Refleksi & Blog Tutorial

Refleksi dan tutorial blog A. Fatih Syuhud dalam bahasa Indonesia

Mewaspadai Gerakan Wahabi Salafi

Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Al-Khoirot
Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

———–
Update: Banyak rekan-rekan dari Wahabi Salafi yang “ngomel” di kotak komentar mempertanyakan kenapa saya memakai rujukan tulisan dari buku orang Barat (baca: nonmuslim). Bagi saya, darimana pun sumbernya asal berdasar fakta layak diterima, kecuali kalau masalah syariah. Namun untuk memuaskan mereka, silahkan membaca opini ulama Islam Sunni kontemporer dari berbagai negara tentang Wahabi Salafi di sini (dalam bahasa Indonesia), dan di sini dalam bahasa Arab (Google Docs).

Tulisan di bawah bukan bermaksud menyerang, tapi sebagai kritik agar rekan-rekan Wahabi Salafi–yang sangat ringan mengeritik gerakan lain– dapat lebih toleran dengan gerakan / organisasi dakwah di luar dirinya. Toleransi (tidak mudah mengkafikan dan membid’ahkan) terhadap perbedaan adalah kunci menghindari perpecahan. Dan kunci persatuan, kekuatan dan kesolidan umat.

Islam itu cukup lapang dan luas untuk menampung seluruh gerakan dakwah yang bermacam-macam. Mengharap gerakan lain harus “taat” dengan manhaj Wahabi adalah mimpi utopis dan menyalahi fitrah manusia yang diciptakan Allah untuk berbeda (QS Al-Hujurat 49:13).

———–
Dalam sebuah tulisan di harian Republika edisi 3 Oktober 2011, KH. Agil Siradj menulis sebuah artikel menarik berjudul Radikalisme, Hukum dan Dakwah. Dalam tulisan tersebut ketua PBNU ini mengingatkan bahaya laten dari gerakan Islam radikal di Indonesia. Ciri khas gerakan Islam ekstrim, masih menurut Agil Siradj, adalah “orang Islam yang berpikiran sempit, kaku dalam memahami Islam, serta bersifat eksklusif.”[1] Muslim radikal muncul sejak awal Islam. Yakni, sejak era para Sahabat. Saat itu, kelompok radikal dikenal dengan sebutan kaum khawarij.

Adalah khalifah ke-3 Utsman bin Affan sendiri yang menjadi korban pertama keganasan gerakan ekstrim ini. Beliau terbunuh pada tahun ke-35 hijriah. Peristiwa ini kemudian terulang pada masa Khalifah Ali ibn Abi Thalib yang juga terbunuh oleh kalangan ekstrem dari umat Islam. Komunitas ekstrem tersebut, sungguh pun pada mulanya bernuansa politik, tetapi perkembangan selanjutnya dirajut dalam sebuah ideologi yang dikenal dengan faham Khawarij.[2] Nama gerakan yang bernama Khawarij saat ini sudah tidak ada. Akan tetapi gerakan Islam yang mirip dengan gerakan Khawarij saat ini tidak saja eksis, tapi juga sedang giat-giatnya mengampanyekan ideologinya melalui berbagai sarana yang tersedia. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa Khawarij abad ke-21 ini menjelma dalam gerakan yang dikenal dengan Wahabi Salafi.

Sejarah Wahabi dan Faktor Suksesnya Penyebaran Paham Wahabi

Gerakan Wahabi didirikan pada abad ke-18 oleh Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792) dari Najd, Arab Saudi. Ibnu Abdul Wahhab mengampanyekan usaha memberantas praktik-praktik yang dilakukan umat Islam yang dianggapnya bid’ah. Gerakan Wahabi atau Salafi berpusat di Arab Saudi. Dan didanai oleh pemerintah Arab Saudi. Gerakan Wahabi berkembang ke luar Arab Saudi karena dibawa oleh para sarjana lulusan sejumlah perguruan tinggi di Arab Saudi atau universitas di luar Arab Saudi yang mendapat bantuan finansial dan/atau tenaga pengajari dari Arab Saudi seperti LIPIA (Lembaga Ilmu Pendidikan Islam dan Bahasa Arab) yang merupakan cabang dari Universitas Muhammad Ibnu Su’ud yang berada di Riyadh Arab Saud.

Seluruh biaya operasional peguruan tinggi negeri di Arab Saudi dan di luar Arab Saudi yang berafiliasi ke universitas negara petrodolar ini disubsidi 100% oleh negara. Dan 100% mahasiswanya mendapatkan beasiswa. Oleh karena itu, tidak hersn kalau banyak pemuda Indonesia yang bermimpi untuk dapat kuliah di salah satu perguruan tinggi di Arab Saudi. Selain gratis, mendapat beasiswa penuh juga mendapat tiket pulang gratis setiap tahun. Kalau tidak dapat kuliah di Arab Saudi, minimal dapat belajar di LIPIA Jakarta yang juga memberikan beasiswa penuh.  Bahkan tidak jarang ada mahasiswa UIN Syahid yang juga kuliah di LIPIA hanya untuk mendapatkan beasiswa.

Arab Saudi rela mendanai ribuan mahasiswa lokal dan internasional secara cuma-cuma tentunya dengan tujuan khusus: dalam rangka menyebarkan misi Wahabi Salafi ke seluruh dunia. Umumnya, sarjana lulusan universitas Arab Saudi sudah terkena “cuci otak”. Indikasi paling mudah adalah kecaman mereka terhadap tahlil, peringatan maulid Nabi, ziarah qubur, dan semacamnya.

Bantuan finansial tidak hanya sampai di sini. Ketika para sarjana itu pulang ke negara masing-masing, mereka masih akan tetap dapat kucuran dana dari kerajaan melalui berbagai lembaga atau organisasi binaan negara, seperti Rabithah Alam Islamy, WAMY (World Association of Muslim Youth), dan lain-lain. Bantuan finansial diberikan khususnya pada para alumnus atau non-alumni perguruan tinggi kerajaan Arab Saudi yang mendirikan lembaga pendidikan seperti sekolah atau pesantren dan membangun masjid.

Tentu, tidak ada salahnya menerima bantuan dari manapun. Apalagi kalau dari sesama muslim. Namun, yang menjadi kekhawatiran banyak kalangan adalah adanya pemaksaan—baik langsung atau tidak langsung—terhadap lembaga yang mendapat bantuan untuk ikut menyebarkan paham Wahabi. Ada beberapa kasus di mana kyai-kyai non-Wahabi yang ingin mendapat bantuan dari kerajaan Arab Saudi terpaksa tidak melaksanakan kebiasaan rutin ala pesantren seperti tahlil, atau qunut shalat Subuh saat ada peninjauan dari utusan Arab Saudi yang hendak memberi bantuan.

Gencarnya aliran dana bantuan finansial untuk lembaga-lembaga pendidikan dan masjid itu menjadi faktor utama mengapa gerakan paham Wahabi Salafi berkembang cukup pesat di Indonesia. Dan itu juga menjadi kunci jawaban mengapa kalangan aktivis Wahabi Salafi begitu bersemangat untuk menyebarkan ideologi Salafi-nya ke mana-mana.

Mengapa Takut Wahabi Salafi?

Saat ada suatu gerakan Islam seperti Wahabi Salafi yang penuh semangat dan mendapat bantuan finansial tak terbatas berkembang pesat, mengapa umat Islam harus resah? Tidakkah itu patut disyukuri?  Jawaban singkatnya adalah radikalisme Wahabi Salafi sangat mengancam tidak saja NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),  tapi juga kerukunan hidup antar-umat Islam dan kerukunan hidup antar-umat beragama.[3]

Dalam perspektif keamanan, apabila gerakan Salafi menjadi dominan dikhawatirkan terorisme akan semakin merajalela. Umat Islam yang masih ingin melihat Indonesia aman dan tentram tentu tidak ingin melihat negara ini seperti Pakistan yang pembunuhan antar golongan agama terjadi hampir setiap hari. [4]

Ideologi takfîr (pengkafiran), tasyrîk (pemusyrikan), tabdî` (pembid`ahan) dan tasykîk (upaya menanamkan keraguan) terhadap para ulama dan muslim dari kalangan yang tidak sepaham merupakan langkah pertama ketidakharmonisan umat. Anggapan golongan Wahabi Salafi bahwa golongan Islam lain sebagai bid’ah dan kufr akan berujung pada penghalalan darah (untuk dibunuh). Tak heran, sejak berdirinya gerakan ini, tangan mereka banyak bersimbah darah saudaranya sesama muslim.[5] Tentu mudah ditebak, apa yang akan terjadi pada penganut agama lain apabila kelompok ini sampai mendominasi Indonesia kelak.[6]

Oleh karena itu, kalangan umat Islam ahlussunnah wal jamaah pecinta damai hendaknya mewaspadai gerak gerik kelompok ini. Jangan biarkan mereka menguasai masjid-masjid. Jangan biarkan mempercayakan anak-anak kita untuk dididik di lembaga pendidikan yang mereka bina. Jangan korbankan masa depan putra-putri kita pada ideologi yang tidak mengenal kebenaran kecuali dalam dirinya sendiri. Jangan tergoda mendapat beasiswa gratis dengan resiko cuci otak.[]

————

Terkait:

————
Catatan kaki:

[1] Agil Siradj, “Radikalisme, Hukum dan Dakwah”, Republika, 3 Oktober 2011
[2] Ibid,.
[3] Natana J. Delong-Bas, Wahhabi Islam: from revival and reform to global jihad, 2007
[4] Khaled Ahmed, Sectarian War: Pakistan’s Sunni-Shia Violence and its links to the Middle East, Oxford University Press, USA, 2011
[5] Charles Allen, God’s Terrorists: The Wahhabi Cult and the Hidden Roots of Modern Jihad, Da Capo Press 2007.
[6] John Thayer Sidel, Riots, Pogroms, Jihad: Religious Violence in Indonesia, Cornell Univerity, 2006

Filed under: Artikel Opini,

63 Responses

  1. rhezalutfi mengatakan:

    mau ikut komentr….
    memang kok susah..klo pkirn kta sudah tertanam pham yg tidk mengenal toleransi…hitam putih dlam.memamdang.kehidupan…
    yang pastinya tidak terbuka dengn informasi yg baru…selalu ingin ny menyalahkan seolah apa yang.mereka pahami adalah yang paling benar dan pantang untuk disalahkan.walaupun sudah toh jelas kesalahannya itu…
    great to sdr ku fatih….truskan perjuangannya ya….biarlah org org yg ga mau nerima informasi dari anda….
    tidak mudah untuk meyakinkan org yg terlalu sering penuh keraguan dan.kecurigaan terhadap hal hal di luar mereka…walaupun ada rasa.empati thd mereka akan dampak kurang.bagusny bagi kehidupan nya secara full..
    yg penting dah ngasih info…mau diterima ato ga…ya ga jadi masalah kan….

  2. Rio Rizky mengatakan:

    data anda tidak valid..
    mencari data islam tapi dari orang non islam..
    orang non islam itu memusuhi islam, ya pantas saja mereka bilang begitu..
    jangan sok menulis artikel kalau data ga valid..

  3. Rio Rizky mengatakan:

    data anda tidak valid…
    anda mempelajari tentang islam tapi data berasal dari orang nonmuslim..
    orang non muslim justru memusuhi islam tapi anda mengambil data dari mereka..

  4. pro salafi mengatakan:

    dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu
    ’alaihi wa sallam, “Umatku akan berpecah menjadi tujuh
    puluh tiga golongan, semuanya akan masuk neraka
    kecuali satu. Maka kami-pun bertanya, siapakah yang
    satu itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: yaitu orang-
    orang yang berada pada jalanku dan jalannya para
    sahabatku di hari ini” [HR. Tirmidzi]

  5. Jefry mengatakan:

    saya berharap, antara sesama islam dapat hidup rukun meskipun berkelompok 2 menjadi aliran yg berbeda..
    nice share..

  6. Abdulloh mengatakan:

    “kelak akan ada dai2 yang mengajak pada pintu neraka”,maka sahabat bertanya: “sebutkan ciri2 mereka ya rasululloh??rasul menjawab :”mereka dari kulit2 kita,dan berbicara dengan lisan2 kita…..dan mereka menggunakan cara tidak seperti dg apa yang aku ajarkan,,,,,,(H.R BUKHARI, dari shahabat hudzaifah bin yaman,,dalam kitab al-fittan)

  7. Abdulloh mengatakan:

    astaqhfirulloh,,,,setelah baca tulisan mas fatih diatas saya kaget,,, karena referensi dan rujukannya dari yang bukan islam,,masya Allah,,ketika orang2 kafir dijadikan rujukan apa jadinya pada para santrinya,,tidak ada istilah WAHABI,,karena istilah itu datang dari eropa sbagi wujud kebenciannya pada islam,,WA ALLAHU MUSTA’AN

  8. abu unaesy mengatakan:

    sungguh sangat ironi melihat orang2 seperti fatih ini mengomentari suatu permasalahan tanpa obyektifitas,parahnya lagi cuma mengekor kepada orang2 yg juga pengekor hawa nafsu dan di pertanyakan gelar ”kiyai” nya,,apa anda tdk tau si agil juga tamatan JAMI’AH IBNU SU’UD SAUDI????yg mana skripsi untuk doktoral nya dia menulis ttg kesesatan SYI’AH???,lihatlah dia yg sekarang justru menjadi orang no 1 membela SYI’AH,ada apa di balik itu setelah dia kenyang dengan beasiswa pemerintah saudi????,,kenapa orang yg jadi pembelot ilmu nya sendiri kalian jadikan pemimpin??? 1)tak lain dan tak bukan krn syahwat duniawi dan kedudukan 2)dia pemimpin NU,karena keumuman orang NU yg dia pimpin jahil ttg syi’ah,maka si agil ikut2an jahil 3)kl terhadap orang yg membesarkan nya sj dia khianati maka bkn hal yg mustahil kl targetnya tdk terpenuhi dia juga akan menghianati kalian,,sungguh tdk jauh beda dengan pedahulu2nya yg penuh dng kontroversi,ada menghalalkan lemak babi lah,ada yg membolehkan natalan bareng lah,maka jgn heran kl skrg kalian jadi anjing2 penjaga atau pagar betis di depan gereja2 tp aneh nya kalian sangat bernafsu untuk menghancurkan masjid ygdi tegakkan di dalam nya syi’ar2 islam,tuduhan tanpa bukti dengan luapan hawa nafsu orang2 seperti kalian sudah sangat lumrah karena kalian warisi dr kakek buyut kalian tp aneh nya kalian pede dng menisbatkan diri kpd AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH,berbohong untuk mendapat sumbangan kah ciri AHLUSSUNNAH kalian????mencukur jenggotkah ciri kalian megikutu sunnah????,anak kiyai yg berjilbab dengan taplak mejakah ciri seorang yg mengaku AHLUSSUNNAH?????tunjukkan lah bukti bila kalian benar2 mengikuti sunnah

  9. Jawaban singkatnya adalah radikalisme Wahabi Salafi sangat mengancam tidak saja NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), tapi juga kerukunan hidup antar-umat Islam dan kerukunan hidup antar-umat beragama.[Natana J. Delong-Bas]

    Tak heran, sejak berdirinya gerakan ini, tangan mereka banyak bersimbah darah saudaranya sesama muslim.[Charles Allen]

    Tentu mudah ditebak, apa yang akan terjadi pada penganut agama lain apabila kelompok ini sampai mendominasi Indonesia kelak.[John Thayer Sidel]

    Mereka ini siapa? Ulama Islam ya? Apa orang kafir barat (namanya asing)? Kok jadi rujukan?

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

    Al-Imam Muslim rahimahullah berkata tentang makna ayat di atas dalam muqaddimah Shahihnya,

    “Kabar yang berasal dari orang fasik itu jatuh, tidak boleh diterima. Dan persaksian seorang yang tidak adil (yaitu tidak beriman dan bertakwa) tertolak.” (Shahih Muslim, 1/6)

    Sebagai pembanding coba lihat artikel-artikel yang saya tulis [link]

  10. abu aya mengatakan:

    mas fatih syuhud, anda nulis artikel tentang islam tapi referensi yg anda gunakan bersumber dari orang-orang kafir. bagaimana anda bisa obyektif kalau fikiran anda sdh dijejali kebencian orang kafir kpd islam? lebih baik sebelum mengkritik dan mencaci sebuah manhaj islam mbok yah dipelajari dulu, dimengerti dulu inti dari manhaj tersebut. semoga Allah SWT memberikan hidayah dan ilmu yg bermanfaat buat mas fatih agar lebih cerdas dalam menilai sesuatu…amiiin

  11. abudhiyak mengatakan:

    Bismillah, sebaiknya mas fatih syuhud sebelum menulis artikel tentang wahabi salafi sebagai seorang terpelajar cari referensi yang banyak jangan membeo pada atasanya atau yang dianggap pemimpinnya dan dilandasi kebencian semata, Allah kasih kita akal dan hati , gunakan itu sebaik-baiknya sehingga kita bisa timbang- timbang persoalan itu dengan jernih sehingga tdk seperti ini memalukan deh. ternyata mas fatih syuhud tidak kenal wahabi salafy . Anggapannya yg suka negbom-ngebom dan benarnya sendiri………… gak suka tahlil, muludan dan ziarah kubur…….. tolonglah belajar kembali dan sebagai orang pesantren bukalah kitab – kitab kuningnya sampai khatam

  12. abihaikal mengatakan:

    bagus juga artikel ini sebagai filter awal dan antisipasi “cucian kotor: ala wahabi SAlaFI (Sasar Pikir)… tambah lagi yaa.. jangan hanya sekedar ulasan singkat.. Kasihan santri dan kaum awam yang dininabobokan mereka..jangan takut , jangan keder …mereka kan sok jadi pengawal Quran dan Sunnah serta Ahlussunnah yang paling benar selain mereka “tak bener”.MEREKA INI IDEALIS BUT NIHILIS .. Memang betul mereka ini sevirus dengan Boko haram di Nigeria .. Yang mau Antem-anteman ma si SAWAH ni silakan .

    • Abdulloh mengatakan:

      untuk abu haikal,,salafiyyun dari dulu dibenci sama orang barat dan antek2nya,,kalau antum pingin cari kebenaran silakan cek dan pelajari ajaran2nya,tapi kalo antum gak mau dicuci otak silakan baca dari buku2nya salah satunya buku yang ditulis oleh syaik muhammad bin abdul wahhab judulnya “qaulan mufiid fii addilati attawhiid,,,tapi kalo antum tetep juga gak mau juga,,berarti antum tetep bertahan dengan adanya fitnah,,mudah2an Allah merahmati kita,,,

      • abihaikal mengatakan:

        untuk mas Abdulloh :Salafyun yg mana yg dibenci orang barat ??? Mengecek rujukan semisal …Adillati attauhid ‘” ! saya kira parameter “cuci otak” dalam ketauhidan dan lain lain tentu,, versi salfiyun wahabi sangat berbeda dengan Sunni umumnya..dan karya tsbi bukan alasan untuk mendelete total karya sejenis ulama terdahulu pra “syaikh”ini apalagi mengecap mereka dengan stempel2 yg mengerikan ala selera wahabi…Fitnah ??? bukan fitnah mas ,, tapi fakta dan realita kelompok ini memang begitu!! mudah2an Allah menaungi dan merahmati kita….

  13. Chitis Bhg mengatakan:

    Artikel Profesor agak miring krn gemar bid’ah dan memelihara budaya2 yang dicampur-aduk dengan agama

  14. dicky mengatakan:
    . menurut saya prof. hanya mementingkan..." permalink="http://afatih.wordpress.com/2012/01/24/mewaspadai-gerakan-wahabi-salafi/#comment-81903"]

    Wuah aku orang umum , menurut aku, artiket yang disampaikan oleh prof Dr KH. Agil Siradj tidak ilmiah [ dalam arti tidak didukung data yang kuat dan benar ]. menurut saya prof. hanya mementingkan/menggunakan pemikiran pribadi saja yang sifatnya sepertinya (karena aku orang awam) adalah fitnah. Seperti orang yang kedederan (takut kehilangan)
    Maaf ya.

  15. SP Saprudin mengatakan:

    Sdr. A. Fatih Syuyud itu sedang ngigau ya? Anda bilang agar Ahlussunah Wal Jamaah hati-hati terhadap gerakan Wahabi Salafi? Wahabi Salafi itu apa dan siapa? Bukankah justru Wahabi Salafi itu AHLUSSUNNAH WALJAMAAH. Coba anda tengok manhaj mereka yang anda tuduh sebagai biang kenoranan NKRI. Manhaj mereka adalah :
    1. Memegang teguh Kitab Allah (Al Qur’an)
    2. Memegang teguh Sunnah Rasulallah
    3. Berjalan diatas pemahaman Ulama-ulama Salaf, para Imam-Imam terkemuka dalam Islam dan ahli Fiqh yang taqwa.

    Manhaj yang anda tuduhkan sebagai Wahabi Salafi mereka bicara berdasarkan dalil, bukan berdasarkan hawa nafsu.

    Kalau melihat tokoh-tokoh atau cendekiwan dari Jawa Timur pemikirannya rata-rata rada aneh. dari GD, CN dan sederetan nama-nama lain seperti Prof. Dr. Said Aqil Siroj ini. saja

  16. sunarno2010 mengatakan:

    tentang alumni LIPIA yang saya kenal tidak seperti yang dicantumkan dalam artikel tersebut, saya sendiri bukan alumni lipia, kemudian yang tak tahlil, tak qunut bukankah Muhammadiyah sudah sedari dulu? apakah penulis menafikan kenyataan ini?

  17. A. Rahim, BA mengatakan:

    Saya suka membaca pandangan semua golongan dalam islam ( klu boleh dibilang golongan ) saya tidak menemukan pada salafi seperti dalam tulisan diatas, malah saya melihat gerakan “wahabi salafi” ( sebenarnya istilah ini tidak ada ) adalah sebaliknya mereka lah sebenarnya Ahlussunnah Wal Jamaah, karena semua pikiran dan pemahamannya berdasarkan Alquran, Sunnah dan pendapatnya para ulama Ahlussunnah. Fatwa mereka sangat mudah ditemukan dalilnya tidak ada di Alquran lihat di kutubussittah atau fatwa ulama ahlussunnah. Jadi dimana tidak benarnya ? semuanya sesuai kok dengan pedoman islam.

    Kalau wahabi salafi dikatakan mengganggu NKRI dan kerukunan umat beragama lo… ini pikiran dari mana ? sebaiknya dipahami dulu masalahnya biar gak timbul pitnah terhadap saudara kita. salafi sangat tidak suka menantang penguasa kalau mau menyampaikan yang haq disampaikan langsung dengan empat mata tanpa dipublikasikan ke umum itu yang saya tau tentang salafi, jadi kalau mengganggu NKRI wah sangat jauh. Namun kalau NKRI ini berantakan bukanlah salah salafi dan bukan juga salah yang lain, yang salah ya … pemerintah itu sendiri mungkin karena tidak menjalani amanah dengan baik. Kalau mau bukti lihat aja disekeliling kita, pipa minyak dihadapan rumah kita, tapi minyak mooohalnya minta ampun !, udah tu antri lagi mau dapatkan minyak. Aneh. aneh, aneh…

    salafi dikatakan bisa merusak sesama islam, saya pikir tidak yang penting sebagai seorang muslim, berbuat harus tau dasarnya jangan asal mengekor aja. Belajar dan terus belajar Insya Allah Islam tetap satu dan bersaudara.

    Salafi ditakuti merusak kerukunan antar umat beragama, dan teroris meraja lela astahfirullah ! tobatlah kepada Allah kepada yang mengatakan demikian, tahukah anda yang merusak islam dan merusak kerukunan ummat beragama itu, tu orang diluar sana yang tidak pernah suka dengan islam. Kenapa kita saling menuduh sementara pelakunya diluar sana tertawa mengejek melihat tingkah kita yang tolol.

    Saya sebagai muslim mengharapkan salafi terus berkembang dan besar semoga anak – anak kita yang belajar disana pulang membawa Alquran dan Sunnah untuk diterapkan di negeri ini agar syariat islam di negeri ini tidak kabur bercampur aduk dengan TBC ( Taqlid Bidah dan Khurafat ).

    Saya lihat saudara kita salafi itu sering di fitnah, contoh ketika saya berkunjung ke Batam kemudian sholat jumat disalah satu masjid di Batam, saya diberika buletin oleh pengurus mesjid, kemudian saya baca, tau apa isinya ? buletin itu menceritakan tentang sejarah hidupnya Muhammad bi Abdul Wahab yang di negeri ini dikenal dengan wahabi. Dalam buletin itu dikatakan bahwa Muhammad bin Abdul Wahab itu seorang murid yang pintar tapi durhaka kepada orang tuanya dan gurunya, setelah dewasa dia menjadi antek belanda. Aneh bukan ? Muhammad bin Abdul Wahab itu asli orang Nejd dari Arab, Belanda tidak pernah nyampe ke Arab,maksud saya Arab tidak pernah di jajah oleh Belanda, bagaimana Muhammad bin Abdul Wahab bisa jadi anteknya Belanda. Kalau orang Indonesia jadi anteknya Belanda, ya … bisa saja mengapa ? karena Indonesia memang pernah di jajah 350 tahun makanya tidak heran kalau di Indonesia banyak pemahaman yang aneh – aneh bukan sunnah di bilang sunnah.

    Salafi dikatakan melakukan upaya menanamkan keraguan kepada ulama, tentu perlu klarifikasi, ulama yang mana ? salafi sangat menghormati para ulama sunnah termasuk ulama empat mazhab Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’, Imam Ahmad bin Hambal dan ulama Sunnah lainnya mereka semuanya ulama Ahlussunnah yang dimulyakan, bahkan satu sekolah tingkatan SD IT ( islam terpadu ) mereka beri nama sekolah Assyafi’. Nah kalau ulama yang mendasari pendapatnya bertentangan dengan Alquran, sunnah dan pendapatnya para ulama ahlussunah lainnya ya.. saya kira bukan salafi saja tapi semua orang islam tidak akan menerima bahkan Allah dan RasulNya juga tidak menerima.

    Kenapa saya mengomentari tulisan diatas ? ya … saya merasa terpanggil aja untuk mengomentari karena saya melihat ada sesuatu yang benar tapi di salahkan.
    semoga kita semua tetap diberi hidayah oleh Allah agar kita semua tetap satu dalam kalimah Laa Ilaha Illallah. Amien.

  18. Abi Nadia mengatakan:

    SEMOGA UMMAT ISLAM DAPAT BERSATU PADU MEMERANGI : KEBODOHAN, KEMISKINAN DAN KORUPSI (TIDAK AMANAH). AMIN YA RABBAL ‘AALAMIIN.

  19. kastro mengatakan:

    Emang nih…banyak web2 seperti ini yang belajar agama hanya taklid buta. Pantesan Islam sekarang seperti digambarkan Rasulullah, banyak tapi seperti buih. Berpegang pada Islam tidak secara kuat.
    Agar antum lebih faham, baca:
    http://firanda.com/index.php/artikel/bantahan/221

  20. Gerizal mengatakan:

    Tertawa membacanya

    Tertulis bahwa ::
    “Gerakan Wahabi didirikan pada abad ke-18 oleh Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792) dari Najd, Arab Saudi. Ibnu Abdul Wahhab mengampanyekan usaha memberantas praktik-praktik yang dilakukan umat Islam yang dianggapnya bid’ah. ”

    Lalu kenapa harus “Mewaspadai Gerakan Wahabi Salafi”, bila mana anggapan golongan Wahabi Salafi bahwa golongan Islam lain sebagai bid’ah dan kufr akan berujung pada penghalalan darah (untuk dibunuh), itu cuma oknum. Tapi jangan di garis bawahi dengan alasan lain tentang oknum kareana banyak contohnya di kita. Justru yang harus di garis bawahi adalah “BID’AH”

Silahkan berkomentar dengan santun

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blogger Indonesia

#1 Top Ten Blogger Indonesia versi Majalah Tempo

Copy code below, insert into your blog
<a href="http://www.fatihsyuhud.com/blogger-tips/" title="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-indonesia.gif" border="0" alt="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot"> </a>

Arsip

Blogger Indonesia FB Profile
Blogger Indonesia Fan Page

Sebarkan Budaya Ngeblog!


Copy kode di bawah, letakkan di Sidebar blog Anda :)
<a href="http://afatih.wordpress.com/" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-tutorial.gif" border="0" alt="Cara Membuat Blog"> </a>
Tidak tahu cara tukar link? Baca tutorialnya di sini!

Etika Copy Paste

Mengutip tulisan di sini dibolehkan asal menyebut nama penulis (A. Fatih Syuhud) dan link ke fatihsyuhud.net/
A. Fatih Syuhud Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized. Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri. Setiap Blogger Indonesia "berkewajiban" untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog--dengan bahasa Inggris atau Indonesia -- untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.
Email: fatihsyuhud-at-gmail-dot-com

Paling Populer

Find Us

Blogger Indonesia twitter

Blog Stats

  • 4,413,644 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 620 pengikut lainnya.