Refleksi & Blog Tutorial

Refleksi dan tutorial blog A. Fatih Syuhud dalam bahasa Indonesia

Mengatasi Anak Bandel

Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Siswa
MTs dan MA Al-Khoirot Malang

Bawaan anak sejak lahir tidak sama. Ada yang cenderung patuh. Ada yang agak bandel. Namun, kalau orang tua mendidiknya secara intensif dan konsisten, maka kebandelan anak tidak akan mencapai tahap yang tidak terkontrol.

Umumnya, anak bandel disebabkan oleh lingkungan yang kurang mendukung. Seperti, (a) orang tua kurang peduli atau peduli tapi melakukan pembiaran karena dianggap masih kecil; (b) lingkungan teman-teman sebaya yang kurang baik; dan (c) pengasuhan anak diserahkan sepenuhnya pada orang lain seperti kakek atau nenek atau pembantu.

Pada dasarnya semua anak dapat dan mudah diatur. Tetapi adanya pembiaran oleh orang tua terhadap kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan saat balita apalagi lingkungan yang kurang mendukung telah menstimulasi kebandelan-kebandelan kecil itu menjadi kenakalan besar. Ujung-ujungnya, anak sulit diatur. Bandel dan keras kepala. Repotnya lagi, saat orang tua sudah kehabisan akal dan merasa tidak mampu mendidik anaknya, mereka lalu menyerahkannya pada lembaga pendidikan atau pesantren.

Apa yang harus dilakukan orang tua pada anak-anak yang salah urus dan bandel seperti itu? Pada usia masuk sekolah, anak dapat dikualifikasikan menjadi dua: pra-remaja (preadolescene atau preteen) dan remaja (adolescene atau teenager). Pra-remaja adalah anak yang usianya berkisar antara  10 sampai 12 tahun. Sedangkan remaja adalah anak dengan usia 12 sampai 21 tahun.

 

Tangani Sejak Dini

 

Seorang anak usia di bawah 10 tahun yang bandel akan menjadi anak praremaja yang semakin bandel. Demikian juga seterusnya, anak praremaja yang bandel akan menjadi anak remaja yang lebih bandel lagi kalau dibiarkan. Intinya, tangani kebandelan anak sejak dini. Jangan menunggu waktu sedikitpun sampai kebandelan itu mencapai puncaknya. Namun, apabila sudah terlanjur, maka berikut beberapa tips untuk menangani anak yang bandel atau keras kepala.

Pertama, buka hubungan komunikasi. Kunci dari hubungan yang sehat dan bahagia antara orang tua dan anak remajanya adalah komunikasi. Baik dengan ayah maupun ibu. Dan tanda dari hubungan yang harmonis adalah apabila anak mau berbagi atau melaporkan permasalahan yang dihadapinya di luar rumah pada orang tuanya.

Kedua, dengarkan. Orang tua terbiasa memberi pendapat atau memberi perintah. Coba sesekali menjadi pendengar. Dengarkan apa yang dinginkan anak dan setelah itu beri respons yang semestinya. Keras kepala anak akan berkurang apabila dia merasa didengar. Namun, pada saat yang sama, orang tua harus membatasi perdebatan. Jangan biarkan anak berbicara terlalu lama dan mendominasi. Dengarkan secukupnya dan ambil keputusan. Anak harus tahu bahwa orang tualah yang berkuasa dan punya otoritas tertinggi di rumah.

Ketiga, selektif berdasarkan skala prioritas. Kalau anak melakukan banyak pelanggaran dari aturan yang telah dibuat, maka prioritaskan menangani pelanggaran besar yang harus ditangani lebih dulu. Biarkan pelanggaran kecil dilakukan anak, setidaknya untuk sementara. Pelanggaran besar dapat bersifat universal atau hanya internal dalam keluarga. Tindakan kriminal adalah salah satu contoh pelanggaran besar yang bersifat universal. Utamakan mengatasi hal ini lebih dulu, dibandingkan pelanggaran besar yang bersifat internal.

Keempat, beri kesibukan positif. Ikutkan pelatihan atau kursus keterampilan yang sesuai dengan bakatnya. Jangan biarkan anak bersantai dengan lingkungan yang kurang kondusif.

Kelima, berdoa kepada Allah setiap selesai solat lima waktu. Apabila mungkin lakukan solat berjamaah di rumah setiap hari minimal sekali. Dan ajak anak untuk solat tahajjud setiap malam. Bagi seorang muslim, usaha yang maksimal adalah usaha nyata yang diikuti dengan doa kepada yang Maha Kuasa.[]

Baca juga: Kumpulan artikel pendidikan Islam

Filed under: Artikel Opini,

4 Responses

  1. Jefry mengatakan:

    5 bintang buat mas Afatih yang sudha mensgare postingan di atas
    terima kasih banyak

  2. sancu mengatakan:

    Thanks Infonya, blogwalking

  3. putra mengatakan:

    pendidikan sejak din itu memang penting…
    trims atas infonya

  4. Iyan Adriyana mengatakan:

    Thanks infonya…sangat bermanfaat

Silahkan berkomentar dengan santun

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blogger Indonesia

#1 Top Ten Blogger Indonesia versi Majalah Tempo

Copy code below, insert into your blog
<a href="http://www.fatihsyuhud.com/blogger-tips/" title="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-indonesia.gif" border="0" alt="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot"> </a>

Arsip

Blogger Indonesia FB Profile
Blogger Indonesia Fan Page

Sebarkan Budaya Ngeblog!


Copy kode di bawah, letakkan di Sidebar blog Anda :)
<a href="http://afatih.wordpress.com/" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-tutorial.gif" border="0" alt="Cara Membuat Blog"> </a>
Tidak tahu cara tukar link? Baca tutorialnya di sini!

Etika Copy Paste

Mengutip tulisan di sini dibolehkan asal menyebut nama penulis (A. Fatih Syuhud) dan link ke fatihsyuhud.net/
A. Fatih Syuhud Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized. Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri. Setiap Blogger Indonesia "berkewajiban" untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog--dengan bahasa Inggris atau Indonesia -- untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.
Email: fatihsyuhud-at-gmail-dot-com

Paling Populer

Find Us

Blogger Indonesia twitter

Blog Stats

  • 4,413,644 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 620 pengikut lainnya.