Refleksi & Blog Tutorial

Refleksi dan tutorial blog A. Fatih Syuhud dalam bahasa Indonesia

Terorisme Islam: Fitnah atau Realitas?

Terorisme Islam: Mitos atau Realitas?Terorisme Islam: Fitnah atau Realitas?
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Pesantren Al-Khoirot Edisi Mei 2011
Ponpes Al-Khoirot Malang

Pada hari Sabtu 7 Mei 2011 saya kedatangan dua orang tim redaksi Buletin Sidogiri yang hendak mewawancarai saya seputar terorisme dan Islam. Isu terorisme semakin hangat akhir-akhir ini seiring dengan terbunuhnya Usamah bin Ladin di tangan pasukan khusus AS, Navy Seals pada 2 Mei 2011. Di mata Amerika dan internasional, Usama bin Ladin dianggap sebagai ikon terorisme global.

Tulisan berikut secara substantif sama dengan respons saya saat wawancara dengan Buletin Sidogiri tersebut.

Definisi Terorisme

Secara sederhana terorisme dapat diartikan sebagai tindakan kekerasan yang memakan banyak korban jiwa dan kerusakan dari pihak sipil yang dilakukan oleh pihak non-negara baik itu perseorangan atau organisasi untuk mencapai tujuan tertentu yang biasanya bersifat politis atau ideologis.

Definisi tersebut sebenarnya mengandung kontroversi terutama berkaitan dengan perjuangan kelompok yang sedang berada di bawah penjajahan negara lain seperti Palestina. Namun secara umum definisi tersebut diterima semua pihak.

Dari definisi tersebut maka kejahatan dan kekerasan yang dilakukan oleh negara, seperti Israel terhadap rakyat Palestina, tidak disebut aksi terorisme. Walaupun tetap disebut sebagai kejahatan yang dilakukan oleh oknum dalam negara tersebut yang apabila terbukti dapat diadili oleh Mahkamah Internasional.

Istilah Terorisme Islam

 

Istilah terorisme Islam atau Islamic terrorist mengacu pada aksi terorisme yang dilakukan oleh kelompok atau perseorangan yang kebetulan seorang muslim. Istilah ini banyak mengundang protes umat Islam karena mengandung unsur labeling atau generalisasi yang berkonotasi negatif dan salah: bahwa semua umat Islam adalah teroris. Generalisasi cenderung berakibat prejudice yang naif. Namun, istilah itu sering dipakai oleh media internasional sayap kanan untuk mendistorsi citra Islam sebagai agama yang pro-kekerasan.

Yang patut dipertanyakan juga adalah apabila media dengan ringan memakai istilah teroris Islam, mengapa mereka tidak pernah memakai label yang sama untuk aksi terorisme yang dilakukan oleh umat Kristen, Hindu, Budha dan Komunis sebagai teroris Kristen, teroris Hindu, teroris Budha dan teroris Komunis?

Penggiringan Opini Media

Betulkah ada aksi teror di Indonesia yang dilakukan oleh orang muslim? Apakah ada kemungkinan rekayasa pihak-pihak tertentu? Pertanyaan ini agak menggelikan tapi dapat dimaklumi.

Tidak sedikit dari umat Islam yang percaya pada teori konspirasi. Bahwa terorisme yang terjadi di Indonesia sebenarnya dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dalam negara yang ingin mendistorsi citra Islam. Asumsi itu seandainya pun benar tidak akan menghilangkan fakta bahwa para pelaku terorisme di Indonesia mayoritas dilakukan oleh individu muslim. Hal ini berdasarkan fakta- hukum dan pengakuan para teroris itu sendiri di pengadilan. Kalau toh ada campur tangan pihak-pihak tertentu, pastinya itu dalam level yang tidak signifikan atau di belakang layar, seperti penyuplai dana atau pembuat skenario. Namun, untuk menjadi pelaku yang rela bunuh diri diperlukan alasan ideologis yang kuat dan ekstrim di atas kepentingan ekonomi dan politis para pelaku bom teror bunuh diri itu.

Karena itu, asumsi ada penggiringan opini yang dilakukan media saya kira kurang tepat. Terutama, dalam konteks Indonesia di mana mayoritas media di Indonesia dimiliki oleh muslim kecuali sebagian yang berada di bawah Kompas group. Tugas media adalah memberitakan fakta. Dan adalah juga fakta bahwa dalam 20 tahun terakhir aksi terorisme mayoritas dilakukan oleh individu yang dalam KTP-nya beragama Islam.

Ideologi Jihad dan Ideologi Wahabi

Apa yang membuat para calon pengantin—istilah untuk calon pelaku teror bunuh diri—itu tersenyum saat disyuting untuk terakhir kalinya sebelum melakukan aksi bunuhdirinya adalah motivasi ideologis. Mereka termakan oleh doktrin jihad yang salah. Mereka mengira bahwa jihad dapat dilakukan kapan saja, di mana saja dan oleh siapa saja. Padahal dalam kitab-kitab fiqh klasik jelas ada aturan tertentu kapan jihad itu dapat dilakukan dan siapa yang dapat mengeluarkan fatwa jihad.

Dalam Fiqhul Jihad karya Syaikh Yusuf Qardhawi ditegaskan bahwa jihad dalam Islam adalah bersifat defensif (mempertahankan diri) saat diserang oleh kekuatan luar. Bukan ofensif atau menyerang saat situasi keamanan kondusif.

Akan tetapi, Islam membolehkan perbedaan dalam menafsiri Al Quran dan Hadits. Dan opini yang diikuti oleh para teroris itu adalah opini kelompok garis keras dalam Islam. Yakni, kelompok Wahabi atau Salafi. Kelompok ini mendapat dana besar dari pemerintah Arab Saudi untuk menyebarkan pahamnya di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia.

Di Indonesia, mereka menyebarkan pahamnya dengan melalui khutbah, ceramah dan penguasaan masjid dan musholla.

Apa yang Harus dilakukan umat?

Ini pertanyaan penting. Dan jawabannya, salah satunya, terletak pada mengatasi sumber masalah. Yakni, persempit ruang gerak kelompok garis keras di Indonesia. Jangan membiarkan mereka menguasai masjid dan musholla milik NU atau Muhammadiyah.

Kedua, kutuk setiap tindakan terorisme yang dilakukan oleh muslim atau non-muslim. Pesantren harus membuat garis batas yang jelas dengan kalangan teroris. Bahwa pesantren bukan bagian dari mereka dan tidak bersimpati pada mereka.

Ketiga, jadikan sikap moderat dalam Islam bagian dari kurikulum pesantren dan  sekolah formal. Saya melihat ada sebagian buku kurikulum agama di MTs dan MA yang isinya berbau paham Wahabi yang mudah memberi label syirik atau kufr pada saudarnya sesama muslim. Buku-buku kurikulum agama seperti itu juga harus ditinjau ulang agar benih-benih Wahabi yang ditanam di mana-mana itu tidak sampai tumbuh subur dan menjadi teror-teror bunuh diri berikutnya.

Keempat, laporkan ke pihak yang berwajid apabila ada kalangan mubaligh atau khatib yang menganjurkan kekerasan. Begitu juga apabila ada orang baru di sekitar kita yang gerak-geriknya mencurigakan. Dengan demikian, ruang gerak teroris akan menjadi semakin sempit dan insyaalah akan hilang dari bumi nusantara ini.

Umat Islam memiliki banyak tugas ke depan untuk memajukan bangsa dan agama antara lain dengan meningkatkan kualitas pendidikan, keahlian dan kualitas keimanan.[]

Artikel Islam Terkait:

Buletin Al Khoirot

  1. Terorisme Islam
  2. Santri dan Teknologi Informasi

Buletin El-Ukhuwah

  1. Pendidikan Anak Kyai
  2. Pendidikan Anak Orang Miskin (2)
  3. Pendidikan Anak Pejabat
  4. Kritik Karakter Buruk Anak, Bukan Kekurangan Fisiknya

Buletin Santri

  1. Pendidikan Anak Orang Kaya
  2. Pendidikan Anak Habaib
  3. Mendidik Anak Agar Percaya Diri
  4. Pendidikan Anak Kyai

Buletin Siswa

  1. Pendidikan Anak Orang Miskin (1)
  2. Keteladanan Single Parents
  3. Pendidikan Anak Cacat

BUNDEL ARTIKEL 2009-2010

Filed under: Artikel Opini,

14 Responses

  1. mariohusain mengatakan:

    Saya juga pernah mendengar tentang penganut Islam Liberal yang dimana dalam ajarannya banyak didasari oleh ideologi liberalisme sehingga agak melenceng dari ajaran Al Qur’an.

  2. ismet4ryd1 mengatakan:

    Al Khaqqu min robbikum, Kebenaran itu hanya datang dari Alloh. Kalo dari manusia (selain nabi) pasti relatif, karena hanya sesuai dengan hawa nafsunya. Petunjuk Al Qur’an, apabila terjadi perselisihan pendapat, kembalilah kepada Al Qur’an dan Hadits.

  3. Dani Sepriansyah mengatakan:

    artikel yang menarik, check this out, guys : http://www.geocities.ws/abu_amman/SilsilahBantahanHT1.html

  4. Agus Shadiqins mengatakan:

    wahabi… wahabi… wahabi… nasibmu dulu dan sekarang jadi ocehan orang. semoga semua ikhwah muslimin dan muslimah sekalian dilindungi Allah dari fitnah akhir jaman. Tetaplah berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah saudaraku sekalian. Kita semua bersaudara mengapa kita harus ribut sementara orang kafirin, munafiqin dan fasikin bersenang-senang melihat perpecahan umat Islam. Kebenaran itu hanya milik Allah dan kita hanya tunduk atas perintah dan kehendak-Nya bukan yang lainnya. Mohon maaf dan terimakasih

  5. TheSalt Asin mengatakan:

    Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
    .
    Hadits ini Shahih.- dan banyak lagi Hadits serupa yang mengutuk Sepakterjang WAHABI ……… AlBani………….Salafi……

    حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقْسِمُ قِسْمًا أَتَاهُ ذُو الْخُوَيْصِرَةِ وَهُوَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اعْدِلْ فَقَالَ وَيْلَكَ وَمَنْ يَعْدِلُ إِذَا لَمْ أَعْدِلْ قَدْ خِبْتَ وَخَسِرْتَ إِنْ لَمْ أَكُنْ أَعْدِلُ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ائْذَنْ لِي فِيهِ فَأَضْرِبَ عُنُقَهُ فَقَالَ دَعْهُ فَإِنَّ لَهُ أَصْحَابًا يَحْقِرُ أَحَدُكُمْ صَلَاتَهُ مَعَ صَلَاتِهِمْ وَصِيَامَهُ مَعَ صِيَامِهِمْ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ يُنْظَرُ إِلَى نَصْلِهِ فَلَا يُوجَدُ فِيهِ شَيْءٌ ثُمَّ يُنْظَرُ إِلَى رِصَافِهِ فَمَا يُوجَدُ فِيهِ شَيْءٌ ثُمَّ يُنْظَرُ إِلَى نَضِيِّهِ وَهُوَ قِدْحُهُ فَلَا يُوجَدُ فِيهِ شَيْءٌ ثُمَّ يُنْظَرُ إِلَى قُذَذِهِ فَلَا يُوجَدُ فِيهِ شَيْءٌ قَدْ سَبَقَ الْفَرْثَ وَالدَّمَ آيَتُهُمْ رَجُلٌ أَسْوَدُ إِحْدَى عَضُدَيْهِ مِثْلُ ثَدْيِ الْمَرْأَةِ أَوْ مِثْلُ الْبَضْعَةِ تَدَرْدَرُ وَيَخْرُجُونَ عَلَى حِينِ فُرْقَةٍ مِنْ النَّاسِ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ فَأَشْهَدُ أَنِّي سَمِعْتُ هَذَا الْحَدِيثَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَشْهَدُ أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ قَاتَلَهُمْ وَأَنَا مَعَهُ فَأَمَرَ بِذَلِكَ الرَّجُلِ فَالْتُمِسَ فَأُتِيَ بِهِ حَتَّى نَظَرْتُ إِلَيْهِ عَلَى نَعْتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي نَعَتَهُ

    Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman bahwa Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu berkata; Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang membagi-bagikan pembagian(harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamim, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil. Kemudian ‘Umar berkata; Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal batang lehernya!. Beliau berkata: Biarkanlah dia. Karena dia nanti akan memiliki teman-teman yang salah seorang dari kalian memandang remeh shalatnya dibanding shalat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an namun tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti melesatnya anak panah dari target (hewan buruan). (Karena sangat cepatnya anak panah yang dilesakkan), maka ketika ditelitilah ujung panahnya maka tidak ditemukan suatu bekas apapun, lalu ditelitilah batang panahnya namun tidak ditemukan suatu apapun lalu, ditelitilah bulu anak panahnya namun tidak ditemukan suatu apapun, rupanya anak panah itu sedemikian dini menembus kotoran dan darah. Ciri-ciri mereka adalah laki-laki berkulit hitam yang salah satu dari dua lengan atasnya bagaikan payudara wanita atau bagaikan potongan daging yang bergerak-gerak. Mereka akan muncul pada zaman timbulnya firqah/golongan. Abu Sa’id berkata, Aku bersaksi bahwa aku mendengar hadits ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku bersaksi bahwa ‘Ali bin Abu Thalib telah memerangi mereka dan aku bersamanya saat itu lalu dia memerintahkan untuk mencari seseorang yang bersembunyi lalu orang itu didapatkan dan dihadirkan hingga aku dapat melihatnya persis seperti yang dijelaskan ciri-cirinya oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam….
    .[ HR – Imam Bukhari ].

    Silahkan baca :
    = Sejarah Berdarah sekte Salafi Wahabi [ mereka membunuh semuanya - termasuk para Ulama ].

    Disusun oleh : Syaikh Idahram

    Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    http://thesaltasin.wordpress.com/2011/05/31/syaikh-nasiruddin-al-albani-al-hanafi-ulama-bantat/

  6. ilfiyendri mengatakan:

    Dibuku yang mana dan halaman berapa Abdul Wahab mengkafirkan muslim yang tidak sama dengannya mas ?? apakah Qowaidul Arba, Kitabut Tauhid, Utsul Ats Tsalasah atau kitab yang mana ?? Bukankah pengkafiran adalah perkara yg sangat berat sehingga Rasulullah mengatakan siapa yang mengatakan saudaranya kafir dan tidak terbukti maka perkataan itu akan kembali kepadanya ?? Ataukah orang yg beliau kafirkan memang pantas dikafirkan karena telah melanggar kaidah pokok dalam Aqidah, seperti orang yang menyembah para wali atau merasa dirinya bersatu dengan Allah misalnya ??

  7. ilfiyendri mengatakan:

    Muhammad bin Abdul Wahab, Ibnu Taimiyah atau siapapun juga yang dianggap sbg pendiri mazhab wahabi/salafy tidak pernah mengajarkan kekerasan, mereka hanya mengajak kepada kemurnian islam sesuai pemahaman generasi awal ummat di 3 abad pertama. Coba mas sebutkan siapa tokoh salafy yang menyerukan bom bunuh diri atau bermudah-mudah membunuh orang kafir apalagi orang islam ?? adakah Al-albani, Ibn Baz, Muhammad bin Salih Al utsaimin ?? Atau siapa menurut mas yang menjadi bahan rujukan umat dari masa ke masa yang dipakai semua golongan, tidakkah mereka adalah ulama salafi ??

    • Fatih mengatakan:

      Anda berbicara ttg salafi dalam arti literal. Saya membahas ttg Salafi dalam pengertian yg dikenal sekarang yakni Salafisme atau Wahabisme yg dianut oleh pengikuti Abdul Wahab. Abdul Wahab tidak pernah memfatwakan halalnya bom bunuh diri, tapi dia mengkafirkan hampir semua muslim yg tidak sama dg-nya. Lihat artike saya di blog ini berjudul: “Pesantren dan Pendidikan Anti Teror”

  8. maryah mengatakan:

    “Akan tetapi, Islam membolehkan perbedaan dalam menafsiri Al Quran dan Hadits. Dan opini yang diikuti oleh para teroris itu adalah opini kelompok garis keras dalam Islam. Yakni, kelompok Wahabi atau Salafi. ”
    Dengan pernyataan ini maka tuduhan Islam berdiri diatas dua kaki, yakni Jihad dan Taqiya jadi dianggap mendekati kebenaran

    • Fatih mengatakan:

      menganggap Islam (sebagai agama) sama persis dg muslim (pemeluk Islam yg terdiri dari jutaan etnis dan tradisi yang berbeda). dan menganggap muslim adalah satu entitas adalah generalisasi yg naif.

  9. Yacong B Halike mengatakan:

    Saya tak sepakat dengan pandangan Bung Fatih yang secara gegabah dan sangat prematur menurut saya menuding kelompok Salafi/Salafy sebagai aliran Islam garis keras. Kita jangan lupa, ada banyak ormas Islam yang juga mendapat dana dari Timur Tengah, katakanlah Saudi. Bukan hanya Salafi sebagaimana Bung katakan.

    Nah apakah kemudian mereka2 yg menerima dana itu juga harus dikelompokkan Islam garis keras? apakah DDII Islam garis keras karena dapat bantuan dari Saudi? Wahdah Islamiyah garis keras? Al Khaitot adalah garis keras? dll.

    Bagaimana dengan LSM-LSM Liberal yang dapat dana dari USAID, Amerika, Australia? Jadi sesungguhnya yang ada adalah kepentingan kepentingan.

    Kita jangan terjerembab terpasung dengan opini media yang kerap menyebut nyebut istilah Wahabi sebagai Isam garis keras. Saya tidak pernah mendengar jika Muhammad Ibn Wahab yang disebut2 sebagai tokoh Wahabi mengajarkan kekerasan sebagaimana para teroris lakukan.

    Memang ada beberapa varian dari kelompok Salafi yang suka mengkafir/membid’ahkan saudara Muslim lainnya. Tapi saya yakin mereka2 itu adalah para Salafi pemula, belum matang ilmunya dan pemahamannya ttg AHlus Sunnah Waljamaah yang sesuai contoh Nabi SAW.

    Tuduhan generalis yang Bung lemparkan di atas, saya khawatirkan menjadi blunder yang bisa saja menyakitkan saudara saudara kita yang di Salafi.

  10. TheSalt Asin mengatakan:

    Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Kang kalau yang saya baca dari berbagai buku tentang Firqah , dalam Islam itu tidak ada Garis Keras atau Garis lembut , yang ada Aliran Nyasar dan Kesasar salah cara baca dan memaknai AYAT MUTASYABIHAT karena tidak membawa kompas.

    Al Imam Ahmad ar-Rifa’i asy-Syafi’i (W. 578 H) dalam al Burhan al Muayyad berkata: “Jagalah aqidah kamu sekalian dari berpegang kepada zhahir ayat al Qur’an dan hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam yang mutasyabihat sebab hal ini merupakan salah satu pangkal kekufuran”.

    Mereka [ WAHABI ] menganggap bahwa { seluruh } gerak dan diamnya Rasul adalah Hujjah , padahal tidak seluruhnya demikian , sehingga munculah pem BID’AH an dan peng KAFIR an liar . Sampai berani berfatwa bahwa membaca Fatihah seusai Shalat Fardu adalah sesat menyesatkan { BID’AH } , siapa yang Shalat Tarawih melebihi 11 ( sebelas ) sama dengan Shalat Subuh 3 ( tiga ) Rakaat alias Kafir / Musyrik.

    Nasihat Ulama terdahulu : Apabila kalian hendak berTAQLID/berGURU , maka berTAQLIDlah/ berGURUlah kepada orang yang sanadnya sampai ke Rasulullah saw supaya dapat dipertanggungjawabkan diAKHIRAT kelak.

    Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Silahkan berkomentar dengan santun

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blogger Indonesia

#1 Top Ten Blogger Indonesia versi Majalah Tempo

Copy code below, insert into your blog
<a href="http://www.fatihsyuhud.com/blogger-tips/" title="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-indonesia.gif" border="0" alt="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot"> </a>

Arsip

Blogger Indonesia FB Profile
Blogger Indonesia Fan Page

Sebarkan Budaya Ngeblog!


Copy kode di bawah, letakkan di Sidebar blog Anda :)
<a href="http://afatih.wordpress.com/" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-tutorial.gif" border="0" alt="Cara Membuat Blog"> </a>
Tidak tahu cara tukar link? Baca tutorialnya di sini!

Etika Copy Paste

Mengutip tulisan di sini dibolehkan asal menyebut nama penulis (A. Fatih Syuhud) dan link ke fatihsyuhud.net/
A. Fatih Syuhud Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized. Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri. Setiap Blogger Indonesia "berkewajiban" untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog--dengan bahasa Inggris atau Indonesia -- untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.
Email: fatihsyuhud-at-gmail-dot-com

Paling Populer

Find Us

Blogger Indonesia twitter

Blog Stats

  • 4,413,616 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 620 pengikut lainnya.