Refleksi & Blog Tutorial

Refleksi dan tutorial blog A. Fatih Syuhud dalam bahasa Indonesia

Pendidikan Menghargai Orang Lain

pendidikan empatiPendidikan Menghargai Orang Lain dan bersikap empati. Seri pendidikan Islam untuk anak muslim.
Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Santri
Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Dalam literatur Jawa, ada istilah tepo seliro atau tenggang rasa. Di Barat ada adagium “Do not do unto others what you do not want others do unto you.” Jangan melakukan pada orang lain sesuatu yang kamu tidak mau orang lain lakukan padamu.  Makna dari kedua adagium di atas adalah kita harus memberi hormat dan respek pada orang lain agar orang lain hormat dan respek pada kita dengan selalu berusaha menghormati dan menjaga perasaan orang lain tanpa memandang status sosial dan strata ekonomi mereka.

Penghargaan juga perlu diberi penekanan terutama pada mereka yang memiliki status sosial dan ekonomi lebih rendah. Adalah mudah menghormati mereka yang lebih kaya dan lebih tinggi status sosialnya seperti menghormati keluarga kyai, habaib, pejabat, atau orang kaya; akan tetapi tidak mudah untuk memberi penghormatan yang sama pada keluarga fakir, miskin, cacat dan tua.

Sebagaimana umumnya setiap perilaku, sikap “menghormati orang lain” ini juga memerlukan proses pembiasaan sejak kecil. Dalam hal ini, orang tua memainkan peran yang sangat signifikan dalam mengajarkan anak bagaimana membentuk hubungan yang sehat dengan teman-temannya. Kemampuan sosial ini akan memudahkan anak mengutarakan perasaannya, berempati pada yang lain, dan bersikap kooperatif (mudah berkompromi atau ngalah), serta dermawan.

Cara terbaik dalam mengajarkan perilaku ini adalah dengan memberi contoh. Seperti, di depan anak orang tua menggunakan kata “terima kasih”, “maaf”, atau menolong mereka yang memerlukan adalah pada esensinya mengajarkan anak bagaimana orang tua menginginkan anak untuk bersikap.

Kedua, bicarakan kebaikan orang; bukan keburukannya. Di depan anak, hindari membicarakan keburukan orang lain. Karena hal ini akan berdampak ganda: (a) anak akan menilai bahwa membahas keburukan orang lain adalah baik; (b) saat anak tahu perilaku ini tidak baik, maka respek anak pada orang tua akan berkurang. Kalau harus membicarakan orang lain, maka biasakan membahas hal-hal positif yang menjadi kelebihan orang tersebut untuk dicontoh. Apabila anak sendiri yang membicarakan keburukan seseorang, maka ingatkan dengan singkat bahwa hal semacam itu jangan sampai dilakukan oleh anak.

Ketiga, di depan anak orang tua jangan tertawa pada humor yang menyakitkan orang lain. Saat ini banyak tontonan lawak di TV di mana bahan lawakannya dengan cara menertawakan kekurangan atau kecacatan fisik orang lain. Ini humor yang tidak sehat. Dan tertawa pada humor semacam ini akan mengakibatkan insensitifitas (sifat tidak sensitif), berkurangnya rasa empati dan rasa tepo seliro anak pada orang lain.

Ada dua macam penghinaan yang sama-sama harus dihindari yaitu (a) penghinaan langsung melalui kata-kata atau bahasa tubuh; (b) penghinaan tidak langsung yaitu dengan cara “menyetujui” dalam bentuk tertawa pada penghinaan yang dilakukan sesorang pada orang lain.

Keempat, ajarkan kedermawanan. Sikap dermawan adalah salah satu bentuk empati karena ia timbul dari rasa peduli pada orang lain. Kedermawanan pada anak dapat dimulai selain dengan memberi contoh, juga dengan membiasakan anak berbagi mainan pada teman-teman sebayanya. Jangan lupa untuk mengapresiasi anak karena sudah mau berbagi dan bersikap respek dan ramah pada orang lain.

Apabila orang tua berhasil mendidik anak untuk menghargai orang lain, maka dampaknya akan positif pada anak itu sendiri. Anak akan memiliki kompetensi sosial atau kemampuan bergaul yang sehat. Hal itu terjadi karena anak memiliki perasaan berharga dan penting. Seorang anak yang melihat dirinya secara positif akan mudah untuk melihat orang lain secara positif pula.[]

Artikel Islam Terkait:

Buletin Al Khoirot

  1. Terorisme Islam: Fitnah atau Realitas?
  2. Santri dan Teknologi Informasi
  3. NII dan Aspirasi Negara Islam

Buletin El-Ukhuwah

  1. Pendidikan Anak Kyai (1)
  2. Pendidikan Anak Orang Miskin (2)
  3. Pendidikan Anak Pejabat
  4. Kritik Karakter Buruk Anak, Bukan Kekurangan Fisiknya
  5. Keteladanan Seorang Ibu
  6. Pendidikan Bahasa Asing untuk Anak

Buletin Santri

  1. Pendidikan Anak Orang Kaya
  2. Pendidikan Anak Habaib
  3. Mendidik Anak Agar Percaya Diri
  4. Pendidikan Anak Kyai (2)
  5. Pendidikan Anak Bajingan
  6. Pendidikan Menghargai Orang Lain

Buletin Siswa

  1. Pendidikan Anak Orang Miskin (1)
  2. Keteladanan Single Parents
  3. Pendidikan Anak Cacat
  4. Pendidikan Anak Cacat (2)

BUNDEL ARTIKEL 2009-2010

Filed under: Artikel Opini,

3 Responses

  1. reachschools.org mengatakan:

    kurikulum keluarga adalah merupakan kurikulum terbaik untuk mendidik anak

  2. DeRie mengatakan:

    good,,,
    nitip link y gan..
    http://adegirie.wordpress.com/

  3. clock widget for blog mengatakan:

    Ya, hal tersebut sangat wajib diajarkan untuk masa sekarang ini, karena hal tersebut sangat vital untuk bekal anak-anak kita kelak saat dia dewasa.

Silahkan berkomentar dengan santun

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blogger Indonesia

#1 Top Ten Blogger Indonesia versi Majalah Tempo

Copy code below, insert into your blog
<a href="http://www.fatihsyuhud.com/blogger-tips/" title="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-indonesia.gif" border="0" alt="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot"> </a>

Arsip

Blogger Indonesia FB Profile
Blogger Indonesia Fan Page

Sebarkan Budaya Ngeblog!


Copy kode di bawah, letakkan di Sidebar blog Anda :)
<a href="http://afatih.wordpress.com/" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-tutorial.gif" border="0" alt="Cara Membuat Blog"> </a>
Tidak tahu cara tukar link? Baca tutorialnya di sini!

Etika Copy Paste

Mengutip tulisan di sini dibolehkan asal menyebut nama penulis (A. Fatih Syuhud) dan link ke fatihsyuhud.net/
A. Fatih Syuhud Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized. Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri. Setiap Blogger Indonesia "berkewajiban" untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog--dengan bahasa Inggris atau Indonesia -- untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.
Email: fatihsyuhud-at-gmail-dot-com

Paling Populer

Find Us

Blogger Indonesia twitter

Blog Stats

  • 4,292,235 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 562 pengikut lainnya.