Refleksi & Blog Tutorial

Refleksi dan tutorial blog A. Fatih Syuhud dalam bahasa Indonesia

Mewaspadai Gerakan Wahabi Salafi

Oleh A. Fatih Syuhud
Ditulis untuk Buletin Al-Khoirot
Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

———–
Update: Banyak rekan-rekan dari Wahabi Salafi yang “ngomel” di kotak komentar mempertanyakan kenapa saya memakai rujukan tulisan dari buku orang Barat (baca: nonmuslim). Bagi saya, darimana pun sumbernya asal berdasar fakta layak diterima, kecuali kalau masalah syariah. Namun untuk memuaskan mereka, silahkan membaca opini ulama Islam Sunni kontemporer dari berbagai negara tentang Wahabi Salafi di sini (dalam bahasa Indonesia), dan di sini dalam bahasa Arab (Google Docs).

Tulisan di bawah bukan bermaksud menyerang, tapi sebagai kritik agar rekan-rekan Wahabi Salafi–yang sangat ringan mengeritik gerakan lain– dapat lebih toleran dengan gerakan / organisasi dakwah di luar dirinya. Toleransi (tidak mudah mengkafikan dan membid’ahkan) terhadap perbedaan adalah kunci menghindari perpecahan. Dan kunci persatuan, kekuatan dan kesolidan umat.

Islam itu cukup lapang dan luas untuk menampung seluruh gerakan dakwah yang bermacam-macam. Mengharap gerakan lain harus “taat” dengan manhaj Wahabi adalah mimpi utopis dan menyalahi fitrah manusia yang diciptakan Allah untuk berbeda (QS Al-Hujurat 49:13).

———–
Dalam sebuah tulisan di harian Republika edisi 3 Oktober 2011, KH. Agil Siradj menulis sebuah artikel menarik berjudul Radikalisme, Hukum dan Dakwah. Dalam tulisan tersebut ketua PBNU ini mengingatkan bahaya laten dari gerakan Islam radikal di Indonesia. Ciri khas gerakan Islam ekstrim, masih menurut Agil Siradj, adalah “orang Islam yang berpikiran sempit, kaku dalam memahami Islam, serta bersifat eksklusif.”[1] Muslim radikal muncul sejak awal Islam. Yakni, sejak era para Sahabat. Saat itu, kelompok radikal dikenal dengan sebutan kaum khawarij.

Adalah khalifah ke-3 Utsman bin Affan sendiri yang menjadi korban pertama keganasan gerakan ekstrim ini. Beliau terbunuh pada tahun ke-35 hijriah. Peristiwa ini kemudian terulang pada masa Khalifah Ali ibn Abi Thalib yang juga terbunuh oleh kalangan ekstrem dari umat Islam. Komunitas ekstrem tersebut, sungguh pun pada mulanya bernuansa politik, tetapi perkembangan selanjutnya dirajut dalam sebuah ideologi yang dikenal dengan faham Khawarij.[2] Nama gerakan yang bernama Khawarij saat ini sudah tidak ada. Akan tetapi gerakan Islam yang mirip dengan gerakan Khawarij saat ini tidak saja eksis, tapi juga sedang giat-giatnya mengampanyekan ideologinya melalui berbagai sarana yang tersedia. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa Khawarij abad ke-21 ini menjelma dalam gerakan yang dikenal dengan Wahabi Salafi.

Sejarah Wahabi dan Faktor Suksesnya Penyebaran Paham Wahabi

Gerakan Wahabi didirikan pada abad ke-18 oleh Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792) dari Najd, Arab Saudi. Ibnu Abdul Wahhab mengampanyekan usaha memberantas praktik-praktik yang dilakukan umat Islam yang dianggapnya bid’ah. Gerakan Wahabi atau Salafi berpusat di Arab Saudi. Dan didanai oleh pemerintah Arab Saudi. Gerakan Wahabi berkembang ke luar Arab Saudi karena dibawa oleh para sarjana lulusan sejumlah perguruan tinggi di Arab Saudi atau universitas di luar Arab Saudi yang mendapat bantuan finansial dan/atau tenaga pengajari dari Arab Saudi seperti LIPIA (Lembaga Ilmu Pendidikan Islam dan Bahasa Arab) yang merupakan cabang dari Universitas Muhammad Ibnu Su’ud yang berada di Riyadh Arab Saud.

Seluruh biaya operasional peguruan tinggi negeri di Arab Saudi dan di luar Arab Saudi yang berafiliasi ke universitas negara petrodolar ini disubsidi 100% oleh negara. Dan 100% mahasiswanya mendapatkan beasiswa. Oleh karena itu, tidak hersn kalau banyak pemuda Indonesia yang bermimpi untuk dapat kuliah di salah satu perguruan tinggi di Arab Saudi. Selain gratis, mendapat beasiswa penuh juga mendapat tiket pulang gratis setiap tahun. Kalau tidak dapat kuliah di Arab Saudi, minimal dapat belajar di LIPIA Jakarta yang juga memberikan beasiswa penuh.  Bahkan tidak jarang ada mahasiswa UIN Syahid yang juga kuliah di LIPIA hanya untuk mendapatkan beasiswa.

Arab Saudi rela mendanai ribuan mahasiswa lokal dan internasional secara cuma-cuma tentunya dengan tujuan khusus: dalam rangka menyebarkan misi Wahabi Salafi ke seluruh dunia. Umumnya, sarjana lulusan universitas Arab Saudi sudah terkena “cuci otak”. Indikasi paling mudah adalah kecaman mereka terhadap tahlil, peringatan maulid Nabi, ziarah qubur, dan semacamnya.

Bantuan finansial tidak hanya sampai di sini. Ketika para sarjana itu pulang ke negara masing-masing, mereka masih akan tetap dapat kucuran dana dari kerajaan melalui berbagai lembaga atau organisasi binaan negara, seperti Rabithah Alam Islamy, WAMY (World Association of Muslim Youth), dan lain-lain. Bantuan finansial diberikan khususnya pada para alumnus atau non-alumni perguruan tinggi kerajaan Arab Saudi yang mendirikan lembaga pendidikan seperti sekolah atau pesantren dan membangun masjid.

Tentu, tidak ada salahnya menerima bantuan dari manapun. Apalagi kalau dari sesama muslim. Namun, yang menjadi kekhawatiran banyak kalangan adalah adanya pemaksaan—baik langsung atau tidak langsung—terhadap lembaga yang mendapat bantuan untuk ikut menyebarkan paham Wahabi. Ada beberapa kasus di mana kyai-kyai non-Wahabi yang ingin mendapat bantuan dari kerajaan Arab Saudi terpaksa tidak melaksanakan kebiasaan rutin ala pesantren seperti tahlil, atau qunut shalat Subuh saat ada peninjauan dari utusan Arab Saudi yang hendak memberi bantuan.

Gencarnya aliran dana bantuan finansial untuk lembaga-lembaga pendidikan dan masjid itu menjadi faktor utama mengapa gerakan paham Wahabi Salafi berkembang cukup pesat di Indonesia. Dan itu juga menjadi kunci jawaban mengapa kalangan aktivis Wahabi Salafi begitu bersemangat untuk menyebarkan ideologi Salafi-nya ke mana-mana.

Mengapa Takut Wahabi Salafi?

Saat ada suatu gerakan Islam seperti Wahabi Salafi yang penuh semangat dan mendapat bantuan finansial tak terbatas berkembang pesat, mengapa umat Islam harus resah? Tidakkah itu patut disyukuri?  Jawaban singkatnya adalah radikalisme Wahabi Salafi sangat mengancam tidak saja NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),  tapi juga kerukunan hidup antar-umat Islam dan kerukunan hidup antar-umat beragama.[3]

Dalam perspektif keamanan, apabila gerakan Salafi menjadi dominan dikhawatirkan terorisme akan semakin merajalela. Umat Islam yang masih ingin melihat Indonesia aman dan tentram tentu tidak ingin melihat negara ini seperti Pakistan yang pembunuhan antar golongan agama terjadi hampir setiap hari. [4]

Ideologi takfîr (pengkafiran), tasyrîk (pemusyrikan), tabdî` (pembid`ahan) dan tasykîk (upaya menanamkan keraguan) terhadap para ulama dan muslim dari kalangan yang tidak sepaham merupakan langkah pertama ketidakharmonisan umat. Anggapan golongan Wahabi Salafi bahwa golongan Islam lain sebagai bid’ah dan kufr akan berujung pada penghalalan darah (untuk dibunuh). Tak heran, sejak berdirinya gerakan ini, tangan mereka banyak bersimbah darah saudaranya sesama muslim.[5] Tentu mudah ditebak, apa yang akan terjadi pada penganut agama lain apabila kelompok ini sampai mendominasi Indonesia kelak.[6]

Oleh karena itu, kalangan umat Islam ahlussunnah wal jamaah pecinta damai hendaknya mewaspadai gerak gerik kelompok ini. Jangan biarkan mereka menguasai masjid-masjid. Jangan biarkan mempercayakan anak-anak kita untuk dididik di lembaga pendidikan yang mereka bina. Jangan korbankan masa depan putra-putri kita pada ideologi yang tidak mengenal kebenaran kecuali dalam dirinya sendiri. Jangan tergoda mendapat beasiswa gratis dengan resiko cuci otak.[]

————

Terkait:

————
Catatan kaki:

[1] Agil Siradj, “Radikalisme, Hukum dan Dakwah”, Republika, 3 Oktober 2011
[2] Ibid,.
[3] Natana J. Delong-Bas, Wahhabi Islam: from revival and reform to global jihad, 2007
[4] Khaled Ahmed, Sectarian War: Pakistan’s Sunni-Shia Violence and its links to the Middle East, Oxford University Press, USA, 2011
[5] Charles Allen, God’s Terrorists: The Wahhabi Cult and the Hidden Roots of Modern Jihad, Da Capo Press 2007.
[6] John Thayer Sidel, Riots, Pogroms, Jihad: Religious Violence in Indonesia, Cornell Univerity, 2006

Filed under: Artikel Opini,

63 Responses

  1. fadli mengatakan:

    perbaiki akhlaq dulu…. kaji diri dulu…. tentunya tetap harus dengan ilmu….

  2. rara mengatakan:

    maap,mang islam dtgnya dr mn? kl ga salah dari arab kn?
    trs knp pada sentimen kl ada dana dari saudi arabia?
    kl benci saudi arabia trs kl mao Haji dmn?
    brarti ga usah pke menunaikan ibadah haji,gito?

  3. khoirudin mengatakan:

    nih copy paste lagi
    http://salafytobat.wordpress.com/2008/07/16/ibnu-taimiyah-membungkam-wahhabi/
    Aksi Manipulasi Mereka Terhadap Ilmu Pengetahuan
    Belum lagi aksi manipulasi mereka terhadap ilmu pengetahuan. Mereka memalsukan sebagian dari kitab kitab karya ulama’ salaf. Sebagai contoh, kitab Al Adzkar karya Imam Nawawi cetakan Darul Huda, Riyadh, 1409 H, yang ditahqiq oleh Abdul Qadir Asy Syami. Pada halaman 295, pasal tentang ziarah ke makam Nabi SAW, dirubah judulnya menjadi pasal tentang ziarah ke masjid Nabi SAW. Beberapa baris di awal dan akhir pasal itu juga dihapus. Tak cukup itu, mereka juga dengan sengaja menghilangkan kisah tentang Al Utbiy yang diceritakan Imam Nawawi dalam kitab tersebut. Untuk diketahui, Al Utbiy (guru Imam Syafi’i) pernah menyaksikan seorang arab pedalaman berziarah dan bertawassul kepada Nabi SAW.

    Ibnu Taymiyah Vs Wahhaby
    Parahnya, kitab karya Ibnu Taimiyah yang dianggap sakral juga tak luput dari aksi mereka. Pada penerbitan terakhir kumpulan fatwa Syekh Ibnu Taimiyah, mereka membuang juz 10 yang berisi tentang ilmu suluk dan tasawwuf. (Alhamdulilah, penulis memiliki cetakan lama) Bukankah ini semua perbuatan dzalim?
    WAH SEPERTI AHLUL KITAB YA?

  4. khoirudin mengatakan:

    ada lagi yang ngaku mantan kyai tapi ngaji d pondok mana n gurunya sapa nggak ngerti wong kyai kok difinisi bidah n syrik nggak mudeng terus d timggal santri2 nya ngaku mantan kyai. kalau figur kyai asli nggak cirikhasnya gak gitu , paling itu foto copy ( ato mungkin yg biasa jual obat / ramalan di pinggir jalan.dah g laku lagi ) malah ini hampir menyerupai
    JAWABAN HARUS / WAJIB PAKAI DALIL QUR’AN N HADIS SHOHIH G BOLEH NGARANG SENDIRI AKU HANYA MENIRU SEPERTI KATA USTAD2 WAHABI
    PAK YAI MO NANYA NIH YI, NIKAH HUKUMNYA APA YIi ? (buat mantan kyai NU NIH )
    ROSULULLAH NIKAH NDAK YI ? ( juga buat mantan kiay NU )
    ROSULULLAH PUNYA BUKU NIKAH NDAK YI ? ( MASIH UNTUK MANTAN KYAI NU MALAH INI INTINYA )
    LHA SEKARANG PAK YAI NIKAH NDAK ? YG FAIR YA YI ( MANTAN KYAI NU LAGI )
    PUNYA BUKU NIKAH NDAK YI ? JAWAB YA YI EEEEEEHHHHHHH BUKU NIKAH ITU KAN BERARTI BIDAH YA YI KAN ROSULULLAH NGGAK PERNAH PAKAI BUKU NIKAH ( tdk pernah d contohkan) …………………………………………….. HAHAHAHAHAAHAAAHAHAHAHA
    itukan bukan ibadah…………………Kata pak mantan kiay n dikuti para santri pengikut wahabi .kaya kooor yg udah d atur rapi. NGAJI DULU SAMA MANTAN KYAI…. AH
    Apalagi setelah d bongkar abusalafy memalsu buku2 yg asli
    wahabi g bisa jawab artikel abu salafy apalagi mo ngedel jadi bisanya hanya bingungi n me-maki2 terus membuat artikel tandingan ngarang sendiri alhamdulillah para pembaca udah banyak yg ngerti n memahami sifat2 wahabi
    sekarang para santri n jamaah di masjid2 udah semakin mantap ke pemahaman yg asli nambah mantap dan ora ragu2 lagi
    wahabi tetep aja wahabi akan selalu mencari orang2 yg tidak ngerti terus d pengaruhi……………….
    klo koment ini pasti d spam karena aku sudah mengerti tdk sesuai doktrin wahabi
    tapi akan saya munculkan di bloknya abu salafy yg jujur n terbuka ini
    karena itu sdh menjadi kebiasaan n ciri khas murid n ustad n generasi penerus wahabi
    ditambah menghujat ,mefitnah,memaki bidah,syirik ,n takfiri itulah yg di NAMAI
    wa wa wa wa wa…ha ha ha ha ha….bi bi bi bi bi bi …. oh ya sekarang tambah lagi awas Provokasi kata Ustad & santri wahabi n ada yg takut dg dakwah wahabi (memangnya wahabi tengkorak??????
    PENIPU ( berlagak) INTELEKTUAL MASA KINI
    Wahabi sekalipun udah d kasih koment kebenaran hanya milik ALLAH TA’ALA ya tetep aja wahabi
    komplain
    Allah ada tanpa tempat dan arah
    laisa kamitslihi syaiun…

  5. anas@gmail.com mengatakan:

    Sory aq hanya cukup mengocopy karena bagiku utkmenjawab wahabi ini hanya cukup copy supaya tdk membuang buang energy
    klo d sampaikan kebenaran d katakan mefitnah n benci itulah wahabi ooooh tambah lagi mengadu domba katanya wahaby(senjata mutakirnya)
    padahal dah d dukung fakta n bukti
    jadi g buang2 energi deh utk menjawab pr wahabi
    kamu memang wahabi yg asli bukan salafy
    tapi kamu malu menerima nama wahabi maunya pakai nama salafy
    biar orang pada g ngerti trus terjebak dg nama salafy klo kamu yg bener n aslinya wahabi
    salafy untuk menutupi wahabi ngapusi ciri khas wahabi, bukan ciri2 salafy yg asli pewaris nabi
    tp kamu malu d undang nama wahabi, katanya kembali ke quran n hadis yg murni setelah d ikuti
    ternyata itupun ngapusi alias gataki
    nyatanya klo d tunjunjuki hadis n quran nya malah memaki sekarang sampai d pondok2 yg ada d plosok2 pun banyak yg ngerti klo itu hanya promosi
    trus pd lari dan kembali ke pemahaman semula yg d wariskan ulama pewaris nabi
    bukan pewaris ulama wahabi abdul wahab ibnu taimiyyah ,binbaz dan yg lain2 lagi
    oh yaaa al albani aku meh lali ngko ndak meri.

  6. waallahualam lah,yang penting kita tetap menjalankan taqwa aja

  7. sytur mengatakan:

    Ana mungkin termasuk orang2 yg perlu diwaspadai krn termasuk orng yg dituduh sebg wahabi salafi n sering ikut kajian2 yg diisi oleh ust2 bermanhaj salaf. Tp aq n teman2 serta ust2 tdk pernah mengkfirkan pemerintah, saudara2, temen2 yg telh mengikrarkan syahadatain n mengerjakan sholat. Kami tetep menganggap orang2 yg beribadah tdk seperti yg dicontohkan Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam SEBGAI SAUDARA KAMI SESAMA MUSLIM YG KITA HARUS BERAKLAK MULIA DAN MENDAKWAHI DENGAN CR YG LEMAH LEMBUT SERTA MENDOAKAN DIRI KAMI DAN MEREKA SUPAYA MENDAPAT PETUNJUK ke jalan Sunnah sebgaimana yg pahami oleh para Shahabat Radliallahu’anhum yg merupakan salafusshalih dari ummat ini.. :-) ) semoga Allah memudahkan kita mengikuti mereka.

    • Abdul mengatakan:

      Berarti Anda Wahabi yg NU. :D

    • danang martono mengatakan:

      Benar, ana juga orang yang perlu diwaspadai sebagai wahabi salafi yang anda tuduhkan itu, karena ana rajin ikut pengajian dari ulama2x alumni arab saudi, yang sangat getol untuk menekankan ajaran islam sesuai sunnah sebagaimana pemahaman sahabat, menjauhi bid’ah dan syirik, memandang semua umat islam adalah saudara tidak diperbolehkan mengkafirkan apalagi menghalalkan darah sesama umat islam. Tidak menjelek-jelekkan pemerintah dihadapan umum. Dari para ustadz tersebutlah ana mo belajar bahasa arab, belajar kitab-kitabnya ulama2x semacam imam syafi’ie, imam hanafi. imam malik, dll.

      Wassalamu’alaikum warohmatullohiwabarokaatuh
      Al Faqir
      Danang di bekasi

  8. menujumu22 mengatakan:

    ada situs mantankyainu.blogspot.com, menjawab mengenai kekawatiran terhadap ‘paham yang mapan’. Akan tetapi, saya tidak mendapatkan sanggahan menggunakan dalil qura & hadis sohih.
    Saya sedang belajar, apapun dalil yang dipakai saya ikuti, saya bukan lulusan perguruan agama yang canggih, hanya memakai logika sederhana. Maksudnya, kalau ada yang mengatakan bidah, sesat, kafir, dengan memberikan dalik yang valid, mestinya diterima. Bukan begitu?! Masalahnya, mungkin fanatisme golongan atau kelompok atau apa saja, dengan dalil logika, bukan dalil Quran & Hadis, mempertahankan apa yang sudah dijalankan selama ini.
    Kenapa harus mempertahankan, sesuatu yang memang tidak dicontohkan Rasul atau ada dalam Quran, menurut saya, mumpung masih di dunia, masih bisa dikoreksi, diperbaiki.
    Menurut saya, ini juga ujian, apakah kita mengikuti hawa nafsu golongan, atau taat kepada Quran & Hadis.

    Perlu hati yang bersih, bukan emosi. Berikan dalil Quran & Hadis, tentang apa yang anda ucapkan. Biar saya dapat belajar dengan hati, bukan emosi golongan. Maaf, saya bukan nu bukan muhamadiyah bukan ldii bukan persis bukan persib bukan persija, saya hanya pingin mengikuti apa yang Quran & Hadis perintahkan. Meskipun sekarang saya melakukan apa yang dilarang, saya harus legowo u menghentikan, mengikuti apa yang menurut dalil lebih valid.

    Saya belajar, dan belajar, & tidak perlu klaim ini yang paling benar, paling hanya menyampaikan, “ini loh dalilnya, itu kliru” seseorang mengikuti silahkan, tidak tanggung jawab sendiri. Bukan malah menuduh yang macem-macem, aneh bagi saya. Orang Islam masih blum bisa berdebat dengan ilmiah, mana Quran mana Hadis, malah pakai logika saja.

    Padahal, Islam sangat beruntung punya Quran, & Quran adalah alat yang dapat dipakai u menyelesaikan perselisihan, bukan seperti umat lain, tidak punya kitab seperti Quran.

    Jadi, mohon, kepada semua umat Islam yang pingin Surga, atau mengikuti Quran & Hadis, ikuti dalil yang valid. Tinggalkan praktek-praktek yang tidak dilakukan Rasul. Karena rasul sudah tidak ada, kita sampaikan kepada para ahli. Serahkan ahlinya.

    Iklas saja, kebenaran milik Allah. Hanya Allah Mutlak benar. Kalau apa yang mengkritik kita, bahwa kita bidah, tenang saja. Periksa dalilnya, kepada ahlinya, pelajari, kalau perlu debat ilmiah dengan pengkritik, kalau anda punya dalilnya. Kalau dalil anda kuat, anda bertahan, kalau salah ….. tinggalkan! Gitu aja koq rengkot.

    Jangan seperti umat Nasrani, sudah berapa kali disampaikan bahwa Isa bin Maryam adalah rasul, tapi dianggap Tuhan atau anak Tuhan. Bagi yang mempertahankan, ya sampai sekarang masih Kristen, yang memeriksa ulang AlKitabnya, ya menjadi Muslim setelah mendapat Hidayah Allah. Bahkan, para pendeta yang doktor, ahli teologi yg menceritakan dalam bukunya. Seperti Jerald F Dirk “The Cross & The Cresent”, Benyamin Keldani “Muhammad dalam AlKitab (?)” Ahmed Deedat “The Choice”, dll banyak sekali.

    Jadi, menurut saya, niatkan dalam hati saja, mohon petunjuk Allah, untuk memberi ilmu, semua apa yang dilakukan sesuai ajaran Allah melalui rasul Muhammad. Karena hanya Allah yang mengajari manusia ilmu (QS Al-Alaq 5: Dia mengajar manusia sesuatu yang tidak diketahui).

    Nah mohon saja kepadaNya, pemahaman yang benar. Insya Allah paham. Tidak perlu panas, pakai ilmu. Kalau masih ada rasul, kita bisa bertanya langsung, karena tidak, pakai hati, pakai ilmu. Setuju?!

    Masak sudah mendapat hidayah (muslim) masih ‘panas’, diberi tahu saudara muslimnya bahwa praktek itu sesat, bidah. Tidak perlu alergi dengan istilah itu, santai saja. Periksa, kalau benar …. kalau salah ……
    “saling menasehati dalam kesabaran & kebenaran….”
    terima kasih.

    • Abdul mengatakan:

      Iya. Santai saja. Dan kalangan Wahabi juga harus santai apabila dibilang mereka sebagai “orang2 yg bisanya cuma taklid buta pada Abdul Wahab, BIn Baz, Utsaimin, cs. :)

  9. toro mengatakan:

    wahabi menolak bid’ah ato slogan-slogan keyakinan agama yang tidak menggunakan dasar Al Quran dan contoh dari Rosul saw.
    Itu berarti orang2 Wahabi adalah pemegang kunci syariat agama Islam yang murni
    aneh bila ada orang yang mengaku Islam malah memusuhinya

    • Abdul mengatakan:

      “berarti orang2 Wahabi adalah pemegang kunci syariat agama Islam yang murni”

      Lebih tepatnya, murni pengikut Abdul Wahab, BIn Baz, Utsaimin, cs

  10. toro mengatakan:

    sebenarnya aku ngak perduli entah wahabi,sunni,syiah ato apa aja karna itu nama-nama yg bikinan manusia..
    Bagiku Islam ya Islam agama yang diakui Allah yang sesuai dengan al Quran dan Sunah Nabi yang ngak sesuai ato ngak ada dalam keduanya ya bukan Islam..
    Wahabi menolak ajaran ato slogan-slogan kyakinan yang ngak sejalan dengan Al Quran dan As Sunah, itu berarti Wahabi pemegang kunci Agama Islam yang murni..
    Aneh bila ada orang yang mengaku Islam memusuhinya..

  11. Jos mengatakan:

    tulisan ini membuat sy sdikit bingung.sy sedang mncari kbenaran, sy saat ini sedang tertarik utk mempelajari salafi karena kajian2nya yg ilmiah,jelas dn gamblang.sgala ssuatu dijelaskan dgn dalil2 yg shohih.alhamdulilah bg sy ini merupakan pencerahan.yang sy bingung adalah apakah sy sdng mendapat pencerahan ilmu dr salafi atau pencucian otak sprti yg dikatakan tadi?apakah tolabul ilmi menyebabkan otak tercuci,? Shingga sama seperti orang yg direkrut jd teroris?..
    Tulisan diatas menyebabkan orang takut utk mempelajari salaf, karena takut otak nya tercuci

    • budi mengatakan:

      Agama Islam diturunkan ke dunia ini untuk rahmatan lil ‘alamin.jadi bukan untuk kepentingan kelompok atau gerakan tertentu…jadi paham wahabi yang menyatakan bahwa sesuatu itu bid’ah harus diklarifikasi lagi…sebab tidak semua bid’ah itu sesat..ada yang khasanah..kemudian lagi bilamana sesuatu ajaran tidak sesuai dengan akhlak Rasulullah mau bagaimana?jangan jadikan agama islam yang sangat mulia ini dijadikan kepentingan kelompok tertentu untuk kepentingan dunia semata..na’udzubillah

  12. Rizkan Bandar mengatakan:

    boleh tahu data2 yg disebutkan pada tulisan di atas sumbernya dari mana? dari barat? lah kok ambil rujukan tentang Islam dari negeri / orang2 yang memusuhi Islam. Bukankah mereka (Yahudi & Nasrani) sampai kapanpun tidak akan senang dengan Islam. Ayat yg berbicara hal ini ada dalam al Quran, kalian mengabaikan ayat ini dalam tulisan kalian. Namun kalian mengambil ayat lain demi tercapainya tujuan kalian dalam menyampaikan fitnah atas Syaikh pembaharu dalam Islam.

    misal: kenapa saya memakai rujukan tulisan dari buku orang Barat (baca: nonmuslim). Bagi …..>>>>

    trus, penamaan wahhabi salafy dari mana?

    trus apa yang di anggap bid’ah oleh Wahhabi Salafy? dalam tulisan: Gerakan Wahabi didirikan pada abad ke-18 oleh Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792) dari Najd, Arab Saudi. Ibnu Abdul Wahhab mengampanyekan usaha memberantas praktik-praktik yang dilakukan umat Islam yang dianggapnya bid’ah……>>>>>

    trus kenapa Wahhaby? bukan Muhammadiyah? toh pelakunya adalah Muhammad, bukan bapaknya Abdul Wahhab. Jadi harusnya Muhammadiyah Salafy.

    Mengenai Agil SIradj, toh dia antek Syi’ah. Wajar lah klo benci sama dunia Arab. makanya klo perkataannya yg dikadikan rujukan, saya khawatir, penulis juga antek Syi’ah.

  13. IlmuOnline mengatakan:

    sesamam muslim saling mengingatkan,,,!
    Good artikel…

  14. Muhammad bin Nisfu' al-Inal mengatakan:

    Islam adalah agama universal yang mencakup seluruh ajaran kebaikan. Mulai dari keyakinan, ucapan maupun perbuatan diterangkan secara lengkap dalam Islam. Keterangannya baik secara global atau rinci terpampang dengan jelas dan gamblang. Itulah jalan-jalan keselamatan yang bisa ditempuh oleh para pemeluk agama ini. Jalan-jalan yang bisa menghantarkan pelintasnya ke jannah Allah Subhanahu wa ta’ala dan menyelamatkannya dari adzab neraka.

    ————————-tulisan ini dipotong oleh Admin blog karena copy/paste dari situs lain————

  15. eris mengatakan:

    daripada meng-kafirkan orang islam
    lebih baik meng-islamkan orang kafir
    masih banyak non muslim di sekitar kita yang belum tahu tentang islam

  16. joe mengatakan:

    klo semisal mekah n madinah di kuasai nahdiyin model said agil n antek2nya…….ndak bisa ngebayangin dah jadinya…bisa2 thowaf pake dasi…ha ha,n masjidil harom bisa buat kontes qosidahan…hii atuuut

  17. rasjid Barmaky mengatakan:

    simple saja: memang kebodohan itu ada solusinya yaitu bertanya kepada yang berilmu….akan jelas yang haq dan bathil..

  18. ClickPaid.biz mengatakan:
    )Diriwayatkan oleh Ibn Umar:(Nabi) mengatak..." permalink="http://afatih.wordpress.com/2012/01/24/mewaspadai-gerakan-wahabi-salafi/#comment-82847"]

    Bukankah sudah jelas ???
    Gerakan Wahabi didirikan pada abad ke-18 oleh Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792) dari Najd, Arab Saudi.

    (Sahih Bukhari [2:147])
    Diriwayatkan oleh Ibn Umar:

    (Nabi) mengatakan,
    “Ya Allah Ya Tuhanku! Berkatilah negeri Syam kami,
    Ya Allah Ya Tuhanku! berkatilah negeri Yaman kami”.
    Mereka (para Sahabat) berkata:

    “Wahai Rasulullah! (Doakanlah) juga untuk negeri Najd kami”.

    Baginda (terus) berdoa:
    “Ya Allah Ya Tuhanku! Berkatilah negeri Syam kami,
    Ya Allah Ya Tuhanku! Berkatilah negeri Yaman kami”.
    Mereka (para Sahabat) berkata: “Wahai Rasulullah!

    (Doakanlah) juga untuk negeri Najd kami”.

    Maka Baginda bersabda:
    “Padanya (Najd) (berlaku) gempa bumi, fitnah dan tempat terbit tanduk syaitan” .

    (Sahih Bukhari [4:499])
    Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar:
    Saya melihat Rasulullah menunjuk ke arah timur (Najd), “Lihatlah Penderitaan sungguh akan muncul oleh karena itu; penderitaan sungguh akan muncul
    oleh karena itu di mana tanduk setan muncul.

  19. roniyusron mengatakan:

    Inilah fenomena di kita yang sudah merasa jago dalam urusan agama. Padahal mereka juga melakukan hal yang mereka anggap kafir atau bid’ah.
    Wallahu ‘alam.

  20. rhezalutfi mengatakan:

    berbagi info.aja….www.alkhoirot.net/2012/02/wahabi-salafi-menurut-ulama-sunni.htmluuu

    • ibrahim mengatakan:

      kalau ada yg benar pasti ada yg salah, kebanyakan umat Islam di Indonesia ini dalam menjalankan ibadah meniru dari orang tua mereka, tanpa pernah bertanya dasar mereka melaksanakan semua itu, sebagai manusia yg mempunyai pikiran yg bersih pasti akan timbul pertanyaan dalam hati mengapa ada perbedaan dalam melaksanakan ibadah ini, kalau ada perbedaan pasti ada yang salah

      • joe mengatakan:

        bener tuh,orang indon kbayakan islam karna ikut ortu…n masalah akidah dlll ngikut ma kyai nya…bener salah ….manaketehe…..ngikuut ajah pokoknya,

Silahkan berkomentar dengan santun

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blogger Indonesia

#1 Top Ten Blogger Indonesia versi Majalah Tempo

Copy code below, insert into your blog
<a href="http://www.fatihsyuhud.com/blogger-tips/" title="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-indonesia.gif" border="0" alt="Blog Tutorial Wordpress Blogger Blogspot"> </a>

Arsip

Blogger Indonesia FB Profile
Blogger Indonesia Fan Page

Sebarkan Budaya Ngeblog!


Copy kode di bawah, letakkan di Sidebar blog Anda :)
<a href="http://afatih.wordpress.com/" target="_blank"> <img src="http://sites.google.com/site/fatihsyuhud/Home/blog-tutorial.gif" border="0" alt="Cara Membuat Blog"> </a>
Tidak tahu cara tukar link? Baca tutorialnya di sini!

Etika Copy Paste

Mengutip tulisan di sini dibolehkan asal menyebut nama penulis (A. Fatih Syuhud) dan link ke fatihsyuhud.net/
A. Fatih Syuhud Budaya ngeblog adalah budaya baca dan menulis dalam skala massal. Sebuah budaya yang dilakukan bangsa-bangsa maju dan civilized. Indonesia akan tetap berkutat dalam kemunduran kalau masih stagnan pada budaya lisan dan enggan mereformasi diri. Setiap Blogger Indonesia "berkewajiban" untuk mengajak rekan-rekannya ngeblog--dengan bahasa Inggris atau Indonesia -- untuk sama-sama menuju tradisi baru insan modern.
Email: fatihsyuhud-at-gmail-dot-com

Paling Populer

Find Us

Blogger Indonesia twitter

Blog Stats

  • 4,413,644 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 620 pengikut lainnya.