik anak sejak dini dapat menjadi penyebab ketidakpatuhan anak pada cita-cita luhur orang tua.

Keempat, yakinkan dan ulangi berkali-kali setiap ada kesempatan bahwa anak harus menjadi orang yang hebat, yang jauh lebih baik dari orang tua di segala bidang termasuk dalam keilmuan agama, pendidikan formal dan kepemilikan materi. Bahwa anak dapat menjadi seperti siapa saja yang dia inginkan, termasuk jadi presiden, pejabat, guru, dokter, kyai, asal dia betul-betul berusaha untuk mencapainya (QS Ar Ra’d 13: 11)

Kelima, berdoalah khusus untuk anak di setiap selesai salat fardhu. Dan kalau mungkin, setelah salat tahajud.  Usaha dan doa yang maksimal adalah dua hal yang tak terpisahkan bagi seorang muslim dalam berupaya menempuh suatu cita-cita luhur.[]

Artikel Islam Terkait:

Buletin Al Khoirot

Buletin El-Ukhuwah

  1. Pendidikan Anak Kyai
  2. Pendidikan Anak Orang Miskin (2)

Buletin Santri

  1. Pendidikan Anak Orang Kaya
  2. Pendidikan Anak Habaib

Buletin Siswa

  1. Pendidikan Anak Orang Miskin(1)
  2. Keteladanan Single Parents

BUNDEL ARTIKEL 2009-2010

Filed under: Artikel Opini, Blog Indonesia,

12 Responses

  1. Jual CROCS mengatakan:

    program BOS aja masih diselewengkan pak…
    daripada bangun gedung baru DPR, lebih baik uangnya disalurkan ke rakyat tidak mampu…

  2. http://afatih.wordpress.com/2011/03/12/pendidikan-anak-orang-miskin/ [...]..." permalink="http://afatih.wordpress.com/2011/03/12/pendidikan-anak-orang-miskin/#comment-57814"]

    [...] http://afatih.wordpress.com/2011/03/12/pendidikan-anak-orang-miskin/ [...]

  3. http://afatih.wordpress.com/2011/03/12/pendidikan-anak-orang-miskin/ [...]..." permalink="http://afatih.wordpress.com/2011/03/12/pendidikan-anak-orang-miskin/#comment-57807"]

    [...] http://afatih.wordpress.com/2011/03/12/pendidikan-anak-orang-miskin/ [...]

  4. Museum mengatakan:

    salam kenal .
    nice post .
    thanks for share .

  5. Nursohib mengatakan:

    Terima kasih mas.. artikel yg sangat berguna.

  6. niamblog mengatakan:

    sip, saja he..he..

  7. Klopototolia-TJ mengatakan:

    kenapa yah orang miskin selalu d anggap rendah, padahal sama saja,…

    maklum mas saya juga Orang Miskin,…

  8. download film gratis mengatakan:

    seharusnya hrus ada sekolah gratis untuk ank tak mampu

  9. perawatan vagina mengatakan:

    Terima kasih untuk tipsnya, saya mau coba semoga juga.

  10. joe mengatakan:

    sayang sekali di negara kita pendidikan sangat mahal sehingga pendidikan seakan hanya untuk orang berduit saja

Silahkan berkomentar dengan santun

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blogger Indonesia

#1 Top Ten Blogger Indonesia versi Majalah Tempo

Copy code below, insert into your blog
<a href="http://www.fatihsyuhud.com/blogger-tips/" title="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-indonesia.gif" border="0" alt="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot"> </a>

Arsip

Blogger Indonesia FB Profile
Blogger Indonesia Fan Page

Sebarkan Budaya Ngeblog!


Copy kode di bawah, letakkan di Sidebar blog Anda :)
<a href="http://afatih.wordpress.com/" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-tutorial.gif" border="0" alt="Cara Membuat Blog"> </a>
Tidak tahu cara tukar link? Baca tutorialnya di sini!

Etika Copy Paste

Mengutip tulisan di sini dibolehkan asal menyebut nama penulis (A. Fatih Syuhud) dan link ke fatihsyuhud.net/
A. Fatih Syuhud Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized. Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri. Setiap Blogger Indonesia "berkewajiban" untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog--dengan bahasa Inggris atau Indonesia -- untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.
Email: fatihsyuhud-at-gmail-dot-com

Paling Populer

Find Us

Blogger Indonesia twitter

Blog Stats

  • 4,413,616 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 620 pengikut lainnya.