Refleksi & Blog Tutorial

Refleksi dan tutorial blog A. Fatih Syuhud dalam bahasa Indonesia

Bekali Anak dengan Ilmu

Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin SANTRI
Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Apapun harapan kita terhadap anak saat dia dewasa, satu hal yang harus dilakukan adalah membekalinya dengan ilmu. Ilmu menjadi kunci pintu masuk pertama menuju gerbang kesuksesan. Seseorang butuh ilmu untuk kesuksesan akhirat (QS At Taubah :122). Dan butuh ilmu untuk keberhasilan duniawi (QS Ali Imran 3:190). Bukan bekal harta, karena harta akan habis apabila berada di tangan orang yang tidak berilmu. Allah juga menjamin bahwa orang berilmu akan dinaikkan statusnya pada beberapa level melebihi status orang yang tidak berilmu (QS Al Mujadalah 58:11).

Oleh karena itu, apa yang harus menjadi prioritas orang tua terhadap anaknya ada tiga yaitu (a) pendidikan; (b) pendidikan; dan (c) pendidikan. Hal-hal lain yang di luar pendidikan akan berjalan dengan sendirinya apabila anak berhasil mencapai level pendidikan tertentu yang diinginkan dengan lancar. Baik pendidikan formal dan noformal.

Bekal ilmu saat usia prasekolah berarti pendidikan di rumah. Dan menurut para ahli, pendidikan prasekolah di rumah menjadi barometer akan sukses tidaknya pendidikan anak pada tahap-tahap selanjutnya. Di sini peran kedua orang tua sangat penting. Dan lebih penting lagi adalah peran ibu. Dalam tulisan sebelumnya sudah dibahas, bahwa peran ibu akan sangat menentukan berhasil tidaknya pendidikan anak ke depan.

Saat memasuki usia sekolah, kontribusi orang tua tetap penting. Tapi, lingkungan juga mulai memainkan peranannya. Bahkan, pada kasus-kasus tertentu, teman-temannya di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA memiliki pengaruh lebih besar. Banyak kasus di mana anak yang memiliki lingkungan yang baik di rumah, tapi mengalami kegagalan dalam hidup karena terlalu kuatnya pengaruh teman.  Di sini, orang tua harus betul-betul waspada dengan lingkungan luar anaknya baik teman sekolah maupun teman tetangga dekat. Saat ini, pengawasan dengan siapa anak bergaul harus dimulai bahkan sejak sangat dini. Sejak SD dan bahkan sejak prasekolah. Masih segar dalam ingatan kita kasus yang terjadi di Malang dan Palembang di mana seorang anak usia 2 tahun yang sudah kecanduan merokok dan suka berkata kotor akibat lingkungan sekitar rumah yang buruk. Orang tua juga harus cepat mengambil tindakan apabila lingkungan sekolah dan lingkungan rumah sudah tidak memungkinkan bagi anak untuk mendapatkan pendidikan karakter yang baik. Walaupun “tampaknya” si anak tidak terpengaruh dengan lingkungan buruk tersebut.

Caranya, pindahkan ke sekolah yang memiliki lingkungan  kondusif kalau masalahnya terletak pada buruknya lingkungan sekolah. Dan pindahkan ke pesantren apabila yang menjadi masalah tidak hanya lingkungan sekolah, tapi juga lingkungan rumah. Tentang pesantren mana yang akan dipilih, pertimbangannya tentu harus berdasarkan pada tujuan awal dan ekspektasi orang tua serta minat anak itu sendiri. Contohnya, apabila orang tua menginginkan anaknya jadi dokter atau insinyur dan anaknya berbakat di bidang ilmu pasti (sains), maka hendaknya anak dimasukkan ke pesantren yang memang sekolah formalnya (SLTA) memiliki jurusan tersebut. Begitu juga, apabila anak berminat di bidang sosial, maka orang tua dapat mengirimkan anak ke pesantren yang memiliki pendidikan SLTA jurusan sosial. Nilai plus (strong point) dari menyekolahkan anak di lingkungan pesantren adalah anak akan mendapat banyak tambahan keilmuan dan kecakapan (life skills). Seperti ilmu agama, akhlak dan etika, serta kecakapan ekstra kurikuler yang biasa dipelajari di SMK.

Tentu mengirim anak ke pesantren ada nilai minusnya: yaitu terpisahnya anak secara fisik dari  orang tua. Tetapi, di sisi lain akan hal ini justru membuat anak menjadi lebih cepat mandiri dan lebih stabil secara mental.[]

Baca juga: Kumpulan artikel pendidikan Islam

Filed under: Artikel Opini,

3 Responses

  1. adjieirawady mengatakan:

    Wah bagus bener infonya,makassiiih……….numpang gelar lapak,hehehehe…..!!!

  2. stainless steel strap mengatakan:

    Sangat se7 atas tulisan anda, terutama ilmu Agama dan Ilmu bisnis…..

  3. GURUMI mengatakan:

    Itulah kenapa pendidikan menjadi sebab naiknya derajat seseorang.

Silahkan berkomentar dengan santun

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blogger Indonesia

#1 Top Ten Blogger Indonesia versi Majalah Tempo

Copy code below, insert into your blog
<a href="http://www.fatihsyuhud.com/blogger-tips/" title="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-indonesia.gif" border="0" alt="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot"> </a>

Arsip

Blogger Indonesia FB Profile
Blogger Indonesia Fan Page

Sebarkan Budaya Ngeblog!


Copy kode di bawah, letakkan di Sidebar blog Anda :)
<a href="http://afatih.wordpress.com/" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-tutorial.gif" border="0" alt="Cara Membuat Blog"> </a>
Tidak tahu cara tukar link? Baca tutorialnya di sini!

Etika Copy Paste

Mengutip tulisan di sini dibolehkan asal menyebut nama penulis (A. Fatih Syuhud) dan link ke fatihsyuhud.net/
A. Fatih Syuhud Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized. Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri. Setiap Blogger Indonesia "berkewajiban" untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog--dengan bahasa Inggris atau Indonesia -- untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.
Email: fatihsyuhud-at-gmail-dot-com

Paling Populer

Find Us

Blogger Indonesia twitter

Blog Stats

  • 4,413,644 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 620 pengikut lainnya.