Refleksi & Blog Tutorial

Refleksi dan tutorial blog A. Fatih Syuhud dalam bahasa Indonesia

Biasakan Anak Meminta Maaf

Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Santri
PP Al-Khoirot Malang

Meminta maaf pada kesalahan yang dilakukan adalah langkah komunikasi yang sangat tepat sebagai salah satu cara terbaik menghindari konflik dan berdamai dengan diri sendiri dan orang lain. Namun meminta maaf lebih mudah dikatakan daripada melakukan. Dan karena itu dibutuhkan pembiasaan sejak kecil. Seorang yang tidak terlatih untuk meminta maaf sejak kecil, akan sangat berat untuk melakukan hal yang tampak sepele ini pada saat dewasa kelak. Selain itu, ketidakmampuan meminta maaf juga erat kaitannya dengan ketidakmauan mengakui kesalahan dan kecenderungan melempar tanggung jawab pada pihak lain.

Dengan demikian, ada dua hal mendasar yang harus ditanamkan pada anak agar terbiasa meminta maaf. Yaitu, (a) biasakan anak mengakui kesalahan diri sendiri; dan (b) biasakan tidak menyalahkan orang atau hal lain atas kesalahan sendiri. Misalnya, saat anak jatuh menimpa batu, jangan menyalahkan batunya. Ingatkan si anak bahwa itu kesalahan dia karena kurang hati-hati. Begitu juga, saat anak dicubit atau dipukul temannnya karena merebut mainan teman. Jangan menyalahkan temannya. Tapi ingatkan si anak bahwa dia yang menjadi penyebab pertama terjadinya pertengkaran. Ini langkah awal bagaimana supaya anak berfikir jernih. Apabila anak sudah terbiasa melihat penyebab suatu masalah dengan lebih jernih (tidak selalu mencari kambing hitam), maka mulailah langkah kedua, yaitu, membiasakan anak meminta maaf baik secara verbal (kata-kata) maupun secara fisikal seperti menyalami atau memeluk teman atau saudara yang disalahinya. Melatih anak meminta maaf dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Pertama, contoh orang tua. Teladan yang baik adalah guru terbaik (QS Al Ahzab 33:21). Dan pemberi teladan terbaik adalah orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus “memberanikan diri” untuk meminta maaf pada siapapun, termasuk pada anak, apabila melakukan kesalahan. Permintaan maaf orang tua harus “dipamerkan” di depan anak, supaya anak tahu, bahwa meminta maaf itu adalah hal terbaik yang dilakukan seseorang apabila berbuat kesalahan.

Kedua, tanamkan pemahaman bahwa dalam hidup selalu ada peraturan. Dan peraturan terpenting adalah tepo seliro: perlakukan orang lain sebagaimana engkau menginginkan mereka memperlakukanmu. Aturan ini dan banyak aturan-aturan yang lain bertujuan untuk membantu kita dapat menjalani hidup harmonis dan bahagia.

Ketiga, berlakukan sanksi secara konsisten apabila aturan dilanggar. Ketaatan pada aturan dipelajari melalui ketidakenakan melanggar peraturan. Sanksi yang konsisten akan membangun rasa etika dan budi pekerti untuk memahami yang benar dan yang salah. Yang etis dan yang tidak bermoral. Akan ada hasil yang baik dari perilaku yang baik. Dan ada dampak negatif akibat perilaku buruk. Rasa beretika inilah yang akan membantu anak memahami perlunya meminta maaf.

Keempat, yakinkan anak pada pemahaman bahwa meminta maaf itu sangat penting untuk memelihara hubungan yang baik dan harmonis dengan orang lain. Apabila anak menyakiti orang lain dengan kata-kata atau perilaku, maka berarti dia telah membangun tembok pembatas antara dia dan orang yang disakiti. Apabila dia tidak meminta maaf, maka tembok pembatas itu akan terus ada dan hubungannya dengan orang itu akan rusak.

Salah satu cara memberi pemahaman yang mudah pada anak tentang pentingnya meminta maaf adalah dengan menceritakan bagaimana orang tua meminta maaf saat mereka melakukan kesalahan.[]

Baca juga: Kumpulan artikel pendidikan Islam

Filed under: Artikel Opini,

One Response

  1. Awandragon mengatakan:

    benar coz tuhan maha pemaaf

Silahkan berkomentar dengan santun

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blogger Indonesia

#1 Top Ten Blogger Indonesia versi Majalah Tempo

Copy code below, insert into your blog
<a href="http://www.fatihsyuhud.com/blogger-tips/" title="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-indonesia.gif" border="0" alt="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot"> </a>

Arsip

Blogger Indonesia FB Profile
Blogger Indonesia Fan Page

Sebarkan Budaya Ngeblog!


Copy kode di bawah, letakkan di Sidebar blog Anda :)
<a href="http://afatih.wordpress.com/" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-tutorial.gif" border="0" alt="Cara Membuat Blog"> </a>
Tidak tahu cara tukar link? Baca tutorialnya di sini!

Etika Copy Paste

Mengutip tulisan di sini dibolehkan asal menyebut nama penulis (A. Fatih Syuhud) dan link ke fatihsyuhud.net/
A. Fatih Syuhud Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized. Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri. Setiap Blogger Indonesia "berkewajiban" untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog--dengan bahasa Inggris atau Indonesia -- untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.
Email: fatihsyuhud-at-gmail-dot-com

Paling Populer

Find Us

Blogger Indonesia twitter

Blog Stats

  • 4,413,644 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 620 pengikut lainnya.